
saat ini Dira sudah ada di dalam pesawat, gadis itu akhirnya merasa lega karena bisa pergi juga dari Jepang walaupun sebenarnya dia masih ingin berkeliling ke tempat yang indah
tapi mengingat beberapa kejadian yang di alami nya seperti memergoki pembunuhan yang sadis yang di lakukan oleh Gaza dan gadis itu tidak menyangka jika Gaza adalah seorang pembunuh serta kemarin malam yang di lakukan Dirga pada nya membuat Dira tidak betah berlama lama di Jepang
di tambah lagi dengan seorang pria yang sok akrab saat di temuinya di restoran membuat Dira semangkin yakin jika keputusan nya sudah tepat untuk segera kembali ke negaranya
sementara itu Marvin yang sudah berada di tempat Gaza sedang memberikan semua berkas yang tadi hampir saja hilang karena terjatuh saat bertabrakan dengan Dira tadi
" ini.. .kamu harus lihat orang ini " pinta Marvin
Gaza segera mengambil berkas yang di sodorkan Marvin dan mengamati gambar tersebut
" siapa dia ? tanya Gaza
" apa kamu masih mencari teman kecilmu ? apa kamu tidak penasaran kenapa dia menghilang bagai di telan bumi ?
perkataan Marvin membuat Gaza kembali teringat dengan teman masa lalunya itu, padahal dia sudah merelakan jika mereka tidak akan bertemu lagi
" jangan membuatku kesal Marvin cepat to the point kau mau ku kirim ke Afrika ha...!!!
" hehehe .. slow broh...jika saya ke Afrika kamu tidak akan bisa menemukan partner seperti ku ini yang paket komplit " ledek Marvin
mendengar ledekan Marvin Gaza hanya berdecak saja memang dia akui dirinya jika tidak ada Marvin akan sangat kesusahan
" ya...ya...kau Menang puas...." sambung Gaza
" dengarkan aku baik baik , kalo tidak salah kamu pernah bercerita jika kalian membuat janji akan bertemu di taman bunga matahari pada hari Minggu " Marvin sengaja menjeda perkataan nya
" tapi di saat hari itu tiba teman mu tidak pernah datang meskipun kamu menunggu nya seharian bahkan sampai kamu hampir kehilangan nyawa apa kamu ingat sekarang ?
" kau benar dia telah merubah hidupku hingga jadi seperti ini " jawab Gaza
" apa kamu tidak penasaran kenapa dia tidak datang bahkan dia menghilang bagai
di telan bumi "
" entahlah Marvin saya sudah merelakan nya jadi tidak terlalu memikirkannya lagi "
__ADS_1
" jika saya menemukan setitik harapan itu apa kamu akan mencari lagi " tanya Marvin
" apa kamu menemukan nya ? Gaza berbalik tanya
" belum tapi saya yakin hilang nya teman mu ada hubungan nya dengan orang yang ada di gambar itu " jelas Marvin
" maksudmu dia membawa pergi begitu " tanya Gaza lagi
" bukan begitu ternyata di hari yang sama saat kau menunggunya seharian terjadi kecelakaan yang menewaskan penumpang nya dan yang lebih mengejutkan lagi mobil itu mengarah ke tempat di mana kau berada "
mendengar penjelasan Marvin seketika kaki Gaza terasa lemas hampir saja dia terjatuh jika Marvin tidak langsung menangkapnya
" apa kamu baik baik saja " tanya Marvin
Gaza tidak perduli dengan perkataan Marvin pria itu malah berdiri lagi dan berjalan dengan tegak mengambil kertas yang ada gambar seorang pria paruh baya tadi
" dia kan di balik kecelakaan mobil itu " tanya Gaza
mendengar perkataan Gaza Marvin hanya mengangguk tanda setuju
" dengarkan saya dulu setelah saya telusuri yang meninggal itu bukan teman mu melainkan ibu dari teman mu itu dan yang lebih mencengangkan lagi ternyata dia melakukan semua ini karena dendam di masa lalu " terang Marvin panjang lebar
" jadi ada kemungkinan dia masih hidup " sambung Gaza lagi
" iya mungkin saja tapi dengan identitas baru karena merasa terancam mungkin itulah mengapa kamu tidak pernah menemukan nya karena semua identitasnya baru dan kamu hanya mengandalkan sebuah kalung saja " jawab Marvin
" kau benar jadi mulai sekarang aku harus mencari lagi keberadaan nya di mulai dari orang itu Marvin kau cari tau lagi Asal usul nya secara rinci dan dendam apa yang dia miliki hingga berbuat seperti itu oiya satu lagi ada di mana dia sekarang " perintah Gaza dengan panjang lebar
" kalo masalah tinggal kau tenang aja karena Dewi Fortuna memihak pada kita sekarang dia berada di negara yang sama dengan kita itu lebih mudah untuk ku membongkar semua rahasia nya "
mendengar penjelasan Marvin gaza jadi puas dia juga sedikit lega dan ada perasaan senang karena dia akan bertemu dengan teman nya yang sudah lama dia cari cari tapi pandangan nya teralihkan oleh ikat rambut yang tergeletak di meja samping tas Marvin
dengan perlahan Gaza mengambil ikat rambut itu untuk memastikan nya dia mulai mengamati ikat rambut itu dan tidak salah lagi itu adalah milik Dira karena Gaza pernah melihatnya di kamar hotel Dira di saat dirinya masuk ke kamar gadis itu
" dari mana kamu mendapatkan nya " tanya Gaza Sabil menunjukan ikat rambut itu
" owh ..itu milik Dira " jawab Marvin santai
__ADS_1
karena memang itu punya dira kan mereka sempat berkenalan tadi di bandara saat Marvin ingin mengambil ikat rambut itu tangan Gaza langsung menghindar agar Marvin tidak bisa mengambilnya
" Dira....? tanya Gaza dengan wajah setenang mungkin
sebenarnya ada perasaan kurang suka saat Marvin menyebut nama Dira tapi Gaza masih bingung menyikapinya alhasil dia hanya bersikap biasa saja
" iya kami berkenalan saat di bandara tadi pagi " jawab Marvin dia tidak tau jika Gaza mulai kesal dengan jawaban nya
" bandara...? tanya Gaza lagi
" iya saya tadi terburu buru agar cepat sampai menemuimu dia juga terburu buru sepertinya mau balik ke negaranya karena saya mendengar arah penerbangan nya eh....kenapa saya harus menerangkan nya padamu "
Marvin baru sadar dengan ucapan nya dia langsung menoleh ke Gaza karena tadi dirinya sedang merapihkan bajunya ke dalam lemari pakaian
sementara Gaza yang melihat Marvin mulai curiga langsung bersikap setenang mungkin karena sekarang Marvin mulai mendekatinya untuk bicara lagi padanya dan tangan Marvin mulai menempel pada dahi Gaza untuk memastikan sesuatu sambil berkata
" tidak panas..." ledek nya
mendengar perkataan Marvin tangan Gaza langsung menangkis tangan Marvin yang sedang memegang dahinya
" tentu saja tidak...saya kan sehat " jawab Gaza dengan nada kesal
" hahaha....kamu lucu sekali kalo lagi salting sejak kapan seorang Gaza Stefano Kepo dengan wanita ayo jujur kamu kenal kan dengan Dira " ledek Marvin lagi
mendengar ledekan Marvin Gaza langsung menonyor kepala Marvin dan langsung berdiri meninggalkan Marvin sendiri
" hahaha....hey ..mau kemana jangan pergi ayolah saya bisa kasih info lagi nih Gaza....!!!!
Marvin terus berteriak memanggil nama Gaza tapi pria itu tidak peduli dengan ocehan teman nya Gaza malah masuk ke dalam kamar nya dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang
perlahan tangan Gaza memegang dada kirinya di mana jantung nya berdetak kencang saat mendengar nama Dira sedangkan tangan satu lagi masih memegang ikat rambut Dira
pikiran Gaza melayang jauh dia teringat perkataan dokter tadi jika dirinya terkena penyakit asmara Gaza sempat tidak percaya tapi keterangan dokter tadi semuanya benar dengan apa yang Gaza rasakan
setidaknya sekarang Gaza tau jika Dira sudah kembali ke negaranya dia juga tidak akan berinteraksi dengan Dirga lagi yang tak lain bos nya yang paling berkuasa
ada perasaan lega jika mengingat semua itu tapi sekarang Gaza mulai ragu dengan pekerjaan nya yang seorang pembunuh entahlah sampai kapan dia akan seperti ini menunggu tugas terakhir dari bos besarnya terasa sangat lama sekarang
__ADS_1