Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
21. Sikap Sarah


__ADS_3

Di dalam ruangannya, Sarah yang saat itu masih tidak enak dengan apa yang sudah di lakukannya. Dia terlihat sangat khawatir, dan dia merasa tidak enak atas apa yang di lakukannya.


Saat itu dia merasa sangat bingung, dia ingin bertemu dengan Zakaria dan meminta maaf karena sudah memenangi tangannya, namun Sarah takut kalau Zaka masih marah dengan dirinya.


Di sisi lain, Ibu Zaka sudah sampai di kantor dengan membawa satu kantung plastik makanan yang dia bawa pergi menuju ke ruangan Zaka.


Di dalam ruangan Zaka, Zaka tengah duduk di kursi kerjanya, saat itu dia tengah menerima telepon dari seseorang yang tidak lain adalah Tasya. Saat itu, Tasya bertanya kepada Zaka tentang makanan.


"Mas mau makan apa?" Tanya Tasya.


"Apa saja Sayang, terserah kamu!" Jawab Zaka.


"Ya sudah." Setalah mendengar jawaban itu, aku mematikan panggilannya dan ku pergi untuk mempersiapkan makan siang untuk suamiku.


Tak berselang lama, Ibu Zaka datang. Melihat kehadiran ibunya yang secara tiba tiba Zaka tampak sangat terkejut.


"Ibu!" Panggil Zaka dengan merasa tidak percaya kalau ibunya datang ke kantor. Dia yang saat itu duduk di kursi langsung terbangun dari kursi kerjanya dan menghampiri ibunya.


"Ada apa ibu kemarin?" Tanya Zaka lagi, setelah dia berdiri di hadapan ibunya. Saat itu Ibu Zaka hanya diam dengan menatap Zaka dengan sangat tajam.


Setalah beberapa saat memandang anaknya dengan aneh, Ibu Zaka berjalan melewati Zaka dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


Melihat ada yang aneh dengan ibunya, Zaka yang saat itu hanya terdiam dengan memikirkan apa yang terjadi, akhirnya dengan perlahan dia pun menyusul ibunya dan duduk di samping ibunya.


"Ada apa Mah?" Tanya Zaka lagi.

__ADS_1


"Tidak papa, Mama hanya ingin memberi kamu makan siang ini. Lagian, Tasya kan belum datang, jadi Mama pikir aku saja yang membawa kan makanan untuk kamu!."


Mendengar jawaban itu, Zaka terdiam. Dia melihat ke arah ibunya dan merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi dengan ibunya. Namun, saat itu dia masih menutupi perasaan herannya tersebut.


Dia hanya diam dengan menerima makanan yang di bawakan oleh ibunya.


"Apa Tasya masih belum kemari?" Tanya Ibu Zaka kepada Zaka yang saat itu tengah menaruh makan siangnya dia atas meja yang di pakainya.


"Belum Mah, tapi dia sudah telepon aku. Dia akan segera datang ke sini. Oh iya Mah, Mama sudah makan siang atau belum? Kalau belum, nanti biar aku telepon Tasya supaya bawakan makan siang juga!" Ucap Zaka.


"Tidak ibu sudah kenyang, " jawab Ibu Zaka.


*


Di dalam ruangan Sarah, Sarah masih mundur mandir ke sana kemari. Dia ingin meminta maaf kepada Zaka, namun dia masih ragu. Dia takut jika Zaka masih marah dengan dirinya. Namun, saat itu dia memberanikan dirinya untuk meminta maaf kepada Zaka tanpa mempedulikan siapa yang ada di ruangan Zaka.


"Oke ... Aku harus tenang, aku harus minta maaf kepada Pak Zakaria atas apa yang sudah aku lakukan tadi." Sarah pun mencoba menguatkan dirinya dan dirinya berusaha untuk memberanikan dirinya untuk meminta maaf.


Dia keluar dari ruangannya dan menunjukkan ke ruangan Zaka. Di saat bersamaan, Tasya juga datang dan sampai di lobi perusahaan. Dia baru saja keluar dari mobilnya dan berjalan dengan anggunnya menuju ke ruangan suaminya.


Ketika Sarah berada di depan pintu ruangan Zaka, dia masih ragu untuk meminta maaf kepada Zaka. Namun, saat itu dia memberanikan dirinya untuk meminta maaf, setelah memiliki cukup keberanian untuk meminta maaf. Sarah bersikap tidak sopan, dimana dirinya membuka pintu ruangan Zaka tanpa mengetuk pintu. Zaka yang saat itu sedang makan siang, dia langsung terdiam dan memandang ke arah Sarah dengan tatapan mata yang tajam. Begitupula Ibu Zaka yang langsung marah dengan sikap Sarah.


"Oh jadi ini sikap pegawai kamu Zaka,   tidak sopan dengan kamus? Kenapa kamu tidak pecat dia saja Zaka?" Ucap Ibu Zaka dengan sangat marah melihat sikap Sarah yang tidak sopan. Dia sangat kesal dengan Sarah, dengan perlahan dan raut muka yang ingin menerkam Sarah Ibu Zaka menghampiri Sarah.


"Maaf Bu, Pak Zakaria. Saya benar benar minta maaf dengan kalian, saya tidak tahu kalau ada ibu. Saya kira hanya ada Pak Zaka!" Jawab Sarah dengan takut dan kepala yang hanya tertunduk.

__ADS_1


"Oh, jadi kalau saya tidak ada di sini kamu bisa seenak jidat kamu, iya? Heh, kamu ... Kamu itu hanya seorang pegawai, kamu itu di gaji dari anak saya. Enak sekali kamu membuat peraturan sendiri seperti ini, apa kamu pikir ini perusahaan milik orang tua kamu? Apa kamu pikir Zaka itu suami kamu, hingga kamu tanpa mengetuk pintu dan tanpa meminta izin langsung masuk ke ruangannya?Dasar pegawai tidak punya attitude!" Omel Ibu Zaka kepada Sarah. Sarah yang saat itu berada di ruangan itu. Dia hanya diam dengan menundukkan kepalanya dengan mengatakan maaf kepada Ibu Zaka beberapa kali.


Beberapa saat kemudian, Tasya sampai di dekat ruangan Zaka. Saat itu tinggal beberapa langkah saja namun, langkahnya terhenti karena dia mendengar suara ibunya yang terus mengomel di ruangan Zaka.


Pada awalnya dia hanya mendengarkan omelan itu dari luar, namun karena dia mengetahui kalau ibu mertuanya memiliki penyakit darah tinggi akhirnya dia bergegas pergi menghampiri ruangan Zaka.


"Ada apa ini Mama? " Tanya Tasya.


Mendengar pertanyaan itu, Sarah hanya diam saja, namun berbeda dengan ibu mertua Tasya yang terus mengomel.


"Mama, tenang. Mama harus ingat, Mama punya penyakit darah tinggi. Mama yang tenang," ucap Tasya mencoba menenangkan ibunya. Namun, saat itu ibunya tidak ingin tenang dan terus mengamuk di hadapan Sarah dengan memakai maki Sarah.


Saat itu Tasya berdiri di hadapan ibunya dan berusaha untuk menghentikan ibunya yang terus mengoceh.


Namun, lama kelamaan dia menyadari kalau ibunya tidak suka dengan kehadiran Sarah. Tasya yang memadati hak itu, dia pun meminta Sarah untuk pergi dari ruangan itu. Namun, saat itu Sarah tidak mau pergi dan terus mengatakan maaf, hingga membuat Tasya yang saat itu dengan baik meminta Sarah pergi langsung murka dan membentak dengan keras ibunya dan Sarah.


"DIAM!!!!" Bentak Tasya kepada ibunya dan Sarah. Mendengar bentakan itu, Zaka, Sarah dan Ibu Zaka langsung terdiam. Saat itu, Tasya sangat marah dengan kedua orang itu.


"Maaf Mama, maaf aku membentak Mama. Dan untuk kamu Sarah, aku juga minta maaf karena aku juga membentak kamu. Aku hanya tidak ingin perdebatan ini berkepanjangan lagi." .


Saat itu dia berdiri di hadapan Sarah dengan raut muka marah.


"Aku tidak tahu masalah kamu dengan Mamaku, Sarah. Tapi dengarkan saya baik baik, saya minta sekarang kamu pergi!" Jawab Tasya dengan tegas sambil menunjuk ke arah luar ruangan Zaka.


Saat itu semua orang yang berada di ruangan Zaka sangat terkejut dengan sikap Tasya yang  mengusir Sarah dari ruangan Zaka.

__ADS_1


"Saya tidak memecat kamu, saya hanya ingin kamu keluar dari ruangan Mas Zaka, karena apa? Karena saya tidak mau terjadi sesuatu dengan Mama saya. Jadi saya mohon, kamu pergi dari sini," ucap Tasya dengan tegas.


Sarah yang mendengar hal itu, diam hanya diam dengan menundukkan kepalanya. Setalah itu dia pergi dari ruangan yang di tempati oleh Zaka dan menuju ke ruangannya sendiri.


__ADS_2