Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
68. Mengeluarkan


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, Sarah pun di penjarakan oleh Ibu Zaka dengan tuduhan penculikan. Di dalam penjara Sarah terlihat sangat sedih, dia hanya duduk di pojok ruangan dengan air mata yang terus mengalir membasahi matanya.


Dia terlihat menyesal atas apa yang sudah di lakukannya dengan keluarga Tasya. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Apa yang di perbuatannya harus di pertanggung jawabkan olehnya.


Saat itu derai air mata membasahi pipinya, dia tidak percaya kalau nasibnya akan berakhir di jeruji besi.


"Ya Tuhan, maafkan saya. Tolong, jangan beri saya hukuman seperti ini saya mohon. Hamba tahu, hamba bersalah. Tolong jangan hukum saya dengan hal semacam ini!" ucap Tasya dengan derai air mata yang menetes membasahi matanya.


Ketika Tasya berdoa, seorang polisi menghampiri dirinya. Dia memberi tahu Sarah kalau ada seseorang yang mengunjungi dirinya. Mendengar hal itu, Sarah berpikir kalau Tasya yang mengunjungi dirinya dan ingin membebaskan dirinya, namun apa yang diinginkan ternyata tidak terwujud. Orang yang mengunjungi dirinya ternyata Afridi.


Melihat Afridi mengunjungi dirinya, Sarah sangat bahagia dia berpikir kalau Afridi akan mengeluarkan dirinya, namun hal itu tidak benar. Afridi justru menolak dan tidak ingin membantu Sarah.


"Kak, aku mohon dengan kakak. Tolong, bantu aku untuk keluar dari sini aku mohon," pinta Sarah dengan sedih.


Afridi hanya diam, dia hanya menatap tajam Sarah dengan tatapan penuh amarah.


"Kaka tidak akan membantu kamu sekarang, kakak ke sini hanya membawa kan makanan untuk kamu, " jawab Afridi lalu dia pergi dari tempat kunjungan setelah menaruh makanan.


Mendengar hal itu Tasya hanya sedih dia benat benar benar sangat menyesali atas apa yang sudah dilakukan oleh Sarah.


Di rumah Tasya, Tasya tengah duduk di ruang tamu. Dia memikirkan keadaan Sarah yang berada di dalam penjara.


"Mama, apa kita tidak terlalu kejam dengan Sarah?" tanya Tasya dengan baik.

__ADS_1


"Kejam bagaimana? Itu adalah hukuman yang pas untuk dia, kamu tidak perlu khawatir tentang dia. Dia pasti akan baik baik saja, lagian apa kamu mau hal yang sama terulang lagi ketika Sarah keluar dari penjara?" jawab Ibu Zaka.


Mendengar hal itu Tasya berpikir sejenak dengan sesekali melihat ke arah Ibu Zaka dan Huda secara bergantian.


"Sebenarnya aku tidak tega, tapi.. Apa yang di katakan Ibu benar juga," ucap Tasya dalam hatinya.


Akhirnya Tasya pun membiarkan Sarah di penjara selama beberapa hari agar dia bisa jera dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.


Beberapa hari kemudian, Tasya mengunjungi Sarah. Saat Sarah bertemu dengan Tasya, keadaan Sarah benar benar sangat berubah. Dia benar benar terlihat tidak seperti Sarah yang dahulu. Melihat hal itu Tasya sangat terkejut dia bener benar tidak percaya kalau akan berdampak sangat besar.


"Bu Tasya," panggil Sarah dengan lirih lalu dia duduk di hadapan Sarah dengan di dampingi Fian yang saat itu menggendong Huda.


"Sarah, apa kamu baik baik saja?" tanya Tasya dengan nada rendah kepada Sarah.


"Ada apa Ibu kemari?" tanya Sarah.


"Tasya, saya kemari ingin mengeluarkan kamu. Tapi dengan satu syarat, jika kamu mengulanginya lagi aku akan memenjarakan kamu lagi dan aku tidak akan membebaskan kamu!" ucap Tasya dengan tegas kepada Sarah. Sarah yang mendengar hal itu, dia hanya diam dengan air mata yang teru mengalir membasahi matanya. Dia benar benar sedih dengan apa yang sudah terjadi.


"Bu, saya minta maaf dengan Ibu. Saya janji dengan ibu, kalau saya tidak akan pernah mengecewakan ibu lagi. Terimakasih sudah membebaskan saya Bu, saya janji tidak akan menculik Huda lagi dan saya juga janji, kalau saya tidak akan menemani Huda kecuali ketika ibu memintanya," jawab Sarah dengan sedih dan berbicara dengan nada baik.


Setalah berbincang bincang dengan Sarah, akhirnya Sarah pun bisa menghirup udara segar di luar penjara. Dia terlihat sangat bahagia dan sangat berterima kasih kepada Tasya kerana dia sudah baik dengan dirinya.


Saat itu Sarah ingin pergi, namun hatinya ingin sekali memeluk Huda dan menggendongnya.Menyadari hal itu, Tasya tersenyum kepada Sarah dan dia mengizinkan Sarah untuk menggendong Huda dan menyayangi Huda seperti ibu pada umumnya.

__ADS_1


"Maafkan Ibu, Nak. Ibu sudah sangat jahat dengan kamu, tapi ibu janji. Ibu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Ibu janji, Ibu akan pergi dari hidup kamu dan meninggalkan semuanya." Ucap Sarah dengan derai air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Setalah mengatakan hal itu, Sarah memberi kan Huda kepada Tasya. Lalu, dia menyeka air matanya meminta izin kepada Tasya untuk pergi, sekaligus dia juga menitipkan Huda kepada Tasya.


Tasya yang mendengar hal itu, dia hanya diam dengan air mata yang menetes membasahi pipinya. Dia mengiyakan apa yang di inginkan oleh Tasya dan setalah itu Sarah pun pergi dari hadapan Tasya dan Fian.


Saat itu pandangan mata Tasya terus melihat ke arah Sarah, dia benar benar tidak dapat berkata kata atas apa yang di lakukan oleh Sarah yang memilih untuk pergi meninggalkan Huda bersama dengan dirinya.


Setalah Sarah pergi, Tasya pun juga meninggal kantor polisi dan pulang menuju ke rumahnya dengan lelah dan letih. Sesampainya di rumah Tasya, Tasya di sambut kemarahan oleh Ibu Zaka. Dia marah bukan karena Tasya membebaskan Sarah, namun dia marah melihat kedekatan Fian dan Tasya yang semakin hari semakin erat.


"Ibu benar benar tidak percaya dengan kamu Tasya, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Ibu Zaka dengan marah.


Mendengar hal itu, Tasya sangat kebingungan dengan sikap ibunya yang tiba tiba marah dengan dirinya tanpa sebab.


"Ada apa Mama? Apa yang terjadi? Kenapa Mama marah?" tanya Tasya dengan memberi banyak pertanyaan kepada Ibunya.


"Ibu marah karena ibu tidak suka, kalau kamu dekat dengan Fian. Mama tidak mau kalau kamu itu melupakan Zaka, anak Mama!" jawab Ibu Zaka dengan tegas.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Zaka, Fian dan Tasya sangat terkejut. Fian bergegas hanya pergi dari rumah Tasya tanpa berpamitan dengan Tasya ataupun ibu mertuanya.


Tasya yang menyadari hal itu, dia hanya diam dengan pandangan terus melihat ke arah ibunya dengan air mata yang terus mengalir membasahi matanya.


"Mama, aku dan Mas Fian itu tidak ada hubungan apa apa. Dia hanya mengantarkan aku ke kantor polisi, itu saja!" ucap Tasya dengan kesal kepada ibunya. Setalah itu dia pergi tanpa mendengar apa yang di katakan oleh Ibunya yang selanjutnya. Melihat hal itu, Ibu Zaka hanya diam dengan pandangan mata yang terus melihat Tasya pergi ke kamarnya dengan membawa Huda.

__ADS_1


__ADS_2