
Dira terus berlari tidak perduli tempat apa yang dia lalui yang ada di pikirannya hanya melangkahkan kakinya sekencang mungkin tapi lama-lama gadis itu mulai lelah dan menyadari ada yang salah
" di mana ini ? kenapa saya terus berputar di tempat ini " gumam Dira
tapi Dira tak patah semangat sambil mengelap keringatnya dia memperhatikan tempat itu agar menemukan jalan keluar nya
hingga pandangan nya teralihkan dengan adanya danau di sana
dengan perlahan kakinya berjalan mendekati danau itu dan dia melihat ada anak remaja laki-laki yang sedang berdiri seperti sedang menunggu seseorang
" siapa dia ? di tempat seperti ini apa yang akan dia lakukan " gumam Dira lagi
karena rasa penasarannya Dira mendekati remaja itu seketika remaja di depannya berbalik dan bertanya padanya
" aku menunggumu dari tadi " ucapannya
Dira kaget mendengar perkataan nya karena dia baru bertemu dengannya
" menunggu ku ? tanya Dira bingung
remaja pria itu tersenyum dengan lembut mendengar Dira berbicara membuatnya bengong dan gadis itu di kagetkan dengan suara seorang gadis di belakangnya
" kamu masih di sini ? tanya gadis itu dengan suara kaget
Dira langsung menengok ke belakang untuk melihat siapa gadis itu ternyata remaja tadi berbicara dengan gadis remaja di belakangnya dan Dira bertambah kaget karena dia adalah dirinya waktu masih remaja
" saya akan di sini sampai kamu datang " jawab remaja laki-laki itu
" lain kali jika sudah hampir gelap saya tidak datang kamu segera pulang " jawab Dira remaja
" saya akan terus menunggu sampai kamu datang " jawab remaja pria itu lagi
" dasar batu " ucap Dira kesal
" dua hari lagi kita bertemu ada yang ingin aku berikan padamu " pinta remaja laki-laki itu lagi
" kenapa tidak sekarang saja lusa saya tidak bisa " jawab Dira remaja
" saya akan tetap menunggu sampai kamu datang sunshine " jawab nya
di sini Dira versi dewasa hanya bisa diam saja melihat semuanya ternyata ini ada di alam bawah sadarnya karena Dira sebenarnya masih pingsan dan di alam bawah sadarnya Dira masih berfikir siapa remaja laki-laki itu kenapa wajahnya tak asing
Dira di kagetkan dengan dirinya yang tiba-tiba sudah berada di tempat yang berbeda di mana dia berada di dalam mobil bersama ibunya dan posisi Dira ada di jok belakang kemudi dia melihat dirinya remaja sedang berdebat dengan ibunya
" mah hanya sebentar Dira menemuinya " rengek Dira remaja
" sayang ini sudah hampir gelap kita sebaiknya pulang " jawab mama Dira lembut
" mah Dira yakin dia masih di sana menunggu kedatangan Dira " ucapnya dengan gelisah
" teman seperti apa dia kenapa bodoh sekali terus menunggu di sana " jawab mama Dira dengan nada bercanda
" dia tidak cuma bodoh tapi keras kepala mah " ucap Dira kesal
__ADS_1
" seperti siapa yah..." ledek mama Dira
setelah mengatakan itu semuanya tertawa bersama tapi kebahagiaan nya hanya sebentar karena mobil yang di tumpangi nya di tabrak dari belakang membuatnya kaget
" aahhhh ...!!! teriak Dira remaja ataupun dewasa
" tenang sayang " ucap mama Dira
Dira dewasa menengok kebelakang untuk melihat siapa yang melakukannya kejadian itu membuat Dira teringat lagi masa lalu nya
" mah kenapa mereka mengejar mobil kita " ucap Dira remaja dengan nada takut
" Dira percaya dengan mama ? tanya mama Dira
mendengar perkataan mama nya Dira remaja menganggukkan kepalanya
" Dira harus hidup dengan baik ingat jadi wanita kuat dan tangguh saat besar nanti " nasihat mama Dira
Dira remaja menganggukkan kepalanya lagi mendengar nasehat mamanya
setelah mengatakan semua itu mama Dira menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi tentu saja keadaan menjadi tegang karena mobil Mereka saling menyalip
hingga ada truk yang membawa barang berat melintas dari arah berlawanan membuat mama Dira kaget dan membuat mobilnya oleng hingga terguling beberapa kali hingga terbalik
" mah....!!!! teriak Dira kencang
dengan nafas yang ngos-ngosan Dira tersadar dari alam bawah sadarnya ternyata gadis itu dari tadi gelisah dalam tidurnya dan mengeluarkan keringat dingin membuat Gaza menjadi panik
Dira kaget mendengar suara Gaza gadis itu langsung melihat untuk memastikan dan menengok ke kanan dan ke kiri seperti mencari seseorang
" kamu membuat ku takut untuk sesaat " ucap Gaza lagi
Gaza berusaha mendekati Dira dia ingin mengelus rambut Dira dengan lembut tapi gadis itu langsung menepisnya
" tenang lah kita harus bicara " ucap Gaza dengan pelan
pemuda itu tau jika Dira sekarang sangat membencinya dan tidak mau berbicara dengannya
" jangan lakukan tindakan bodoh dengan menyakiti diri sendiri karena itu akan percuma " ucap Gaza lagi
Dira hanya diam saja mendengar perkataan Gaza gadis itu masih belum menerima sepenuhnya kenyataan yang di terima
" apa kamu akan membawa ku padanya ? tanya Dira
Gaza serba salah dengan situasi ini pemuda itu hanya bisa mengangguk kan kepalanya dengan perlahan membuat Dira marah
dengan sekuat tenaga gadis itu mendorong Gaza hingga terjatuh dan Dira langsung turun dari kasur
" aku membencinya kenapa kamu tidak mengerti...!!! teriak Dira sambil berdiri
" kenapa kamu tidak bilang jika kamu wanitanya big bos Dira ? tanya Gaza dengan suara yang tak kalah kencang
" untuk apa ? hah untuk apa...!!! teriak Dira
__ADS_1
" apa kamu pikir saya mau menikah dengannya ? yang selalu bermain dengan banyak wanita " ucap Dira lagi
Gaza hanya bisa diam saja mendengar perkataan Dira karena memang benar adanya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang dan hanya bisa menuruti perintah Dirga untuk saat ini
dengan perlahan Gaza mendekati Dira membuat gadis itu mundur
" saya tidak menerima penolakan Dira kamu harus menemui nya bersama ku " jawab Gaza dengan tegas
setelah mengatakan itu Gaza langsung pergi meninggalkan Dira sendiri yang sedang marah dia tidak peduli dengan tindakan Dira yang menggedor pintu karena Gaza menguncinya dari luar
Marvin langsung menghampiri Gaza setelah melihat pemuda itu akhirnya keluar dari kamarnya setelah berjam-jam di dalam
tidak ada yang berani menegurnya melihat sikap Gaza yang seperti itu termasuk felix dan Mery karena pria itu sedang emosi sekarang dan jika Gaza emosi dia akan langsung membunuh siapapun yang ada di depannya tanpa pandang bulu
" bagaimana ? tanya Marvin penasaran
" kita akan berangkat malam ini persiapkan semuanya " perintah Gaza
setelah mengatakan itu Gaza langsung pergi di susul Marvin dari belakang semua yang mendengar perkataan Gaza langsung melaksanakan perintah nya
sekarang tinggal Gaza dan Marvin di tempat itu Gaza sengaja membawa Marvin keluar dengan memberikan isyarat melalui matanya kedua pemuda itu langsung menuju tempat di mana tidak ada yang bisa mendengar nya
" apa kamu yakin akan melakukan nya ? tanya Marvin
" harus Marvin " jawab Gaza
" jangan sampai kamu menyesal dengan keputusan ini " ucap Marvin lagi
" apa maksudmu ? tanya Gaza
" ayolah Gaza kamu jangan membohongi diri sendiri kamu menyukainya juga " ucap Marvin meledek
Gaza diam saja mendengar perkataan Marvin sebenarnya pemuda itu masih ragu dengan perasaan nya antara kebebasannya atau rasa yang baru dia rasakan sekarang
" lihat kamu diam saja berarti omonganku benar adanya " ucap Marvin lagi
" jangan konyol " jawab Gaza asal
" Gaza tanyakan pada hati kecilmu apa yang paling kamu inginkan saat ini jangan sampai kamu menyesal nanti " ucap Marvin sambil menepuk pundaknya
" aku harus pergi untuk melihat keadaan maxim karena Rudy akan membawanya ke korea sekarang juga untuk menjalani perawatan di sana sesuai perintah kamu " ucap Marvin lagi
Marvin pergi meninggalkan Gaza sendiri yang masih berperang melawan perasaan nya
" dasar bodoh teman kecil apanya hanya karena kalung saja dia langsung percaya awas saja jika dia nanti menyesal dan meminta bantuan ku " ucap Marvin kesal
ternyata malam di mana Marvin mengajak Gaza makan malam sebelum menjalankan misi dia berhasil menemukan teman kecilnya yang ternyata anak angkat dari tuan Diego Smith atau anak tangan kanannya yaitu clara
dan itu juga salah satu yang membuat Gaza ragu antara kebebasannya atau rasa yang mulai tumbuh jika saja Dira bukan wanitanya big bos
Gaza akan langsung membawa Dira pergi bersamanya tapi sekarang semuanya menjadi rumit
apa yang akan Gaza pilih akankah pemuda itu mengambil keputusan yang tepat atau akan menjadi bumerang di kehidupannya nanti
__ADS_1