Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
34. Pergi


__ADS_3

Di rumah Dokter Afridi, terlihat Tasya sedang sedih duduk di depan gerbang rumah Dokter Afridi. Dia berdiri dengan mata yang memerah dan sebuah koper yang berdiri di dekatnya.


Beberapa saat kemudian, sekuriti yang sedang berjaga menghampiri Tasya yang sedang sedih. Dia tampak kebingungan dengan Tasya yang terus berdiri di depan gerbang rumah Dokter Afridi.


"Bu, ada apa dan sedang menunggu siapa?" tanya scurity itu.


"Em ... Saya ingin bertemu dengan Vira!" jawab Tasya dengan baik.


"Oh Vira, baik. Mari masuk ke rumah saya akan panggilkan Vira dulu," jawab Sekuriti itu.


Setalah mengatakan hal itu, Tasya dan sekuriti itu pergi ke dalam rumah Dokter Afridi.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya tibalah sekuriti itu di kamar yang di tempati oleh Vira dan keluarganya. Saat itu Vira sedang membersihkan tempat tidurnya. Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Vira, Vira yang mendengar ketukan pintu itu. Dia bergegas menghampiri pintu dan membukanya.


"Vira, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan kamu," ucap sekuriti itu.


Mendengar ucapan itu, Vira mengira kalau orang itu adalah ibunya. Dia tampak sangat bahagia, dia bergegas keluar kamarnya dan menghampiri wanita itu. Ketika dia menyadari kalau wanita itu adalah Tasya, langkahnya berubah pelan. Dia terlihat sangat terkejut melihat Tasya di rumah Dokter Afridi dengan membawa sebuah koper. Vira yang menyadari hal itu, dia hanya diam dengan memandang ke arah Tasya yang tampak sedih.


"Tante, ngapain di sini?" tanya Vira dengan tampak heran.


"Tante ingin bertemu dengan kamu, kamu tidak papakan kalau Tante kemari?" jawab Tasya dengan nada rendah.


"Iya Tante, ayo masuk ke dalam ," jawab Vira lalu dia mengajak Tasya untuk masuk ke dalam rumah.


Di waktu yang bersamaan, Dokter Afridi datang. Dia bersiap untuk melakukan makan siang dengan Vira dan keluarganya. Namun, ketika dia masuk ke dalam rumah, Dokter Afridi menyadari kalau ada tamu namun dia bukan tamunya. Dia menemui Vira, melihat hal itu Dokter Afridi berpikir kalau wanita itu adalah ibu dari Vira.

__ADS_1


Sesampainya Dokter Afridi di depan rumah, Tasya dan Vira bergegas bangun dari duduknya. Vira terlihat sangat ketakutan, karena dia mengajak seorang tamu yang tidak di kenal oleh Dokter Afridi.


Tak berdaya lama, Dokter Afridi turun dari mobilnya. Dia menghampiri Vira dan Tasya dengan raut muka yang sangat marah.


"Siapa kamu? Apa kamu ibu dari Vira?" tanya Dokter Afridi.


"Bukan, Dokter. Aku hanya teman Vira dan aku hanya ingin bertemu dengan dirinya!" jawab Tasya dengan baik kepada Dokter Afridi.


Mendengar ucapan itu, Dokter Afridi diam. Dia memandang Tasya semalam beberapa saat, setelah itu Dokter Afridi mengajak Tasya masuk ke dalam rumahnya.


Pada awalnya Tasya ragu, namun karena Dokter Afridi memaksa dirinya akhirnya dia dan Vira pun masuk ke dalam rumah.


Saat berada di dalam rumah, Tasya duduk di sofa rungan tamu dengan koper besar berdiri di sampingnya. Saat itu dia tampak terlihat seperti canggung masuk kedalam rumah itu.


"Saya Dokter Afridi, nama kamu siapa ?" tanya Dokter Afridi kepada Tasya.


"Ada apa Tante?" tanya Vira kepada Tasya.


Mendengar pertanyaan itu, Tasya yang menahan tangis. Dia diam, dia membalas pelukan Vira dengan sangat erat. Dia tersenyum seolah memendam kesedihan di dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, Dokter Afridi yang baru saja berganti pakaian dia datang menemui Tasya yang duduk di sofa dengan memeluk erat Vira.


"Saya lihat, anda dan Vira sangat erat. Apa kalian memiliki hubungan darah Tasya?" tanya dokter Afridi dengan duduk di depan Tasya.


"Tidak, saya dan Vira tidak memiliki hubungan darah. Tapi, aku merasa ada ikatan di antara kita berdua. Aku tidak bisa jauh dari Vira," jawab Tasya dengan air mata yang tiba tiba menetes mengalir membasahi matanya.

__ADS_1


"Ada apa? Apa kamu punya masalah?" jawab Dokter Afridi setelah dirinya melihat Tasya meneteskan air mata. Mendengar pertanyaan itu, Tasya menggelengkan kepalanya, dia berusaha untuk menutupi kesedihannya di hadapan Dokter dan Vira.


Waktu berlalu begitu cepat, setalah berbincang bincang. Tiba tiba Dokter Afridi menerima telepon dari Sarah. Dia memberi tahu Dokter Afridi kalau Zaka tidak ingin menikahi dirinya. Mendengar ucapan itu, Dokter Afridi benar benar terkejut. Dia tidak percaya kalau laki laki itu tidak ingin menikahi adiknya demi mempertahankan rumah tangganya.


Saat itu dia masih belum mengetahui kalau wanita yang berada di rumahnya adalah istri dari Zaka yang menjadi pacar dari adiknya.


"Apa?!! Laki laki itu tidak ingin menikahi kamu, kurang ajar. Dimana rumahnya?" tanya Dokter Afridi dengan sangat marah di telepon.


Melihat kemarahan dari Dokter Afridi, Tasya yang saat itu sedang bersedih. Dia tampak sangat ketakutan dan terkejut dengan kemarahan Dokter Afridi.


Setalah marah marah di telepon, Dokter Afridi masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian. Saat dirinya sudah rapi, tanpa banyak bicara Dokter Afridi pergi dari rumah dan menghampiri rumah Zaka.


Ketika Dokter Afridi pergi, Tasya pun pergi dari rumah Dokter Afridi.


"Vira, makasih ya. Makasih karena kamu sudah mau bertemu dengan Tante" ucap Tasya dengan nada rendah.


"Iya Tante, makasih juga Tante sudah baik dengan Vira. Bahkan Tante juga sangat menyayangi Vira," jawab Vira lalu dia memeluk Tasya dengan sangat erat.


Tasya yang menyadari hal itu, dia tampak bahagia. Dia membalas pelukan Vira dengan semakin erat dengan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.


Setalah beberapa saat berpelukan, Tasya pun pergi dari rumah Dokter Afridi. Dia berjalan perlahan dengan pandangan mata yang terus melihat ke arah Vira.


Air matanya menetes, dia tidak ingin pergi dari Vira, namun apalah daya dia tidak mungkin tinggal di rumah yang bukan rumahnya.


Di rumah Zaka, Dokter Afridi baru saja sampai. Dia turun dari mobilnya dengan sangat marah, dia mengetuk pintu dengan kasar dan menggedor dengan sangat keras.

__ADS_1


Zaka yang saat itu duduk di dalam kamarnya dengan meratapi kesedihan dan kesendiriannya. Dia bangun dari duduknya, setalah dia mendengar suara ketukan pintu. Dia berharap kalau orang yang mengetuk pintu adalah Tasya. Dia bergegas keluar dari kamarnya, namun saat ia sudah berada di luar kamar. Dia melihat ibunya sudah membukakan pintu untuk tamu itu.


Saat itu, Zaka melihat ibunya sedang berdebat dengan tamu itu. Menyadari hal itu, Zaka pun berpikir kalau tamu itu bukan lah Tasya.


__ADS_2