Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
4. Pengunduran diri dan rencana licik


__ADS_3

"Syukurlah, hari ini aku dapat lowongan pekerjaan. Walaupun masih belum di tentukan aku di terima aku tidak, yang penting aku sudah berusaha," ucap Sarah dalam hatinya dengan berjalan di pinggir jalan menuju ke rumah Bu Asri.


Ketika dia tengah berjalan, tiba tiba seorang wanita dengan tampilan tapi dan cantik menghampiri Sarah dan menghentikan langkah Sarah.


"Bu Sarah, kenapa ibu tidak masuk ke kantor Bu? Tadi Bu Tasya mencari ibu," ucap wanita yang menghampiri Sarah.


wanita itu namanya Kelina, dia adalah salah satu rekan kerja Sarah di kantor milik Zaka.


Melihat kalau dia adalah teman kerjanya, Sarah mendekati Kelina dan memegangi kedua tangan Kelina dengan sangat erat.


Dia memohon kepada Kelina agar dia tidak memberi tahu Tasya tentang keberadaannya.


"Kel, aku mohon sama kamu. Aku tahu, kita tidak pernah berteman dengan kamu ketika kita satu perusahaan di kantor Mas Zaka, tapi aku mohon sama kamu. Jika Bu Tasya tanya tentang aku lagi, aku mohon jangan beri tahu keberadaan ku. Dan ... Dan aku juga minta tolong ke kamu, aku titip surat ini ke kamu," jawab Sarah dengan mengambil sebuah amplop yang isinya adalah surat pengunduran dirinya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Sarah, Kelina sangat kebingungan dengan apa yang terjadi. Dia heran, atas sikap Sarah yang seolah takut sekaligus sangat sedih ketika memberikan surat itu kepada dirinya.


"Ada apa Sarah? Ini surat apa?" tanya Kelina.


"Ini surat pengunduran diri ku, aku mohon dengan kamu. Tolong, jangan beri tahu Bu Tasya apa apa. Kamu hanya cukup memberikan surat ini," jawab Sarah lalu dia bergegas pergi meninggalkan Kelina. melihat hal itu, Kelina mencoba menghentikan Sarah namun Sarah tidak ingin mendengarkan nya.


Melihat hal itu, akhirnya Kelina pun pergi ke kantornya.


Sesampainya di kantor, Kelina menemui Tasya yang saat itu tengah duduk di kursi milik Zaka dengan di temani Cahaya yang berada di kereta bayi.


Ketika Kelina memberikan surat pengunduran dirinya kepada Tasya, Tasya sangat terkejut dengan surat yang dititipkan Sarah kepada Kelina.

__ADS_1


"Apa kamu sudah mencoba membujuk dia untuk masuk ke kantor ini lagi?" tanya Tasya dengan sangat terkejut ketika dia menerima surat pengunduran diri.


"Maaf Bu, saya tidak bisa menghentikan dia. Ketika saya akan bertanya alasannya, dia pergi begitu saja," jawab Kelina.


"Ya sudah, kamu kembali bekerja. Nanti, biar saya yang akan menghampiri dia ke rumahnya," jawab Tasya.


Setalah mendengar hal itu, Kelina pun keluar dari ruangan Tasya. Di waktu yang bersamaan, Cahaya menangis. Hal itu membuat Tasya bergegas mengangkat dan kembali menidurkan Cahaya, namun saat itu Cahaya tidak ingin diam dan terus menangis.


Menyadari hal itu, akhirnya Tasya pun membawa Cahaya pergi ke rumahnya. Ketika Tasya keluar dengan anaknya, Kelina melihat ke arah Tasya dengan tatapan mata yang tajam dan senyuman licik di bibirnya.


"Aku akan buat perusahaan ini bangkrut Tasya, aku janji itu." Ucap Kelina dengan liciknya.


Menyadari Cahaya terus menangis, akhirnya Tasya pun menghubungi supir. Dia meminta supir menjemput Cahaya dan Tasya. Setalah beberapa saat menunggu, akhirnya supir mobil dari Tasya pun tiba.


Melihat hal itu, Tasya pun masuk ke dalam mobil dan mengajak Cahaya pulang ke rumah.


Saat dia sudah berada di dalam ruangan Tasya, dengan beraninya dia duduk di kursi milik Tasya. Setalah itu dia menyandarkan tubuhnya di kursi itu.


"Uh, sungguh nikmatnya duduk di ruangan ini. Wanita itu pasti sangat bahagia duduk di sini, tapi aku tidak akan biarkan dia selamanya duduk di kursi ini. Aku akan rebut kursi ini dari kamu Tasya, aku bersumpah itu!."


Di sepanjangan perjalanan, Cahaya terus menangis. Namun saat dia bertemu dengan Fian. Dia langsung terdiam dan tidur di pelukan Fian.


"Makasih ya Mas, kamu sudah datang ke sini. Oh iya, apa Mas sudah lama?" tanya Tasya.


"Sebenarnya aku sudah menunggu dari tadi, aku ingin menemui Huda dan Cahaya. Namun, sepertinya rumah sepi karena dari tadi aku ketuk pintu dan memanggil ibu dan ayah kamu. Mereka tidak merespon, " jawab Fian.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Tasya meminta maaf kerana dia tidak tahu kalau Fian akan datang. Saat itu Tasya ingin masuk ke dalam rumah, namun pintu terkunci. Menyadari hal itu, dia mencoba mencari kunci rumah. Merasa kunci rumah juga tidak ada, akhirnya Tasya pun menghubungi ibunya yang saat itu tengah mengajak Huda pergi ke rumah salah satu temannya.


"Halo Mama, Mama ada di mana?" tanya Tasya dengan baik.


"Tasya, Mama ada di rumah teman Mama. Mama juga bawa Huda, kira kira Mama akan pulang sore, dan Mama juga mau bilang maaf ke kamu, soalnya kunci rumah Mama bawa. Mama lupa menaruhnya di tempat biasa," jawab Ibu Zaka.


"Oh ya sudah." Tasya pun mematikan panggilannya. Setalah panggilan mati, Tasya mengajak Fian ke restoran yang dekat dengan rumahnya.


"Maaf ya, kita harus menunggu Mama di sini" ujar Tasya.


Mendengar hal itu, Fian hanya tersenyum kecil di bibirnya.


Di rumah Bu Asri, Sarah terlihat baru sampai. Dia terlihat sangat kelelahan. Dia duduk di kursi halaman rumah dengan menyandarkan tubuhnya yang sudah lengket dengan keringat.


Melihat hal itu Bu Asri keluar dari dalam rumah, dia duduk di dekat Sarah yang saat itu tengah duduk.


"Ibu lihat hari ini adalah hari yang sangat melelehkan, apakah ibu benar?" ucap Bu Asri dengan baik.


Mendengar suara Bu Asri, Sarah membetulkan duduknya.


"Iya Bu, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Saya mencoba untuk berhemat, jadi dari jalan seberang say jalan kaki ke sini," jawab Sarah dengan menghapus keringatnya yang saat itu masih mengucur.


"Ya sudah, sekarang kamu ke dalam dulu. Setalah itu mandi, bersihkan diri kamu dan makan," ujar Bu Asri dengan sangat baik.


Sarah yang mendengar hal itu pun hanya diam, dia tersenyum melihat wajah Bu Asri. Setalah itu dia pergi ke kamarnya dan menuruti apa yang di katakan oleh Bu Asri.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, mau orang yang tinggal di rumah ku adalah mantan pelakor atau pun mantan narapidana, kalau dia bisa berubah maka aku bisa menerimanya dengan sangat baik. Aku yakin, sebenarnya Sarah adalah orang yang baik!." Ucap Bu Asri lalu dia pergi meninggalkan halaman rumah dan masuk ke dalam rumah.


__ADS_2