Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
53. Pencarian dan kecelakaan


__ADS_3

Di rumah Tasya, terlihat Tasya tengah berdiri di dekat jendela dengan memandang ke arah halaman. Dia tampak khawatir dan gelisah dengan keadaan Huda.


"Kenapa aku khawatir dengan Huda ya? Ada apa ini, aku mau hubungi Mas Zaka. Tapi ... Dia pasti sudah tidur jam segini," ucap Tasya dengan cemas dan khawatir. "Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Huda atau pun yang lainnya di sana," lanjut Tasya untuk melanjutkan ucapannya yang sebelumnya.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke ponselnya, pesan itu berasal dari laki laki yang di cintainya.


"Kamu belum tidur kan?" tanya Zaka melalui pesan di salah satu aplikasi pesan.


Mendengar kalau ada pesan masuk ke ponselnya, Tasya menghampiri ponsel nya dan mengambil ponselnya setalah itu dia duduk di atas tempat tidur sambil membaca pesan dari laki laki yang di cintainya.


Setalah membaca pesan dari Zaka, Tasya yang memang ingin menghubungi Zaka dari beberapa menit lalu, akhirnya dia memberanikan diri untuk memanggil Zaka.


Menyadari panggilan berbunyi, Zaka yang saat itu berbaring di atas tempat tidurnya. Dia mengangkat panggilan itu,


"Ya, Sayang. Apa kabar? Kamu pasti merindukan aku, iya kan?" ucap Zaka dengan air bahagia menerima panggilan dari Tasya.


"Bukan itu, Mas. Memang aku rindu dengan Mas. Tapi ... " ucap Tasya terdiam selama beberapa saat, setalah itu dia melanjutkan " Tapi aku merasa, ada sesuatu yang membuat aku cemas tentang Huda."


Mendengar jawaban dari Tasya, Zaka terlihat seperti kebingungan. Dia yang saat itu berbaring dia bergegas bangun dari tidurnya.


"Kenapa kamu bisa merasakan hal ini? Huda baik baik saja Sayang, " jawab Zaka.

__ADS_1


"Mas, aku mohon. Aku benar benar memohon kepada kamu, tolong periksa Huda dan Sarah. Jika kamu tidak ingin bertemu dengan Sarah, maka kamu temui Huda saja. Aku mohon," pinta Tasya dengan baik.


"Oke, kita video call," Jawab Zaka setelah itu dia mengganti panggilan suara menjadi panggilan Video. Setalah panggilan berganti, Zaka berjalan keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke kamar yang di tempati oleh Sarah.


Ketika dia sudah di dekat kamar yang di tempati oleh Sarah, dengan perlahan dia membuka pintu. Saat itu kamar tampak sangat gelap dan sunyi, menyadari hal itu Zaka mencoba mencari tombol lampu. Saat tombol lampu sudah di tekan oleh Zaka, dia tampak sangat terkejut. Dia melihat kamar Sarah masih rapi dan Huda pun tidak ada di dalam keranjang tidurnya.


"Astaga, " ucap Zaka dengan terkejut.


Melihat ekspresi muka Zaka yang tiba tiba berubah, Tasya pun berubah panik. Dia terus mencoba bertanya kepada Zaka atas apa yang sudah terjadi. Namun saat itu Zaka tidak menjawab Tasya, dia hanya sibuk mencari keberadaan Sarah dan Huda. Dia bahkan sampai mencari ke kamar orang tuannya. Namun Huda tidak ada di rumah Zaka.


Menyadari sesuatu terjadi di rumah Zaka, Tasya bergegas menutup panggilannya dan pergi dari rumah orang tua angkatnya dan menuju ke rumah Zaka.


Terlihat Tasya sangat terburu buru, dia bahkan pergi dari rumah tanpa berpamitan dengan ibunya secara langsung.


Di rumah Zaka, kepanikan terjadi. Zaka dan keluarganya kebingungan mencari keberadaan Sarah dan Huda, dia mencari ke sana kemari, namun tidak menemukan keberadaan mereka.


Saat itu Sarah menaruh, Huda di lantai dengan beralaskan jaket yang di pakainya. Dia menaruh Huda di lantai dengan mata yang di penuhi oleh air mata.


"Sayang, maafkan Mama. Maafkan Mama melakukan hal ini, sebenarnya Mama tidak mau kalau harus melakukan ini. Tapi apalah daya Mama, Mama melakukan ini demi kamu , demi kebaikan kamu!" ucap Sarah dengan air mata yang terus berderai membasahi matanya.


Saat itu, Sarah tidak menyadari kalau di rumah itu terpasang CCTV yang mana merekam semua kejadian yang terjadi di malam itu.


Di malam itu, seorang laki laki tengah duduk di dalam ruangan. Pada awalnya dia tidak mengetahui kalau ada orang yang menaruh bayi di depan rumahnya. Ketika dia menyadari kalau ada seseorang yang dengan sengaja membuang anak, laki laki itu bergegas bangun dari ruangannya dan berlari keluar dari ruangannya. Namun apa yang di lakukannya gagal, Sarah berhasil melarikan diri dan meninggalkan Huda di depan rumah laki laki itu.

__ADS_1


Menyadari ibu dari anak itu sudah pergi, akhirnya laki laki itu membaca Huda ke dalam rumah. Dia tampak sangat lihai menggendong anak dan menenangkan seorang bayi.


Dia adalah Fian, seorang pengusaha muda yang memiliki kekayaan yang tidak terkira. Dia sangat tampan, namun dia masih jomblo dan belum menikah. Dia punya pacar, namun sudah putus sebelum kejadian Sarah membuang Huda.


"Astaga, sungguh teganya wanita itu. Ibu macam apa dia, hingga dia tega membuang anak setampan kamu," ucap D


Fian dengan menggendong anak itu. Setalah itu dia mencoba mencari identitas dari anak itu, saat itu Fian melihat huruf H di selimut Huda, menyadari hal itu akhirnya Fian pun memberi nama Huda dengan nama Habib.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita paruh baya dan laki laki paruh baya datang menghampiri Fian yang menggendong anak. Mereka ada orang tua Fian.


Melihat Fian menggendong anak, orang tuannya sangat kebingungan dan bertanya tanya dengan anak yang di bawanya.


"Fian, anak siapa yang kamu gendong?" tanya Ibu Fian.


"Tadi ada orang yang dengan sengaja membuang anak ini Bu, entah siapa orang itu. Dia sungguh tega membuang anak ini!" jawab Fian. Setalah itu dia mengajak anak itu masuk ke dalam kamarnya dan menidurkan anak itu di kamarnya. Dia tampak sangat menyayangi Huda seperti anaknya sendiri.


Di jalan tampak Zaka mencari Huda dan Sarah dengan mobil. Dia tampak cemas dan kebingungan mencari keberadaan Huda dan Sarah.


Saat itu Zaka tidak fokus mengemudi, dia hanya fokus melihat ke sana kemari hingga dia tidak menyadari di hadapannya sebuah tikungan yang tajam. Zaka yang tidak bisa mengontrol mobilnya, tiba tiba tergelincir dan mengalami kecelakaan tunggal hingga jatuh ke jurang yang sangat dalam.


Di sisi lain, Tasya tampak menangis di pinggir jalan. Dia terus berlari, menuju ke rumah Zaka. Waktu itu perasaannya benar benar tidak terkendali dan tidak terkontrol. Dia merasa ketakutan dan kesedihan yang sangat luar biasa di dalam hatinya.


"Ada apa ini? Kenapa perasaan aku tidak baik? " ucap Tasya dengan air mata yang mengalir. Dia terus berlari untuk menuju ke rumah Zaka, namun saat Tasya berlari tiba tiba dia tersandung dengan alas kakinya hingga membuat dirinya jatuh dan kepalanya membentur ke aspal jalan dan mengeluarkan darah.

__ADS_1


Dia sempat pingsan beberapa saat, namun dirinya terbangun ketika dia air hujan tiba tiba jatuh dan membasahi tubuh dan luka di kepalanya.


Dia berusaha untuk bangun dari jatuhnya dan mengistirahatkan dirinya sejenak di pinggir jalan dengan sesekali memegangi lukanya yang terus mengeluarkan darah.


__ADS_2