
Dirga sedang mengamati berkas yang berisi tentang informasi Clara dari Marko dia mulai mengeluarkan semiriknya melihat semua itu satu kata yang dia ucapkan hanya
" menarik " ucap Dirga tersenyum jahat
" apa kamu yakin dengan informasi ini ? tanya Dirga lagi
" yakin tuan " jawab Marko tegas
" seberapa yakin , kamu tau kan saya tidak suka pembodohan informasi " tanya Dirga lagi dengan nada mengintimidasi
" nyawa saya taruhannya tuan " jawab Marko yakin
" baiklah atur pertemuan ku dengan nya " perintah Dirga
" baik tuan " jawab Marko sambil menundukkan kepalanya
setelah mengatakan itu Marko langsung keluar dari tempat kerja Dirga dia harus menjalankan misinya segera
" Clara , kamu harus menjadi pionku yang paling sempurna " gumam Dirga
setelah mengatakan itu Dirga langsung berdiri dan berjalan menuju jendela dia juga langsung mengeluarkan rokoknya seraya memikirkan langkah selanjutnya
" Gaza kamu harus mundur sendiri jangan sampai aku memaksa mundur dirimu " ucap Dirga sambil menghisap rokok nya
entah rencana apa yang akan di lakukan oleh Dirga yang jelas dirinya yakin bisa memukul telak Gaza dan membuatnya kembali menjadi pengikutnya
sementara itu Dira merasa senang karena untuk pertama kalinya dia akan pergi keluar pulau setelah melalui berbagai drama agar bisa pergi bersama penduduk sekitar
karena tidak mudah untuk mendapatkan ijin keluar dari Gaza pria itu sangat posesif sekali Dira harus bisa meyakinkan nya sampai setuju dan usahanya tidak sia - sia
Gaza melihat Dira sedang bersiap untuk pergi dan dia masih tidak rela jika wanitanya harus keluar pulau dengan perlahan Gaza mendekatinya dan memeluk wanitanya dari belakang
" kamu tega meninggalkan aku di sini hhhmmm " ucap Gaza sambil mencium rambut Dira
" cup... cup... cup....jadilah anak baik jaga rumah Ok nanti akan saya kasih hadiah jika jadi anak baik hhhmmm " jawab Dira sambil mengusap-usap kepala Gaza
" tidak mau nanti , sekarang saja hadiahnya " ucap Gaza manja
Dira langsung berbalik mendengar perkataan Gaza dia memegangi kedua pipi Gaza dan
" cup " Dira mengecup bibir Gaza dengan cepat membuat pria itu kesal
" apa ini cepat sekali " ucap Gaza kesal
" jika seperti biasa nanti kelamaan ke buru siang nanti malam saja Ok " jawab Dira santai
setelah mengatakan itu Dira ingin pergi tapi dengan cepat Gaza langsung menarik tangan nya dan mendekapnya erat seolah-olah tidak ingin berpisah
" jangan lama-lama " ucap Gaza tenang
" hhhhmmm " jawab Dira sambil menganggukkan kepalanya
Gaza mencium kening wanitanya mendengar perkataan Dira membuat gadis itu tersentuh untuk ke sekian kalinya
setelah melihat Dira keluar Gaza langsung mengeluarkan smartphone nya dan menghubungi seseorang
" dia sudah keluar ingat kamu harus menjaganya dengan ekstra hati-hati karena saya tidak mau dia curiga jika sedang di awasi " ucap Gaza dengan nada perintah
" baik ketua " jawab orang di seberang sana
setelah mengatakan itu Gaza langsung pergi ke ruang kerjanya di sana banyak sekali komputer yang terhubung dengan satelit memudahkan dirinya untuk mengawasi dari jarak jauh
__ADS_1
Gaza langsung menghidupkan smartphone yang utama maklum saja selama ini dia mematikan nya supaya tidak ada yang mengganggunya dan terlihat ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Marvin
baru saja Gaza akan menelfon smartphone Gaza berbunyi siapa lagi jika bukan Marvin dengan cepat Gaza menggeser tombol hijau
" katakan " ucap Gaza tenang
" akhirnya , setelah sekian purnama kamu menjawabnya " ucap Marvin lega
" cepatlah ada berita apa ? tanya Gaza dengan nada kesal
" kamu harus kembali ini darurat " jawab Marvin cepat
" contohnya " ucap Gaza santai
" ada misi hanya kamu yang bisa
menanganinya " jawab Marvin
" tidak bisakah yang lain saja " ucap Gaza tenang
" tidak bisa karena misi ini lumayan bahaya tapi jika kamu tidak mau saya bisa membatalkan nya. " ucap Marvin
Gaza masih terdiam mendengar perkataan Marvin dia masih berpikir sejenak untuk mengambil keputusan ini
" di mana tempatnya ? tanya Gaza
" Mesir " jawab Marvin
" berapa harganya ? tanya Gaza lagi
" bisa membuat kita keliling dunia seperti yang kamu impikan " jawab Marvin
" dua hari lagi kamu harus berangkat jika kamu mengambil nya " jawab Marvin yakin
Gaza masih terdiam mendengar perkataan sahabat nya dan Marvin tau itu
" Gaza jika kamu tidak bisa kita batalkan saja " ucap Marvin ragu
" kita ambil " jawab Gaza yakin
" kamu sudah yakin dengan keputusan ini ? tanya Marvin memastikan lagi
" yakin , kamu kirimin berkasnya di e-mail seperti biasa " ucap Gaza yakin
" apa yang akan kamu katakan padanya ? tanya Marvin lagi
" itu urusanku kamu siapkan saja perlengkapannya yang akan saya bawa ke Mesir " ucap Gaza kesal
" baiklah jika itu mau mu , tapi apa sebaiknya kamu bawa Dira ke sini saja , di markas kita itu
lebih aman " ucap Marvin memberi saran nya
" akan ku coba bicara dengannya " jawab Gaza pada akhirnya
setelah mengatakan itu Gaza langsung mematikan sambungan telepon nya ada benarnya juga ucapan Marvin setidaknya di markas akan banyak yang menjaga Dira
mengingat Maxim dan Rudi akan segera kembali dari Korea pasca pemulihannya saat kejadian itu mereka bisa menjadi bodyguard Dira sementara waktu
di sini Dira sungguh senang dia bisa berbelanja tanpa ada yang mengenal nya jadi Dira bisa bebas melakukan apa pun yang di mau seperti sekarang dia sedang membeli baju dan makanan untuk dirinya serta Gaza
" ismi apa ini bagus untuk dipakai ? tanya Dira pada salah satu anak dari tetangga Dira
__ADS_1
" bagus jika di pakai bisa buat suami makin
sayang " jawab ismi yakin
Dira tersipu malu mendengar jawaban ismi dia meletakkan lagi di tempatnya maklum saja baju yang Dira pegang adalah baju tidur yang lumayan sexy
" ko di taruh lagi kenapa ? tanya ismi heran
" owh ... saya salah ambil " ucap Dira spontan
" ngga usah malu-malu ayo ambil saja pasti suami kamu mangkin cinta dia tidak tidak bisa lepas dari jeratan dan pesona mu " ucap ismi panjang lebar
Dira hanya tersenyum dan bergidik geli mendengarnya belum tau saja ismi jika tanpa Dira melakukan itu Gaza sudah bucin padanya yang ada Dira lah yang bakalan di ikat agar tidak lari darinya
mereka tidak menyadari jika ada orang yang sedang mengawasinya di saat Mereka sedang berbincang-bincang pandangan mata Dira teralihkan oleh berita yang membuatnya syok
" Thomas " ucap Dira lirih
bahkan tubuh Dira seakan-akan ingin jatuh karena kakinya menjadi lemas berita itu sungguh membuat nya semangkin merasa bersalah karena isi berita itu
" seorang penyanyi dan pencipta lagu lagu hit Thomas Rey telah meninggal dunia setelah mengalami koma lebih dari dua Minggu " ucap ismi yang tak sengaja membacanya
" sayang sekali haru mati muda padahal dia sangat tampan " sambungan ismi lagi
Dira mulai mengeluarkan keringat dinginnya mendengar perkataan ismi wajahnya juga mulai pucat membuat ismi khawatir
" Dira kamu kenapa ? tanya ismi panik
" tidak apa-apa , seperti nya saya pulang lebih dulu kepalaku pusing " jawab Dira setenang mungkin
" apa kamu tau jalan nya ? tanya ismi lagi
" tenang saja saya tahu ko , saya pergi dulu terimakasih sudah mau menemaniku belanja " jawab Dira sambil tersenyum
" baiklah hati - hati " ucap ismi pada akhirnya
Dira pergi meninggalkan ismi dia menyusuri jalan dengan langkah gontai hingga dia berada di tempat sepi mulailah Dira berteriak sekencang-kencangnya
" aaaahhhh..... aaahhhh...." teriak Dira histeris sambil menjatuhkan badannya ke tanah
" Thomas...hik...hik ..hik... Thomas maaf " ucap Dira lirih sambil mengeluarkan air matanya
orang suruhan Gaza hanya bisa berdiri menyaksikan Dira seperti itu karena sesuai perintah nya dia hanya bisa mengawasinya hatinya terenyuh melihat Dira seperti itu
" maaf nona saya tidak bisa berbuat apa-apa melihat nona seperti itu " gumam nya
Dira kembali teringat dengan masalah nya lagi kali ini lebih bahaya Dira langsung berdiri mengingat itu
" ayah " ucap Dira sambil menghapus air matanya
setelah mengatakan nya Dira langsung berlari meninggalkan tempat itu membuat orang suruhan Gaza ikut berlari mengikutinya
Dira terus berlari tapi dia tidak kembali ke pelabuhan untuk kembali ke pulau itu melainkan menuju telepon umum
Dira langsung memencet beberapa nomor telepon dan terdengar sambungan dari seberang sana lama Dira berbicara entah apa yang di bicarakan yang jelas membuat orang itu tertawa karena puas dengan jawaban Dira
tapi tidak dengan Dira dia terlihat linglung setelah berbicara dengan nya pandangan mata Dira kosong beberapa kali dia menghela nafasnya
" ini sudah benar , yah begini sudah benar tidak boleh ragu lagi , ayo Dira kamu pasti bisa menghadapinya " ucap Dira dengan semangat
Dira pergi dari sana sekarang tujuannya ke pelabuhan karena dia harus kembali ke pulau itu dan mempersiapkan semuanya dia berharap malam ini menjadi malam yang tak terlupakan untuk dirinya dan Gaza nanti
__ADS_1