Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
47. Melahirkan


__ADS_3

Ketika Tasya berjalan menuju ke Zaka dia hanya diam, matanya di penuhi oleh air mata yang terus membasahi mata. Dia berjalan perlahan dengan air mata yang setetes demi setetes membasahi matanya, saat itu tidak satu orang pun yang memperhatikan dirinya. Mengetahui hal itu,Tasya pun menyeka air matanya dan berusaha untuk menutupi kesedihannya.


"Dia tampan ya Mas, seperti Mas Zaka!" puji Tasya melihat ke tampan anak dari Zaka dan Sarah. Zaka yang melihat hal itu dia hanya terdiam dengan senyum kecil di bibirnya.


"Mas, bolehkah aku sebentar saja menggendong dia, hanya sebentar saja!" ucap Tasya. "Aku mohon ke kamu, sebentar saja!."


"Tasya, Sayang. Ada apa? Kenapa kamu mengatakan hal itu? Walaupun dia bukan anak kandung kamu dan aku, kamu bisa mengajak dia dan menyayangi dia seperti kamu menyayangi Vira," jawab Zaka.


Setalah mendengar ucapan itu, Tasya mendekati Zaka dan menggendong anak itu. Ketika dia sudah menggendong anak itu, salah satu jari telunjuknya di arahkan ke anak itu, setalah itu anak itu memegangi telunjuk Tasya. Dia tampak dekat sangat dekat dengan Tasya.


Menyadari hal itu, tiba tiba mata Tasya berkaca kaca. Dia sengat terharu dengan apa yang dilihatnya. Melihat Tasya menangis di dekat anak itu, Zaka bangun dari duduknya dan menghampiri Tasya. Dia memegangi salah satu lengan Tasya dengan sesekali melihat ke arah anak itu.


"Ada apa kamu menangis?" Tanya Zaka kepada Tasya.


"Aku tidak tahu Mas, melihat anak ini memegang erat jari telunjukku. Aku merasa sangat bahagia," jawab Tasya dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Tasya, Zaka ikut bersedih. Dia memeluk Tasya dengan memandang ke arah anak laki laki yang baru saja lahir ke dunia tersebut.


Melihat pemandangan itu, Sarah hanya diam. Dia tampak bersedih karena dia harus kehilangan anaknya yang baru saja di lahirkan.


Setelah beberapa saat, menggendong anak laki laki itu. Tasya mengajak anak laki laki itu untuk menemui ibu yang sudah melahirkan nya.


Ketika berada di dekat Sarah, Tasya memberikan anak laki laki itu kepada Sarah, namun tiba tiba anak itu menangis dengan sangat kencang. Dia seolah tidak ingin ikut dengan Sarah, melihat hal itu Tasya mencoba mengambil anak itu dan mengajak anak itu menjauh dari Sarah.

__ADS_1


Saat Tasya sudah mengajak anak itu menjauhi Sarah, anak itu terdiam dari tangisan kencangnya. Menyadari hal itu, Sarah terdiam dengan mata yang dipenuhi eh air mata.


"Sarah, kamu jangan khawatir. Dia itu masih kecil, masih bayi, maka hal ini wajar ... Wajar bila dia masih belum mengenal kamu, " jawab Tasya untuk membuat Sarah tidak sedih.


Sarah yang mendengar hal itu dia hanya diam, matanya berkaca kaca. Dia berusaha untuk menutupi kesedihannya.


Menyadari kesedihannya Sarah, Zaka mendekati Sarah dan memegangi salah satu tangan Sarah dengan sangat erat.


"Kamu tidak usah memasang wajah sedih seperti itu. Anak kamu itu tidak ingin dekat dengan kamu, dia hanya ingin dekat dengan Tasya, maka biarkan Tasya dekat dengan anak itu!" ucap Zaka dengan lirih. Sarah yang mendengar hal itu, dia hanya diam.


Setalah mengatakan hal itu Zaka pergi dari dekat Sarah dan memilih untuk mendekati Tasya. Ketika dia sudah dekat dengan Tasya Zaka bertanya nama anak laki laki yang cocok untuk anak laki laki itu.


"Menurut kamu, siapa nama yang cocok untuk anak kita?" tanya Zaka kepada Tasya.


"Aku tidak tahu Mas, tapi bagi ku dia adalah cahaya. Dulu ketika kamu dan Sarah menjalin hubungan, hubungan kita bertiga memanas dan ... Dan saat aku tahu kalau Sarah sedang hamil anak ini, hubungan kita kembali membaik dan ku merasa ada sebuah ketenangan."


"Gimana, kalau kita kasih dia Huda Noor Zaka. Kamu setuju atau tidak?" tanya Zaka untuk mengusulkan nama untuk anak laki laki itu. Mendengar nama itu, Tasya terdiam. Dia tersenyum kepada Zaka.


"Huda! ... Iya Mas, aku setuju dengan nama yang kamu usulkan," Jawab Tasya.


Setalah mendengar nama anaknya Sarah tampak sangat bahagia, dia berusaha untuk melihat anaknya, namun dia selalu teringat dengan apa yang di katakan oleh Sarah.


Beberapa saat kemudian, Afridi dan Vira datang ke ruangan Sarah. Dia tampak melihat Sarah sedih anaknya di gendong oleh Tasya.

__ADS_1


"Apa apaan ini, kenapa kalian tidak mengizinkan Sarah untuk menggendong anaknya?" ucap Afridi dengan sangat marah kepada Zaka dan Tasya. Mendengar hal itu, Zaka dan Tasya sangat terkejut begitu pula Sarah.


"Kak, kenapa Kaka mengatakan hal itu? Aku sudah menggendong anak itu tadi, tapi ketika anak itu di pelukan ku, dia menangis!" jawab Sarah.


"Aku tidak percaya, aku benar benar tidak percaya. Mana mungkin seorang anak tidak ingin bersama dengan ibunya, itu tidak mungkin!" jawab Afridi dengan sangat marah.


Melihat kemarahan Afridi, Zaka pun berbalik marah kepada Afridi. Dia mengatakan kalau apa yang di katakan oleh Sarah benar. Namun karena tidak ingin membuat keributan hingga membuat anak itu menangis. Akhirnya Tasya mencoba menenangkan Zaka dan menghampiri Zaka dengan memegangi salah satu bahu Zaka.


Ketika melihat Zaka sudah tenang, Tasya menghampiri Sarah dan memberikan anak itu kepada Sarah.


"Tapi Bu..." ucap Sarah dengan ragu.


Tasya yang mendengar hal itu, dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


"Dia adalah anak kamu, jadi aku mohon dengan kamu gendong dia!" jawab Tasya lalu dia memberikan Huda kepada Sarah.


Namun saat anak itu, sudah berada di dekat Sarah dan di pelukan Sarah. Anak itu kembali menangis dengan sangat kencang. Dia seolah menolak dekat dengan ibunya sendiri. Melihat hal itu, Afridi tampak terkejut. Dia benar benar tidak percaya kalau anak yang di lahirkan oleh adiknya sendiri tidak ingin dekat dengan Sarah. Melihat hal itu, Afridi meminta Tasya untuk menggendong anak itu lagi. Dia meminta Tasya agar menenangkan anak itu.


Tasya yang mendengar hal itu dia menggendong Huda dan menenangkan Huda. Ketika Huda di pelukan Tasya, Huda pun berhenti menangis.


"Kakak lihat kan, aku tidak bohong. Anak aku tidak ingin dekat dengan aku, dia hanya ingin dekat dengan Bu Tasya," ucap Sarah dengan air mata yang terus mengalir dari pipinya.


Tasya yang mendengar hal itu, dia tampak sedih. Namun dia tidak bisa melakukan apa pun, dia tidak mungkin terus membiarkan Huda menangis di pelukan ibu kandungnya sendiri. Dia tidak akan mungkin tega membiarkan hal itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Sarah, Afridi hanya diam. Dia menghampiri Sarah dan memegangi salah satu tangan Sarah untuk menangkan Sarah.


__ADS_2