
Tak berselang lama, tibalah Sarah dan Ahmad di tempat kerja.
"Mas, makasih yang sudah mau mengajak aku berangkat bersama," ujar Sarah.
Ahmad tersenyum setalah mendengar apa yang di katakan oleh Sarah. Dia memarkirkan sepedanya dan masuk ke dalam kantor menuju ke ruang ganti.
Sesampainya di ruangan cleaning servis, Ahmad mengambil seragamnya yang berada di loker nomor 5. Ketika Ahmad mengambil seragamnya, Sarah menghampiri dan berdiri di samping Ahmad.
Dia meminta Ahmad untuk tidak menjemput dirinya lagi.
"Mas aku minta maaf dengan mas, tolong besok mas jangan jemput aku lagi di kos kosan. Aku tidak mau kalau nanti ada orang yang berbuat jahat dengan mas dan aku," ujar Sarah dengan lirih.
Mendengar ucapan Sarah, Ahmad terkejut. Dia melihat ke arah Sarah dengan tetapan mata tajam.
"Jadi maksudnya kamu tidak mau berangkat dengan aku?" tanya Ahmad.
"Bukan tidak mau, aku hanya tidak ingin ada masalah. Aku baru bekerja mas, aku tidak mau kalau kehilangan pekerjaan nantinya," jawab Sarah.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah, Ahmad menganggukkan kepala.
Waktu berlalu begitu cepat, Sarah memegang sapu. Dia sedang menyapu lantai depan ruangan Rey, namun dia terkejut ketika Putri keluar dari ruangan Rey dengan marah.
Putri dan Rey seperti sedang terlibat percekcokan, melihat hal itu Sarah mencoba menenangkan Putri dan Rey yang bertengkar di hadapannya.
"Pak, Bu saya mohon. Tolong jangan bertengkar di sini, lebih baik semua masalah di selesaikan di dalam ruangan saja," ujar Sarah.
Namun, ucapan baik Sarah justru tidak di balas baik oleh Putri. Dia membentak dan meminta Sarah untuk diam dan tidak ikut campur dengan urusan mereka.
Sarah yang menerima bentakan, dia sangat terkejut matanya tiba -tiba berkaca kaca.
"Siapa kamu berani membentak bawahan saya?" ucap Rey dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Oh, jadi kamu mau bela si cleaning servis ini. Bela! Bela dia, jangan jangan kamu jatuh cinta dengan dia?" jawab Putri dengan nada tinggi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Putri, Sarah sangat terkejut.
"Diam Put!" bentak Rey.
"Kamu yang diam. Bela terus wanita pelakor itu, dasar wanita murahan." Putri menghina Sarah, Sarah yang mendengar hal itu. Wajah terkejutnya berubah menjadi marah.
"Bu Putri!" bentak Sarah. "Cukup ya Bu, cukup ibu menghina saya. Tujuan saya itu hanya ingin menenangkan kalian berdua, saya tidak ingin kalian berdebat di hadapan orang orang. Apa salahnya Bu? Maaf jika saya membentak ibu, saya melakukan ini karena saya tidak mau ibu menghina saya. Bu, ibu memang betul. Saya adalah seorang pelakor, saya pernah merebut suami orang. Tapi itu dulu, saya berusaha untuk memperbaiki diri saya.
Saya tidak akan mungkin mencintai atasan saya, kalaupun saya cinta. Saya akan mencoba menahannya Bu, saya tidak akan mungkin memaksakan!." Sarah menjawab dengan sangat marah. Dia juga sedih mengatakan semua itu.
Setalah mengatakan semua hal itu, Sarah pergi dengan air mata yang terus berderai.
Melihat kepergian Sarah, Putri hanya diam begitupula Rey. Namun tak berselang lama Rey mengejar Sarah yang pergi.
Dia meminta maaf atas kesalahan yang di lakukan oleh Putri. Tetap membujuk Sarah untuk kembali ke kantornya, namun saat itu Sarah tidak mau dan memilih mengundurkan diri dari kantor milik Rey.
"Permisi," ucap Sarah dengan perlahan lalu dia masuk ke dalam ruangan itu.
"Sarah, "panggil Rey dengan lirih lalu dia bangun dari duduknya. Dia meminta Sarah untuk duduk.
"Syukurlah kamu kembali Sarah, aku benar benar sangat bersyukur karena bisa melihat kamu lagi."
"Maaf Pak, kedatangan saya kemari karena saya ingin memberi surat ini," jawab Sarah dengan memberi sebuah surat kepada Rey.
Rey yang mendengar hal itu, dia hanya diam. Dia menerima surat itu dengan wajah yang bingung.
"Surat apa ini?" tanya Rey.
"Ini surat pengunduran diri saya Pak, saya ingin berhenti bekerja di kantor ini. Saya tidak mau tidak saya terus berdebat dengan Bu Putri," jawab Sarah.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Rey hanya bisa diam. Dia hanya bisa menunduk melihat ke arah surat dari Sarah.
Setalah itu Sarah pergi dari ruangan Rey, dia mengambil tasnya yang berada di dalam ruangan ganti.
"Sarah kamu mau kemana?" tanya Ahmad.
"Aku mau pulang, dan aku minta mas jangan sempit aku lagi besok. Aku sudah tidak bekerja di sini," jawab Sarah.
Mendengar apa yang di katakan oleh Sarah, dia terkejut dengan apa yang dikatakan eh Sarah.
"Kenapa kamu berhenti kerja dari sini? Apa karena masalah tadi siang?" tanya Ahmad.
Mendengar pertanyaan itu Sarah terdiam. Dia hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah katapun.
Setalah itu dia pergi dari ruangan ganti dengan diikuti oleh Ahmad.
"Oke, kalau memang kamu ingin mengundurkan diri. Izinkan aku untuk mengantarkan kamu ke rumah kamu yang terakhir kalinya. Aku mohon," ucap Ahmad.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ahmad, akhirnya Sarah ikut dengan Ahmad dan pulang bersama dengan Ahmad.
Di sepanjang jalan, Ahmad dan Sarah hanya diam. Mereka tidak berbicara sepatah katapun.
Sesampainya di rumah, ketidaksukaan Bu Asri dengan Ahmad kembali terlihat.
"Mas, kamu hati-hati ya di jalan." Ucap Sarah dengan baik kepada Ahmad.
Mendengar hal itu, Ahmad kembali meyakinkan Sarah atas pengunduran dirinya namun Sarah tetap bersikukuh ingin mengundurkan diri dari kantor Rey.
Melihat keputusan Sarah yang sudah bulat, Ahmad pun tidak ingin memaksa Sarah, akhirnya dia pun membiarkan Sarah mengambil keputusan ini.
Setalah sedikit berbincang, akhirnya Rey pun pergi dari rumah Sarah dengan wajah yang sedih. Tidak hanya Ahmad, Sarah pun juga sedih karena dia harus kehilangan teman baik seperti Ahmad. Namun dia tidak bisa jika terus bertahan bekerja di perusahaan itu. Dia tidak mau kalau Putri terus menghina dirinya.
__ADS_1
Setalah melihat Ahmad pergi, Sarah pun masuk ke dalam rumah Bu Asri dengan tertunduk lesu.