
Gaza sedang meracik ramuan di laboratorium nya sesuai permintaan big bosnya dan tempat itu terpisah dengan kediamannya
Gaza terlalu fokus hingga tidak memperdulikan kedatangan seseorang
Dirga jalan perlahan menghampiri Gaza yang masih meracik ramuannya sungguh pria itu senang dengan kerja keras anak didiknya yang satu ini
" bagaimana ? tanya Dirga to the point
" sedikit lagi " jawab Gaza tenang
mendengar penjelasan Gaza Dirga tersenyum dia lalu menyenderkan badannya ke tembok dan tangannya bersedekap sambil mengamati Gaza
" aku ingin malam ini kamu sudah berangkat " perintah Dirga
" besok " jawab Gaza singkat
mendengar jawaban Gaza Dirga hanya terdiam dan mendekati Gaza untuk melihat pekerjaan nya
" apa efek dari racun itu ? tanya Dirga penasaran
" dia akan merasakan kesakitan yang teramat sangat sampai otak nya tidak berfungsi tulang nya terasa remuk redam serta jantung nya seperti di remas-remas tapi dia tidak bisa mati " Gaza mengeluarkan semiriknya setelah mengatakan itu
" wow.... amazing " ucap Dirga dengan takjub
" kau memang kebanggaan ku " ucap Dirga lagi
Dirga mengambil sampel darah yang masih tersisa dan menaruhnya di kotak hitam lagi
" apa kamu membuat penawarnya ? tanya Dirga
Gaza hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Dirga
" berikan padaku " perintah Dirga
Gaza memberikan apa yang di suruh big bosnya pemuda itu sebenarnya penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi
" apa kamu yakin akan melakukan nya ? tanya Gaza
" sure..." jawab Dirga singkat
" setelah aku berhasil melakukan misi ini apa yang akan kamu lakukan terhadap wanita yang kau jodoh kan ? tanya Gaza lagi
" tentu saja membuatnya menjadi miliku " jawab Dirga singkat
" apa kamu akan berhenti bermain ? Gaza masih bertanya pada Dirga
" come on... untuk apa kamu bertanya jika sudah tau jawabannya " jawab Dirga sambil mengejek
Gaza mengepalkan tangannya mendengar perkataan Dirga dia sungguh marah karena itu artinya Dirga akan terus mengganggu Dira walaupun dia sudah menikah nanti
maklum saja Gaza belum tau jika Dira nya adalah calon istri bosnya jadi pemuda itu tidak suka jika bosnya selalu mengganggu wanitanya
Dirga menyadari keanehan Gaza dan pria itu langsung mengeluarkan kata-kata yang membuat Gaza sedikit lega
" tapi... sepertinya saya mulai ragu " ucap Dirga
__ADS_1
Gaza menghentikan aktivitasnya dia berbalik menghadap big bosnya karena ingin tau lebih dalam lagi dari ucapan Dirga
" maksudnya ? tanya Gaza
" huh..." Dirga menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataan nya
" awalnya aku ingin menghukumnya karena selalu menolak ku " Dirga menjeda perkataan nya
" membuatnya menderita berada di sisiku yang selalu bermain dengan banyak wanita tapi setelah aku bertemu dengannya aku jadi goyah " ucap Dirga panjang lebar
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Dirga dia merasa geli dengan jawaban bos nya
" apa seorang Dirgantara putra sudah
mulai insyaf " ledek Gaza
" sialan kamu " jawab Dirga kesal
Mereka tertawa setelah saling berbicara sebenarnya Gaza dan Dirga cukup dekat jika sedang berdua saja seperti sekarang
di sela sela tawa mereka Dirga berhenti dan memberikan saran pada Gaza
" kamu harus mencobanya ? tanya Dirga
Gaza masih terdiam mendengar perkataan Dirga Karena dia masih belum tau maksud dari ucapan Dirga
" mencoba berdekatan dengan wanita bila perlu melakukan permainan dengannya saya jamin kamu akan ketagihan " ucap Dirga panjang lebar
dan Dirga tertawa puas setelah mengatakan semua itu sedangkan Gaza hanya geleng-geleng kepala nya sambil tersenyum tipis
Gaza langsung bersikap seperti biasa sebelum big bosnya menyadari semua tingkah laku nya bisa bahaya jika Dirga menyadarinya
" oiya aku menyuruh Mery untuk membantu kalian di sana perlakuan dia dengan baik kalian harus mendengar kan perkataan nya karena dia wakilku " ucap Dirga panjang lebar
" kau takut rencananya gagal " tanya Gaza
" untuk memastikan kalian bekerjasama atau bertengkar " jawab Gaza
" percayalah felix tidak akan sanggup " jawab Gaza percaya diri
" buktikan...ingat misi ini tidak boleh gagal jika kalian gagal percayalah kalian akan mendapatkan hukuman berat kau juga termasuk " ucap Dirga sambil menepuk pundak Gaza
setelah mengatakan semuanya Dirga pergi meninggalkan Gaza sendiri karena semua perkataan yang ingin di sampaikan sudah selesai dan Gaza harus bersiap karena malam ini akan menemani marvin makan malam dengan tuan Diego smith
sebenarnya Gaza malas tapi Marvin terus membujuknya agar ikut dia ingin bersenang-senang sebelum menjalankan misi penting ini bersama Gaza
di tempat Dira berada gadis itu sedang menerima panggilan dari Thomas karena pria itu merasa khawatir dengan keadaan Dira
" bolehkah saya menyusul ? tanya Thomas
" jangan....!!!! teriak Dira reflek
" baiklah jika tidak boleh " jawab Thomas lemas
mendengar nada suara Thomas yang kecewa Dira tidak enak dengan pemuda itu dan Dira segera mencari alasan agar Thomas tidak curiga
__ADS_1
" mmmm bukan begitu di sini jauh dari kota semuanya serba jalan kaki nanti kamu jadi lelah bantu doa saja agar semuanya baik-baik saja " ucap Dira panjang lebar
" kamu tidak perlu khawatir Dira saya suka berjalan ko itu kan sehat " jawab Thomas
mendengar perkataan Thomas Dira bertambah bingung harus berkata apa gadis itu segera mencari alasan lain dan berdoa semoga berhasil
" kamu tenang saja seminggu lagi saya ke ibu kota saya juga tidak bisa berlama-lama di sini " ucap Dira
" benarkah " Thomas sangat antusias dengan jawaban Dira
" iya...bolehkah saya minta tolong Thomas ? tanya Dira
" tentu saja katakanlah " jawab Thomas
" tolong Carikan saya manajer yang berpengalaman setibanya saya di ibu kota " perintah Dira
" itu masalah gampang Dira tapi kalo boleh tau kenapa sisil di ganti ? tanya Thomas
" kami baik baik saja hanya sisil ada pekerjaan yang lebih penting dari pada menjadi manajer ku dan itu semua atas permintaan ku sendiri " jawab Dira
" baiklah jika begitu akan ku carikan manajer nomer satu di ibu kota " ucap Thomas
" terimakasih Thomas sungguh saya sangat berterimakasih atas semua bantuannya " ucap Dira dengan tulus
" sebagai imbalannya cepatlah kembali itu saja sudah membuatku senang " jawab Thomas dengan tulus
Dira sungguh tersentuh dengan ucapan Thomas jika saja bukan Dirga atau Gaza yang di hadapi Dira pasti gadis itu sudah menjadikan Thomas pasangan hidupnya
" saya akan membawamu ke tempat yang paling kamu sukai " ucap Dira
" saya tunggu janjimu dan kamu tidak boleh mengingkarinya " jawab thomas
" hhhmmm thomas sepertinya kita harus mengakhiri pembicaraan ini karena dokter sebentar lagi datang " ucap Dira
" baiklah jaga kesehatan kamu juga " jawab Thomas
mereka mengakhiri pembicaraannya thomas senang dengan obrolannya kali ini dia merasa selangkah lagi lebih dekat dengan Dira dia sungguh akan pergunakan waktu sebaik mungkin agar Dira selalu dekat dengan Nya
tak lama dokter yang di bicarakan Dira datang untuk memeriksa keadaan papa nya
" dokter bagaiman keadaan papa ku ? tanya Dira
" sejauh ini sudah lebih baik nona kita tunggu saja tuan antonie sadar " jawab dokter itu
" dokter saya berencana membawanya ke rumah biar di rawat di kediaman kami saja apakah boleh ? tanya Dira
" hhhmmm kita liat hasil pemeriksaan nya nona jika memungkinkan maka kami ijinkan nona membawanya dengan syarat atas anjuran dokter serta di sana juga harus steril nona " ucap dokter panjang lebar
" iya dokter akan saya lakukan semaksimal mungkin kira kira kapan hasilnya akan keluar dokter ? tanya Dira lagi
" dua jam lagi nona " jawab dokter
Dira mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan dokter setelah semuanya selesai dokter itu keluar untuk memeriksa hasilnya dan dua jam lagi akan memberikan hasil itu pada pada Dira
Dira berdoa semoga keinginannya terkabul di mana dia ingin membawa papanya ke rumah agar lebih aman karena kediamannya adalah tempat teraman baginya di mana rumah itu banyak perangkap bagi orang yang ingin berbuat jahat pada keluarga kecil nya
__ADS_1