
Hari kepulangan Huda dan Sarah pun tiba, saat itu Tasya tengah merapikan pakaian yang di pakai oleh Huda dan Sarah, sedangkan Sarah berdiri di dekat Zaka dengan memandang ke arah anaknya dan membandingkan Zaka dengan Huda.
Pada awalnya Tasya tampak biasa dengan semua itu, dia tetap merapikan pakaian itu, namun lama kelamaan dia merasa perasaan cemburu dengan semua itu. Dia tampak bersedih dengan yang di lihatnya.
"Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku cemburu dengan kedekatan mereka? Ada apa dengan ku?" ucap Tasya dalam hatinya. Setalah mengatakan hal itu dia menyeka air mata nya dan berusaha untuk tetap tenang.
"Pakaiannya sudah rapi, mari kita pulang!" ucap Tasya dengan baik.
"Ayo Mas," sahut Sarah lalu dia menggandeng tangan Zaka. Pada saat itu Zaka hanya terdiam dengan pandangan mata yang melihat ke arah Sarah, begitupula Tasya yang tampak sedih dengan Sarah yang secara tiba tiba menggandeng tangan Zaka.
Setelah beberapa saat melihat ke arah Sarah yang memegangi tangan Zaka, tanpa banyak bicara Tasya pergi dari rungan itu dengan wajah yang tertunduk.
"Aku duluan ya," ucap Tasya dengan bergegas pergi dengan membawa tas hitam yang bersisi pakaian. Mendengar ucapan itu Zaka bergegas memalingkan wajahnya dan mengejar Tasya dengan sesekali memanggil manggil Tasya. Namun saat itu Tasya tidak mendengar Zaka memanggil dirinya. Dia terus berjalan dengan air mata yang terus berderai membasahi pipinya di sepanjang jalan.
Saat berada di dalam mobil Tasya bergegas masuk ke dalam mobil dan menangis di dalam mobil. Dia meminta supir untuk melajukan mobilnya.
Melihat hal itu Sarah tampak biasa saja, dia hanya diam selama beberapa saat setelah itu dia pergi dari rungan itu untuk mengikuti Zaka pergi dengan anaknya.
Zaka yang berada di luar rumah, dia tampak sangat sedih atas apa yang di lakukannya.
__ADS_1
"Mas di mana Bu Tasya?" tanya Sarah, setelah itu Zaka memberikan Huda kepada Sarah, namun saat Huda bersama dengan Sarah dia menangis. Di sisi lain, Zaka tampak bingung dia harus mempersiapkan mobilnya untuk mengejar Tasya, namun di sisi lain Huda terus menangis.
Akhirnya, mau tidak mau Zaka pun memilih untuk meninggalkan anaknya dan menyiapkan mobil untuk Huda pulang, setelah mobil terparkir di hadapan Sarah, Sarah bergegas masuk ke dalam mobil dan kemudian mengejar Tasya.
Di dalam mobil, tampak di sepanjang jalan Tasya terus meneteskan air mata. Dia sedih atas apa yang sudah di lihatnya di rumah.
"Pak, antara tas ini pulang ke rumah Mas Zaka dulu ya. Habis itu, antara saya ke rumah ibu saya," ucap Tasya dengan berderai air mata.
Melihat hal itu, supir yang bekerja dengan Zaka tampak sangat kebingungan dengan Tasya. Dia tampak bertanya tanya di dalam hatinya atas apa yang sudah terjadi hingga membuat Tasya ingin pulang ke rumahnya.
"Ada apa Bu? Kenapa ibu terus menangis? Semua baik baik saja kan?" tanya Si supir dengan sesekali melihat ke arah Tasya yang terus menangis.
"Tidak papa Pak, saya hanya sedikit rindu dengan ibu saya. Makanya, saya menangis," jawab Tasya ingin menutupi kesedihannya. Mendengar apa yang katakan oleh Tasya, supir pun terdiam dan melanjutkan perjalanan.
Melihat hal itu, Tasya bahagia. Saat itu Ibu Zaka yang menyadari kalau Tasya sudah tiba, dia mengira kalau Huda sudah tiba juga.
"Tasya, dimana Huda?" tanya Ibu Zaka dengan melihat ke belakang Tasya. Dia mengira kalau Huda di belakangnya.
"Mama, aku tidak satu mobil dengan Huda. Dan aku ke sini ingin menaruh tas ini saja, aku ingin pergi ke rumah ibu," jawab Tasya.
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan oleh Tasya, Ibu Zaka sangat terkejut. Dia mendekati Tasya dan memegangi kedua lengan Tasya dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa ? Kenapa kamu tiba tiba pergi? Apa terjadi sesuatu di rumah sakit?" tanya Ibu Zaka dengan sangat khawatir. Mendengar apa yang di katakan oleh Ibu Zaka. Tasya terdiam, dia hanya memandang ibunya dengan sedih namun ia berusaha untuk ibu mertuanya tidak menyadari kesedihannya.
"Mama, tidak ada papa. Aku hanya rindu dengan Ibu," jawab Tasya dengan senyum kecil di bibirnya. Setelah itu dia menaruh tasnya dan bergegas pergi dari rumah. Saat itu Ibu Zaka tampak ingin menghentikan Tasya. Dia mengajar Tasya, namun apalah daya Tasya yang sedih. Sedikitpun tidak memalingkan wajahnya kepada Ibu Zaka.
Dia masuk ke dalam mobilnya dengan air mata yang teru membanjiri matanya. Dia sepanjang perjalanan Tasya terus menangis tanpa henti. Melihat hal itu supir itu juga tampak sedih dengan apa yang di lihatnya. Namun dia tidak bisa berkata kata. Dia hanya diam dengan sesekali melihat ke arah Tasya.
Beberapa saat kemudian, Zaka dan Sarah sampai di rumah. Dia bergegas turun dari mobil dan menuju ke dalam rumah dengan memanggil manggil nama Tasya, namun tidak ada respon dari Tasya. Mendengar teriakan Zaka yang memanggil manggil nama Tasya berulang kali, Ibu Zaka keluar dari dapur. Dia menghampiri Zaka dan bertanya atas apa yang sudah terjadi dengan Tasya dan dirinya.
"Ada apa Zaka? Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Ibu Zaka.
"Mama, aku bisa jelaskan nanti. Tapi aku mohon, di mana Tasya sekarang?" jawab Zaka setalah itu dia pergi tanpa mendengar jawaban dari Ibunya, namun saat dia baru beberapa langkah dari tempatnya berdiri. Langkah Zaka terhenti, hal itu terjadi kerana dirinya mendengar ucapan ibunya yang mengatakan kalau Tasya pergi ke rumah ibunya.
Semua orang sangat terkejut dengan ucapan itu, Zaka yang saat itu berhenti dan berdiri dengan membelakangi ibunya. Tiba tiba ia menolah dan menghampiri ibunya, dia merasa tidak percaya dengan hal itu, namun Ibu Zaka mengatakan dengan tegas ucapannya. Bahkan, dia sampai berani bersumpah kepada Zaka atas apa yang sudah di ucapkannya.
Zaka yang mendengar hal itu, bergegas pergi dari hadapan ibunya dan dia tampak pergi menuju ke rumah Ibu Tasya. Ketika Zaka sudah pergi, ibu Zaka menghampiri Sarah dan dia berdiri di hadapan Sarah dengan tatapan mata yang serius.
"Apa yang terjadi di rumah sakit, hingga Tasya begitu sedihnya?" Tanya Ibu Zaka dengan tegas.
__ADS_1
Saat itu Sarah hanya diam dengan menundukkan kepalanya. Dia seolah ingin mengatakan apa yang terjadi di rumah sakit, namun dia takut jika Ibu Zaka semakin marah dengan dirinya.
Akhirnya Sarah pun berbohong, dia mengatakan kalau tidak terjadi sesuatu di rumah sakit. Dia tidak mengatakan penyebab Tasya pergi dari rumah sakit dan meninggalkan Sarah dan Zaka di rumah sakit.