
Maxim dan rudi sudah sampai di tempat Dirga dua pemuda itu langsung menemui big bos nya tidak lupa mereka mengenakan maskernya
semua anak buah Gaza setiap kali menemui Dirga akan menutup wajahnya sesuai peraturan Gaza
ini bertujuan untuk melindungi anak didiknya dari Dirga karena Gaza sangat paham siapa Dirga dialah yang mengajari nya menjadi seorang pembunuh berdarah dingin dan hanya Marvin yang tidak menutupi wajah nya karena dirga sudah terlanjur tau wajah nya
itu semua syarat dari Gaza jika menginginkan jasa anak didik nya dan itu di setujui oleh Dirga karena memang itu di luar jangkauan nya dan Dirga pria yang menjunjung tinggi prinsipnya
sebenarnya Maxim dan Rudy tidak ingin datang tapi ketua mereka menyuruhnya jadi mau tidak mau mereka harus menuruti perintah nya mereka sempat heran kenapa ketua nya masih menuruti perintahnya padahal ketua mereka tidak kalah hebat dengan big bosnya
Maxim dan Rudy sampai di ruangan di mana Dirga berada kedua pemuda itu langsung menyapa nya
" bos kami datang dan siap membantu " ucap mereka serempak
" bagus....saya ingin kalian mencari keberadaan seseorang dan ini gambarnya " jawab Dirga
kedua pemuda itu mengangguk dan Rudi menerima kertas yang berisi gambar Dira seketika Rudi menjadi kaget tapi pemuda itu pandai menyembunyikan perasaan nya
begitu juga dengan Maxim setelah melihat gambar Dira kedua pemuda itu saling memandang kemudian mengangguk tatapan mereka seperti berbicara satu sama lain dan hanya mereka yang tau
" kami harus apa jika menemukan nya bos " tanya Maxim
" kalian harus melapor padaku langsung di mana dia berada biar saya yang menjemputnya " jawab Dirga tegas
" baik bos....kami pergi dulu " ucap Maxim
kedua pemuda itu langsung keluar dari sana mereka melangkahkan kakinya dengan cepat supaya segera masuk ke mobil dan pergi dari sana
" apa yang harus kita lakukan sekarang " ucap Maxim
" kita harus melapor kepada ketua dulu " sambung Rudi
mendengar perkataan teman nya Maxim hanya mengangguk tanda setuju dan dia langsung mengambil smart phone nya untuk menghubungi ketuanya
" katakan...." ucap orang yang di seberang sana
" ketua big bos mencari wanita yang berada di markas kita " jawab Maxim
" lalu..." tanya Gaza lagi
" kamu hanya mengangguk ketua...apa perintahnya sekarang " tanya Maxim lagi
" kalian jangan memberitahunya dulu, tunggu aba aba ku " jawab Gaza tegas
" siap ketua " ucap Maxim
mereka mengakhiri pembicaraan itu Gaza yang mendengar ucapan anak didiknya bahwa Dirga sedang mencari Dira ada rasa gelisah dari diri Gaza dia juga marah hingga tangan nya mengepalkan gelas yang berisi obat untuk Dira sampai berbunyi
" pyarrrrr ....!!!
__ADS_1
gelas yang di genggam Gaza seketika hancur dan melukai tangan nya darah segar langsung keluar tapi Gaza tidak merasa sakit justru jantung nya yang sakit dengan perlahan tangan Gaza yang satu lagi memegangi dadanya
di saat Gaza masih bingung dengan apa yang dia rasakan Dira mulai sadar gadis itu membuka matanya dia belum menyadari ada di mana sekarang dengan percaya diri dira langsung duduk dan setengah sadar menengok kanan kirinya
hingga gadis itu bengong karena melihat orang yang di kenalnya sedang terdiam sambil memegangi dadanya
anggap seperti ini ya ekspresi Dira
Dira masih belum percaya apa yang dia lihat gadis itu berusaha mengucek matanya berkali kali dia juga mencubit tangan nya sendiri hingga
" aaaahhhhh .....sakit...sakit " ucap Dira spontan
teriakan dira membuat Gaza sadar pemuda itu langsung melihat ke sumber suara ternyata Dira sudah sadar dia ingin tertawa melihat tingkah Dira tapi tidak bisa karena itu bukan dirinya lebih tepatnya gengsi 🤭🤭🤭🤭
" apa perlu ku bantu agar kamu lebih percaya lagi bahwa ini bukan mimpi " tanya Gaza
mendengar ucapan Gaza seketika kepala Dira menggeleng dengan cepat
" apa kamu yang menolong ku " tanya Dira
" menurut mu " Gaza malah balik bertanya
" mana ku tahu jika tau saya tidak akan bertanya....uuppsss " jawab Dira kesal tapi gadis itu reflek menutup mulutnya
Dira jadi gugup setelah mengatakan semua itu gadis itu berusaha menutupi ke gugupan nya dengan melihat sekitar hingga pandangan Dira teralihkan denah pecahan gelas dan tetesan darah di lantai
Dira bertambah syok setelah mengetahui asal darah itu dari tangan Gaza sontak gadis itu langsung berdiri dan menghampiri Gaza
" OH ... MY....GOOD " ucap Dira spontan
Gaza diam saja melihat tingkah Dira yang seperti itu dia juga membiarkan Dira memegang tangan nya yang terluka bahkan gaza menurut saat gadis itu membawa nya ke kamar mandi untuk mencuci tangan nya
selama Dira sibuk mencuci tangan Gaza pemuda itu terus memandangi wajah Dira dia juga merasa nyaman atas tindakan Dira padanya entahlah Gaza seperti terhipnotis oleh Dira
gadis itu belum menyadari jika tindakan nya akan membuat dirinya semangkin terjerat pada cinta gila nya kedua pemuda gila yaitu Gaza dan Dirga
Dira masih memegangi tangan Gaza setelah sudah selesai membersihkan darahnya Dira mendudukkan Gaza di ranjang yang ia tiduri barusan dan gadis itu sibuk mencari alat perban di dalam ruangan itu
usaha Dira membuahkan hasil akhirnya gadis itu menemukan kotak P3K di pojokan lemari dekat jendela dan Dira segera membalut luka yang di tangan Gaza
Gaza masih membiarkan Dira melakukan semua yang dia mau hingga dia penasaran dengan gadis itu dengan perlahan muka Gaza mendekati wajah Dira dia berbisik pada gadis itu
" apa kamu sadar dengan yang kamu lakukan " tanya Gaza
" sadar ..." jawab Dira tegas sambil tangan nya masih mengikat perban karena sebentar lagi selesai
" apa kamu tidak takut padaku " tanya Gaza lagi
__ADS_1
mendengar perkataan Gaza Dira menggeleng kan kepalanya
" selesai....ah ...akhirnya selesai juga jadi kita impas kamu menolong ku dan aku membantumu membungkus luka itu deal..." ucap Dira dengan percaya diri
Dira juga mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan tanda setuju dengan kata katanya
Gaza yang melihat tingkah Dira seketika mengeluarkan semiriknya
" apa kamu yakin telah membantuku " ucap gaza dengan tatapan yang tajam
" hah...maksudnya kamu tidak lihat apa yang saya lakukan tadi barusan , saya membersihkan lukamu jadi sekarang darah itu tidak keluar lagi...lihatlah " ucap dira sambil menunjukan hasil karyanya
" hahahaha....maksud kamu ini " tanya Gaza sambil menunjukan tangan nya yang di perban Dira
gadis itu langsung mengangguk kan kepalanya tapi matanya tiba tiba melotot setelah apa yang di lihatnya bagaiman tidak kaget Gaza langsung merobek perban yang Dira buat tadi
" apa yang kamu lakukan " tanya Dira dengan panik
" kamu tidak lihat....saya tidak butuh semua ini " ucap Gaza tegas
pemuda itu membuang semua perban yang menempel di tangan nya dia malah sengaja mengambil pecahan gelas yang di lantai dan membuat luka lagi di sana hingga darah segar keluar lagi dari tangan nya
Dira sungguh kaget dengan tindakan Gaza apalagi Gaza dengan sengaja menjilati darah nya sendiri membuat Dira menutup mulutnya karena syok gadis itu tidak habis pikir dengan tingkah Gaza
" apa kamu lupa siapa saya ? ucap Gaza dengan tatapan yang sulit di artikan
Dira menggeleng kan kepala sambil tangan nya masih menutupi mulutnya
" akan ku ingatkan lagi agar kamu tidak lupa.... saya adalah pembunuh dan pembunuh tidak membutuhkan pertolongan yang kamu lakukan Karena pembunuh justru menyukai darah karena dia sangat cantik " ucap Gaza lagi
mendengar penjelasan Gaza gadis itu memundurkan langkahnya dengan perlahan karena Gaza semangkin maju mendekatinya
" apa kamu sudah sadar dan mulai takut padaku " ucap Gaza lagi
" apa yang kamu mau " tanya Dira
langkah Gaza berhenti sejenak dia pura pura sedang berfikir
" hhhhmmmm....hidupmu adalah miliku jadi bukan kamu yang menentukan nya tapi aku yang akan menentukan semua " ucap Gaza
mendengar ucapan Gaza Dira jadi marah gadis itu sudah tidak bisa bersabar lagi hingga dia memberanikan diri untuk melawan Gaza
" apa...!!! hidupku hanya aku yang bisa menentukan nya bukan kamu atau siapapun itu " ucap Dira dengan tegas
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar ucapan Dira pria itu sungguh kagum pada Dira karena mempunyai keberanian dan tidak takut padanya pantas saja Dirga juga terobsesi pada Dira Karena gadis itu mempunyai magnet tersendiri yang membuat kaum Adam terpesona
kira kira apa yang akan dilakukan gaza setelah menyadari jika dirinya mulai mengerti atas semua rasa yang di rasakan nya selama ini mampukah dia berjuang untuk kebahagiaan nya
author hanya ingin mengucapkan terimakasih atas dukungan nya yang sudah memberikan komentar jujur komentar kalian adalah mood booster author dan juga author ingin memberitahukan jika nanti update nya agak lama Karena author mau mudik lebaran dulu jadi jangan bosan dengan cerita Gaza Dira dan Dirga ya 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1