
"Jadi kamu janji Mas dengan Sarah, kalau kamu akan menikah dengan dirinya ?" tanya Tasya dengan sedih dan merasa tidak percaya.
Mendengar hal itu, Zaka mencoba mendekati Tasya. Dia mencoba menjelaskan kepada Tasya bahwa apa yang di katakan oleh Sarah tidak benar. Dia membantah dengan tegas apa yang di ucapkan oleh Sarah.
"Tidak Sayang, aku tidak pernah janji dengan Sarah untuk menikahi dirinya, aku bersumpah dengan kamu!" ucap Zaka dengan sedih dan berurai air mata. Dia terus mencoba meyakinkan Tasya.
Melihat hal itu, Dokter Afridi menghampiri Sarah. Dia menarik Sarah untuk menjauhi Tasya dan Zaka. Dia terlihat sangat marah kepada Sarah dengan apa yang sudah di lakukannya.
Ketika Dokter Afridi merasa kalau sudah jauh dari Zaka dan Tasya. Dia melepas tangannya yang memegangi tangan Sarah dengan sangat erat.
"Kamu apa apaan sih, kenapa kamu membuat keributan di rumah kakak? Kakak mohon dengan kamu, jangan ganggu kehidupan Zaka dan Tasya, " ucap Dokter Afridi dengan sangat marah kepada Sarah.
"Kak, Zaka itu sudah menyentuh aku. Dan aku ingin Zaka menjadi miliki ku, seharusnya kakak bela aku kenapa kakak justru membela Tasya dan Zaka?" jawab Sarah dengan nada lantang.
"Diam!. Apa kamu tidak malu melakukan ini? Apa kamu tidak punya harga diri hingga merebut suami orang di depan istrinya secara langsung? Dimana harga diri kamu? Adik kakak yang bernama Sarah tidak pernah melakukan ini, dia memilikinya harga diri yang tinggi, tidak murahan seperti kamu sekarang."
"Oh jadi Kakak sudah tidak anggap aku adik, apa yang di lakukan oleh Tasya hingga kakak ku sendiri bisa mengatakan aku murahan, kakak di bayar berapa oleh Tasya?" jawab Sarah dengan nada lantang di depan kakaknya.
Plak.....
Suara tamparan terdengar, lagi lagi Afridi menampar Sarah dengan sangat keras. Dia benar benar seolah tidak menganggap Sarah seperti adiknya.
"Aku benar benar malu punya adik seperti kamu, dari kecil aku tidak pernah mengajarkan kamu hal seperti ini, tapi kenapa? kenapa sekarang kamu bisa seperti ini? Pergi sekarang!" ucap Dokter Afridi dengan tegas mengusir Sarah.
__ADS_1
Sarah yang mendengar hal itu dia hanya diam, dia benar benar tidak percaya kalau laki laki yang sudah membesarkan nya kini mengusir dirinya dari rumah peninggalan orang tua mereka.
Saat itu Sarah tidak ingin pergi dia hanya diam dengan tatapan mata yang terus menatap tajam kakaknya.
Di dalam rumah, Tasya berdiri di depan pintu dengan air mata yang terus berderai. Di hadapannya tampak Zaka duduk bertekuk lutut dengan mata yang dipenuhi oleh air mata. Dia terus memohon kepada Tasya untuk memaafkan dirinya atas apa yang sudah di lakukannya.
"Aku mohon dengan kamu, tolong maafkan aku. Aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi," ucap Zaka dengan air mata yang memenuhi matanya dan hanya tertunduk.
Saat itu, Tasya tidak menjawab sepatah katapun. Dia hanya memalingkan wajah nya dari Zaka. Melihat hal itu, Vira yang ikut bersedih dengan pertengkaran antara Zaka dan Tasya dia menghampiri Zaka dan memegangi salah satu bahu Zaka. Dia memeluk Zaka dengan sangat erat seperti seorang anak yang menyayangi ayahnya.
Melihat hal itu, air mata Tasya semakin mengalir deras tanpa henti.
"Om, Vira mohon jangan seperti ini. Om Sayang kan dengan Tante Tasya, maka Vira mohon Om bangun dan beri waktu Tante Tasya untuk menenangkan diri. Vira mohon dengan Om," ucap Vira dengan memeluk erat Zaka.
Mendengar apa yang di katakan oleh Vira, Zaka pun juga semakin sedih. Dia benar benar tidak percaya hatinya bisa merasakannya ketenangan ketika dia di peluk oleh Vira.
Setelah beberapa saat berpelukan akhirnya, Zaka pun melepaskan pelukannya dan bangun dari duduknya. Dia mencoba berbicara lagi dengan Tasya namun saat itu Tasya menghindar dari Zaka dengan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
Melihat hal itu, Zaka pun memilih untuk membiarkan Tasya menenangkan diri di rumah Dokter Afridi. Dia menitipkan Tasya kepada Vira, anak kecil yang mampu membuat dirinya tenang.
"Vira, Om titip Tante Tasya ya, tolong kamu jaga dia selagi Om tidak ada di sini," ucap Zaka dengan raut muka yang Tempak sangat sedih.
Vira yang mendengar ucapan itu, dia hanya diam dan mengangguk kan kepalanya. Setalah itu Zaka pergi meninggalkan Vira, namun ketika Zaka baru beberapa langkah Vira, tiba tiba Vira berlari dan memegangi salah satu tangan Zaka.
__ADS_1
"Om, Vira janji. Tante Tasya akan kembali kepada Om. Vira akan buat Tante Tasya jatuh cinta lagi dengan Om," ucap Vira dengan baik.
Mendengar hal itu, Zaka menundukkan tubuhnya dan memegangi pipi Vira. Dia membelai pipi Vira dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang.
"Terimakasih ya, kamu sudah baik dengan Om dan Tante."
Setalah mengatakan hal itu, Zaka pun pergi dari rumah Dokter Afridi dengan raut muka sedih. Saat itu dia bahkan tidak mempedulikan Sarah yang sedang berdebat dengan Afridi. Melihat hal itu, Sarah yang saat itu berdebat dengan kakak nya, memilih untuk menghentikan perdebatannya dan menyusul Zaka yang pergi dari rumah Afridi dengan sedih.
Didalam kamar, Tasya duduk di atas tempat tidur dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap Tasya dengan berbicara kepada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian terlihat Vira datang ke kamar yang di tempati oleh Tasya. Menyadari hal itu, Tasya menyeka air mata nya, dia berusaha untuk menutupi kesedihannya dari Vira.
"Tante, boleh kah Vira masuk?" tanya Vira.
"Ya Vira, " jawab Tasya dengan baik kepada Vira. Setalah mendapatkan izin untuk masuk ke dalam kamar, Vira duduk di samping Tasya dengan sangat tenang. Dia mencoba untuk menghibur Tasya yang sedang sedih dengan sebuah pertanyaan yang sangat membuat Tasya terkejut.
"Tante, Vira itu bukan siapa siapa di hidup Tante, tapi kenapa? Kenapa Tante bisa sangat baik dengan aku seperti ini?" Tanya Vira dengan baik.
Tasya yang mendengar ucapan itu, dia memeluk Vira dengan sangat erat dengan sesekali mencium kening Vira.
"Tante juga tidak tahu Vira, Tante merasa, ketika Tante dekat dengan kamu. Ada sebuah kedamaian yang Tante rasakan, " jawab Tasya kepada Vira dengan baik. Setalah itu dia melepaskan pelukannya dan Vira memegangi tangan Tasya. Ketika dia memegangi tangan Vira, mata Tasya tiba tiba berkaca kaca dan setetes demi setetes air mata jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Melihat hal itu, Vira menghapus air mata Tasya dengan perlahan.