
Marvin sedang melampiaskan kekesalannya dengan memukuli samsak tinju boxing dengan semangat karena dia membayangkan Gaza lah yang di pukul nya
" rasakan.... rasakan...hah ...hah ....kau pikir saya tidak bisa berbuat seperti ini heh... " Marvin berhenti sejenak untuk mengambil nafas nya
" dasar beruang kutub kutub Utara Korea Utara liat saja saya akan memperlakukan mu lebih dari ini " sambung Marvin lagi sambil memukuli samsak nya
" ayo kita mulai ? ajak seseorang yang baru saja masuk
Marvin menolehkan kepalanya mendengar ada yang mengajaknya berduel siapa lagi jika bukan Gaza
Marvin mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Gaza dia tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan itu kapan lagi dirinya akan memukul Gaza coba
melihat semiriknya Marvin Gaza juga melakukan hal yang sama kemudian keduanya bersiap untuk saling menyerang dan terjadilah aksi pertarungan antara keduanya
mereka sama sama menunjukan skill bela dirinya entah berapa lama mereka melakukan itu yang jelas keduanya blm menunjukan rasa lelah dan masih bersemangat hitung hitung melatih kemanapun bela diri masing-masing
" hanya ini kemampuan mu Marvin " ledek Gaza
" hah....hah...jangan senang dulu huh ..huh...ini semua karena saya sudah lelah dari tadi memukul itu " jawab Marvin dengan nafas ngos-ngosan
" alasan saja ayo lanjut lagi " ucap Gaza tegas
" sialan kamu " ucap Marvin menjeda ucapannya
marvin bersiap akan memukul Gaza tapi dia tidak jadi malah menjatuhkan badannya ke lantai dan tiduran karena lelah
" Oke saya menyerah puas sekarang " sambung Marvin lagi
Gaza tersenyum mendengar perkataan Marvin kemudian dia berjalan menuju samsak yang dari tadi di pukul Marvin dia memukulnya dengan sekali pukulan dan benda berat itu langsung jatuh ke lantai
Marvin yang melihatnya memberikan kedua jempolnya untuk Gaza sambil tiduran di lantai
" beruang kutub memang yang paling kuat " ledek Marvin
Gaza diam saja mendengar perkataan Marvin sebenarnya Gaza masih teringat dengan ucapan Dira yang menginginkan hubungannya berakhir itulah mengapa dia memukul samsak itu dengan kekuatan penuh
melihat ada yang aneh dari sahabat nya Marvin langsung duduk dan berdiri dia menghampiri Gaza untuk memastikan
" ada apa ? seharusnya saya yang kesal karena di teror teman kecilmu seharian ini " ucap Marvin
" dia ingin berhenti dan mengakhiri semuanya " jawab Gaza dengan nada tegas
Gaza menolehkan kepalanya ke arah Marvin karena pemuda itu hanya diam saja mendengar perkataan nya
" dan saya bersumpah dia tidak akan pernah bisa lepas dari ku Marvin " ucap Gaza lagi dengan sorot mata yang penuh amarah
Marvin akhirnya sadar siapa dia yang di maksud sahabatnya dan memberikan pendapat nya
" Dira pasti punya rencananya sendiri " jawab marvin tenang
" apapun rencananya dia tidak akan pernah bisa lari dari ku Marvin " ucap Gaza dengan tegas
" kita ikuti saja maunya dan lihat apa Dira bisa bertahan dengan perkataan nya lagi pula masalah kamu sedang bertambah " Marvin menjeda ucapannya
__ADS_1
" Sekarang bagaimana kamu menghadapi clara teman kecil mu yang kamu cari selama ini " sambungan Marvin lagi
" itu berbeda clara teman ku dan Dira duniaku jika Clara ingin pergi ya sudah pergi saja tapi tidak dengan Dira dia harus bersama dengan ku " ucap Gaza enteng
" wah ...wah ...sejak kapan si beruang kutub mulai bucin mana yang bilang wanita itu merepotkan akhirnya dia di repotkan " ledek Marvin
" ayo kita harus bersiap untuk makan malam saya sudah tidak sabar melihat ekspresi clara saat kamu menjelaskan pada nya jika dia hanya teman " ledek Marvin lagi
" Marvin kamu ingin mati...!!!! teriak Gaza
Marvin tidak menghiraukan ucapan Gaza dia terus saja berjalan keluar meninggalkan tempat itu dan Gaza hanya bisa kesal terhadap nya
sekarang di tempat Dira mama Dirga sedang pusing dengan anak dan calon menantunya yang masih beradu argument
" Dirga mama rasa ucapan Dira ada benarnya setidaknya berilah dia kesempatan untuk menjelaskan kepada manajemen nya " ucap mama Dirga dengan lembut
" nggak mah Dirga tidak mengijinkan Dira kembali ke dunia entertainment titik " jawab Dirga tegas
Dira diam saja mendengar perkataan Dirga dia tau percuma saja bicara dengannya karena Dirga memiliki sifat yang keras kepala
mama Dirga merasa kasian dengan Dira dia terlihat tertekan dan menyembunyikan banyak masalah
" apa kamu takut jika Dira kembali ke dunia entertainment akan banyak saingannya " ledek mama Dirga
"atau kamu takut ketahuan keburukan mu oleh Dira begitu " sambung mama Dirga
" mana ada mereka tidak pantas bersaing dengan ku lagi pula Dira sudah tau semuanya tentang ku " jawab Dirga enteng
" kalo begitu ijinkan Dira kembali berikan kepercayaan kepadanya seperti Dira yang mempercayai kamu " ucap mama Dirga tenang
melihat putranya kesal mama Dirga menyuruh calon menantunya untuk menyusul Dirga dan berbicara lagi dengan tenang
" pergilah susul dia dan bicarakan lagi mama yakin kali ini dia pasti setuju dengan perkataan mama " ucap mama Dirga
" terimakasih tante sudah membantu Dira bicara dan membela Dira " ucap Dira tulus
" hey apa ini kenapa panggil tante mulai sekarang panggil mama karena Dira juga anak mama mulai sekarang " ucap mama Dirga tenang
" iya mah terimakasih " jawab Dira
mereka saling berpelukan Dira sungguh senang mendapat perhatian seperti itu karena mengingat kan dengan ibunya yang sudah tiada
" Dira pergi dulu mah " ucap Dira
setelah mengatakan itu Dira beranjak dari duduknya untuk menyusul Dirga dan bicara lagi kali ini dia yakin pasti akan mendapatkan ijin sesuai dari ucapan mama Dirga
Dira sudah ada di depan pintu kamar Dirga tapi dia masih berdiri dan terdiam dia masih ragu haruskah dirinya masuk mengingat nantinya hanya ada mereka berdua di dalam
tapi demi rencananya dia harus berani menghadapi apapun tantangannya
" huh..." Dira menghela nafasnya perlahan
" ayo Dira kamu pasti bisa " ucap Dira menyemangati diri sendiri
__ADS_1
dengan perlahan Dira membuka pintu kamar Dirga kakinya melangkah masuk dengan tenang dan dia melihat sekeliling kamarnya ternyata tidak ada Dirga di dalam
" dimana dia bukankah tadi masuk ke sini " ucap Dira pelan
pandangan mata Dira teralihkan dengan foto yang ada di laci sepertinya itu foto zaman dulu saat Dira ingin melihatnya dia di kagetkan dengan suara Dirga
" ada apa ? tanya Dirga tenang
Dira langsung berbalik dan melihat Dirga yang baru keluar dari kamar mandi ternyata pemuda itu sedang di kamar mandi dari tadi pantas saja tidak terlihat di kamarnya
" kenapa kamu pergi ? Dira malah berbalik tanya
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Dira dan dia maju perlahan mendekati nya membuat Dira harus waspada
" menurut kamu bagaimana ? tanya Dirga lagi
" kamu mengijinkan saya kembali ke dunia entertainment " jawab Dira tenang
" dan saya yakin tidak semudah itu kamu menyetujuinya jadi katakan apa syaratnya " sambung Dira lagi
" hahahaha...kamu memang layak menjadi wanita ku bukan hanya menarik perhatian banyak orang tapi juga pintar " ledek Dirga
Dira diam saja mendengar perkataan Dirga sebenarnya dia ingin sekali memukul nya tapi Dira harus bersabar dia tidak mau rencananya berantakan
" bukan kah kamu setuju akan menikah dengan ku jadi buktikan dengan tindakan bukan hanya perkataan " Dirga menjeda ucapannya
" aku ingin kamu malam ini serta setiap kali saya ingin , kamu harus mau tidak ada bantahan sedikitpun apa kamu sanggup " ucap Dirga tegas
Dira syok mendengar perkataan Dirga menginginkannya berarti dia harus menyerahkan semuanya dia takut jika Dirga tau jika dirinya bukan yang pertama
" kenapa diam saja honey bukankah kita akan menikah jadi apa salahnya jika kita melakukan itu lebih cepat " ucap Dirga enteng
Dira hanya bisa melangkah mundur dengan perlahan mendengar perkataan Dirga melihat semua itu Dirga mengeluarkan semiriknya dia terus maju mendekati Dira hingga wanita itu tidak bisa bergerak lagi karena sudah mentok tembok
" jangan seperti ini Dirga ingat di luar masih ada mama " ucap Dira dengan nada gelisah
" kamu semangkin cute jika sedang terpojok honey saya sudah tidak sabar untuk malam ini "
setelah mengatakan itu Dirga langsung meraih pinggang Dira dan tangan satunya meraih leher Dira dengan gerakan cepat Dirga mencium bibir Dira dengan ganas
Dira berusaha mendorong tubuh Dirga tapi apa daya dirinya kalah tenaga dia hanya bisa memukuli dada Dirga
hingga Dira menyadari ada yang aneh dengan dirinya yang tiba-tiba lemas serta pandangan nya mulai buram
Dira terjatuh karena lemas tak berapa lama dirinya pingsan membuat Dirga dengan reflek menangkap dan membawanya ke tempat tidur
" kamu bodoh Dira karena masih saja terkena jebakan ku " ucap Dirga pelan
" jangan harap kamu bisa keluar dari sini ini Karena tempat ini khusus saya buat hanya untuk memenjarakan kamu " sambung Dirga lagi
setelah mengatakan itu Dirga keluar dari kamarnya dan mengetahui jika mama nya sudah tidak ada di rumahnya ini semua berkat campur tangan ayahnya
ternyata di kamar tadi Dirga menelpon ayahnya agar cepat membawa istrinya pulang Kalau tidak Dirga akan membuat perusahaan nya tersandung Maslah
__ADS_1
Dirga juga menyiapkan obat pelemas otot syaraf di saku celananya pantas saja sejak tadi dia menyimpan tangan kanannya di kantong celana dan menggunakannya saat dirinya memegang leher Dira
dia menaburkan obat itu saat dirinya mencium Dira dengan ganas karena dia yakin Dira tidak akan menyadarinya karena dia pasti akan sibuk untuk berontak karena obat ini tidak perlu masuk ke tubuh cukup dengan di hirup sudah mulai bereaksi