
Dirga masuk ke dalam dengan membopong tubuh Dira yang tertidur pria itu tidak perduli jika anak buahnya melihat dengan heran terutama Marvin
Marvin bingung dengan keadaan Dira karena tadi dia baru saja menggodanya tapi kenapa Dira jadi seperti ini apa yang di lakukan oleh big bos nya kali ini
tapi Marvin sadar akan dirinya dia tidak bisa melakukan apa apa Untuk sekarang hanya bisa mengepalkan tangannya melihat semua itu
" tuan " ucap mereka serempak saat big bosnya masuk
Dirga berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan nya dia juga menatap satu persatu anak buahnya dengan tatapan mengintimidasi
" tunggu saya di tempat biasa " perintah Dirga tegas
" baik tuan " jawab mereka serempak
Dirga melihat Marvin yang ingin keluar dengan cepat Dirga menghentikannya
" Marvin , saya akan bicara dengan mu bergabung lah bersama Gaza " perintah Dirga lagi
" baik " jawab Marvin sambil menganggukkan kepalanya
setelah mengatakan itu Marvin ingin pergi tapi dia berhenti sejenak untuk melihat big bos nya akan membawa dira ke mana ternyata Dirga membawa Dira masuk kedalam kamarnya membuat Marvin sedikit lega
" huh..." Marvin menghela nafasnya sejenak sebelum melanjutkan perkataan
" setidaknya Dira tidak di siksa untuk saat ini , kamu harus kuat Dira tunggu kami " gumam Marvin
Marvin tau betul tempramen big bos nya dia tidak segan-segan untuk menghilangkan nyawa orang jika dirinya sudah marah sama seperti sahabatnya Gaza Karena Dirga lah yang membentuk Gaza menjadi seperti iblis jadi tak heran jika sifat keduanya tak beda jauh
sedangkan untuk Felix pria itu hanya mengawasi interaksi big bos nya dari jauh sebenarnya dia ingin tau apa yang di bicarakan oleh Dirga dan Marvin tapi Felix punya rencananya sendiri akhirnya dia pergi dari sana
" tuan kenapa big bos menahan Gaza dan
Marvin ? tanya Alex penasaran
" saya tidak perduli Alex , masih ada urusan yang lebih penting dari mereka , ayo " ajak Felix tegas
" apa kita akan menemuinya lagi ? tanya Alex lagi
" itu juga bisa tapi kita harus berkumpul di tempat biasa dulu karena big bos pasti akan langsung ke sana " ucap Felix
" baik tuan " jawab Alex sambil menganggukkan kepalanya
kedua pria itu akhirnya pergi dari sana menuju tempat yang telah di sepakati
sekarang di tempat Dirga berada pria itu meletakan Dira ke tempat tidurnya dengan perlahan dia juga melihat wajah Dira yang tertidur pulas dan itu terlihat seperti putri tidur di matanya
" jika kamu berani kabur lagi saya tidak akan segan untuk membuat kamu lebih sakit dari ini Dira " ucap Dirga sambil mengelus pipi Dira
__ADS_1
" jadilah penurut mungkin saya bisa meringankan hukuman mu " ucap Dirga lagi
pria itu masih bicara sendiri sambil mengamati wajah Dira yang terlihat lebih cantik saat wanita itu tertidur membuat Dirga berdecak kesal
" sialan kenapa dia terlihat cantik sekali saat sedang tidur " gumam Dirga
" saya tidak boleh ragu lagi agar rencana ku berhasil " ucap Dirga yakin
Dirga langsung pergi setelah mengatakan itu dia juga juga mengunci pintu kamar nya dari luar agar Dira tidak bisa kabur lagi sekarang dia harus menemui seseorang di luar sana
Dirga melihat Gaza Marvin serta Marko seperti sedang berdebat di luar pria itu segera menghampiri nya
" jangan berfikir kamu terlihat keren dengan melakukan itu " ucap Marko dengan nada kesal
" setidaknya sekarang itu yang kamu pikirkan " jawab Marvin dengan nada mengejek
" jangan harap kalian akan lepas begitu saja dari tuan Dirga , terutama kamu " ucap Marko lagi sambil menunjuk ke arah Gaza
" kamu ini bawel sekali seperti wanita yang sedang datang bulan " ledek Marvin lagi
untuk Gaza sendiri dia tidak peduli dengan semua perkataan Marko itulah mengapa dirinya hanya diam saja sebenarnya Gaza sedang memikirkan keadaan wanitanya di dalam apakah baik baik saja
" saya tidak bicara padamu , tapi padanya , hey... jangan diam saja saat saya sedang berbicara " ucap Marko marah sambil melihat ke arah Gaza
Marko bertambah kesal saat Gaza hanya melihatnya dengan tatapan mata tajamnya
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Marko padanya , dengan perlahan Gaza mendekati nya serta mengeluarkan kata-kata yang membuat Marko semangkin marah
" jika kamu tidak suka melihat ku , congkel saja matamu , apa perlu bantuan ku " ucap Gaza tegas
Marvin tertawa puas mendengar perkataan Gaza sahabat nya sungguh keren sekali
" hahahaha kamu benar broh , bagaimana mau yang kanan apa yang kiri dulu atau keduanya ? ledek Marvin
" serahkan saja padanya , dia ahli dalam urusan seperti itu " ucap Marvin lagi sambil menunjuk ke arah Gaza
Marko ingin membalas perkataan Marvin tapi di urungkan karena kedatangan big bos nya
" apa yang kalian ribut kan seperti nya seru ? tanya Dirga penasaran
" tidak ada tuan " jawab Marko tenang
" biasa bos masalah wanita " jawab Marvin asal
" kali ini siapa lagi incaran kamu Marvin ? tanya Dirga lagi
" oh ...itu hehehe sebenarnya " ucap Marvin gugup
__ADS_1
Marvin tidak bisa melanjutkan perkataan nya melihat kegugupan Marvin Dirga langsung menoleh ke arah Marko dan melihat pria itu sedang melototkan matanya ke arah Marvin membuat Dirga penasaran lagi
" apa kamu mulai berkencan Marko ? tanya Dirga dengan tegas
" tidak tuan , jangan percaya padanya " jawab Marko dengan cepat
" apa salahnya berkencan Marko , lakukan lah saya tidak pernah melarang mu , bila perlu kamu juga bermain dengan nya agar hidupmu
tidak monoton " ucap Dirga panjang lebar
" baik tuan " jawab Marko pasrah
Marko tidak ingin masalah pribadinya merembet kemana-mana akhirnya hanya bisa menuruti perkataan tuanya agar berhenti mengintrogasi nya
sedangkan untuk Marvin pemuda itu menahan tawanya melihat Marko tidak berdaya
untuk Gaza sendiri akibat perkataan Dirga yang mengajari Marko untuk mengajak teman kencannya bermain dia jadi mengingat permainan nya dengan Dira membuat dirinya merindukan itu semua
karena obat tidur yang di minum Dira hanya sedikit gadis itu mulai sadar dan menggerakkan tangan nya
" ssstttttt kepala ku pusing sekali " gumam Dira
Dira belum menyadari jika dirinya sudah ada di dalam kamar Dirga setelah beberapa menit akhirnya Dira baru ingat jika dirinya ada di rumah Dirga
" sialan saya terkena jebakan lagi " gumam Dira
dengan perlahan Dira beranjak dari tempatnya gadis itu mulai berdiri sambil memegangi kepalanya Dira menuju pintu keluar dan
" ceklek....ceklek... " suara pintu yang terkunci
" aaahhhh dia menguncinya " ucap Dira kesal
" dia sungguh niat sekali untuk
mengurung ku " ucap Dira lagi
gadis itu tidak patah semangat Dira berjalan menuju kaca jendela ternyata tidak beda jauh jendela itu di beri pagar besi agar Dira tidak bisa keluar
" bisa bisa nya dia merencanakan semua ini " gumam Dira
saat Dira prustasi karena tidak bisa keluar pandangan nya teralihkan dengan keberadaan empat pria yang sedang berbicara dengan serius
ternyata mereka adalah Gaza Marvin Dirga dan Marko entah apa yang di bicarakan oleh Mereka yang jelas suasa nya terlihat tegang apalagi saat Dirga memukul wajah Gaza dengan keras hingga Gaza jatuh tersungkur ke tanah
Dira sungguh kaget melihat semua itu dia ingin sekali ke sana untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebenarnya Dira takut sekali jika hubungan nya dengan Gaza di ketahui oleh Dirga secepat ini
Dira hanya berdoa semoga semua itu hanyalah khayalan nya saja dan mereka sedang bertengkar masalah lain
__ADS_1