
hari hari Dira sekarang sungguh sibuk bagaimana tidak semenjak lagu nya booming banyak brand yang ingin bekerja dengan nya serta tawaran manggung yang banyak dari on air hingga off air
seperti sekarang Dira sedang mengisi di sebuah acara ulang tahun perusahaan sudah pasti banyak yang datang dari kalangan pengusaha baik yang masih muda ataupun senior
" sudah sisil jangan terlalu ribet dech " protes Dira
Dira kesal karena dari tadi dirinya belum selesai makeup belum memakai pakaian yang akan di kenakan nanti
" ssssttttt.... kamu diam saja ini acara penting Dira di sana nanti banyak pengusaha kamu harus terlihat menawan " jawab sisil dengan sedikit menggoda
" eh ...saya ini mau kerja bukan cari yang lain " protes Dira lagi
" bawel deh udah sedikit lagi....taraaaa....bagaimana hasil karya ku cantik kan " jawab sisil sambil menaikkan alisnya
Dira melihat hasil karya sahabatnya di cermin dan hanya menampilkan raut wajah yang biasa saja
" huh.... lumayan lah " ucap Dira
" hah ... lumayan ? ini itu perfek Dira " jawab sisil dengan kesal
Dira tersenyum mendengar perkataan sisil dia sengaja berbicara seperti itu agar sahabatnya kesal
" hehehe ...iya...iya ...kamu yang terbaik terimakasih untuk semuanya " ucap Dira
Dira juga memeluk sisil dengan tulus dan gadis itu melanjutkan kata-katanya lagi
" untuk besok dan seterusnya kamu cukup atur jadwal ku manggung saja ya biar hair stylist yang melakukannya karena saya tidak mau kamu cape hm .." ucap Dira dengan tulus
" aahhhh ...so sweet i like it " jawab sisil dengan haru
mereka saling berpelukan dan itu terlihat manis bagi yang melihatnya
mereka harus menyudahi acara pelukannya karena staf acara tersebut menyuruh Dira segera perform
" apa kalian sudah selesai ? tanya staf itu
" iya " jawab Dira dan sisil kompak
" baiklah ayo kita keluar sekarang ! perintah staf lagi
dan dua gadis itu segera menuju acara tersebut benar juga kata sisil acara itu sungguh mewah dan elegan terlihat dari dekorasi tempatnya serta tamu undangan yang hadir
akhirnya nama Dira di persilahkan untuk naik ke panggung yang sudah di sediakan oleh panitia pelaksana dan gadis itu mulai mengeluarkan suara nya dan semua mata mulai menuju ke arah Dira
termasuk orang yang duduk di meja paling depan dia tidak melepaskan pandangannya pada Dira seolah olah dirinya melihat masa lalu nya
" tuan...ingat l...tuan harus melupakan nya dia memang terlihat sama tapi berbeda " ucap asistennya dengan pelan
__ADS_1
" aku tau tapi dia sungguh mengingatkan ku dengan nya apa mungkin ..." ucap orang itu yang di sebut tuan
asistennya langsung menggelengkan kepala nya mendengar perkataan tuan nya
" tidak tuan dia sudah meninggal saya sendiri yang membawa nya dan anak itu juga " ucap asistennya dengan yakin
" kau benar...tapi feeling ku tak mungkin salah kamu harus mencari tau siapa gadis itu " perintah tuan nya
" tapi tuan ..." ucap asistennya yang terjeda
" saya tidak mau mendengar bantahan " jawab tuanya dengan tegas
" baik tuan " ucap asistennya
akhirnya asisten itu hanya bisa menuruti perintah tuan nya memang dia akui bahwa gadis yang sedang bernyanyi itu terlihat mirip dengan wanita masa lalu tuan nya
wanita yang membuat tuan nya hanya melihat dia saja bahkan hingga akhir hidup wanita itu terbukti sampai sekarang tuan nya masih melajang walaupun sudah berusia setengah abad
Dira sudah selesai menyanyi dan gadis itu ingin pulang tapi di cegah oleh sisil karena untuk menghormati si pemilik acara Dira harus mengucapkan sepatah dua patah rasa terimakasih
" selamat atas ulang tahun perusahaan anda tuan dan nyonya Wiliam semoga perusahaan bapak tetap kokoh dan di percaya masyarakat" ucap Dira dengan tulus
" terimakasih juga kamu sudah mau hadir di acara kami ini sungguh saya senang sekali melihat kamu langsung " ucap nyonya Wiliam dengan semangat
Dira tersenyum mendengar perkataan istri dari orang yang mengundangnya
" sama sama nyonya Wiliam saya juga senang bisa mengisi acara di sini " jawab Dira lagi
" ah...hahaha terimakasih nyonya tidak usah repot-repot saya juga sudah mau pulang " jawab Dira sedikit gugup
" maafkan perkataan istri saya biasalah ibu ibu suka gitu jangan di ambil hati " sambung tuan Wiliam
" tidak papa tuan Wiliam " jawab Dira dengan lembut
" baiklah saya pergi dulu terimakasih untuk semuanya tuan dan nyonya Wiliam " sambung Dira lagi
" yah ...sayang banget lain kali kamu harus mau ya jika saya undang lagi ke acara seperti ini ? tanya nyonya Wiliam
" dengan senang hati nyonya " jawab Dira
akhirnya Dira terbebas juga berada di tempat itu gadis itu tidak tau jika setiap gerak geriknya sedang di awasi orang itu sungguh tidak melepaskan pandangan matanya ke arah Dira
sekarang Dira sudah berada di dalam mobil bersama sisil gadis itu langsung melepaskan semua aksesoris yang melekat di tubuhnya dan menyenderkan badannya di jok mobil
" huh....sisil ternyata tidak mudah menjadi terkenal sungguh melelahkan belum lagi setiap pergi mereka selalu meminta foto " ucap Dira
" hey ...helooo siapa yah yang ngotot pengin jadi super star makanya terima ajah perjodohan itu kamu tidak perlu cape kan " jawab sisil dengan meledek Dira
__ADS_1
mendengar perkataan sisil Dira langsung memukul lengan temannya itu dengan kencang karena kesal
" aaahhhh...sakit Dira....!!!! teriak sisil sambil mengusap lengan nya
" memang tidak cape...tapi cape hati cape pikiran kamu saja yang menggantikan saya dengan senang hati akan ku berikan " ucap Dira
" hehehe....sory kalo itu lebih baik saya jomblo seumur hidup " jawab sisil tegas
" eh ...bukan kah kamu pernah bilang dia ganteng dan kaya ayolah kamu saja yah yang menggantikan saya lagian dia juga belum tau seperti apa wajah calon istrinya " ucap Dira dengan enteng
" amit - amit.....amit - amit ..." ucap sisil sambil mengetuk kan tangannya ke kepala
Dira tertawa melihat tingkah sahabatnya sungguh dirinya merasa terhibur dan lelahnya jadi hilang seketika
" hahahaha ... kamu lucu sekali " ucap Dira
di tempat Gaza sekarang pemuda itu sedang berdiskusi dengan marvin mengenai rencananya
" kapan rencana kita akan di laksanakan ? tanya marvin dengan serius
Gaza mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan marvin
" tenang saja saya lebih suka seperti ini dulu jangan tergesa-gesa marvin hasilnya tidak bagus " jawab Gaza
" hah ...saya sudah bosan dan ingin cepat bertemu Dira Gaza " ucap marvin spontan
Gaza langsung mengeluarkan tatapan mata tajamnya mendengar perkataan marvin
" heheheh ...selow broh saya hanya ingin mengembalikan smartphone nya " jawab marvin salah tingkah
" sini....!!! ucap Gaza tegas
Gaza mengulurkan tangannya dan marvin tahu apa maksud temannya itu
" biar saya saja yah ..plis hem..." jawab marvin sambil memperlihatkan tingkah imut
" satu ...dua ...ti..." ucap Gaza terpotong
" iya ...iya ...ini puas kan dasar kutub utara " ucap marvin sambil menaruh Smartphone Dira ke tangan Gaza
sungguh marvin kesal sebenarnya tapi apa boleh buat dia lebih sayang nyawanya dati pada di suruh milih lagi mau di oles atau di minum bahkan lebih buruk lagi dari itu
Gaza langsung pergi setelah mendapatkan smartphone Dira dari tangan marvin dia tidak peduli dengan tampang sahabat nya yang terlihat menyediakan
" hah ... pupus sudah aku bertemu Dira saya harus memikirkan lagi alasan nya " ucap marvin lesu
" hey ...kamu mau kemana...!!!! teriak marvin setelah melihat Gaza keluar pintu
__ADS_1
" bukan urusan mu " jawab Gaza enteng
entah apa yang akan di lakukan Gaza terhadap smartphone milik Dira yang jelas dia punya rencananya sendiri dan dia tidak sabar untuk melakukannya