
hari sudah semangkin larut tapi mobil Gaza masih melaju kencang entah kemana dia membawa Dira pergi yang jelas jalur yang di lewati nya berbeda dengan yang lain
Dira juga tidak menyadari karena gadis itu tertidur sepanjang perjalanan lebih tepatnya dia tidak mau berdebat dengan Gaza
setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Gaza menghentikan mobilnya
Gaza menoleh ke samping dan melihat Dira masih tertidur pulas pemuda itu dengan perlahan mendekat kan kepalanya untuk melihat lebih dekat lagi sosok Dira
" harus kah saya melakukannya " gumam Gaza
setelah mengatakan itu Gaza kembali duduk dengan tenang serta mengambil smartphone yang ada di jaketnya karena dia melihat Dira mengerjapkan matanya pertanda gadis itu akan segera bangun
benar saja dugaannya gadis itu terbangun dari tidurnya Dira melihat Gaza sedang memainkan smartphone nya seperi sedang mengabari seseorang
" apa kita sudah sampai ? tanya Dira
Gaza langsung menengok dan memasukkan smartphone nya kedalam saku jaketnya lagi mendengar perkataan Dira
" turun " ucap Gaza tegas
Gaza langsung keluar setelah memberi perintah melihat Gaza keluar mau tidak mau Dira juga harus keluar dan gadis itu bingung dengan tempat yang di singgahi nya karena begitu sepi dan terpencil
Dira melangkahkan kakinya dengan ragu membuat Gaza kesal karena menghambat rencana nya akhirnya pemuda itu menarik tangan Dira agar gadis itu cepat berjalan
" tempat apa ini ? tanya Dira lagi
" kamu akan tau nanti " ucap Gaza tenang
Dira terus berjalan sambil mengamati keadaan di sekitarnya dia melihat ada bangunan yang tampak menyeramkan di tambah suasana malam yang mencekam membuat gadis itu merinding hingga dia melihat ada seorang pria datang menyambut nya
" selamat datang ketua " ucapnya tegas
yang di sapa hanya mengangguk kan kepalanya saja dan dia masuk kedalam dengan masih memegangi tangan Dira membuat anak buahnya kebingungan
" apa korban kali ini berbeda tidak biasanya ketua seperti itu " gumam anak buah Gaza
ternyata Dira di bawa ke tempat di mana Gaza selalu mengeksekusi para korbannya atau tahanan nya selama ini
Dira syok melihat tempat yang di kunjungi nya karena gadis itu mencium bau anyir darah yang sangat menyengat membuat dirinya mual tapi gadis itu berusaha tetap tenang untuk menyembunyikan rasa takutnya
" kenapa kamu membawa ku kesini ? tanya Dira lagi
Gaza masih terdiam mendengar perkataan Dira pria itu terus berjalan dengan memegang tangan Dira hingga mereka berhenti di depan pintu yang ada penjaga nya
" apa dia masih bernafas ? tanya Gaza
" masih ketua " jawab penjaga itu
" bagus buka pintunya " perintah Gaza
mendengar perintah ketuanya penjaga itu langsung membuka pintu dan Dira melihat jika di dalam ada seorang wanita yang tampak memprihatinkan
__ADS_1
di mana kondisi wanita itu terlihat lemas dan berantakan serta banyak luka di tubuhnya di tambah lagi posisinya tergantung membuatnya semangkin kacau
Dira sangat kaget melihat semua itu tubuhnya terasa kaku sungguh gadis itu tidak bisa bergerak seolah-olah ada batu yang menindihnya
" ap...apa ini " ucap Dira gagap
" itu hukumannya karena dia berani menyentuh ku " ucap Gaza tenang
Dira bertambah kaget dengan perkataan Gaza hanya menyentuhnya saja di hukum seperti ini bagaimana dengan dirinya yang hampir membunuh pria itu
" apa " ucap Dira kaget
setelah mengatakan itu Dira mundur dengan perlahan karena ingin melarikan diri tapi Gaza menyadari tindakan Dira dengan cepat pria itu menarik tangannya
" apa kamu lupa perkataan ku malam itu ? tanya Gaza tegas sambil memegangi tangan Dira
" apa maksudmu " ucap Dira gugup
" saya sudah bilang jika kamu berani menembak ku kamu akan terikat dengan ku seumur hidup " jawab Gaza
" it...itu saya tidak lupa " ucap Dira
mendengar perkataan Dira Gaza mengeluarkan semiriknya kemudian dia memanggil anak buahnya yang ada di luar
" Romi...!!! teriak Gaza
mendengar namanya di panggil Romi langsung masuk dan melapor
" turunkan Dia " ucap Gaza menunjuk wanita yang masih tergantung
dengan cepat Romi langsung menurunkan wanita itu dan Dira melihat jika wanita itu cukup cantik setelah di turunkan karena tadi wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya
Gaza sengaja tidak memberi luka di wajah karena kesalahannya tidak begitu berat dia hanya menyayat seluruh tubuhnya agar wanita itu menjadi takut dan tidak lagi mendekati nya serta mencari pria lain saja
" ketua apa dia korban selanjutnya ? tanya Romi
Dira bertambah syok mendengar perkataan Romi apa benar dia menjadi korban selanjutnya sungguh gadis itu tidak bermaksud melakukan semua itu
Romi ingin membawa Dira tapi tangan Gaza langsung mencegahnya dengan menunjukkan tatapan mata tajamnya
" kamu cari mati jika menyentuhnya " ucap Gaza tegas
Romi hanya bisa menelan ludah nya mendengar perkataan Gaza pria itu akhirnya tidak jadi membawa Dira dan menunggu perintah selanjutnya
" Romi kembali kan dia ke asalnya " ucap Gaza sambil menunjuk wanita yang tergeletak
" baik ketua " jawab Romi
" buat dia tutup mulut jika tidak hilangkan saja selama nya " ucap Gaza dengan tegas
Gaza pergi setelah mengatakan itu tentu saja dengan menarik tangan Dira agar gadis itu mengikuti nya
__ADS_1
Gaza membawa Dira pergi dari tempat itu menuju ke ruangan berikut nya yang tepat berada di ujung jalan
Gaza mendorong Dira masuk kedalam ruangan itu gadis itu sudah pasrah dengan hukuman yang akan di terimanya tapi dia tidak menyangka jika Gaza membawanya ke tempat itu
" apa maumu kenapa membawa ku kesini " ucap Dira dengan gugup
Dira perlahan mundur karena Gaza terus maju mendekatinya dengan tatapan tajamnya membuat gadis itu gelisah
" saya pernah bilang hidupmu adalah miliku hanya aku yang boleh menyiksa mu " ucap Gaza tenang
" bunuh saja saya sekarang " ucap Dira tegas
Gaza mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya mendengar perkataan Dira karena pemuda itu ingin melihat reaksi Dira ternyata gadis itu terlihat tenang menyaksikan tingkahnya
" kamu sungguh ingin mati ? tanya Gaza
Dira melihat Gaza berjalan mendekati nya kali ini dia hanya diam saja dengan perlahan gadis itu memejamkan matanya seolah-olah telah siap dengan apa yang akan di terimanya
Dira merasakan pisau itu menempel di seluruh tubuhnya seolah-olah Gaza sedang memilih bagaian mana yang akan di sayatnya
gadis itu juga merasakan keberadaan Gaza sangat dekat sekali karena bisa merasakan nafasnya
benar saja dugaannya ternyata bukan sayatan yang di terima melainkan sebuah ciuman yang menempel di bibirnya membuat gadis itu kaget dan melototkan matanya
Dira sempat mendorong Gaza tapi pemuda itu malah mencium lagi membuat Dira kewalahan tapi anehnya gadis itu sudah tidak berontak lagi Dira juga tidak tau dengan dirinya
kini Dira menyadari sesuatu jika dia ada perasaan dengan Gaza terbukti selama ini dirinya selalu memperhatikan pemuda itu diam diam dia juga perduli dengan keadaan nya
ciuman yang tadinya hanya sepihak kini berubah menjadi ciuman yang sangat manis dan bergairah karena Dira menyambutnya itu membuat seorang Gaza untuk pertama kalinya merasa senang bukan karena darah atau habis membunuh
" hah...hah... kamu membuat ku gila " ucap Gaza ngos-ngosan
" aku..." ucapan Dira terputus Karena Gaza kembali mencium bibir Dira dengan lembut
Dira juga merasa gila dengan semua ini entah setan apa yang merasuki nya membuat gadis itu menerima semua perlakukan Gaza
" aahhh...sakit " ucap Dira
gadis itu meneteskan air matanya membuat Gaza merasa ragu dan dia langsung mengusap air mata Dira dengan lembut
" kita berhenti saja " ucap Gaza pelan
Dira menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Gaza gadis itu malah menyakinkan pemuda itu untuk melanjutkannya
" jangan saya ingin kamu yang pertamakali melakukan nya " ucap Dira yakin
kali ini Dira yang berinisiatif menciumnya membuat Gaza tidak bisa menolak yang jelas malam ini menjadi malam yang tak akan pernah di lupakan oleh keduanya karena menjadi malam pertama untuk mereka berdua
Dira sungguh menepati janjinya jika harus menikah dengan Dirga dia tidak mau pria itu menjadi yang pertama mendapatkan nya karena dia juga mendapatkan Dirga yang sudah bekas banyak wanita
tapi Dira tidak menyadari jika perbuatannya akan membuat mala petaka bagi semuanya dan bagi masa depan nya kelak
__ADS_1