
Dira sungguh senang bisa menikmati indahnya kebun bunga matahari sampai dia tidak ingat waktu jika saja perutnya tidak berbunyi tanda dia kelaparan
" ah ..maaf uncle bend sepertinya cacing di perutku sedang demo hehehe..." ucap Dira malu
" mari nona kita beri mereka tenaga agar tidak protes " jawab uncle bend dengan tersenyum
mereka akhirnya pergi dari rumah kaca itu dan menuju tempat makan di mana di sana sudah tersedia hidangan yang menggugah selera
" uncle boleh kah setelah makan saya pinjam telepon nya untuk menghubungi seseorang ? tanya Dira
" boleh nona " jawab uncle bend
" terimakasih uncle " ucap Dira
sepanjang perjalanan menuju tempat makan Dira tidak melihat pelayanan wanita yang dia lihat dari tadi seorang pria saja yang bekerja. di rumah ini
membuat gadis itu merasa aneh
uncle bend yang menyadari nya lalu menjelaskan kepada Dira
" tuan tidak suka ada wanita di sekitarnya nona " ucap uncle bend
Dira tidak percaya dengan perkataan uncle bend karena Gaza selalu mengganggu nya dan selalu ada di sekitarnya
" nona adalah yang pertama itulah mengapa saya jadi penasaran dengan nona " sambung uncle bend lagi
" haruskah saya senang uncle band " jawab Dira dengan tersenyum
" tapi saya jadi tau sekarang kenapa tuan menyukai nona " ucap uncle band lagi
" hah...su..suka seperti nya uncle salah menebak kali ini " jawab Dira gugup
" tidak nona saya sangat tau tuan Gaza jika dia tidak menyukainya maka nona sekarang hanya tinggal nama " ucap uncle bend panjang lebar
gadis itu menutup mulutnya mendengar perkataan uncle bend karena kaget dia juga melototkan matanya yang bulat dan itu terlihat cute
" uncle tau sedetail itu ? tanya Dira dengan penasaran
mendengar perkataan Dira uncle bend tersenyum karena Dira terlihat lucu
akhirnya Dira makan juga di temani uncle band sambil berbagi cerita lucu
Gaza dalam perjalanan pulang dia sudah tidak sabar ingin menjalankan misinya tapi ada yang mengganjal di hatinya seolah-olah ada yang melarang melakukan semua itu
" ada apa dengan ku bukankah ini keinginan ku selama ini " gumam Gaza sambil mengemudikan mobilnya
di saat Gaza masih berfikir dia harus menerima panggilan karena marvin menelpon
" apa sudah selesai ? tanya Marvin di seberang sana
" iya " jawab Gaza singkat
__ADS_1
" terus ? tanya Marvin lagi
" ke rumah ku saja " jawab Gaza lagi
" baiklah saya tunggu " ucap Marvin
mereka memutuskan panggilan nya dan menuju ke rumah Gaza di mana masih ada Dira di sana
sekarang di tempat Dirga pria itu masih berdiskusi dengan Marko mengenai rencananya dan kali ini harus berhasil
" tuan apa perintah selanjutnya saya akan lakukan sebaik mungkin ? tanya Marko
" kau kabari felix jika Gaza akan bergabung dengannya " Dirga menjeda perkataan nya
" dan bilang juga padanya jika misi ini gagal maka bersiaplah mendapatkan hukuman yang berat " sambung Dirga lagi
" jadi mereka harus bekerja sama ! perintah Dirga dengan tegas
" baik tuan " jawab Marko
" satu lagi Marko suruh Mery menemui ku " perintah Dirga lagi
mendengar perintah tuan nya Marko mengangguk kan kepalanya dan dia segera pergi meninggalkan tempat itu untuk menghubungi orang orang yang di sebutkan tadi
kini tinggal Dirga sendiri yang masih berada di situ dan dia mengeluarkan foto Dira yang selalu di bawa karena di simpan di balik saku jasnya
" Dira kita lihat saja kali ini apa kamu masih bisa pergi dengan mudah " gumam Dirga
sekarang di kediaman Gaza sedang terjadi keributan Karena Dira ingin pergi dari rumah itu tadi setelah menelfon sisil Dira mendapatkan kabar yang membuatnya syok
di mana jika dunianya alias papa nya mengalami kecelakaan dan sedang kritis apalagi Dira mendengar jika papa Antoni sedang koma saat ini sungguh Dira ingin segera pulang
tapi anak buah Gaza menghadangnya karena Mereka takut akan kena hukuman jika Dira pergi sedangkan tuan Mereka belum pulang maka terjadilah perkelahian antara Dira dan anak buah Gaza
uncle band tidak menyangka jika Dira yang terlihat polos ternyata jago bela diri membuatnya semangkin yakin jika tuanya tidak salah memilih wanita karena gadis itu sangat tangguh terlihat jika Dira mampu mengimbanginya
" kami mohon bekerja sama lah dengan kita nona hah ..hah .." pinta anak buah Gaza dengan nafas yang ngos-ngosan
" biarkan saya pergi jadi kita tidak saling Serang " ucap Dira dengan nafas yang memburu
" lebih baik seperti ini saja dari pada nona pergi kami akan lebih menderita lagi " jawab salah satu dari Mereka
" kalian...." ucap Dira terputus Karena melihat Gaza datang
melihat Dira tidak melanjutkan perkataan nya dan seperti melihat ada yang datang membuat anak buah Gaza ikut menoleh dan mereka melihat tuanya sudah datang
" tuan....!!! ucap anak buah Gaza serempak
Gaza berjalan dengan tenang di sertai tatapan mata yang tajam karena melihat kediamannya berantakan membuat siapapun yang melihatnya takut
__ADS_1
anggap seperti ini saat Gaza datang ya
" dalam setengah jam aku ingin melihat tempat ini seperti semula !! perintah Gaza dengan tegas
" baik tuan " jawab Mereka serentak
Gaza berjalan perlahan mendekati Dira yang masih berdiri di tempatnya pemuda itu paham betul siapa yang membuat kediaman nya berantakan siapa lagi jika bukan singa betinanya
" jangan pikir saya akan takut padamu " ucap Dira tegas
gadis itu sungguh marah saat ini apalagi dia mendengar papanya dalam keadaan koma jadi keinginan untuk keluar dari kediaman Gaza sangat besar membuat dirinya tidak takut sedikitpun
" aku tahu " jawab Gaza santai
" biarkan aku pergi " pinta Dira
" tidak sekarang " jawab Gaza
pemuda itu sengaja menahan Dira di kediaman nya Karena dia tau big bosnya masih mencari nya di tambah dirinya akan pergi jauh membuat Gaza khawatir
" pleace.... ijinkan saya keluar saya harus pulang "
ucap Dira dengan suara bergetar
Gaza sungguh kaget melihat Dira yang memohon padanya apalagi tak lama Dira mengeluarkan air matanya yah gadis itu menangis Karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi Karena dia tau jika melawan Gaza pasti kalah
ini bukan kali pertama Gaza melihat situasi yang seperti ini Karena jika dia sedang menjalankan misinya para korban yang di temui akan melakukan hal yang sama seperti yang Dira lakukan
tapi pemuda itu biasa saja melihatnya bahkan dirinya semangkin semangat untuk menyiksa para korbannya tapi kali ini berbeda melihat Dira yang seperti itu dirinya merasa sakit
tanpa perdulikan Dira yang sedang memohon Gaza pergi begitu saja meninggalkan Dira yang masih menangis dia langsung masuk ke kamar lalu mengunci pintunya Gaza juga memegangi dadanya yang terasa sakit
uncle band yang melihat semua itu hanya bisa diam karena dia juga tidak bisa berbuat apa apa hingga dia mendengar suara mobil datang dan uncle band sangat senang mengetahui siapa yang datang
" Dira..." ucap Marvin
mendengar namanya di panggil Dira langsung berlari menghampiri Marvin dan memeluknya Dira dia tidak perduli akan di lihat orang
Marvin kaget dengan apa yang di lakukan Dira untung saja Gaza tidak melihatnya sehingga dirinya merasa aman
" hey ....ada apa ? tanya Marvin penasaran
Dira langsung melepaskan pelukannya dan gadis itu merasa tidak enak juga
" maaf Marvin...saya tidak tau lagi harus bagaimana Karena hanya kamu harapan ku " ucap Dira panjang lebar
" selow Dira ayo kita duduk dan ceritakan padaku " ajak marvin
Dira mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Marvin dan mengikuti perintah nya akhirnya Dira menceritakan semua masalah yang di alaminya saat ini dan meminta bantuan Marvin agar membujuk Gaza supaya mengijinkannya pergi
mendengar penjelasan Dira Marvin merasa iba dia akhirnya setuju untuk membantu Dira berhasilkah Marvin meyakinkan Gaza dan membiarkan gadis itu pulang
__ADS_1