Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
30. Zaka dan Sarah 2


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, pagi malam hari pun tiba. Kulihat Mas Zaka sudah tidur pulas di atas tempat tidur, dia tampak kelelahan.


Melihat hal itu, aku hampir dirinya yang ku kira sudah tertidur pulas. Ku tatap dia dalam dalam dengan tersenyum kecil di bibirku tanpa adanya sebuah kecurigaan yang tertanam di dalam hati.


Setalah beberapa saat memandang suaminya, Tasya pun pergi tidur di sampingnya.


Beberapa saat kemudian, ketika Tasya sudah tertidur pulas. Zaka bangun dari tidurnya dengan perlahan, dia mengambil ponselnya yang di saat itu berada di atas meja di dekatnya. Dia mengerakkan tangannya di depan mata Tasya untuk memastikan Tasya sudah tidur.


Ketika Zaka sudah yakin kalau Tasya sudah tertidur pulas, dia bangun dari tempat tidur dan dengan lengkap perlahan dia keluar dari kamar.


Saat dia sudah berada di luar kamar, dia membuka pesan yang di kirimkan Sarah kepada dirinya. Dia membaca pesan itu selama beberapa saat. Menyadari Sarah marah dengan dirinya, Zaka menghubungi dirinya. Dia ingin meminta maaf kepada Sarah atas apa yang sudah terjadi.


Di rumah Sarah, Sarah yang saat itu sudah merebahkan dirinya dia terbangun ketika melihat panggilan dari Zaka masuk ke dalam ponselnya.


"Halo, Sayang. Aku minta maaf dengan kamu, aku mohon tolong kamu marah dengan aku," pinta Zaka di telepon.


"Kenapa? Kenapa kamu minta maaf dengan aku? Apa tujuan kamu meminta maaf dengan aku? Sana, nikmati hubungan kamu dengan aku dan jangan panggil aku lagi!." Sarah pun mematikan panggilannya dengan sangat kesal.


Menyadari hal itu, Zaka terus mencoba menghubungi Sarah, namun Sarah tidak mengangkat panggilan dan pergi tidur dengan raut muka yang terlihat kesal.


Keesokan harinya, matahari pagi sudah menembus gorden kamar Tasya. Saat itu terlihat Zaka masih tertidur dengan sangat pulas, namun tidak dengan Tasya.


Saat itu Tasya yang baru saja bangun dari tidurnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa saat kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Zaka yang baru saja terbangun, dia mengambil ponselnya Yeng berada di dekatnya. Dia melihat pesan di ponselnya dengan berharap kalau Sarah menghubungi dirinya, namun saat itu tidak ada satu pesan pun yang di kirimkan oleh Sarah kepada dirinya. Menyadari hal itu Zaka bergegas bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Tak berselang lama, Zaka keluar dari kamar mandi. Dia terlihat sudah memakai jas dan pakaian yang rapi, setalah itu dia merapikan rambutnya yang sangat berantakan. Setalah dirinya tapi dan siap untuk pergi ke kantor. Dia keluar dari kamarnya dan menghampiri keluarganya yang berada di ruang makan.


"Mama, Papa, aku berangkat dulu ya," ucap Zaka.


"Apa kamu tidak makan dulu?" jawab Tasya.


"Tidak usah, nanti biar aku pesan saja!" ujar Zaka, setalah mengatakan itu Zaka pun pergi tanpa menunggu Tasya mengantarkan dirinya keluar dari rumah.


Melihat sikap Zaka yang berubah setelah pergi keluar kota, Tasya tampak kebingungan dengan sikap Zaka yang tiba tiba berubah. Namun, dia tidak ingin curiga dengan suaminya dan mengira kalau suaminya memang sedang ada pekerjaan yang terlalu mendadak.


Beberapa saat melakukan perjalanan akhirnya Zaka pun tiba di kantornya. Dia tampak sangat terburu buru dan bergegas masuk ke dalam kantornya untuk mencari Sarah.


Ketika dia sudah berada di kantor Sarah, ruangan Sarah tampak masih rapi. Melihat hal itu, dia menyadari kalau Sarah tidak datang ke kantor.


Melihat ketidakhadiran Sarah di kantor, Zaka tampak khawatir dengan Sarah. Dia mencoba menghubungi Sarah, setalah beberapa kali menghubungi Sarah. Akhirnya dia mengangkat penggilannya dengan santai, dan duduk di atas sofa dengan secangkir teh di tangannya.


"Kenapa kamu tidak datang ke kantor? Apa alasan kamu?" jawab Zaka dengan sangat marah.


"Apa salahnya jika aku ingin libur dari pekerjaan itu? lagian, aku bekerja di tempat pacar ku sendiri!" jawab Sarah dengan santainya.


"Aku akan datang ke rumah kamu," ucap Zaka dengan kesalahannya. Setelah mengatakan hal itu di pun pergi dari kantornya menuju ke rumah Sarah.


Sarah yang berada di rumahnya, dia hanya tersenyum dengan menikmati secangkir teh yang ada di tangannya.


Di rumah, Tasya yang merasa ada perubahan pada diri Zaka. Dia duduk di depan cermin dengan memandangi dirinya di cermin. Dia tampak sedih, timbul rasa kecurigaan di dalam hati Tasya.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa aku merasa Mas Zaka berubah setalah kepulangan nya dari luar kota bersama dengan Sarah? Ada apa ini?" tanya Sarah di dalam hatinya dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Dia memandang dirinya di depan cermin dengan menilai dirinya sendiri.


Ketika dia sedang bersedih, Ibu Zaka datang ke kamar Tasya. Dia sangat terkejut melihat Tasya menangis, dia menghampiri Tasya yang sedang menangis dan memeluk dirinya untuk menangkan Tasya.


"Ada apa Tasya?" tanya Ibu Zaka kepada Tasya dengan memeluk Tasya erat.


"Kenapa ya Mah? Kenapa aku merasa, Mas Zaka sudah berubah semenjak dia pulang dari luar kota dengan Sarah?" ucap Tasya dengan sedih.


"Berubah bagaimana?" jawab Ibu Zaka.


"Aku tidak tahu, aku merasa memang ada sesuatu yang berubah di dalam diri Mas Zaka. Tapi entah, apa?"


"Tasya, maafkan Mama. Ini semua salah Mama, Mama yang sudah menanam perasaan ini kepada kamu Mama mohon maafkan Mama!" jawab Ibu Zaka merasa bersalah kearah dia sudah berusaha menghasut Tasya.


"Ini bukan salah Mama, " jawab Tasya lalu tersenyum kepada ibu mertuanya. Mendengar ucapan itu, Ibu Zaka memegangi Tasya dengan semakin erat.


Di rumah Sarah, Zaka baru saja sampai. Dia turun dari mobil dan menghampiri rumah Sarah. Dia mengetuk pintu rumah berulang kali, namun saat itu pintu rumah tidak terkunci. Melihat hal itu, dengan perlahan Zaka masuk ke dalam rumah dengan sesekali memanggil manggil Sarah.


Ketika Zaka sudah masuk, Sarah yang di kala itu hanya memakai baju tidur yang tampak sedikit transparan. Dia langsung menarik kerah baju Zaka dan dia menghantamkan tubuh Zaka di pintu, setalah itu dia mencium bibir Zaka dengan sangat kasar dan penuh hasrat untuk memuaskan nafsunya.


Zaka yang merasa betapa garangnya Sarah mencium dirinya, dia pun langsung terbawa dan tenggelam dalam buaian Sarah dan memeluk Sarah dengan sangat sangat erat. Dia membalas ciuman itu dengan berbalik kasar kepada Sarah.


Setalah beberapa saat bercumbu mesra, Zaka mengangkat tubuh Sarah dan membawanya ke kamar untuk melakukan hal yang tidak pantas.

__ADS_1


Akhirnya terjadilah sebuah hal yang menghancurkan hubungan dan kehidupan Tasya.


__ADS_2