
sejak tadi Gaza selalu memandangi wajah Dira yang tertidur di samping nya dan untuk pertama kalinya pemuda itu tersenyum lebar ketika mengingat kejadian semalam
" Marvin benar saya sangat menyukainya " gumam Gaza
sungguh Gaza tidak menyangka jika semalam dirinya dan Dira melakukan itu bahkan mereka melupakan semua kejadian yang terjadi entah setan apa yang merasuki mereka yang jelas Gaza tidak membiarkan Dira istirahat
padahal Dira sudah berulangkali memintanya berhenti tapi Gaza tidak menghiraukannya pria itu terus mengajak Dira bermain maklum saja pria itu baru merasakan indahnya surga dunia dan di lakukan dengan orang yang paling di inginkan alhasil Gaza melakukan nya berulangkali
Gaza tidak akan pernah melupakan peristiwa itu di saat Gaza masih mengingat kejadian semalam dia merasakan adanya pergerakan dari Dira
dengan cepat Gaza langsung memeluknya dan memberikan tepukan di pundak agar gadis itu tertidur lagi dan seperti keinginannya Dira kembali tidur di pelukan Gaza
melihat Dira kembali tidur Gaza langsung mengambil smartphone nya yang ada di samping mejanya pria itu langsung menghubungi seseorang
panggilan pun tersambung hingga terdengar suara dari seberang sana
" kamu di mana ? tanya Marvin
Gaza diam saja mendengar perkataan Marvin membuat pemuda itu marah
" Gaza jangan membuat ku takut katakan kamu di mana ? tanya Marvin lagi dengan cemas
" bilang pada mereka kami akan langsung ke rumah big bos jadi jangan menunggu ku " jawab Gaza santai
" jangan aneh-aneh saya akan menunggumu kita akan ke sana bersama " jawab Marvin kesal
" Marvin percaya padaku semua akan berjalan sesuai rencana kamu ikuti saja perkataan ku " perintah Gaza
setelah mengatakan itu Gaza langsung mematikan sambungan teleponnya dia tidak perduli jika Marvin sedang kesal Gaza juga tidak menyadari jika Dira terbangun akibat suaranya dan mendengar perkataan nya tadi
" kamu akan tetap membawa ku padanya ? tanya Dira dengan pelan
Gaza kaget dengan suara Dira dia langsung menengok ke gadis itu dan melihat ada kekecewaan di raut wajahnya
" kamu hanya milikku tidak ada yang lain " ucap Gaza tenang
dia juga mengecup kening Dira dengan lembut membuat gadis itu merasa tenang untuk sesaat
" kenapa kamu tetap membawa ku kesana ? ucap Dira lagi
" untuk sementara kita harus mengikuti nya tunggulah sebentar lagi aku berjanji akan membawa mu pergi setelah semuanya
beres " ucap Gaza dengan tenang
" janji " ucap Dira sambil menyodorkan jari kelingkingnya
Gaza langsung memeluk Dira agar gadis itu tenang sungguh Dira tidak menyangka jika dirinya terjebak oleh cinta gila nya seorang Gaza pembunuh berdarah dingin yang tidak pandang bulu terhadap korban nya
" apa aku sudah gila bisa bersama mu
seperti ini " gumam Dira
Gaza masih bisa mendengar perkataan Dira karena jarak mereka yang sangat dekat dan pria itu tersenyum mendengarnya
" saya pikir saya yang gila di sini ternyata
kita sama " ledek Gaza
__ADS_1
mendengar perkataan Gaza gadis itu langsung mencubit lengan nya membuat Gaza sedikit meringis tapi dia senang melihat Dira seperti itu
" kamu terlihat berbeda jika tersenyum " ucap Dira pelan
" benarkah apa saya terlihat semangkin tampan " ledek Gaza lagi
" iisshhh narsis sekali " jawab Dira geli
" kalo begitu saya tidak akan tersenyum lagi " ucap Gaza dengan nada ngambek
Dira geli melihat tingkah Gaza yang seperti itu ternyata di balik sikapnya yang dingin masih ada kehangatan setidaknya itu yang di rasakan Dira
gadis itu ingin memberikan kecupan di pipi Gaza agar pria itu senang
Gaza yang menyadari dengan tindakan Dira langsung memalingkan wajahnya supaya tidak mengenai pipi tapi bibirnya tentu saja itu membuatnya Dira kaget
Gaza tidak melepaskan kesempatannya pria itu langsung memberikan ciuman yang panjang membuat Dira kelabakan melihat Dira yang kehabisan nafasnya Gaza berhenti sejenak
" hah...hah... kamu menyebalkan " ucap Dira kesal
" kamu yang memulai nya saya hanya melanjutkan saja " jawab Gaza sambil tersenyum
sungguh pemandangan yang indah bagi Dira melihat Gaza selalu tersenyum di depannya dia seakan terhipnotis olehnya tanpa menunggu lama Gaza melanjutkan ciumannya lagi permainan yang semalam akhirnya di lakukan lagi kali ini di pagi hari lebih tepatnya pagi menjelang siang
Mery kesal mendengar perintah Marvin jika dia dan yang lain tidak usah menunggu Gaza karena pria itu akan langsung membawa Dira ke big bos sendiri
di sini usaha Mery sia sia untuk lebih dekat lagi dengan Gaza padahal ini kesempatan yang bagus untuk nya menjalankan rencana nya yang selama ini di susun rapih
sekarang Dira sedang kesal dengan Gaza pria itu membuat nya lelah karena perbuatannya di tambah Gaza malah sudah pergi lebih dulu untuk mandi sungguh pria yang tidak romantis sama sekali
" dia buas sekali tapi dia sangat mempesona " ucap Dira senang
gadis itu senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi tak lama dia menepuk-nepuk pipinya agar sadar
" apa yang kamu pikirkan Dira sadar Sadar " ucap Dira kesal sendiri
gadis itu segera bangun karena harus mencari Gaza sedangkan waktu terus berjalan dirinya tidak ingin terlambat untuk menjalankan rencananya bersama Gaza dengan perlahan Dira melangkahkan kakinya keluar
" ternyata jika di siang hari tempat ini tidak menyeramkan " gumam Dira
setelah lumayan jauh dia berjalan akhirnya Dira melihat Gaza sedang berbicara dengan Romi anak buahnya yang semalam
menyadari kedatangan wanitanya Gaza langsung menghampiri Dira dengan senyum yang menawan
anggap seperti ini saat Gaza tersenyum melihat Dira yah
Dira sungguh terpesona dengan pria yang ada di depannya dia hanya bisa bengong melihat Gaza yang semangkin tampan dengan senyumnya
" kenapa tidak menungguku ? tanya Gaza
" ah ..oh saya bosan iya bosan " jawab Dira gugup
Gaza langsung membopong Dira membuat gadis itu kaget dengan tindakan nya
" apa yang kamu lakukan " ucap Dira cepat
__ADS_1
" membawa wanitaku masuk " jawab Gaza tenang
" tapi tidak begini " ucap Dira pelan
" i don't care " jawab Gaza lagi
" menyebalkan " ucap Dira kesal
Dira juga memukul dada Gaza membuat pria itu meringis untuk sesaat
" apa kamu mau aku menjatuhkan nya " ucap Gaza
pria itu juga bertindak jail seolah-olah ingin menjatuhkan Dira kebawah membuat gadis itu kaget
" ah .. jangan " teriak Dira
gadis itu langsung memegangi leher Gaza dengan erat Karena takut jatuh membuat pria itu tersenyum kembali sungguh Dira merasa senang setidaknya untuk sekarang
" duduk lah kita makan dulu lalu melanjutkan perjalanan " ucap Gaza tenang
Dira mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza padahal dia sedang gelisah karena dia tidak tau apa yang akan dilakukan nanti setelah bertemu Dirga alhasil Dira masih berdiri
bisakah dia bersikap biasa saja nanti
Gaza langsung menenangkan Dira dengan memegang tangan nya karena dia tau jika wanitanya sedang gelisah
" tenang lah semuanya akan baik-baik saja " ucap Gaza
" tunggu lah sebentar lagi maukah kamu menunggu ? tanya Gaza
Dira mengangguk kan kepalanya lagi mendengar perkataan Gaza
" kamu adalah wanita yang paling ku inginkan kamu juga wanita pertama yang membuat ku gila jadi jangan campakkan aku karena aku akan mengejar mu sampai ke ujung dunia sekalipun " ucap Gaza dengan tenang
Dira menangis haru mendengar perkataan Gaza karena dirinya merasa di istimewa kan oleh nya sungguh Dira tidak menyangka seorang Gaza berbicara seperti itu padanya
Dira langsung memeluk Gaza dengan erat membuat pria itu kaget tapi dia senang mendengar perkataan Dira di dalam pelukannya
" terimakasih untuk semuanya " ucap Dira
" sebenarnya ada seseorang yang memberi tahu ku apa yang paling ku inginkan jangan sampai menyesal di kemudian hari " jawab Gaza
" sepertinya saya harus bertemu dengan nya dan memberikan " ucapan Dira terputus Karena Gaza langsung memotong pembicaraan nya
" tidak boleh ...hanya saya yang berhak melakukan ini " ucap Gaza kesal
Dira jadi bingung dengan perkataan Gaza dia mendongakkan kepalanya untuk bertanya
" maksudnya ? tanya Dira
" kamu akan memberikan pelukan seperti ini kan padanya jangan harap hanya saya yang berhak melakukan itu " jawab Gaza sambil mempraktekkan gerakan nya
Dira hanya berdecak melihat tingkah pria nya yang terlihat menggemaskan dia hanya bisa tertawa membuat Gaza semangkin kesal padahal yang ingin di ucapkan Dira dia akan memberikan bantuannya suatu saat nanti jika orang itu membutuhkan pertolongan nya
akhir nya Dira hanya bisa menuruti perkataan Gaza agar pria itu tidak marah lagi dan mereka melanjutkan makan nya yang tertunda karena harus melanjutkan perjalanan nya lagi
tapi yang pasti Dira mulai tenang dia yakin bisa melakukan perannya nanti di saat bertemu Dirga dan berharap hubungan nya tidak di ketahui oleh yang lain dulu karena Dira belum siap untuk saat ini
__ADS_1