Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
35. Pencarian


__ADS_3

"Kamu itu siapa? Kenapa mengetuk pintu seperti itu? Apa orang tua kamu tidak pernah mengajarkan kamu sopan santun?" ucap Ibu Zaka dengan sangat marah setelah dirinya membukakan pintu untuk Dokter Afridi.


"Tante, jangan pernah Tante bawa bawa orang tua saya. Kedatangan saya kemari ingin bertemu dengan Zaka, dimana dirinya?" jawab Dokter Afridi dengan sangat marah.


"Kalau kamu ingin bertemu dengan seseorang, seharusnya tidak seperti ini!" Ucap Ibu Zaka dengan tegas.


Kemarahan Dokter Afridi yang sudah memuncak, membuat dirinya tidak sadar terhadapku sebuah foto pernikahan Zaka dengan wanita yang ada di rumahnya. Dia terus berdebat dengan Ibu Zaka untuk menemui Zaka.


Ketika Zaka sudah keluar, dia sangat terkejut karena melihat kakak dari Sarah datang ke rumahnya dan meminta Zaka menikahi adiknya.


Menolak untuk menikahi Sarah, Zaka yang saat itu masih berdiri di belakang ibunya langsung menghampiri Zaka ke dalam rumah. Dia memukul Zaka hingga Zaka jatuh di tangan dengan mengeluh kesakitan. Dia memukul Zaka berulang kali hingga membuat salah satu foto yang ada di dekat Zaka jatuh akibat pukulan dari tangannya.


Ketika melihat foto yang terjatuh di lantai dengan kaca yang pecah berkeping keping. Afridi yang saat itu marah, dia terdiam. Dia melihat ke arah foto Tasya yang jatuh. Setalah memandang foto itu selama beberapa saat, Dokter Afridi mengambil foto itu dan bertanya kepada Zaka tentang Tasya.


"Siapa dia Zaka?" tanya Donter Afridi dengan menunjukkan foto yang ada di tangannya.


Mendengar ucapan itu, Zaka terdiam selama beberapa saat. Dia tidak bisa berkata kata. Matanya tampak sangat sedih setalah Dokter Afridi menunjukkan foto Tasya.


"I ... Istri saya," jawab Zaka dengan terbata bata dan hanya menundukkan kepalanya.


Mendengar ucapan itu, Afridi benar benar terkejut. Dia tidak percaya kalau Sarah adalah seorang simpanan dari seorang suami yang mana istrinya pergi dari rumah dan menuju ke rumahnya. Saat itu dia sungguh tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh adiknya.


"Dia istri kamu, dan dia kabur dari kamu, setelah semua perselingkuhan kamu terbongkar, iya?" Jawab Dokter Afridi dengan nada lantang di hadapan Zaka.

__ADS_1


Zaka yang mendengar hal itu, Zaka yang hanya menundukkan kepalanya, tiba tiba meninggi. Dia heran, dalam hatinya bertanya bagaimana bisa kakak dari Sarah mengetahui hal itu.


"Bagaimana Mas tahu hal itu?" jawab Zaka dengan sangat heran.


Mendengar jawaban itu, Dokter Afridi terdiam. Dia menatap tajam Zaka dengan sangat marah. Setalah itu tanpa banyak berpikir Dokter Afridi memukul Zaka lagi dengan sangat keras hingga dia jatuh tersungkur di lantai dengan memegangi pipinya.


"Itu balasan untuk laki laki seperti kamu, istri kamu ada di rumah ku. Cepat, ganti baju kamu dan jemput dia," jawab Dokter Afridi dengan tegas kepada Zaka.


Zaka yang mendengar hal itu dia hanya diam. Dia terus melihat ke arah Dokter Afridi yang berdiri di hadapannya. Setalah mengganti pakaiannya, Zaka dan Dokter Afridi pergi ke rumah dan menuju ke rumah Dokter Afridi.


Tak berselang lama, Zaka dan Dokter Afridi sampai di rumahnya. Mereka bergegas pergi menuju ke dalam rumah. Saat itu dia melihat Vira tengah menyapu lantai, melihat hal itu Dokter Afridi menghampiri Vira dan bertanya kepada Vira tentang Tasya.


Vira yang masih polos pun memberi tahu Dokter Afridi kalau Tasya sudah pergi dan akan menuju ke rumahnya.


Zaka benar benar tidak percaya karena merasa bertiga bisa terikat satu dengan yang lain. Dimana Vira bertemu dengan Tasya, lalu Vira bertemu dengan Zaka dan kemudian dia bertemu dengan Tasya dan Zaka yang mana mereka ada suami istri.


Mandarin kalau Tasya tidak berada di rumah Dokter Afridi, Zaka mengajak Vira menuju ke dalam mobil Dokter Afridi. Mereka bertiga berusaha untuk mencari tahu keberadaan Tasya.


Malam hari pun tiba, tampak di kegelapan malam dengan air mata yang terus berderai. Tasya berjalan menarik kopernya, dia tidak tahu harus kemana lagi. Dia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi, namun ketika dia berjalan di bertemu dengan Sera yang berpenampilan seperti orang gila berjalan berpapasan dengan dirinya.


Saat itu Tasya tidak menyadari kalau wanita yang berpapasan dengan dirinya adalah Sera. Dia hanya melamun dengan pandangan mata yang kosong.


Melihat hal itu, Sera langsung memukul Tasya dengan tangannya. Tasya yang terkejut langsung melompat menjauh Sera dengan wajah yang takut.

__ADS_1


Sera menatap tajam Tasya dan seolah ingin menyakiti dirinya .


"Kamu sudah membuat hidupku hancur, tidak akan ku biarkan kamu hidup tenang!" ucap Sera mengancam Tasya. Tasya yang menyadari hal itu, dia berusaha untuk kabur dari Sera yang sudah tidak waras itu.


Ketika dia berhasil kabur dengan meninggalkan barang barangnya. Sera justru mengejar Tasya hingga tibalah mereka di tengah jalan, namun ketika Tasya berjalan menepi untuk menghindar dari Sera. Pandangan Sera teralihkan dengan sebuah mainan anak anak yang jatuh di tengah jalan. Di waktu yang bersamaan sebuah mobil berjalan dengan kencang menabrak Sera, Saat itu Tasya yang terus fokus dia tidak menyadari kalau ada mobil, dia baru menyadari kalau Sera tertabrak ketika dia mendengar sebuah dentuman keras.


Mendengar hal itu, Tasya berbalik. Dia melihat orang gila itu sudah tertabrak oleh mobil. Tasya tampak sangat terkejut, dia tidak bisa berkata kata atas apa yang terjadi.


Di tempat koper Tasya berada, mobil Dokter Afridi melewati koper itu. Menyadari kalau koper itu milik Tasya, Zaka meminta Dokter Afridi berhenti. Setalah mobil berhenti, dia turun dari mobil dan menghampiri koper itu.


Dia memeriksa isi dari koper itu untuk memastikan bahwa koper itu adalah milik Tasya.


Setalah menyadari kalau koper itu milik Tasya, Zaka memberi tahu Dokter Afridi. Dia melihat ke sekitar tempat itu dengan sesekali memanggil manggil nama Tasya.


Hujan pun turun dengan sangat deras, malam itu Tasya masih mematung di jalan dengan melihat jalan yang saat sudah sepi karena mayat dari Sera sudah di angkat dan di bawa ke rumah sakit.


Beberapa saat kemudian, mobil Dokter Afridi melihat Tasya. Menyadari hal itu, Zaka meminta Dokter Afridi berhenti. Dia turun dari mobil dan menerjang hujan untuk menghampiri Tasya.


Setalah berada di dekat Tasya, Zaka memeluk Tasya yang saat itu mematung tanpa banyak berbicara.


"Sayang, ada apa?" Tanya Zaka kepada Tasya dengan memeluk erat Tasya.


Tasya yang menyadari hal itu, dia melihat ke arah Zaka dan menangis di pelukan Zaka. Dia tidak percaya kalau dia akan melihat kejadian yang sangat mengerikan tersebut.

__ADS_1


Tasya tampak tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan dirinya.


__ADS_2