
Dira sudah tenang dia tidak histeris lagi tapi Gaza masih mendekapnya dengan erat Gaza juga menepuk-nepuk pundak Dira dengan lembut agar wanitanya nyaman
" maaf..." ucap Gaza pelan
Dira langsung melihat Gaza karena mendengar perkataan maaf darinya pemuda itu langsung mengelus pipi Dira dengan pelan
" bicaralah jangan diam saja saya lebih senang saat kamu memarahiku " ucap Gaza lagi
Dira langsung melepaskan pelukannya mendengar perkataan Gaza membuat pria itu mau tidak mau harus melepaskan dekapannya
" ada apa ? tanya Gaza
" ada di mana kita sekarang ? Dira balik bertanya
" tempat paling aman " jawab Gaza tenang
mendengar perkataan Gaza Dira langsung beranjak dari tempat tidur nya dia berjalan menuju jendela untuk melihat keluar
Dan dia mendengar suara ombak yang lumayan keras
ternyata rumah ini berada di pesisir pantai dan tempat ini bukan rumah melainkan seperti vila yang di kelilingi oleh lautan
" apakah kita di tengah laut ? tanya Dira penasaran
Gaza tersenyum mendengar perkataan Dira Dia berjalan ke arah Dira setelah dekat Gaza melingkarkan tangannya ke pinggang Dira dari belakang serta kepalanya menyender di bahunya
" suka tidak ? tanya Gaza
Dira hanya mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza dan tersenyum dia sejenak melupakan kejadian malamnya bersama Dirga
Gaza senang mendengarnya dia juga tersenyum tipis Dira membiarkan Gaza melakukan apa yang dia inginkan seperti menciumi rambut nya tapi lama-lama Dira tidak nyaman karena Gaza mengingatkan akan trauma nya
Gaza yang menyadari bahwa Dira tidak nyaman langsung menghentikan aksinya dia sempat hilang kendali saat menciumi leher Dira bahkan dirinya sempat memberikan tanda kepemilikan nya di sana
" maaf... " ucap Gaza
setelah mengatakan itu Gaza langsung pergi meninggalkan Dira sendiri agar dirinya tidak kebablasan Gaza harus mandi bila perlu mandi di laut
melihat Gaza pergi Dira langsung menjatuhkan badannya ke lantai air matanya keluar begitu saja dia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa sekarang hanya bisa menangis
" mana Dira yang dulu , kamu kuat Dira kamu pernah mengalami lebih dari ini jadi ayo bangun " ucap Dira menyemangati diri sendiri sambil mengusap air matanya
Dira langsung berlari untuk mengejar Gaza dia merasa bersalah padanya Karena membuat semuanya salah Gaza padahal ini bukan perbuatannya kenapa Gaza yang harus menanggungnya
" Gaza...!!! teriak Dira
Dira masih mencari keberadaan Gaza di sekitar rumahnya tapi tidak terlihat batang hidungnya sedikitpun tapi Dira tidak menyerah dia terus berlari untuk mencari Nya
" di mana dia " ucap Dira gelisah
ternyata Gaza pergi ke laut dia berjalan menyusuri pantai dan melihat penduduk sekitar yang sedang membetulkan perahunya
dia berdiri mematung sambil melihat ke laut suara ombak yang berderu membuat suasana hatinya tenang kembali
" aden baru kelihatan ? tanya penduduk sekitar yang tak sengaja melihatnya
" iya pak , bagaimana hasil tangkapannya ? ucap Gaza
" lumayan den walaupun tidak seperti biasanya maklum saja ikan nya masih kecil-kecil jadi kami harus menunggunya beberapa bulan lagi "
__ADS_1
" kali ini aden kesini sendiri atau mengajak seseorang ? tanya orang itu
" saya mengajak istriku " jawab Gaza tenang
Gaza harus berbohong karena tidak enak dengan penduduk setempat tapi perkataan nya tidak berbohong karena Gaza sudah bertekad akan menjadikan Dira isterinya
" owh...pantesan tadi saya melihat wanita cantik keluar dari tempat aden sepertinya dia sedang mencari aden "
" terimakasih pak informasi nya saya pergi
dulu " jawab Gaza
Gaza kaget dengan informasi nya dengan cepat dia langsung pergi menyusul Dira karena khawatir Dira tersesat
Dira terus mencari Gaza dia tidak perduli dengan kakinya yang tidak memakai alas kaki sampai tiba di sebuah tebing tinggi dimana di bawahnya langsung air laut yang dalam
Dira berjalan dengan perlahan hingga sampai di ujung tebing angin laut menghempaskan beberapa rambutnya serta baju Dira juga berterbangan akibat terpaan angin laut
pandangan nya lurus ke bawah dia melihat beberapa kali ombak menerjang batu karang sungguh terlihat sangat indah
" apa baik - baik saja jika mandi langsung melompat dari sini " gumam Dira
Gaza akhirnya menemukan Dira dia panik melihat wanitanya seperti akan melompat dari tebing dengan langkah kaki yang panjang Gaza berlari dan mendekapnya dari belakang
" Gaza " ucap Dira kaget
dia langsung tau jika orang itu Gaza karena siapa lagi yang berani melakukannya selain dia
" ajak aku jika ingin melompat ke bawah " ucap Gaza tegas
" siapa yang mau melompat " ucap Dira sambil tersenyum
" saya mencari kamu saya pikir kamu ada
di sana " ucap Dira sambil jari telunjuknya mengarah kebawah tebing
Gaza langsung mencium bibir Dira dengan lembut setelah mendengar penjelasan nya sungguh pria itu bisa gila jika Dira benar melompat
Dira kaget menerima ciuman dari Gaza karena sangat cepat hampir saja dirinya mendorong tubuh Gaza tapi Dira berusaha melawan rasa takutnya alhasil dia membalas ciuman Gaza sambil meremas bajunya
" hah ...hah ... setelah bertahun-tahun kamu membuatku merasakan takut lagi " ucap Gaza di tengah ciumannya
Dira masih terdiam mendengar perkataan Gaza karena dirinya tidak tau apa yang harus dilakukan melihat Dira bingung Gaza langsung membopong Dira membuat gadis itu kaget
" aaahhhh....apa yang kamu lakukan " ucap Dira panik
" membawa mu pulang " jawab Gaza singkat
" jangan seperti ini ,cepat turunkan saya " perintah Dira cepat
" tidak mau " jawab Gaza tegas
" hey malu dilihat orang lagipula saya itu sangat berat " ucap Dira panik
" biarkan mereka liat dan kamu tidak berat sama sekali " jawab Gaza santai
Gaza terus berjalan sambil membopong Dira dia tidak perduli dengan penduduk sekitar yang melihatnya membuat Dira harus memalingkan wajahnya di dada Gaza karena dia tidak mau menunjukkan wajahnya
" aden isterinya kenapa ? tanya orang yang tadi berbicara dengan nya
__ADS_1
" tidak papa cuma ngambek saja " jawab Gaza santai
Dira yang mendengar nya hanya bisa memukul dada Gaza membuat yang melihatnya tertawa
" aden ini senang sekali menggoda isterinya " ucap orang itu sambil tersenyum
" mari pa bu saya pulang dulu " ucap Gaza sopan
" mari mari " jawab Mereka
Dira langsung mencubit perut Gaza membuat pria itu meringis tapi tidak juga menurunkan Dira
" siapa yang mau jadi istrimu ? tanya Dira meledek
" siapa lagi , wanita yang sedang ku gendong pastinya " jawab Gaza
Dira tersenyum mendengar jawaban Gaza
" sejak kapan kamu jadi seperti ini , manis sekali " ledek Dira lagi
" sejak Matahari ku hampir hancur " jawab Gaza tegas
Dira terdiam dengan jawaban Gaza dia masih belum mencerna perkataan nya sampai dia tidak sadar jika sudah sampai di kamarnya
Gaza yang menyadari itu langsung meletakkan Dira di kasur dan dia duduk di sampingnya sambil tangannya memegang pipi Dira
" kamu adalah Matahari ku jadi jangan tinggalkan aku karena Matahari akan benar-benar hancur " ucap Gaza panjang lebar
Dira merasa Dejavu dengan perkataan Gaza karena dia seperti melihat ayahnya yang berbicara
" jangan menyesal dengan perkataan mu karena saya akan membuatmu kesusahan dengan semua keinginanku " jawab Dira pelan
" tidak akan saya janji " ucap Gaza yakin
Dira menangis haru mendengar jawaban Gaza dia juga langsung memeluknya dan Gaza senang dengan sikap Dira yang seperti itu dia membalas pelukan Dira
" cepat ganti pakaian kamu saya akan mengajakmu keliling desa ini " ajak Gaza
Dira mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza dia melihat Gaza keluar kamarnya dan Dira langsung berlari untuk mengganti pakaian setelah selesai dia segera keluar
" di mana dia " ucap Dira
dia mencari Gaza kembali dan melihat jika Gaza sedang mengutak-atik motornya Karena kali ini Mereka akan menggunakan motor untuk jalan jalan
" Gaza... " panggil Dira
Gaza langsung menengok ke arah Dira membuat wanita itu terpesona untuk ke sekian kalinya karena Gaza terlihat seperti anak motor
seperti ini saat Gaza melihat kearah Dira
" bagaimana ? tanya Gaza
" bagus sangat cocok dengan mu " jawab Dira tegas
" ayo naik " ajak Gaza
Dira mengangguk dia langsung naik di belakang nya dan Gaza membawa Dira dengan motor nya kali ini karena dia ingin membuat suasana yang berbeda
__ADS_1
mereka berdua menghabiskan waktunya dengan baik untuk sekarang Gaza tidak memikirkan masalah yang sedang terjadi karena dia ingin membuat Dira kembali seperti dulu Dira yang ceria dan pemberani