
Di luar rumah, Sarah duduk sendiri dengan kesunyian dan keheningan malam. Dia duduk di halaman rumah dengan air mata yang terus berderai membasahi pipinya.
"Ya Tuhan, kenapa Engkau memberi aku ujian seperti ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku dilema," ucap Sarah dengan air mata yang terus berderai.
Tiba tiba air hujan jatuh, menyadari hal itu Sarah tidak bergegas berlari dia terlihat hanya diam dengan terus mengarah ke langit. Dia terlihat sangat menyesali atas apa yang sudah di lakukannya.
Beberapa saat kemudian, di dalam rumah Zaka keluar dari kamarnya. Dia mencari Sarah, hal itu di lakukan oleh Zaka karena Zaka menyadari Huda sudah lapar.
Saat itu dia terus memanggil manggil Sarah, namun tidak ada respon dari Sarah.
"Ada apa Zaka?" tanya Ibu Zaka ketika dia menyadari kalau Zaka sedang sedang kebingungan.
"Aku mencari Sarah, Mah." jawab Zaka lalu dia meminta ibunya menggendong Huda sedangkan dirinya, dia ingin mencari keberadaan Sarah. Setalah dia memberikan Huda ke ibunya, Zaka keluar dari rumah.
Ketika dia sudah keluar dari rumah, Zaka tampak terkejut. Karena dia melihat di kursi taman rumahnya terlihat Sarah sedang sedih dan hanya diam di bawah derasnya air hujan.
"Ngapain sih orang itu di sana?" tanya Zaka dengan kesal lalu tanpa menggunakan payung, Zaka berlari menghampiri Sarah yang duduk di kursi taman.
"Kenapa kamu tidak pergi dari sini? Disini itu hujan," ucap Zaka dengan marah.
Melihat Zaka yang pergi ke derasnya air hujan, membuat Sarah berpikir kalau Zaka masih mencintai dirinya. Dia mengira kalau Zaka melakukan hal itu Zaka ingin membuka hatinya untuk Sarah lagi.
Melihat kehadiran Zaka, di hadapannya Sarah langsung bangun dari duduknya dan memeluk erat Zaka. Zaka yang menyadari hal itu dia hanya terdiam selama beberapa saat.
__ADS_1
"Aku benar benar bahagia Mas, karena ternyata Mas masih memiliki rasa cinta untuk aku. Aku percaya Mas akan membuka hati untuk aku, " ucap Sarah dengan memeluk erat
Zaka. Zaka yang mendengar hal yang di katakan oleh Zaka. Dia hanya terdiam, namun tiba tiba Zaka terlihat sangat marah dan kesal dengan apa yang di lakukan oleh Sarah. Dia mendorong Sarah hingga Sarah terdorong beberapa langkah terjatuh terduduk di kursi taman.
Saat itu Sarah terlihat sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Zaka. Dia tidak bisa berkata kata dengan apa yang di lakukan oleh Zaka.
"Jangan harap kamu bisa masuk ke hidup aku lagi Sarah. Dengarkan aku baik baik, kamu di sini itu karena Tasya yang meminta, kalau saja Tasya tidak minta mungkin aku sudah usir kamu dari dulu!" ucap Zaka dengan nada lantang kepada Sarah dengan sesekali menunjuk nunjukin Sarah.
Melihat hal itu, Sarah langsung bangun dari duduknya dan menatap tajam Zaka.
"Lalu kenapa? Kenapa kamu melakukan hal ini? Kenapa kamu menghampiri aku yang duduk di bawah derasnya air hujan? Jika kamu tidak mencintai aku, " jawab Sarah dengan nada berbalik tinggi kepada Zaka.
Mendengar apa yang di katakan oleh Sarah, dengan kasar dan sengat erat Zaka memegangi kedua lengan Sarah. Dia menatap tajam Sarah dan penuh dengan amarah.
"Aku melakukan ini, bukan karena aku mencintaimu. Aku melakukan ini karena Huda membutuhkan kamu, dia bangun dari tidurnya dan ingin meminum asi!" jawab Zaka dengan sangat marah dan kesal. Setalah itu dia mendorong Sarah hingga dia terjatuh dan duduk di kursi halaman.
Ketika Zaka di dekat pintu dia membuka pintu dengan sangat marah dan kesal. Melihat hal itu, Ibu Zaka tampak sangat terkejut dengan yang di lakukan olah Zaka.
Beberapa saat kemudian, Sarah masuk ke dalam rumah dengan pakaian yang kotor dan basah kuyup. Melihat hal itu Ibu Zaka yang saat itu tengah menggendong Huda terlihat sangat terkejut dengan keadaan Sarah. Dia hanya diam dengan mulut yang terbuka lebar, melihat hal itu Sarah hanya diam dengan kepala yang menunduk.
Melihat Sarah, Ibu Zaka hanya menghela nafas berat. Dia menatap Sarah dengan penuh emosi.
"Cepat mandi, anak kamu itu butuh asi kamu! Kamu justru bermain main dengan hujan," ucap Ibu Zaka dengan marah kepada Sarah.
__ADS_1
Sarah yang mendengar hal itu, dia hanya diam. Setalah itu dengan berjalan perlahan dia pergi dari hadapan ibu Zaka dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Tak berselang lama, Sarah terlihat sudah bersih. Dia keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi dan sudah berdandan. Dia mengira dengan melakukan hal itu, Zaka akan tertarik dengan dirinya lagi. Namun hal itu justru memancing amarah dari Ibu dan Ayah Zaka.
"Apa apaan kamu ini, kenapa kamu berdandan seperti ini? Apa kamu ingin menarik perhatian Zaka lagi?" ucap Ibu Zaka dengan kesal.
"Tidak Tante," jawab Sarah untuk menutupi tujuannya.
"Kamu tidak perlu berbohong dengan Tante, Tante itu tau ... Tau wanita macam apa kamu ini, jangan kamu pikir dengan Tasya tidak ada di rumah ini. Kamu bisa seenak jidat kamu menggoda Zaka," ujar Ibu Zaka dengan sangat tegas.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ibu Zaka, Sarah hanya diam. Dia benar benar sedih dengan apa yang di katakan oleh Ibu Zaka.
Setalah itu dia mengajak Huda masuk ke dalam kamarnya dan memberi asi di dalam kamarnya. Ketika dia berada di dalam kamar, Sarah tampak sangat sedih. Matanya terus di penuhi oleh air mata.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sudah tidak tahan dengan semua ini, " ucap Sarah dengan air mata yang terus berderai membasahi matanya.
Tengah malam pun, tiba saat itu Sarah hanya diam dengan duduk di atas tempat tidurnya. Dia memandangi anaknya yang sudah tertidur pulas di tempat tidur bayi.
Beberapa saat berpikir dan melamun, tiba tiba Sarah bangun dari duduknya dan mengangkat Huda dengan perlahan agar Huda tidak bangun dari tidurnya.
Ketika dia sudah berhasil mengangkat Huda, dia mengajak Huda keluar dengan mengendap endap seperti seorang maling. Dia memeriksa keadaan di luar kamarnya. Merasa keadaan sepi di luar kamarnya, Sarah keluar dengan perlahan dengan membawa sebuah tas hitam dan Huda di pelukannya.
Dia berjalan melewati setiap lorong rumah dengan perasaan takut ketahuan, namun ketakutan nya berakhir ketika dia sudah berhasil keluar dari rumah Zaka dan membawa kabur Huda di gelap dan dinginnya udara malam.
__ADS_1
Ketika Sarah sudah berada di jalan, Huda tiba tiba menangis. Menyadari hal itu Sarah terus berusaha untuk menenangkan Huda namun Huda masih saja tidak bisa tenang dan terus menangis.
"Tanang ya sayang, Mama ada di sini. Mama janji Mama tidak akan membiarkan siapapun merebut kamu dari Mama, Mama janji!" ucap Sarah dengan terus mencoba menenangkan Huda namun saat itu Huda terus menangis dan menangis.