
entah sudah berapa lama Dira pingsan yang pasti gadis itu mulai sadar terlihat dari kelopak matanya yang bergerak serta jari tangannya
dan sekarang gadis itu membuka matanya dia masih linglung beberapa menit kemudian dirinya mulai sadar dan dia langsung duduk dari tidurnya
" aaahhhhh .... sakit.... leher ku sakit sekali " ucap dira sambil memegangi lehernya
setelah mengatakan itu Dira langsung menengok ke kanan dan kirinya untuk memastikan apakah masih ada orang di sekitarnya dan gadis itu menjadi lega karena tidak ada siapa siapa di situ
" hah.... syukurlah tidak ada siapapun di sini " ucap Dira sambil mengelus dadanya
sekarang gadis itu memeriksa tubuhnya dari kepala hingga kaki ternyata masih sama
saat dirinya sedang melihat beberapa luka yang ada di tubuhnya hidung Dira mencium aroma masakan membuatnya menjadi waspada
" apa masih ada orang di sini " gumam Dira
gadis itu beranjak turun dari tempat tidurnya dan berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan karena ingin melihat siapa yang ada di sana dan Dira melihat ada hidangan di meja makan yang sangat menggugah selera
" siapa yang menyiapkan semua ini " gumam Dira lagi
Dira mendengar ada suara barang yang jatuh di dapur dan Dira segera pergi untuk memeriksa nya gadis itu sudah bersiap akan memberikan bogemnya dan
" prang....!!!! suara pecahan piring jatuh
" sisil....!!!! ucap Dira kaget
bukan hanya Dira yang kaget sisil juga kaget atas perilaku Dira yang ingin menonjok nya dan gadis itu seketika menjatuhkan piring yang di bawa
" Dira....!!!!! teriak sisil kesal
" maaf ...maaf...." jawab Dira
" kau ini membuatku kaget lihat nih semuanya pecah kita makan pake apa sekarang " ucap sisil kesal
" hehehe... tadi aku kira kamu itu " ucap Dira terpotong
" maling begitu " jawab sisil lagi dengan nada mengejek
Dira hanya mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan sisil
" hey.... helo siapa yang berani masuk dan mencuri di rumah ini kalo penghuni nya macam kamu galak nya minta ampun " ledek sisil lagi
" hah...." Dira menghela nafasnya sejenak
" terserah apa katamu sajalah " sambung Dira lagi
Dira langsung pergi meninggalkan sisil dan menuju meja makannya gadis itu sungguh kelaparan dia ingin segera mengisi tenaga lagi
sisil tidak tau jika tadi Dirga dan Gaza bisa masuk ke dalam dengan mudahnya
" eh ...main comot saja makan nya tangan kamu bersih tidak ? tanya sisil
" hehehehe bersih ko " jawab Dira santai
" mana liat tangan nya ! perintah sisil
dengan polosnya Dira menyodorkan tangannya untuk di periksa sisil dan gadis itu menerima pukulan tangan oleh sisil
" tidak bisa ini kotor saya belum lihat kamu cuci tangan Sana cuci tangan dulu " ucap sisil
__ADS_1
" iiihhhhh ...kamu ini melebihi papa Antonio melebihi ibu ibu di pasar juga cerewet nya " jawab Dira kesal
" I don't care hus...hus...cepat kebelakang cuci tangannya dulu ! perintah sisil sambil mengibaskan tangannya
" nyebelin..." ucap Dira kesal
setelah mengatakan itu Dira berdiri dan pergi meninggalkan makanan nya menuju wastafel untuk mencuci tangannya sisil tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dira
karena gadis itu terlihat lucu jika sedang kesal seperti tadi Dira menghentakan kakinya ke lantai saat berjalan dan itu terlihat lucu bagi yang melihatnya
setelah drama cuci tangan selesai akhirnya kedua gadis itu menikmati makanannya sambil berbincang-bincang
" bukannya kamu masih di jepang ? tanya Dira
" tadinya begitu saya khawatir dengan mu di telpon ngga bisa Mulu eh yang di khawatirkan malah asik tidur terus " ledek sisil
" uhuk ..uhuk ..." Dira keselek mendengar ucapan sisil
" OH MY GOOD smartphone ku " ucap Dira sambil menepuk jidatnya sendiri
gadis itu baru menyadari jika smartphone nya hilang lebih tepatnya tertinggal di markas Gaza karena Dira terburu buru ingin kabur alhasil gadis itu melupakan smartphone nya
" ada apa dengan smartphone mu ? tanya sisil
" eeemmmm sepertinya hi...lang " ucap Dira ragu
" apa.... Dira....kamu ceroboh sekali pantas saja saya tidak bisa menghubungi kamu " ucap sisil
" bagaimana ini pasti Thomas juga cemas sama seperti kamu " jawab Dira
" kenapa larinya ke Thomas " tanya sisil lagi
" apa.... Dira...dira ...masalah sebesar ini kamu baru memberitahu kepada ku " tanya sisil dengan kesal
" sisil jangan marah yah ..tadi nya saya akan memberitahukan ini setelah kamu pulang dari jepang " jawab Dira dengan mimik wajah memelas
itu jurus jitu andalan Dira supaya sisil tidak jadi marah dan usahanya berhasil
" hah.... baiklah kau memang saya tidak bisa marah jika sudah seperti ini " ucap sisil
akhirnya sisil hanya bisa meminjamkan smartphone nya kepada Dira untuk menghubungi thomas agar pria itu tidak cemas dan sudah di putuskan besok mereka akan bertemu untuk membahas masalah rekaman
sekarang di kediaman Gaza pria itu sedang berada di ruang keluarga di sana ada marvin dan Riky yang sedang mendengarkan Gaza berbicara
" jadi apa maumu ? tanya Gaza
" tidak ada " jawab Riky
" huh ..." marvin menghela nafasnya mendengar ucapan Riky
" jadi tidak masalah kan jika kaka mu yang bertindak ? tanya Gaza lagi
" biarkan saja ka lagi pula tinggal beberapa bulan lagi saya akan lulus sekolah " jawab Riky santai
" apa kamu yakin " sambung marvin
" plis....ini masalah sepele saya hanya ingin menjalaninya dengan tenang " jawab Riky dengan yakin
" eh ... apa jangan-jangan kamu ada rasa dengan gadis itu makanya ingin melepaskan nya iya kan ?tanya Marvin dengan nada menggoda
__ADS_1
" siapa bilang " jawab Riky dengan cepat
" ayolah mengaku saja lagian gadis itu cantik juga " ledek marvin lagi
Riky menjadi gugup mendengarkan perkataan Marvin pemuda itu sungguh kesal dengan semua pertanyaan
" dia bukan tipe ku " jawab riky lagi
" ah masa kalo begitu seperti apa tipe kamu ? tanya marvin lagi
" yang jelas dia sangat manis dan lucu jika tersenyum membuat siapapun yang melihatnya terpesona dan selalu ingin di sisinya dia juga bersuara merdu " jelas Riky
entah mengapa Gaza membayangkan Dira mendengar perkataan Riky tipe gadisnya karena semua ada di Dira menyadari itu semua Gaza langsung melempar bantal hias ke arah Riky yang ada di sisinya membuat Riky kaget
" ka.... kenapa melempar ke muka ku " protes Riky
" hentikan omong kosong mu tidak ada yang seperti itu " jawab Gaza asal
" ada ka...." jawab Riky tak mau kalah
" tidak ada kalo saya bilang tidak ada ya tidak ada titik " ucap Gaza lagi
" kaka mana tau yang seperti itu yang jelas ada dan dia nyata dia itu penyanyi yang pernah saya sebut namanya dura ..diri ...siapa yah hhhhmmm ah.... Dira fajira " jawab Riky dengan semangat
ucapan Riky membuat marvin menyemprotkan minumannya karena dia sedang minum tadi dan membuatnya tersedak
" uhuk....uhuk ...siapa " tanya marvin untuk memastikan nya
" tidak boleh " sambung Gaza
" hah... kenapa tidak boleh itu namanya normal pria menyukai wanita masa saya harus menyukai sesama sih " jawab Riky bingung
" hahahha..... kalian lucu sekali " potong marvin
marvin hanya bisa tertawa melihat kelakuan Gaza dan Riky ternyata sifat Mereka bisa sama walaupun tanpa hubungan darah
" diam....!!!! teriak Gaza dan Riky bersamaan
marvin langsung diam mendengar ucapan kaka beradik itu tapi tetap saja pria itu tidak bisa menyelesaikan rasa gelinya
" pokoknya kamu tidak boleh mengidolakan Dia " sambung Gaza lagi
" kenapa ? tanya Riky
" kamu masih kecil dan ingat tujuan mu " jawab Gaza dengan tegas
setelah mengatakan itu Gaza pergi dari sana meninggalkan Riky yang merasa aneh dengan jawaban kaka nya sedangkan untuk marvin pria itu langsung tertawa melihat tingkah Gaza
dan untuk Gaza pria itu langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk masuk ke kamarnya setelah sampai di dalam dia langsung mengelus dadanya
" hah..." gaza menghela nafasnya sambil mengelus dadanya
" sial kenapa saya seperti orang bodoh akhir akhir ini untung saja saya cepat pergi " gumam Gaza
marvin senang melihat tingkah Gaza yang seperti tadi dirinya semangkin yakin jika Gaza ada rasa terhadap gadis itu sekarang dia harus membuat strategi agar si kutub utara segera mencari
mengingat semua itu marvin baru sadar dengan keadaan Dira dengan langkah cepat pria itu langsung berlari menuju ruang kerja nya di mana ada banyak komputer di sana
dengan cekatan tangannya mengetik tombol tombol komputer dan marvin mengetahui keberadaan Dira gadis ternyata sudah aman dan membuat marvin tentang
__ADS_1