Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
50. Membutuhkan


__ADS_3

Ketika Zaka sudah pergi dari dalam rumah, Tasya hanya diam dengan pandangan mata yang terus melihat ke tanah Zaka yang melangkahkan kakinya menjauhi Tasya.


Saat dia berada di luar rumah, Zaka tampak berhenti beberapa saat sebelum dia masuk ke dalam mobil, namun setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya.


Ketika dia sudah berada di dalam mobil, Zaka melihat ke arah rumah, namun saat itu Tasya tidak tampak keluar dari rumah. Melihat hal itu, Zaka benar benar sedih. Dia pun pergi dan melajukan mobilnya menuju ke dalam rumah dengan mata yang di penuhi oleh air mata.


Disisi lain, Tasya yang saat itu tengah berdiri di dekat ayahnya, dia memeluk erat ayahnya dengan air mata yang terus berderai.


"Kamu harus memenangkan diri kamu ya, hal ini adalah pii terbaik. Kamu harus memenangkan diri kamu terlebih dahulu, Ayah yakin, setelah ini kamu akan lebih tenang dan kamu akan merawat anak Zaka dengan baik!" ucap Ayah Tasya dengan nada rendah dengan memeluk erat Tasya.


Beberapa saat kemudian, Zaka tiba di rumahnya. Saat itu Huda tampak terus menangis di tangan Sarah, Sarah yang melihat hal itu terus mencoba menenangkan Huda, namun Huda tidak berhenti menangis.


Melihat Zaka sudah pulang, Ibu Zaka dan Sarah tampak mencari Tasya namun saat itu Zaka hanya diam. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun kepada ibunya ataupun Sarah.


"Zaka, dimana Tasya? Kasihan Huda, dia terus menangis, " ucap Ibu Zaka. Zaka yang mendengar hal itu dia hanya diam dan pergi ke dalam kamarnya. Melihat hal itu, Ibu Zaka tampak heran, dia mengejar Zaka dan menghentikan langkah Zaka namun saat itu Ibu Zaka menyadari kalau Zaka dan Tasya sedang ada masalah. Akhirnya dia pun tidak jadi menghentikan langkah Zaka dan membiarkan Zaka pergi ke kamarnya.


Beberapa saat kemudian, dengan tubuh yang sudah bersih Zaka keluar dari kamarnya. Dia menghampiri Huda yang saat itu masih menangis, menyadari Sarah tidak bisa menenangkan Huda Zaka tampak sangat marah dan kesal kepada Sarah.

__ADS_1


"Kamu gimana sih sebagai ibu? Kenapa kamu tidak bisa menenangkan anak kamu sendiri?" ucap Zaka dengan sangat marah.


"Aku sudah mencobanya Mas, tapi Huda tetap tidak bisa diam. Lalu apa yang harus aku lakukan, aku memang tidak sebaik Bu Tasya yang bisa dekat dengan siapapun," jawab Sarah dengan nada tinggi dan lantang. " Tapi Bu Tasya justru pergi, dia meninggalkan anak yang mana anak itu masih membutuhkan dia. Bu Tasya itu tidak pernah menyayangi Huda dengan tulus, kalah dia menyayangi Huda dengan tulus dia tidak akan mungkin meninggalkan dirinya."


Mendengar apa yang di katakan oleh Sarah, Zaka sangat murka. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Zaka menampar Sarah dengan sangat keras.


Di waktu yang bersamaan Afridi tiba dengan membawa sebuah mainan, dia melihat hal itu dan dia tampak diam selama beberapa saat. Dia ingin membela adiknya namun saat itu langkahnya terhenti ketika dia mendengar ucapan yang di katakan oleh Zaka.


"Tasya pergi, bukan karena sebab. Dia pergi karena kamu, kamu penyebabnya. Dia sedih melihat kamu yang tiba tiba menggandeng aku di hadapannya," ucap Zaka dengan lantang. Mendengar ucapan itu semua orang terdiam dan terkejut. Semua orang benar benar tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Zaka.


"Tasya itu menyayangi Huda, bahkan melebihi kamu. Tapi gara gara kamu yang bersikap seperti itu, Tasya memilih untuk pergi dari rumah ini. Kenapa, hah? Kenapa? Kenapa kamu membuat kebingungan di hati Tasya?" jawab Zaka dengan sangat marah dan kesal. Setalah itu dia mendorong Sarah dan mengajak Huda pergi ke kamarnya.


Ketika dia sudah berada di depan Sarah. Ibu Zaka menampar Sarah dengan sangat kasar hingga dia memalingkan wajahnya dari hadapan Ibu Zaka.


Ibu Zaka tampak sangat marah dengan Sarah.


"Tega ya kamu, tega kamu melakukan ini kepada Tasya. Kurang baik apa Tasya ke kamu pelakor ? Sungguh tidak punya hati wanita seperti kemu," ucap Ibu Zaka dengan sangat marah.

__ADS_1


Sarah yang mendengar hal itu dia hanya diam. Matanya di penuhi oleh air mata. Dia hanya memandang ke arah ibunya dengan air mata yang terus memenuhi matanya. Setelah meluapkan kemarahannya dengan menampar Sarah. Ibu Zaka pergi dari hadapan Sarah dan tidak ingin melihat Sarah lagi.


Melihat Ibu Zaka pergi, Afridi pun berjalan mendekati Sarah dengan berjalan perlahan.


"Apa kamu sudah bahagia?" tanya Afridi ketika dia sudah berdiri di hadapan Sarah.


Mendengar apa yang di katakan oleh kakaknya Sarah melihat ke arah Kakaknya dengan pandangan mata yang serius. Namun saat itu dia masih diam seribu bahasa di hadapan kakaknya.


"Kaka juga ingin menampar aku?" ucap Sarah dengan nada marah dan kesal di hadapan Afridi.


"Kaka tidak akan menampar kamu, biarkan tamparan keras di lakukan oleh Tasya atau Ibu Zaka ke kamu, supaya kamu sadar. Kamu itu hanya ibu dari Huda, bukan istri dari Zaka. jadi kamu jangan berusaha untuk menggantikan posisi Tasya, aku jujur ketika kamu mengandung Huda aku benar benar kasian dengan kamu. Tapi ketika Huda lahir, kamu jutsru tidak bisa di kasihan, jadi sekarang kamu rasakan apa yang kamu lakukan. Kakak, kira itu adalah hukuman untuk kamu!" ucap Afridi.


Mendengar ucapan itu Sarah hanya diam. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Setalah itu Afridi menaruh mainan yang di bawanya, lalu tanpa melihat Huda dia pergi dari rumah. Melihat semua orang pergi, Sarah hanya diam dengan derai air mata ya lng terus berderai membasahi matanya.


Di dalam kamar, Huda yang menangis ketika di gendong oleh Zaka. Kini dia terdiam dan tertidur dengan pulas, tampak di tangannya sebuah foto yang tidak lain adalah Tasya di tunjuknya kepada anak laki laki itu.


Melihat Huda terdiam melihat foto Tasya, Zaka hanya diam. Dia tersenyum dengan membetulkan selimut yang di pakainya untuk menggendong Huda.

__ADS_1


"Lihatlah Tasya, lihatlah betapa anak laki laki kamu sangat membutuhkan kamu. Dia hanya bisa tidur ketika dekat dengan kamu atau melihat kamu, dia sangat membutuhkan kamu. Aku mohon dengan kamu, tolong segeralah kembali." Ucap Zaka dengan air mata yang memenuhi matanya. Merasa air matanya akan menetes, Zaka bergegas menyeka air matanya agar tidak jatuh ke muka Huda dan membangunkan Huda.


__ADS_2