
Dira gelisah begitu tau siapa sosok yang mendekatinya , dengan perlahan Gaza memegang tangan Dira agar wanita nya tenang
" tenang lah , serahkan semuanya kepada ku "
ucap Gaza tenang
" bagaimana cara nya ? " tanya Dira dengan nada pelan agar tidak terdengar Dirga
Gaza tersenyum melihat tingkah Dira karena bagi Gaza wanitanya menggemaskan di saat sedang panik pria itu justru mengecup bibir Dira membuat gadis itu langsung terdiam karena kaget
" pergilah dengan perlahan ke samping kanan , di sana ada pintu yang terhubung ke ruang baca " perintah Gaza
Dira hanya mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza dia tidak juga melangkahkan kakinya melainkan masih berdiri di tempat membuat Gaza tersenyum kembali
dira terpesona untuk sesaat karena dia di kagetkan dengan suara Gaza yang membuatnya salah tingkah
" kenapa diam saja , apa mau di cium lagi " ucap Gaza santai dengan nada pelan juga
perkataan Gaza membuat Dira sadar dari kebodohannya dan dia langsung memukul dada Gaza serta pergi dengan wajah yang memerah karena malu
Gaza masih mengawasi kepergian Dira untuk memastikan wanitanya sampai tujuan dia tidak perduli jika Dirga semangkin dekat dengan nya benar saja tak lama Dirga menegurnya dan Gaza sudah siap dengan apa yang akan dilakukan
" Gaza ? " tanya Dirga tegas
mendengar namanya di panggil Gaza langsung membalikkan badannya
" sedang apa Kamu di sini ? " tanya Dirga lagi
" seperti biasa melihat langit malam " jawab Gaza tenang
" di rumah ku ? " tanya Dirga bingung
" kenapa , tidak boleh " jawab Gaza dengan nada mengejek
" jangan mengelak , apa yang kamu
sembunyikan ? " tanya Dirga lagi
setelah mengatakan itu Dirga langsung mendekat guna memastikan bahwa ada yang Gaza sembunyikan dan untuk Gaza sendiri dia langsung menggeser posisi nya agar Dirga dapat melihat dan percaya pada nya
" bagaimana ? " tanya Gaza
" tidak ada " jawab Dirga
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar jawaban Dirga karena untuk kesekian kalinya dia berhasil mengelabui big bos nya
Gaza sengaja menggeser posisi nya karena Dira sudah tak terlihat lagi gadis itu berhasil sampai tujuan dengan selamat tanpa di ketahui oleh orang lain
setelah Dirga melihat tidak ada apa apa di sana dirinya langsung pergi meninggalkan Gaza dengan perlahan Gaza mengikuti nya dari belakang
" bukannya kamu sedang melihat langit malam , kenapa mengikuti ku " ucap Dirga tegas
" sudah bosan , mending kita minum seperti
biasa " jawab Gaza santai
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Gaza dengan senang hati dia akan meladeni ajakan Gaza kapan lagi dirinya bisa mengorek informasi dari nya
" god boy , lets GO " ucap Dirga semangat
__ADS_1
keduanya pergi menuju tempat yang sering mereka lakukan saat menghabiskan waktunya jika sedang di rumah Dirga
Dira merasa lega karena berhasil keluar dari masalah walaupun tidak sepenuhnya lega dirinya masih khawatir dengan keadaan Gaza di sana
dengan perlahan Dira masuk kembali kedalam kamarnya dan melihat mama Dirga masih tertidur lelap Dira langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang
sekarang baik Gaza dan Dirga sudah berada di ruangan milik Dirga dan banyak sekali minuman beralkohol di mejanya dari berbagai merek
" sekarang apa rencanamu ? tanya Dirga tegas
" entahlah " jawab Gaza sambil meminum Vodka
" apa kamu sudah memutuskan untuk pergi ? " tanya Dirga lagi
" yang jelas tidak sekarang " jawab Gaza tenang
" god , setelah saya menikah kamu boleh pergi "
Gaza memegang gelasnya dengan erat setelah mendengar perkataan Dirga
" apa kamu yakin dengan keputusan ini ? " tanya Gaza dengan nada tegas
" come on...kamu tau saya sudah lama menantikan nya " jawab Dirga sambil mengeluarkan semiriknya
" boleh saya bertanya sesuatu ? tanya Gaza
" silahkan " jawab Dirga santai
" pertanyaan ku masih sama seperti dulu " ucap Gaza tegas
Dirga terdiam mendengar perkataan Gaza sekarang raut wajahnya berubah menjadi kesal
" kenapa kamu membuat ku kesal " jawab Dirga sedikit marah
" ck .." Dirga berdecak sebelum melanjutkan perkataan nya
" lihat saja nanti untuk sekarang saya masih ingin bermain-main dengan nya " jawab Dirga
" akan ku ingat kata-kata mu dan jangan menyesal nanti " ancam Gaza
" tidak akan , saya tidak akan menyesalinya " jawab Dirga yakin
Gaza tersenyum penuh arti mendengar perkataan Dirga dia mengajak minum bersama sambil mengadukan gelasnya dan berucap
" cheers..." ajak Gaza dengan santai
Dirga menyambut gelas Gaza dengan senang hati terbukti sampai terdengar suara dentingan yang cukup keras akibat dua gelas beradu
" apa kamu sudah menemukan teman kecil mu ? " tanya Dirga di sela sela minumnya
Gaza diam saja mendengar perkataan Dira membuat big bos nya tertawa
" hahaha... kamu tidak bisa mengelak nya saya sudah tau semuanya " ucap Dirga lantang
" maaf , bukan bermaksud untuk menyembunyikan nya " ucap Gaza pelan
" IS Ok... no problem saya hanya penasaran dengan nya karena bisa membuat seorang Gaza seperti orang bodoh " ledek Dirga
" apa bedanya dengan kamu yang mati matian ingin menikahinya , hanya karena masa lalu " sindir Gaza
__ADS_1
" sialan kamu , yang jelas saya tidak menyesal setelah tau siapa dia yang jelas membuatku bertambah menginginkan nya " jawab Dirga yakin
Gaza terdiam mendengar perkataan Dirga karena itu akan semangkin sulit untuk mendapatkan Dira melihat big bos nya sangat terobsesi dengan nya
" bagaimana dengan mu ? " tanya Dirga lagi
Gaza masih terdiam dia tidak mendengarkan perkataan Dirga Karena pikirannya sedang kacau karena dia harus cepat menjalankan misinya
" Gaza...! panggilan Dirga lagi dengan nada yang tegas
" ah ...apa yang kamu bilang ? tanya Gaza
" ada apa denganmu , saya bertanya bagaimana dengan mu apa kamu menyesal setelah menemukan nya " ucap Dirga tegas
" entahlah " jawab Gaza asal
Gaza kembali meminum minuman nya bahkan Gaza mulai mengambil rokok nya dan Dirga tau jika ada yang di sembunyikan dari nya
" seperti apa dia ? apa cantik " ucap Dirga penasaran
" Dira lebih cantik " jawab Gaza spontan
" tentu saja wanitaku paling cantik dan manis ingat dia wanitaku jangan macam macam kamu " ucap Dirga kesal
" kenapa kamu masih penasaran dengan teman ku kalo begitu kita bertukar saja " ucap Gaza asal
" sialan kamu kalo orang lain yang bicara seperti itu sudah ku cincang Dia " jawab Dirga tenang
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Dirga sebenarnya apa yang di ucapkan Gaza bukan sepenuhnya candaan melainkan dari lubuk hati nya yang terdalam
" kamu tidak tega mencincang ku " ledek Gaza
" tidak juga itu semua karena saya tau siapa Gaza stefano " Dirga menjeda ucapannya sebelum melanjutkan nya
" dia tidak peduli dengan wanita dia hanya menyukai aroma darah " ucap Dirga yakin
Gaza tersenyum mendengar perkataan Dirga karena memang seperti itulah dirinya hingga dia bertemu Dira dan hanya gadis itu saja yang membuatnya seperti orang bodoh
" saya mendengar jika ibu negara berada
di sini ? " tanya Gaza dengan nada meledek
" jangan membuat ku kesal dengan mengingatkan nya " ucap Dirga kesal
" dia mengacaukan lagi " ledek Gaza lagi
" aahhh ... menyebalkan sekali jika bukan karena ibu negara Dira sudah jadi milikku seutuhnya " jawab Dirga kesal
Gaza mengepalkan tangannya mendengar perkataan Dirga karena dia harus menahan emosinya pantas saja ada banyak tanda kepemilikan di leher wanitanya
" bayangkan padahal sedikit lagi tapi semua kacau gara gara ibu negara " ucap Dirga lagi masih dengan nada kesal
" sudahlah lebih baik kita bersulang lagi
cheers... " ucap Gaza sambil menyodorkan gelasnya
entah sudah berapa gelas lebih tepatnya berapa botol yang mereka minum hingga kedua pria itu tak sadarkan diri karena tertidur di tempat itu baik Gaza dan Dirga melampiaskan kekesalannya dengan mabuk
Gaza kesal sendiri mendengar perkataan Dirga yang panjang lebar menerangkan masalahnya tentang Dira
__ADS_1
sedangkan Dirga kesal karena ulah ibu negara alias mama nya karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dengan mama nya itu semua karena Dirga sangat menyayangi orangtuanya terutama mamanya
di balik sifatnya yang dominan dan arogan Dirga sangat patuh terhadap mamanya itulah sebabnya dia selalu mengalah jika mamanya memberikan perintah