
Di rumah Fian, Fian menghampiri ibunya yang saat itu duduk di ruang tamu. Fian memeluk erat tubuh ibunya. Ibu Fian yang menyadari hal itu, dia hanya diam dengan tatapan mata yang sedih. Dia menyadari bahwasanya anaknya sudah di tolak dengan Tasya.
"Apa yang Mama katakan memang benar? Dia masih belum bisa menerima aku di dalam hidupnya!" ucap Fian dengan sedih dengan memeluk erat ibunya.
Mendengar hal itu Ibu Fian meminta Fian untuk duduk di sampingnya. Setalah Fian duduk di samping dirinya, dia memegangi salah satu tangannya.
"Kamu jangan sedih ya, Mama yakin jika kamu berjodoh dengan Tasya. Maka, kalian pasti akan di satukan. Jadi Mama mohon, jangan pernah kamu lelah untuk berusaha karena usaha adalah cara untuk meraih sesuatu!."
Mendengar apa yang di katakan oleh ibunya, Fian hanya diam dengan senyum kecil di bibirnya.
"Iya Mah, Fian tidak akan menyerah. Fian yakin, kalau Tasya akan datang kepada ku suatu hari nanti," jawab Fian dengan baik kepada ibunya.
Ibu Fian yang melihat hal itu hanya tersenyum, lalu dia meminta Fian menyandarkan kepala di paha ibunya. Setalah Fian meniduri tubuhnya, Ibu Fian membelai lembut Fian dengan menyemangati sang anak yang tengah sedih.
"Fian, Tuhan itu adil. Mama yakin, ketika saat ini kamu bersedih. Maka, esok hari kamu akan bahagia. Jika kamu bahagia, Mama juga pasti akan sangat bahagia. Karena kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan anaknya."
Mendengar ucapan itu, Fian hanya diam dia hanya semakin sedih mendengar apa yang di katakan oleh ibunya.
"Mama, kenapa ketika duduk Huda berada di sini, aku merasa sangat dekat dengan dirinya?" tanya Fian.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu Ibu Fian terdiam, dia tersenyum dengan membelai perlahan Fian.
"Fian, itu namanya Ikatan tanpa hubungan. Di sini kamu tahu, kamu bisa dekat dengan seseorang yang mana .. Orang itu tidak memiliki hubungan dengan kamu. Salah satu contohnya, kamu dengan Huda dan Tasya dengan Huda. Kalian tidak memiliki hubungan darah dengan Huda, tapi kalian punya ikatan dengan Huda. Yang mana, ikatan itu tidak terpisahkan satu dengan yang lain!" terang Ibu Fian dengan terus membelai Fian.
Mendengar penjelasan itu, Fian bangun dari tidurnya. Dia duduk di samping ibunya dengan memandang ke arah ibunya.
"Apa dulu Mama pernah merasakan hal ini?" tanya Fian kepada ibunya.
Ibu Fian hanya terdiam, dia hanya melihat ke arah Fian dengan memegangi kedua pipi Fian.
"Mama tidak pernah merasakan hal itu, karena Mama hanya memiliki kamu!" jawab Ibu Fian lalu dia tersenyum kepada Fian dan mencium kening Fian.
Beberapa saat kemudian, Ibu mertuanya membuka pintu kamar Tasya dengan perlahan. Dia melihat Tasya dengan senyum kecil di bibirnya atas apa yang sudah di lakukan oleh Tasya.
Setalah beberapa saat melihat ke arah Tasya, Ibu Zaka menghampiri Tasya. Menyadari ibunya datang, Tasya menghentikan tindakannya dan menghindari dari ibu mertuanya. Dia mengira kalau ibu mertuanya akan menghibur cucu cucunya, namun hal itu salah. Dia justru menghampiri Tasya dan memeluk Tasya dengan sangat erat.
"Ada apa Mama?" tanya Tasya.
"Terimakasih ... Terimakasih banyak kamu sudah mencintai Zaka dengan setulus hati kamu, ibu benar benar bersyukur memiliki menantu seperti kamu!."
__ADS_1
Mendengar hal itu Tasya hanya diam dengan sesekali melihat ke arah anak anaknya. Dia terlihat sedih, namun dia berusaha untuk menutupi kesedihannya dari hadapan ibunya.
Setalah beberapa saat memeluk Tasya, Ibu Zaka melepaskan pelukannya dan menghampiri cucunya. Melihat hal itu, Tasya hanya diam. Dia terlihat sedih dengan apa yang di katakan oleh ibu mertuanya.
"Maafkan aku Mama, aku tidak mau terus menerus hidup dalam bayang bayang Mas Zaka. Aku ingin melepaskan semua ini," ucap Tasya dengan air mata yang terus mengalir membasahi matanya.
Namun saat itu dia mencoba menghapus air matanya dan berusaha tegar. Dia menyembunyikan kesedihan dalam dalam agar ibu mertuanya tidak mengetahui apa yang dirasakan nya.
Di rumah Fian, terlihat Fian kembali menidurkan dirinya di paha ibunya, dia terlihat sangat nyaman melakukan hal itu. Namun perasaan nya sedih atas penolakan yang di lakukan oleh Tasya. Matanya memerah seakan menyimpan sebuah kesedihan yang mendalam dalam hatinya.
"Semua akan baik baik saja!" ucap Ibu Fian dengan membelai lembut Fian. Fian yang mendengar hal itu, dia hanya tersenyum kepada ibunya. Dia yakin dengan apa yang di katakan oleh Ibu Fian bahwa semua akan baik baik saja.
Akhirnya kisah ini pun berakhir dengan penantian yang di lakukan oleh Fian agar diam mendapatkan cinta dari Tasya. Namun ikatan antara Huda dan dirinya masih terjalin dengan sangat erat. Tidak hanya Huda dengan Cahaya pun dia juga sangat erat. Bahkan, mungkin Fian adalah pengganti dari ayah mereka yang sudah pergi.
TAMAT
...*Ikatan tanpa hubungan adalah penggambaran jelas, bagaimana tidak hanya seorang ibu kandung atau ayah kandung yang memiliki cinta kasih untuk seorang anak. ...
...Ikatan tanpa hubungan adalah gambaran sempurna, kasih sayang seorang ibu, walaupun dia bukanlah ibu atau ayah kandungnya*...
__ADS_1
Terimakasih, jangan lupa like, komen dan tambahkan ke favorit 🥰