Terjebak Cinta Gila

Terjebak Cinta Gila
episode 100 TCG


__ADS_3

kejadian sebelum Dirga hilang kendali


Dirga membawa Dira ke tempat tidurnya dia yakin malam ini Dira menjadi miliknya dia melihat wajah Dira yang tampak berbeda karena biasanya Dira memakai riasan yang natural


lama Dirga memandangi wajah Dira dan wanita itu berharap Dirga akan ilfil karena riasannya kali ini lebih berani


" kenapa melihat ku seperti itu ? tanya Dira


" oh tuhan saya mohon semoga pria ini menjadi tidak suka denganku " sambung Dira dalam hatinya


Dirga membelai wajah Dira dari rambut mata hidung pipi dan terakhir di bibirnya entah ada sihir apa yang memuat Dira malah memejamkan matanya menerima sentuhan itu seolah-olah dia menikmati nya


hingga Dira di kagetkan dengan suara Dirga yang terdengar sangat jelas karena tepat di telinga


" kamu cantik sekali saya suka kamu yang seperti ini " ucap Dirga tenang


Dira langsung membuka matanya lebar-lebar dia kaget mendengarnya dia juga langsung menatap mata Dirga


" apa ? tanya Dira syok


" kenapa jadi seperti ini " ucap Dira dalam hatinya


" kamu cantik sekali malam ini membuat ku semangkin yakin jika kamu hanya untukku " jawab Dirga yakin


setelah mengatakan itu Dirga ingin menciumnya tapi Dira langsung menghindari nya dengan cara menoleh ke samping


Dirga tidak menyerah dia kembali membuat Dira merasakan sensasi yang berbeda karena Dirga malah mengigit telinga Dira


" aaahhhh " teriak Dira dengan lembut


Dirga semangkin semangat mendengar suara Dira dia terus memberikan rangsangan nya sekarang pria itu sudah melepaskan bajunya kini tinggal celananya saja


Dira menjadi panik melihat semua itu dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk melawannya


" sstttt....stop " ucap Dira terbata


" ada apa dengan ku , tubuhku kembali tidak merespon perintah ku sendiri " ucap Dira dalam hatinya


" honey saya harus menuruti yang mana karena mulut mu bilang stop tapi tubuhmu bilang lanjut " ledek Dirga


" kamu yang melakukannya " ucap Dira marah


" tapi kamu menikmatinya " jawab Dirga enteng


Dira berusaha mendorong tubuh Dirga tapi pria itu malah memegangi tangan Dira pria itu malah sengaja mengarahkan ke dadanya sambil berkata


" peganglah sepuasnya ini semua milik mu " ledek Dirga lagi


" kau gi....gila... " ucap Dira kelabakan


" kamu benar dan kau yang membuatku gila " jawab Dirga tegas


setelah mengatakan itu Dirga langsung mencium bibir Dira dengan kasar membuat Dira kewalahan Dira sungguh takut malam ini dia hanya ingin terlepas dari dekapan Dirga


apa lagi Dirga sudah membuang gaun malam Dira dan sekarang Dira hanya memakai pakaian dalamnya membuat wanita itu semangkin panik


tiba-tiba saja Dira teringat dengan perkataan Mery dan asistennya dengan nada keras Dira akhirnya bersuara


" Dirga stop kamu bukan yang pertama...!!! teriak Dira


Dirga yang mendengar perkataan Dira langsung berhenti dengan aksinya


" apa maksudmu ? tanya Dirga


" ka...kamu bukan ya...yang pertama " jawab Dira terbata


" hahaha....begitu bencinya kamu sampai membuat pernyataan seperti itu " ucap Dirga dengan tegas


" saya tidak bohong " jawab Dira tenang


" kamu memang bukan yang pertama " sambung Dira lagi dengan tatapan mata yang tajam


melihat tatapan mata Dira yang menyakinkan membuat Dirga percaya jika perkataannya sungguhan


akhirnya Dirga hanya bisa mengepalkan tangannya dia berusaha bersikap setenang mungkin dan beranjak pergi dia juga mengambil bajunya di lemari setelah itu Dirga keluar meninggalkan Dira sendiri


" huh " Dira menghela nafasnya melihat Dirga pergi


" terimakasih tuhan akhirnya Dia pergi " ucap Dira sambil mengelus dadanya


Dira tidak tau jika perkataannya membuat suasana di rumah itu mencekam karena Dirga keluar dengan aura menakutkan

__ADS_1


" Mery....!!!! teriak Dirga


mendengar namanya di panggil Mery langsung berlari untuk menghadap big bosnya dan dia syok melihat tuanya sangat marah


" apa yang terjadi tuan ? tanya Mery


" panggil dokter Anita " perintah Dirga


" apa ? dokter Anita untuk apa ? tanya Mery bingung


" jangan banyak tanya cepat lakukan tugas mu " ucap Dirga marah


" baik tuan " jawab Mery


setelah mengatakan itu Mery langsung pergi tapi sebelumnya dia melihat Dirga gelisah dan meminum beberapa minuman beralkohol


" prang....prang ...brak ..brak...!!!! terdengar suara benda berjatuhan ke lantai dengan keras


siapapun yang mendengarnya akan ketakutan karena Mereka tau jika tuanya sedang marah


Mery segera masuk kedalam karena hanya dia yang berani masuk


" ada apa ? katakan sesuatu jangan membuatku takut " ucap Mery


Dirga tidak menghiraukan perkataan Mery dia malah bertanya balik


" mana dokter Anita ? tanya Dirga tegas


" dia di perjalanan sebentar lagi sampai " jawab Mery tenang


Dirga kembali meminum minuman nya setelah habis pria itu langsung membanting lagi gelas itu ke bawah hingga pecah Mery yang melihatnya hanya diam saja


dia tau ada yang salah malam ini apa kekhawatiran nya sungguh terjadi terbukti dengan di panggilnya dokter Anita dia adalah dokter yang memeriksa kesehatan dan kesucian semua wanitanya Dirga sebelum tuanya bermain bersama


" tuan dokter Anita datang " ucap anak buah Dirga yang berjaga di luar


" bawa dia ke sini " perintah Dirga


" baik tuan " jawab anak buahnya


" kenapa kamu memanggilnya ? tanya Mery


" setelah pasti apa yang akan kamu lakukan " tanya Mery lagi


" lihat saja nanti " jawab Dirga tenang


Mery ingin bertanya lagi tapi dia melihat dokter Anita datang akhirnya hanya bisa menunggu


dokter Anita yang melihat ruangan itu berantakan sudah menduga pasti ada sesuatu


" tuan , apa perintah nya ? tanya dokter Anita


" pergilah ke kamarku kamu harus memeriksa nya dengan benar tidak boleh terlewat sedikitpun " ucap Dirga tegas


" baik tuan " jawab dokter Anita


sekarang di dalam kamar Dira sudah mengganti bajunya yang tertutup dia juga sudah menghapus riasannya dan kembali ke riasan yang sering Dira pakai yaitu natural


saat dia sedang menyisir rambutnya Dira di kagetkan dengan kedatangan dokter Anita


" siapa kamu ? tanya Dira tegas


" nona tolong bekerjasama lah dengan ku agar semua aman " jawab dokter Anita


" maksudnya ? tanya Dira bingung


" perkenalkan saya dokter Anita ijinkan saya memeriksa nona " ucap dokter itu


" memeriksa ku , tidak perlu saya baik baik saja " jawab Dira


" saya tau anda baik baik saja tapi tugas ku memeriksa seluruh tubuh nona untuk memastikan sesuatu " terang dokter Anita panjang lebar


" apa ? apakah harus " tanya Dira syok


" mari nona tolong kerjasama nya agar saya cepat pulang anak saya menunggu di rumah " ucap dokter Anita tenang


Dira memundurkan langkahnya mendengar perkataan dokter Anita dia tidak menyangka jika Dirga akan berbuat sejauh ini demi kepuasan nya


" periksalah Dok katakan semuanya dengan jelas jangan ada yang di tutupi saya akan menerima konsekuensinya " jawab Dira tenang


" mari nona ikuti saya " perintah dokter Anita

__ADS_1


Dira mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan dokter Anita dia mengikuti dokter itu kemana akan membawanya


sementara itu di tempat Dirga dia sedang berdebat dengan Mery


" bagaimana jika ucapannya benar apa yang akan kamu lakukan ? tanya Mery


" bisakah kamu melepaskan nya " sambung Mery lagi


" kita tunggu saja dokter Anita dulu " jawab Dirga


sebenarnya Dirga juga tidak tau apa yang akan di lakukan nanti ego nya terlalu tinggi membuat dia tak terbantahkan


tak berselang lama dokter Anita masuk membuat Dirga langsung bertanya


" apa hasilnya ? tanya Dirga cepat


" semua perkataan nya benar " jawab dokter Anita tenang


" brengsek....!!!! teriak Dirga dengan penuh amarah


dia mulai mengamuk dengan menghancurkan semua barang yang ada di depannya Mery yang melihat semua itu menyuruh dokter Anita pergi dan segera pulang ke rumah


Mery yang melihat Dirga akan keluar langsung mencegahnya


" kamu mau ke mana ?" tanya Mery panik


" minggir " ucap Dirga tegas


" jangan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal " ucap Mery lagi


Dirga tidak perduli dengan perkataan Mery dia malah mendorong Mery dengan keras hingga tangan Mery terkena pecahan beling dan mengeluarkan darah


melihat semua itu Dirga tidak perduli dia malah pergi begitu saja meninggalkan Mery yang kesakitan


Dirga langsung menuju ke kamar di mana Dira berada dengan kencang dia membuka pintu kamar nya Dia melihat Dira yang terduduk serta melihat ke arah nya dengan tatapan mata yang penuh tanda tanya



seperti ini saat Dira melihat Dirga


dengan langkah kaki cepat Dirga menghampiri nya dan Dira langsung berdiri dengan tegak


" siapa orang itu ? tanya Dirga penuh penekanan


Dira masih terdiam mendengar perkataan Dirga hanya tatapan matanya yang tajam


" katakan siapa Dia....!!! teriak Dirga


" sampai matipun aku tidak akan mengatakannya " jawab Dira tenang


" hahaha...jangan membuat ku hilang kendali Dira...!!! teriak Dirga lagi


" apakah Dia orangnya yang membuatkan kamu lagu ? tanya Dirga dengan nada tegas


Dira masih terdiam mendengar perkataan Dirga membuat pria itu semangkin emosi


" jangan diam saja jawab...!!! ucap Dirga dengan nada keras


" tidak ada hubungan dengan nya dan juga bukan Dia orangnya " ucap Dira tegas


" baiklah jika itu mau mu jangan kaget kamu akan melihatnya di berita besok " ancam Dirga


" apa yang akan kamu lakukan tidak puas kah kamu membuatnya koma " ucap Dira cepat


" saya akan puas jika dia tinggal nama " jawab Dirga enteng


Dira menjadi panik mendengar perkataan Dirga dia langsung mengeluarkan kata-kata yang membuat Dirga bertambah marah


" kenapa hanya kamu yang bisa melakukannya sedangkan saya tidak...!!! teriak Dira


" apa maksudmu " ucap Dirga dengan nada tegas


" aku membencimu sangat membencimu....!!! teriak Dira


" kamu pikir aku mau melakukan itu dengan orang yang menghancurkan hidupku " Dira menjeda ucapannya sebelum melanjutkan perkataan nya lagi


" setidaknya kami melakukan itu sama sama suka itu juga yang pertama kalinya untuk kami bagaimana dengan mu, sudah berapa wanita yang kamu tiduri bahkan mungkin ada beberapa dari mereka yang mengandung benih kotor mu...!!! " teriak Dira lagi


Dirga sungguh marah mendengar perkataan Dira dan mulai kehilangan kendali dengan cepat dia mencekik Dira membuat wanita itu kesakitan Dira berusaha berontak tapi Dirga sedang diliputi amarah dia tidak perduli dengan Dira yang hampir kehabisan nafas


mampukah Dira bertahan dengan siksaan itu walaupun dirinya lebih baik mati daripada hidup bersama dengan orang yang membuatnya hancur

__ADS_1


__ADS_2