
Dira sungguh kaget mendengar suara yang sangat familiar apa lagi bernada ancaman
" kau ingin mati..." begitulah suaranya
gadis itu tersadar dengan tindakannya yang membuat pria itu marah ternyata dari tadi yang Dira peluk bukan guling bahkan gadis itu sempat meraba perut sixpack nya
melihat semua itu Dira langsung duduk sambil merapikan rambutnya
" aaahhhh ...ma....maaf " ucap Dira gugup
Gaza hanya meliriknya pemuda itu juga duduk dan meregangkan ototnya dengan percaya diri dan
" kretek ...kretek...." suara tualang jari tangan Gaza
ternyata pemuda itu melakukan gerakan pemanasan saat olahraga sambil duduk
" badanku pegal semua " gumam Gaza
Dira yang melihat Gaza melakukan semua itu hanya bengong di suguhi pemandangan yang membuat matanya tak mau berkedip hingga dia kaget dengan tindakan Gaza
" tidak sopan..." ucap Gaza sambil melemparkan selimut ke muka Dira dan menutupi kepala gadis itu
setelah melakukan tindakan itu Gaza langsung bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Dira sungguh malu sendiri gadis itu malah menutupi seluruh badannya dengan selimut sambil berbicara sendiri
" aahhhhh ....meyebalkan dasar bodoh ada apa dengan ku...." gumam Dira
setelah mengatakan itu dia malah membayangkan tubuh Gaza lagi sungguh pemandangan yang tidak boleh di sia siakan
melihat badan Gaza yang atletis dan jarang terjadi bahkan mustahil di lihat seorang wanita
" aahhhh ....aku sudah gila...!!! teriak Dira di dalam selimut
gadis itu juga memukul mukul bantal yang berada di sampingnya
Dira tidak menyadari jika Gaza melihatnya karena pemuda itu keluar lagi untuk mengambil pakaian gantinya dan tindakan Dira membuat seorang Gaza tersenyum
Gaza sudah rapih dan wangi pemuda itu melihat Dira masih di dalam selimut dengan perlahan dia mendekatinya dan ingin menarik selimut itu tapi ada perlawanan dari Dira sehingga terjadi tarik menarik antara mereka
" bangun aku bilang " ucap Gaza tegas
" tidak mau...!!! jawab Dira sambil teriak di dalam selimut
" bangun atau aku lempar kamu keluar " ucap Gaza dengan nada ancaman
mendengar ancaman dari Gaza akhirnya Dira membuka selimutnya dia lalu duduk tapi masih dengan selimut yang menutupi tubuhnya
Gaza yang melihatnya jadi ingin menggoda Dira
pemuda itu malah duduk di kasur membuat Dira langsung menggeser badan nya ke samping
melihat tingkah Dira yang seperti itu membuat Gaza mengeluarkan semiriknya
" apa kamu tidak ingat dengan semalam ? tanya Gaza dengan tatapan mengintimidasi
" se ..semalam " jawab Dira gugup
setelah mengatakan itu Dira baru sadar dirinya di jebak Dirga semalam dan terkena racun
dia juga samar samar mulai ingat atas tindakannya semalam yang selalu memeluk dan meraba raba serta ingin menciumi leher seseorang
dan orang itu adalah Gaza membuat gadis itu malu setengah mati sampai membuat wajahnya merah merona
" bagaimana apa sudah ingat ? tanya Gaza lagi
" su...sudah " jawab Dira masih dengan kegugupannya
__ADS_1
" kamu itu bodoh sekali karena terus terkena
racun ? ucap Gaza sambil jari telunjuknya mengetuk-ngetuk kening Dira
Dira jadi kesal karena tindakan Gaza gadis itu langsung menyingkirkan tangan Gaza
" mana saya tau ada racun seperti itu " jawab Dira kesal
" ingat hidupmu milikku jadi hanya aku yang berhak melakukannya " Gaza menjeda kalimatnya
pemuda itu malah memajukan kepalanya sebelum melanjutkan perkataannya dan berbisik pada Dira
" membuatmu menderita " ucap nya
Dira langsung mendorong tubuh Gaza mendengar semua itu dia kesal dengan ucapan Gaza
" kamu gila " jawab Dira dengan marah
" terimakasih pujian nya " ucap Gaza
setelah mengatakan itu Gaza langsung berdiri dan merapikan bajunya
" cepat mandi dan keluar dari kamar ku atau mau ku mandi kan ? tanya Gaza tegas
Dira langsung menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Gaza yang ingin memandikannya
" lima menit waktumu bersiap " sambung Gaza lagi
dia langsung pergi setelah mengatakan itu tak perduli Dira yang sedang protes karena instruksi nya
" kutub utara....lima menit hanya untuk menggosok gigi saja....!!!! teriak Dira
gadis itu sungguh kesal atas perintah Gaza yang seenaknya saja tapi gadis itu hanya bisa menuruti perkataan nya
terbukti setelah teriak teriak Dira langsung masuk ke kamar mandi walaupun gadis itu kesal
" apa makanan nya tidak enak ? tanya marvin basa basi
marvin mengambil makan yang ada di depannya setelah mengatakan itu
" eemmmm enak ko " ucap marvin lagi
" eh....ini makanlah jangan bengong mulu " perintah marvin
pemuda itu juga menaruh makanan itu ke piring Riky
" ayo makan lah tunggu apa lagi ? tanya Marvin lagi
" huh..." Riky hanya menghela nafasnya saja dan kembali melihat makanan nya
tapi remaja itu langsung senang kala melihat kakaknya datang untuk bergabung dengan mereka dia juga melihat kaka nya sudah rapih
" ka di mana Dira ? tanya Riky dengan semangat
" mandi... " jawab Gaza singkat
Marvin tersedak mendengar perkataan Gaza karena di bayangan pria itu mereka melakukan apa yang di pikirkan Marvin
Riky dengan sigap langsung menolong Marvin melihat pemuda itu batuk batuk
" ini ka marvin di minum " ucap Riky sambil memberikan air minum
" terimakasih " jawab marvin
tak lama Dira datang dengan terburu-buru gadis itu tidak mandi dan hanya menggosok gigi saja karena waktunya tidak cukup alhasil Dira masih memakai pakaian yang semalam dan membuat yang melihatnya bengong termasuk ketiga pemuda yang sedang duduk di meja makan
maklum saja semalam mereka tidak memperhatikan penampilan Dira karena harus cepat dengan waktu dan Dira juga selalu di bekap Gaza jadi baik marvin atau Riky tidak terlalu jelas dengan pakaian Dira
__ADS_1
dan Dira menggunakan gaun malam yang transparan membuat dirinya memperlihatkan lekuk tubuh nya gadis itu juga belun menyadari nya karena Gaza yang memberikan waktu lima menit membuat Dira harus cepat
Gaza langsung tersadar dan dia marah melihat penampilan Dira yang seperti itu
" siapa yang menyuruhmu ke sini " ucap Gaza dengan nada tegas
" hah..." jawab Dira bingung
" kembali...!!! perintah Gaza lagi
" apa ? tanya Dira
sungguh gadis itu masih bingung dengan ucapan Gaza bukan kah dia yang memberinya waktu lima menit membuat Dira masih terdiam karena bingung
melihat Dira yang kebingungan Gaza berdiri dan menghampiri Dira tanpa aba-aba Gaza langsung mencengkeram tangan Dira dan menarik nya agar pergi dari sana
" aaahhh....sakit " teriak Dira
gadis itu mencoba berontak dari cengkeraman Gaza tapi tenaga pria itu lebih kuat membuat tangan Dira jadi semangkin sakit
Riky yang melihat semua itu langsung mencegah kaka nya dia berusaha menolong Dira
" ka...jangan menariknya terlalu kencang...!!! ucap Riky dengan nada sedikit teriak
" minggir...." ucap Gaza dengan tegas
" tidak kaka harus melepasnya dulu " jawab Riky dengan berani
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan adik angkatnya dan dengan kekuatan penuh Gaza mendorong Riky hingga remaja itu terjatuh
Gaza langsung membawa Dira pergi dan masuk ke kamarnya lagi Riky yang melihat kaka nya seperti itu ingin mengejarnya tapi di cegah oleh Marvin
" biarkan mereka pergi Riky " ucap marvin sambil tangan nya memegangi badan Riky karena remaja itu ingin berlari mengejar kaka nya
" ka Marvin Dira dalam bahaya saya tidak mungkin membiarkannya " jawab Riky penuh emosi
" percayalah semua akan baik baik saja " ucap marvin yakin
" tidak mungkin selama ini ka Gaza akan membunuh wanita yang menggoda nya....!!!! teriak Riky
yah pemuda itu takut Gaza membunuh Dira karena menggoda nya di lihat dari pakaian yang dikenakan Dira dan jika itu terjadi Riky akan sangat sedih dan marah
marvin lega mengetahui alasan Riky ingin mengejar Dira ternyata dia takut gadis itu di bunuh
" kau tidak perlu khawatir jika Gaza ingin membunuhnya sudah dilakukan sejak pertama kali bertemu " jawab marvin
" maksudnya ? tanya Riky bingung
" kau tidak menyadari semalam dia sangat peduli pada Dira " jawab marvin lagi
Riky berusaha mencerna ucapan marvin dan pemuda itu akhirnya tau maksud dari ucapannya
dan Riky tersenyum mengetahui itu
" kau sudah paham ? tanya marvin
Riky mengangguk kan kepalanya tanda dirinya paham dan sangat paham dan jelas
" tapi cara ka Gaza yang seperti itu membuat mereka semangkin jauh " ucap Riky lagi
" itu tugas kita membuat si kutub utara sadar dengan perasaannya " jawab marvin
" bagaiman caranya karena saya juga tidak tahu " ucap Riky dengan polosnya
" serahkan semua padaku " jawab marvin dengan yakin
akhirnya baik marvin dan Riky akan bekerja sama untuk menyadarkan Gaza agar dia tau bahwa dirinya mulai timbul perasaan yang di namai cinta walaupun tugas itu sedikit berat melihat sikap Gaza yang tidak bisa lembut apalagi terhadap wanita
__ADS_1