Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
54. Kesedihan


__ADS_3

Setalah beberapa saat berjalan, akhirnya tibalah Tasya di rumah Zaka. Dia mengetuk pintu dengan sangat keras dan memanggil manggil Zaka dan suaminya, namun saat itu tidak ada respon dari dalam rumah. Hanya seorang scurity yang terbangun dari tidurnya karena suara gedoran pintu yang di lakukan oleh Tasya.


"Mas Zaka! Mama! Papa!" teriak Tasya lalu dia menggedor pintu dengan sangat keras.


Beberapa saat kemudian, scurity datang menghampiri Tasya. Dia tampak sangat terkejut dengan keadaan Tasya yang sangat kotor dengan kepala yang mengeluarkan darah.


"Bu Tasya, ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Scurity.


"Pak, dimana Mama dan Mas Zaka? " jawab Tasya berbalik bertanya kepada Scurity itu.


Ketika Tasya dan Scurity itu sedang berbincang bincang, mobil Ayah Zaka dan Ibu Zaka terlihat tiba di depan rumah, setalah itu Ibu Zaka dan ayahnya turun dari mobil dan menghampiri Tasya yang berada di depan rumah.


Melihat ibunya turun dari mobil, Tasya bergegas menghampiri Tasya. Dia memeluk Tasya dengan keadaan Tasya yang basah kuyup dengan kepala yang mengeluarkan darah.


"Mas Zaka dimana Mah? Dan apa yang terjadi, kenapa tadi ketika di video call Mas Zaka terlihat kebingungan dan cemas mencari Huda?" ucap Tasya dengan wajah yang tampak kebingungan dan cemas dengan apa yang terjadi.


Melihat hal itu, Ibu Zaka mencoba menenangkan Tasya yang terlihat sangat cemas. Dia memeluk Tasya dan mengajak Tasya masuk ke dalam rumah. Dia ingin Tasya mengganti pakaiannya dan kemudian dia akan menjelaskan kepada Tasya apa yang terjadi.


Setalah beberapa saat berganti pakaian, Tasya ingin menemui Huda namun ketika dia berjalan mendekati kamar yang di tempati oleh Sarah, langkah Tasya terhenti. Dia mendengar ucapan Ibu Zaka yang membuat Tasya tidak bisa berkata kata dengan apa yang terjadi.


"Huda tidak ada di sini Tasya, Sarah membawanya pergi dan sekarang Zaka sedang mencarinya, entah kemana Sarah membawa Huda pergi," ucap Ibu Zaka dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan oleh Ibu Zaka, Dia terlihat sangat terkejut mendengar Sarah sudah membawa kabur Huda dari rumah Zaka. Tubuhnya tiba tiba lemas tidak berdaya. Dia langsung jatuh dengan lemas di lantai dengan air mata yang mengalir deras.


"Ma ... Mama, Huda ... Huda kemana? "jawab Tasya dengan terbata bata dan mata yang di penuhi oleh air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


Melihat Tasya sangat sedih dengan apa yang di jelaskan oleh Ibu mertuanya, Tasya hanya bisa menangis selama beberapa saat. Setalah itu dia menghapus air matanya dan bangun dari duduknya. Dia keluar dari rumah untuk mencari keberadaan Huda, namun saat dia baru keluar dari rumah. Ponsel rumah milik keluarga Zaka berbunyi, di saat itu Ibu Zaka yang berada di dekat panggilan itu. Dia mengangkat panggilan itu dengan perlahan.


"Halo, ini siapa ?" tanya Ibu Zaka kepada orang yang menghubungi dirinya. Saat itu suara orang yang memanggil ke telepon rumah, tidak terdengar. Setalah menerima telepon itu, Ibu Zaka sangat terkejut. Dia tidak bisa berkata kata, dia hanya diam dengan mata terbuka lebar dan mata yang di penuhi oleh air mata.


Ibu Zaka yang tidak bisa mengontrol dirinya langsung lemas setalah menerima telepon dari orang itu.


Melihat hal itu, Tasya yang ingin pergi. Dia menghentikan langkahnya dan menghampiri ibunya dengan sangat khawatir. Setalah itu dia mengangkat panggilannya yang saat itu masih menyala.


"Apakah benar ini adalah keluarga dari Pak Zaka ?" ucap suara wanita seperti suara seorang suster rumah sakit.


"Benar, ini adalah rumah dari Mas Zaka dan saya adalah istrinya, ada apa ya, dan ini siapa?" tanya Tasya.


"Kami dari Rumah Sakit Mahardika Jaya, dengan berat hati dan sangat berduka, kamu ingin memberi tahu Ibu, bahwasanya polisi menemukan mobil Pak Zaka jatuh ke jurang dan kami juga melihat mayat seorang laki laki hangus terbakar di dalam mobil. Dimana kami mengira kalau mayat dari Pak Zaka!" ucap suster itu.


Mendengar apa yang di katakan oleh suster itu Tasya hanya diam. Matanya terbuka lebar. Dia benar benar tidak percaya dengan apa yang di kabarkan oleh rumah sakita.


Saat itu Tasya masih tidak percaya, dia menghela nafas panjang dengan mata berkaca-kaca. Dia keluar dari rumah dan menghampiri Scurity. Dia meminjam ponsel dari scurity itu.

__ADS_1


Setalah mendapatkan izin untuk meminjam ponsel dari Scurity itu, Tasya pun mengetik sebuah nomor yang tidak lain adalah nomor milik Zaka, setalah itu dia menghubungi ponsel Zaka dengan raut muka yang cemas.


Saat itu, Tasya menghubungi Zaka berulang kali, namun tidak ada respon dari Zaka. Saat itu, Tasya terus berusaha namun nihil hasilnya tetap sama di mana dirinya tidak bisa memanggil ponsel Zaka.


Menyadari hal itu Tasya benar benar hancur, dia tidak bisa mengontrol dirinya dan jatuh bertekuk lutut di hadapan scurity itu. Air matanya terus berderai membasahi mata Tasya.


"Engga! Semua ini tidak mungkin terjadi, semuanya baik baik saja!" teriak Tasya dengan sangat sedih dan histeris. Dia hanya menangis meratapi nasib yang sedang di alaminya, ketika Tasya menangis tanpa henti hujan turun dengan sangat derasnya. Dia melihat ke arah langit, dengan marah dan sedih yang menjadi satu dia berbicara kepada Tuhan.


"Kenapa Tuhan? Kenapa Engkau memberi aku cobaan semua ini? Pertama, Sarah. Dia hadir di dalam hidup ku dan menghancurkan hidupku, lalu ada Huda. Ketika kehadirannya semua mulai pulih, tapi Engkau justru memisahkan aku dengan Huda dan sekarang ... Sekarang kamu merebut Mas Zaka dari aku, kenapa Tuhan? Kenapa?" teriak Tasya dengan air mata yang tanpa henti terus mengalir.


Mendengar apa yang di katakan oleh Tasya, Scurity itu tampak sangat terkejut. Dia tidak percaya kalau Zaka meninggal.


"Bu Tasya, jangan bohong Bu. Pak Zaka, baik baik saja. Dia tidak papa," jawab scurity itu dengan tidak percaya.


Saat itu Tasya hanya diam, setalah itu dia meminta bantuan dari scurity itu untuk bangun dari duduk bertekuk lututnya. Tasya tidak mengatakan apa-apa kepada Scurity itu, dia hanya berjalan dengan langkah yang seperti orang yang tampak kebingungan. Dia berjalan kaki menuju ke rumah sakit.


Melihat hal itu scurity mencoba menghentikan Tasya, namun saat itu menolak nya dengan membentak scurity itu. Mendengar bentak dari Tasya, scurity itu pun terdiam dan hanya bisa memandang ke raj Tasya yang terus melangkahkan kakinya menjauhi dirinya.


Di dalam rumah, Ibu Zaka tidak sadarkan diri di lantai setalah mendengar kabar kalau Zaka mengalami kecelakaan dan tewas. Saat itu, Ayah Zaka tampak sangat khawatir dengan apa yang terjadi dengan istrinya. Dia mencoba segala hal untuk membangunkan istrinya, namun istrinya tidak mengatakan sepatah kata pun bahkan dirinya tidak merespon Ayah Zaka yang terus berusaha membangunkan nya.


Melihat hal itu Ayah Zaka hanya diam dengan raut muka yang sedih atas apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2