Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
57. Setelah Pemakaman


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, pemakaman Zaka telah berakhir. Terlihat Tasya dengan keluarganya pulang ke rumah. Saat itu Tasya berusaha untuk menjadi wanita yang terlihat tegar di hadapan ibu dan ayah mertuanya.


Ketika mereka sudah sampai di rumah, Tasya meminta ibu mertuanya untuk duduk begitu pula ayah mertuanya. Tidak hanya mertuanya, dia juga meminta ayah dan ibu angkatnya untuk duduk, namun saat itu orang tua Tasya bergegas pergi karena mereka mengingat kalau anak anak belum makan.


Menyadari hal itu, Tasya membawa kan satu kotak kue kepada ayah dan ibunya, agar kue kue itu di makan oleh anak anak panti. Pada awalnya mereka berdua menolak, namun karena dia menerima bujukan dari ibu mertua Tasya, akhirnya mereka pun menerima kue itu dan berpamitan kepada Tasya untuk pulang.


Ketika dia keluar dari rumah langkah nya terhenti melihat Dokter Afridi berdiri di hadapannya.


"Dokter Afridi, mari masuk!" ucap Ayah angkat Tasya dengan baik. Mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya, Tasya menghampiri mereka yang berdiri di dekat pintu.


"Ada apa Papa?" tanya Tasya kepada ayahnya.


Saat itu Tasya masih tidak menyadari kalau di belakang Afridi ada Sarah yang berdiri menunggu Tasya mengizinkan dirinya masuk ke dalam rumah.


Ketika Tasya sudah sadar dengan kehadiran Sarah, Tasya yang saat itu bersikap baik kepada Dokter Afridi dia berubah sikap. Dia menatap tajam Sarah dengan penuh amarah.


"Masuk Pah! Mah!" bentak Tasya kepada Ayah dan ibu angkatnya. Mendengar bentakan itu, ibu dan Ayah mertua Tasya terlihat sangat terkejut dan mereka berusaha untuk mendekati Tasya namun saat itu ayah dan ibu angkatnya Tasya menghalangi mereka.


Setelah melihat hal itu, Tasya keluar dari rumah dan menutup pintu dengan rapat. Ketika dia sudah berada di luar rumah, Dokter Afridi terlihat menyingkirkan dari


hadapan Tasya.


Menyadari hal itu, dengan langkah perlahan dia menghampiri Sarah. Dia menatap tajam Sarah dengan penuh emosi. Sarah yang melihat kemarahan dari Tasya, dia hanya diam dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


Mulutnya yang saat itu tertutup perlahan mulai membuka dan mengatakan maaf kepada Tasya. Tasya yang mendengar permintaan maaf dari Sarah dia hanya diam dengan terus melangkahkan kakinya mendekati Sarah.


Ketika dia sudah berada di dekat Sarah, Tasya menghela nafas berat.


Plak...


Terdengar suara tamparan di depan rumah, hal itu membuat semua orang terdiam begitupula orang orang yang ada di dalam rumah.


Menerima tamparan dari Tasya, Sarah hanya diam dengan air mata yang memenuhi matanya. Dia hanya tertunduk dengan wajah yang memegangi pipinya yang menerima tamparan dari Tasya.


"Maaf?!" ucap Tasya dengan serius, lalu dia mendekati Sarah dan menarik kerah pakaian Sarah dengan sangat kasar. "Berapa kali aku memaafkan kamu, hah? Berapa kali?!" bentak Tasya dengan mendorong Sarah menjauhi dirinya.


"Tapi apa yang kamu lakukan ke aku? Kamu menghancurkan hidupku ... Lupa hal itu, aku sekarang tidak peduli mau kamu menghancurkan hidupku atau apapun itu yang jelas aku tekan ke kamu, beri tahu aku keberadaan Huda sekarang!" ucap Tasya dengan tegas.


Mendengar apa yang di katakan oleh Tasya, Sarah hanya terdiam. Melihat hal itu Tasya semakin murka kepada Sarah, dia bahkan sampai mencekik Sarah demi mendapatkan informasi tentang Huda.


"Maaf Bu Tasya, sampai kapanpun saya tidak akan memberi tahu Ibu. Tapi saya janji dengan Ibu, Huda akan baik baik saja dan nasibnya akan baik!" ucap Sarah.


Mendengar hal itu apa yang di katakan oleh Sarah, Tasya mendorong Sarah menjauhi dirinya. Dia kembali menampar Sarah dengan sangat keras, di waktu yang bersamaan Ibu Zaka keluar dari rumah dan melihat wanita yang mencuri cucu dan membunuh anaknya. Melihat kehadiran Sarah di rumahnya, Ibu Zaka sangat murka. Dia berjalan menghampiri Sarah dan menjambak rambut Sarah. Dia juga menampar Sarah berulang kali di hadapan semua orang.


Melihat hal itu Tasya terdiam dengan pandangan mata yang terus melihat ke arah Sarah yang menerima pukulan dan tamparan dari Ibu Zaka.


"Kembalikan cucuku, kemana kamu membawa pergi cucuku wanita jahat? Kemana kamu membawanya pergi?" tanya Ibu Zaka dengan berurai air mata.

__ADS_1


Sarah yang sudah tidak kuat dengan semua itu, dia pun akhirnya melawan Ibu Zaka. Tanpa ragu dia mendorong Ibu Zaka hingga dia jatuh ke tanah.


"Cukup ya Bu! Kalian memperlakukan aku seperti ini, tujuan itu baik. Aku ingin meminta maaf, tapi kenapa? Kenapa kalian justru terus menyakiti aku? Kenapa?" ucap Sarah dengan teriak di hadapan semua orang.


Tasya yang melihat hal itu hanya diam, dia hanya menatap tajam Sarah dengan penuh emosi.


"Aku menyesali atas apa yang sudah aku lakukan, maka aku datang kemari dan ingin meminta maaf. Tapi apa? Apa yang aku dapatkan? Aku tidak mendapatkan apa pun kecuali hina dan sikap kasar dari wanita tua seperti kamu!" ucap Sarah dengan nada lantang di hadapan semua orang.


Tasya yang saat itu masih dapat menahan emosinya, kini dia tidak dapat membendung lagi. Dengan tangannya yang lembut, Tasya menampar Sarah lagi hingga dia jatuh ke tanah di hadapan semua orang. Saat itu Tasya benar benar sangat marah dengan Sarah.


"Kamu boleh menghancurkan hidupku, kamu boleh merebut suami ku. Kamu juga boleh membawa pergi Huda, tapi jangan pernah kamu mengatakan hal hal kotor kepada orang tua ku!" jawab Tasya dengan tegas kepada Sarah yang saat itu jatuh di tanah. Dia tampak murka dengan Sarah, bahkan dia sampai menunjuk nunjuk Sarah karena sangat emosinya.


Setalah mengatakan hal itu, Tasya membantu ibu mertuanya bangun. Dia mengajak ibu mertuanya untuk masuk ke dalam rumah.


"Mama tanang saja. Kalau hari ini Tasya tidak mendapatkan apa-apa dari Sarah, besok aku akan pergi mencari Huda. Bahkan mungkin Tasya akan membuat poster untuk mencari Huda," jawab Tasya dengan lirih kepada ibu mertuanya.


Mendengar hal itu ibu mertuanya perlahan mulai tenang, dia tersenyum kepada Tasya yang menjadi menantu terbaik di dalam hidup nya.


"Kamu janji ya, tolong kamu temukan Huda. Mama mohon dengan kamu," jawab Ibu Zaka dengan air mata yang terus berderai membasahi matanya.


"Iya Mama, Tasya janji. Sesegera mungkin Tasya akan mencari keberadaan Huda," jawab Tasya.


Setalah ibunya tanang, Tasya meninggalkan ibunya bersama dengan ayah mertuanya. Dia keluar rumah dengan raut muka yang masih marah. Ketika Tasya berada di dekat Sarah, matanya tiba tiba memenuhi matanya.

__ADS_1


"Tidak puas kah kamu melakukan semua ini? Tidak puas kah kamu menghancurkan hidupku? Apa salah ku ke kamu Sarah? Kenapa kamu begitu kejam dengan aku? Aku mohon dengan kamu, tolong beri tahu di mana Huda, jangan pisahkan Huda dengan nenek kakeknya. Aku mohon dengan kamu," ucap Tasya dengan berlinang air mata dan tangan yang terlipat di hadapan dadanya.


Melihat hal itu Sarah hanya diam dan terlihat masih tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Tasya. Dia tetap merahasiakan keberadaan Huda dari Tasya.


__ADS_2