
Di tempat lain, terlihat suaminya berdiri di salah satu meja di sebuah restoran. Dia terlihat bersama dengan beberapa orang lainnya, tidak terkecuali Sarah yang saat itu duduk di dekatnya.
"Bagaimana Pak? Apa Bapak setuju bekerja sama dengan perusahaan kami? Saya yakin, kalau perusahaan bapak dan perusahaan saya jadi bekerja sama maka perusahaan kita akan menjadi perusahaan terkuat dan terkenal. " Ucap Zaka dengan sangat bahagia di hadapan laki laki yang tampak seperti seorang pengusaha itu.
"Iya Pak Zaka, saat bersedia bekerja sama dengan perusahaan bapak," jawab laki laki itu. Dia tampak sangat bahagia karena dia berhasil bekerja sama dengan Zaka.
Mendengar ucapan itu, Zaka dan Sarah sangat bahagia atas keberhasilannya. Dia tidak percaya karena dia berhasil merebut hati dari pemimpin perusahaan itu.
Malam hari pun tiba, di dalam kamarnya terlihat Zaka baru saja membuka ponselnya. Dia terlihat sangat terkejut karena melihat puluhan pesan dari Tasya masuk ke ponselnya.
"Maaf Sayang, aku baru saja membuka pesan kamu. Aku mematikan ponsel ku, karena aku sedang meeting!" Jawab Zaka melalui pesan yang dikirim kan melalui aplikasi pesan.
Ketika dia membalas pesan dari Tasya, Sarah mengetuk pintu. Dia ingin masuk ke dalam kamar Zaka untuk menawarkan makan bersama di salah satu restoran untuk merayakan keberhasilannya.
Tok.. Tok... Tok...
Suara ketukan pintu terdengar, mendengar hal itu Zaka menghampiri pintunya dan dia membuka pintu kamarnya. Ketika pintu sudah terbuka, Zaka melihat Sarah berdiri di depan pintu dengan gaun berwarna merah, seksi dan sangat pas di tubuhnya berdiri dengan cantik di depan pintu kamar Zaka.
Saat itu melihat penampilan Sarah, Zaka tampak sangat terpanah. Dia tidak percaya ketika Sarah berdandan di malam hari dia semakin cantik.
"Ada apa Sarah?" Tanya Zaka kepada Sarah yang berdiri di hadapannya.
"Pak, tadi siang kita berhasil untuk merebut hati pemimpin perusahaan itu, lalu apakah bapak tidak ingin merayakan dengan saya? Apakah bapak tidak ingin makan malam dengan saya?" Tanya Sarah kepada Zaka.
Mendengar ucapan itu, Zaka hanya menganggukkan kepala dengan senyum kecil di bibirnya.
__ADS_1
"Oke, tunggu, aku akan ganti baju dulu." Jawab Zaka setalah itu dia masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian yang di pakainya.
Beberapa saat kemudian, Zaka keluar dari kamarnya. Dia memakai jas hitam, celana berwarna senada dan kemeja berwarna putih. Dia tampak sangat tampan dengan pakaian itu, ketika Zaka membuka pintu dan ke luar dari kamarnya. Sarah terlihat sangat terkejut dengan ketampanan Zaka.
"Saya benar benar tidak menyangka kalau malam ini Mas Zaka sangat tampan!" ucap Sarah dalam hatinya dengan mata yang terus memandang ke arah Zaka.
"Ada apa Sarah? " Ucap Zaka kepada Sarah yang saat itu terus memandangi dirinya.
Setalah melihat hal itu dia hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum kecil di bibirnya. Setalah itu mereka pun pergi untuk makan malam.
Sesampainya di restoran, Sarah terus memandangi Zaka, dari Zaka makan, minum bahkan ketika dia tersenyum.
Saat itu lagu romantis sedang di putar di restoran itu, mendengar hal itu tiba tiba Zaka mengajak Sarah berdansa bersama dengan dirinya. Mendengar ajakan dansa dari Zaka, Sarah merasa tidak percaya kalau Zaka mengajak dirinya berdansa.
Di malam itu, Zaka dan Sarah benar benar bak seorang sepasang kekasih. Mereka berdansa ke sana kemari dan memegang satu dengan yang lain dengan sangat erat.
"Kamu sangat cantik malam ini, " ucap Zaka kepada Sarah dengan berbisik di dekat telinga Sarah. Mendengar pujian itu, Sarah hanya tersenyum.
Malam itu, Sarah dan Zaka benar benar memadu kasih. Mereka memulai kisah cinta mereka berdua tanpa mempedulikan Tasya.
Di dalam rumah, Tasya baru saja membaca pesan dari suaminya. Dia terlihat sangat bahagia, ketika membaca pesan dari suaminya.
Melihat hal itu, dia mencoba menghubungi suaminya namun karena suaminya sedang sibuk berdansa dengan Sarah. Dia tidak mempedulikan ponselnya yang berada di atas meja.
Sejak malam itu, hubungan antara Zaka dan Sarah semakin erat. Tanpa di ketahui oleh Tasya, mereka menjalin hubungan yang di larang.
__ADS_1
Hari kepulangan Zaka dan Sarah pun tiba, saat itu di dalam mobil Zaka mengendarai mobilnya dengan perlahan dan Sarah duduk di samping Zaka dengan memegangi salah satu tangan Zaka.
"Mas, kamu kan akan pulang ke rumah dan tinggal bersama dengan istri kamu lagi, lalu bahagia dengan hubungan kita?" Tanya Sarah kepada Zaka. Zaka yang mendengar ucapan iya, dia tersenyum kepada Sarah. Dia membalas memegangi tangan Sarah.
"Kamu tenang saja, hubungan kita akan terus berlanjut. Hubungan kita tidak akan mungkin terbongkar jika kamu tidak memberi tahu Tasya atau keluarga ku tentang hubungan kita!."
Sarah yang mendengar ucapan itu, diam tersenyum kepada Zaka dan dia menyandarkan kepalanya ke salah satu baju Zaka yang sedang mengemudikan mobil.
Dia menyandarkan kepalanya dengan tersenyum kepada zaka san dia Tempak sangat bahagia dengan melakukan hal itu.
Setalah beberapa saat melakukan perjalanan, kini tibalah Zaka dan Sarah di rumah Zaka. Mereka berdua di sambut oleh keluarga Zaka dengan sangat baik tanpa ada perasaan curiga terhadap Zaka dan Sarah.
Ketika Zaka sudah turun dari mobil, Tasya yang begitu bahagia tanpa berpikir panjang langsung bergegas berlari dan memeluk suaminya. Dia memeluk suaminya dengan erat hingga suaminya begitu sesak.
"Apa kamu ingin membunuh aku? Kenapa kamu memeluk aku dengan sangat erat seperti ini?" Ucap Zaka kepada Tasya. Pada awalnya Tasya bingung dengan apa yang di katakan oleh Zaka, namun setalah dia mendengar ucapan yang selanjutnya dia tersenyum dengan merasa tidak enak karena sudah memeluk dirinya dengan sangat erat.
"Maafkan aku, aku benar benar merindukan kamu!" Ucap Tasya dengan melepaskan pelukannya. Setelah itu dia pergi mengajak Zaka masuk ke dalam rumah, melihat hal itu Sarah kesal dan marah. Dia berjalan perlahan melihat kekasihnya berjalan bersama dengan istrinya. Dia yang sudah tidak tahan dengan kemesraan yang terjalin antara Tasya dan Zaka, langsung menghentikan langkahnya dan memegangi salah satu tangan Zaka.
Melihat hal itu, Tasya dan Zaka terdiam. Dia sangat terkejut, lalu dengan berpura pura tidak enak Sarah melepaskan tangannya yang memegangi tangan Zaka.
"Maaf Pak Zaka dan Bu Tasya, saya pamit dulu!" Ucap Sarah dengan baik kepada Tasya.
"Baguslah kalau kamu ingin pergi, pergi sana kamu sudah tidak di butuhkan di sini!" Sahut Ibu Zaka dengan ketus kepada Sarah. Sarah yang mendengar hal itu dia kesal, namun dia berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan kemarahan di dalam hati.
Dia pun pergi dari rumah Zaka dengan marah dan kesal. Saat itu Zaka ingin membela Sarah, namun dia tidak berdaya dia tidak mungkin membongkar hubungannya dengan Sarah di hadapan keluarganya.
__ADS_1