
"Apa maksudnya semua ini, hah? " tanya Tasya kepada Zaka yang saat itu tampak terkejut karena perselingkuhannya dengan Sarah terungkap.
"APA!!!" Bentak Tasya dengan sesekali mendorong tubuh Zaka dan memukul mukul tubuh Zaka untuk melupakan kemarahannya.
Saat itu, Zaka hanya diam. dia tidak bisa berbuat apa-apa setalah terbongkarnya perselingkuhannya dengan Sarah.
"Aku percaya dengan kamu, aku menaruh kepercayaan ku ke kamu. Tapi ini ... Ini balasan kamu ke aku, iya?" ucap Tasya melanjutkan ucapannya yang sebelumnya dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
"Maafkan aku Sayang, " ucap Zaka dengan berusaha menenangkan Tasya yang saat itu sudah histeris.
Di kala itu Tasya benar benar sangat marah dengan Zaka, dia ingin menghukum Zaka dengan mencakar cakar wajahnya, namun dia tidak bisa. Hal itu terjadi karena Tasya masih mencintai Zaka.
Saat itu Zaka terus meminta maaf kepada Tasya atas apa yang sudah di lakukannya, dia berusaha untuk memeluk Tasya yang sudah histeris di hadapan Zaka.
"Jangan sentuh aku!" Bentak Tasya kepada dengan mendorong Zaka hingga terjatuh ke tanah.
Melihat hal itu, orang tua Zaka langsung terbangun dari duduknya dia menghampiri Tasya dan berusaha menenangkan Tasya yang sudah teriak teriak dan menangis tidak karuan.
"Mama, apa salahku Mah? Kenapa dia tega melakukan ini dengan aku? Tolong Mah, usir dia dari hadapanku. Aku mohon, " ucap Tasya dengan teriak dan menangis histeris. Dia merasa tidak percaya kalau laki laki yang paling di cintainya mengkhianati dirinya.
"Aku mohon Tasya maafkan aku, " ucap Zaka bahkan sampai memegangi kaki Tasya dengan erat. Namun, saat itu Tasya menolak kakinya di sentuh oleh Zaka. Dia menendang Zaka dengan kasar hingga membuat Zaka tertendang.
"Aku mohon Pah, usir dia dari sini. Aku mohon," ucap Tasya dengan sangat histeris.
Melihat kehiaterisan Tasya, mau tidak mau Ayah Zaka pun membantu Zaka bangun dari duduknya di lantai. Dia mengajak Zaka masuk kedalam kamar.
Ketika Ayah Zaka sudah membawa Zaka masuk ke dalam kamar. Tasya yang histeris mulai tenang di pelukan ibunya. Dia benar benar tidak percaya kalau suaminya melakukan hal ini.
__ADS_1
Di dalam kamar, Zaka tampak sedih. Dia memohon kepada ayahnya untuk keluar menemui Tasya. Namun ketika Zaka mengatakan ingin menemui Tasya, sebuah tamparan keras di berikan kepada Zaka oleh ayah Zaka. Dia yang tidak banyak bicara, terlihat sangat marah dan murka dengan perbuatan Zaka.
Menerima tamparan dari ayahnya, Zaka hanya diam dengan memegangi pipinya. Dia menatap ayahnya dengan mata di penuhi oleh air mata.
"Setelah apa yang kamu lakukan kepada Tasya kamu ingin bertemu dengan dia? Kamu ingin melakukan apa, hah? Apa kamu ingin menyiksa Tasya dengan wajah kamu yang sangat tidak punya malu itu? Ayah benar benar kecewa dengan kamu, tega sekali kamu melakukan hal itu kepada Tasya. Kurang baik apa Tasya ke kamu, hingga kamu tega menyakiti dia seperti ini?" ujar Ayah Zaka dengan sangat marah kepada Zaka.
"Ayah, aku tahu aku salah aku minta maaf. Tapi aku mohon, tolong ... Tolong isikan aku untuk menemui Tasya. Dia istri ku ayah, aku mohon," pinta Zaka dengan sedih dan berurai air mata.
"Jangan pernah temui Tasya lagi, ingat ucapan ayah!" jawab Ayah Zaka dengan tegas kepada Zaka.
Setalah mengatakan hal itu kepada Zaka, dirinya pergi dari kamar Zaka dan menemui istri dan Tasya.
Melihat kemarahan ayahnya, Zaka tidak dapat berbuat banyak. Dia terlihat hancur, hidupnya terasa hampa karena sudah melukai hati Tasya.
Beberapa saat kemudian, ponsel Zaka berbunyi. Menyadari hal itu, Zaka yang saat itu emosi tanpa melihat siapa orang yang menghubungi dirinya dia mengangkat panggilan itu.
"Halo, Sayang. Apa kabar kamu hari ini?" tanya Sarah.
Mendengar orang yang menghubungi dirinya adalah Sarah. Zaka berubah sikap, dia terlihat kesal dan marah.
"Dengarkan aku baik baik, jangan pernah kamu hubungi aku lagi. Kamu paham," ucap Zaka dengan tegas kepada Sarah. Setalah itu dia membanting ponsel ke lantai dengan penuh emosi, hingga ponselnya hancur berkeping-keping.
Mendengar ucapan itu, Sarah sangat terkejut. Dia tidak percaya kalau pacarnya mengatakan hal itu di hadapannya. Dia sangat kesal kepada Zaka dan tidak ingin berbicara dengan Zaka. Dia mengira dengan marah, Zaka akan membujuk dirinya.
Keesokan harinya, Zaka terlihat tertidur di lantai dengan keadaan yang tidak terurus. Ketika dia sudah bangun dari tidurnya, dia melihat tempat tidur masih rapi. Melihat hal itu, Zaka terdiam dan berpikir sejenak. Dia memikirkan dimana Tasya tidur jika tidak dalam kamar.
Wajah khawatir terlihat di wajah Zaka, dia keluar dari kamarnya dengan memanggil manggil Tasya. Namun tidak ada jawaban dari Tasya.
__ADS_1
"Dimana kamu Sayang? Maafkan aku, aku sudah menyakiti kamu. Tasya!" panggil Zaka dengan raut muka yang tampak khawatir. Dia mencari Tasya di setiap sudut rumahnya, namun Zaka tidak menemukan Tasya.
Beberapa saat kemudian, orang tuanya masuk ke dalam rumah. Melihat hal itu, Zaka menghampiri mereka dan bertanya kepada ibu dan ayahnya tantang keberadaan Tasya. Namun saat itu, Ibunya yang marah dengan dirinya tidak menjawab ucapan Zaka dan memilih untuk pergi ke kamarnya.
Melihat hal itu Zaka sangat sedih, dia mencoba meminta maaf kepada ibunya tentang apa yang sudah di lakukannya. Setelah mencoba meminta maaf kepada ibunya namun tidak membuahkan hasil, Zaka menghampiri Ayahnya. Dia mencoba mencari tahu keberadaan Tasya dari ayahnya.
"Papa aku mohon, tolong beri tahu Zaka di mana Tasya berada. Zaka mohon dengan Papa," ucap Zaka dengan sedih.
"Ayah tidak akan memberi tahu kamu sampai kapanpun. Sana pergi, temui pacar wanita yang sudah menunggu di hadapan rumah!" jawab Ayah Zaka.
"Apa?!" Zaka terlihat sangat terkejut. Setalah mendengar ucapan itu, Zaka langsung pergi dari hadapan ayahnya dan keluar dari rumah.
Ketika dia sudah berada di luar rumah, Zaka tampak sangat terkejut karena dia melihat Sarah benar benar di depan rumahnya.
"Sarah, ngapain kamu ke sini?" tanya Zaka setelah dia keluar dari rumah dan berdiri di belakang Sarah. Sarah yang mendengar suara dari Zaka, di berbalik dan melihat ke arah Zaka. Dia bergegas memeluk Zaka setalah melihat Zaka.
Zaka yang menyadari hal itu, dia langsung mendorong Sarah dengan kasar dan meminta Sarah untuk pergi dari rumahnya .
"Kamu pergi sekarang, jangan pernah kamu temui aku lagi!" ucap Zaka dengan tegas.
"Kamu kenapa sih, apa salah ku ke kamu?" jawab Sarah dengan heran dan kebingungan. Dia tidak ingin pergi dari rumah Zaka dan tetap ingin bersama dengan Zaka.
Zaka yang mendengar ucapan itu dia sangat marah. Dia mengusir Sarah dari rumahnya bahkan sampai mengatakan kalau Sarah adalah perusak rumah tangganya dengan Tasya.
Menerima tuduhan dari Zaka yang mengatakan kalau dirinya adalah perusak hubungan, Sarah menolaknya dan berbalik marah dengan Zaka hingga terlibat cek cok antara mereka berdua.
Setalah melakukan perdebatan sengit, Sarah pun memilih untuk pergi. Dia meninggal Zaka di rumahnya dengan penuh emosi dan kemarahan yang sangat luar biasa.
__ADS_1