
Dira dan Dirga sudah berada di dalam mobil kali ini Dirga duduk di belakang bersama Dira sedangkan yang melajukan kendaraannya adalah Marko dia datang setelah selesai mengatasi masalahnya
sejak tadi Marko tidak henti-hentinya melirik kaca spion yang mengarah ke big bosnya dia tidak habis pikir dengan bosnya karena seperti baru jatuh cinta saja padahal dia memiliki banyak wanita
Marko hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan bos nya karena sejak tadi mereka berciuman terus padahal Dira sudah menyuruh berhenti tapi Dirga seakan tuli seperti sekarang ini
" hah...hah... Dirga stop...kita masih di mobil " ucap Dira dengan nafas tersengal
Dirga langsung menengok ke depan mendengar perkataan Dira lalu dia menatap Marko dengan tajam
" apa kamu melihatnya Marko ? " tanya Dirga tegas
" tidak tuan saya tidak melihat apapun " jawab Marko asal
Dirga tersenyum mendengar perkataan Marko dengan perlahan Dirga mendekat kan wajahnya lagi Dira yang tau maksudnya Dia berusaha menghindar
" Dia berbohong jangan per hmmm...ahhh...hmmm... " Dira tidak bisa melanjutkan perkataan nya Karena Dirga langsung mencium bibir Dira
Dirga sungguh tidak bisa berhenti mencium Dira semenjak wanita itu menerima nya dan membalas ciumannya
di saat Dirga sedang terhanyut dalam permainannya dia harus menghentikan aksinya dengan terpaksa karena Marko menghentikan mobilnya secara mendadak
" Marko....!!! teriak Dirga
" seperti nya kamu ingin ke Korea Utara " ancam Dirga
" maaf tuan ada mobil di depan menghentikan mobil kita " jawab Marko santai
Dirga melihat mobil di depan nya dan mengetahui mobil siapa itu dengan santai dia menyuruh Marko mendekatinya
" kita mendekat " perintah Dirga
" baik tuan " jawab Marko
Dirga keluar dari mobil setelah Marko menghentikan kendaraannya tepat di samping mobil itu dengan kesal Dirga menatap orang yang keluar lebih dulu dari nya
seperti ini Dirga saat keluar dari mobilnya
" berani sekali kamu menghalangi jalan ku " ucap Dirga kesal
" kenapa tidak " ledek Gaza
tanpa basa basi Gaza langsung memukul wajah Dirga dan terjadilah aksi saling pukul antara kedua pemuda itu membuat Dira khawatir melihatnya dan ingin keluar tapi di cegah Marko
" tetap di dalam nona " perintah Marko
" kau gila mereka saling pukul " ucap Dira kesal
" itu wajar bagi seorang pria " jawab Marko santai
" kalian para pria memang aneh " ucap Dira lagi
Dira kembali melihat perkelahian Antara Gaza dan Dirga dengan cemas karena Dira khawatir jika Gaza akan seperti Arya dan Bima
Dira tidak bisa hanya melihat saja dia tidak memperdulikan perkataan Marko dengan cepat gadis itu keluar dari mobil
Marko yang melihatnya mau tidak mau ikut keluar
__ADS_1
" merepotkan " ucap Marko kesal
Dira ingin melerainya tapi dia di kagetkan dengan kedua pemuda itu Karena setelah saling pukul Mereka malah berpelukan
" kau membuat mama menangis dan aku membencinya " ucap Gaza
Dirga diam saja mendengar perkataan Gaza dia juga mengusap darahnya yang keluar dari sudut bibirnya
" bagaimana sekarang ? " tanya Dirga pelan
" kita harus cepat pulang " jawab Gaza
Dirga mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza kedua pemuda itu berbalik untuk kembali ke mobilnya dan mereka melihat Dira sedang berdiri menatapnya entah siapa yang Dira tatap tapi matanya tertuju kepada Gaza dan Dirga
Gaza senang melihat Dira dalam kondisi baik baik saja dia ingin menghampiri Dira tapi langkahnya terhenti karena Dirga berjalan dengan langkah cepat dan Dia langsung memeluk Dira
Gaza lupa jika dirinya harus bersandiwara sedangkan untuk Dira dia hanya menatap Gaza dengan tatapan kosong
" kau mengkhawatirkan aku ? " tanya Dirga sambil memeluk Dira
Dira hanya diam saja mendengar perkataan Dirga dia bingung harus berkata apa dia juga jadi ragu apa keputusannya sudah tepat untuk menyudahi hubungan nya dengan Gaza
Gaza mengepalkan tangannya melihat Dira di peluk Dirga dia ingin sekali memukul lagi big bosnya tapi dia harus menahannya
" saya harus cepat menyelesaikan
pekerjaan ini " ucap Gaza dalam hatinya
" ayo kita pulang " ajak Dira pelan
Dirga mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Dira dia lalu berbalik ke arah Gaza untuk berbicara
" kau saja saya ada urusan " jawab Gaza
Gaza pergi masuk ke dalam mobilnya setelah mengatakan itu untuk Dira sendiri dari tadi dia hanya diam saja melihat itu
Dirga memegangi tangan Dira agar ikut masuk dengannya
" kita kemana tuan ? " tanya Marko
" pulang " jawab Dirga tenang
" baik " ucap Marko lagi
" honey , maaf sebenarnya saya ingin membawa kamu ke suatu tempat tapi sepertinya Mama sedang sedih jadi lain kali saja Kita kesana " ucap Dirga panjang lebar
" tidak papa " jawab Dira
Dirga tersenyum mendengar perkataan Dira dia mengelus pipi Dira dan mendekatkan wajahnya lagi dengan cepat Dira menghindar dengan cara menoleh ke samping
" Dirga, saya lelah bolehkah saya istirahat " ucap Dira pelan
Dirga sebenarnya kesal dengan Dira karena masih ingin menghindari nya tapi mendengar perkataan nya jika dia lelah akhirnya Dirga mengalah
" baiklah , istirahatlah " jawab Dirga sambil tersenyum
" terimakasih " ucap Dira
Dira menyenderkan kepalanya di bahu Dirga dan memejamkan matanya seolah-olah tertidur dan Dirga sangat senang dengan tindakan Dira dia mengelus rambut Dira serta mencium kening nya
__ADS_1
Marko yang melihat tuanya seperti itu kembali menggelengkan kepalanya karena untuk pertama kalinya Dirga mengalah biasanya dia akan dominan terhadap pasangannya jika dia menginginkan sesuatu maka harus dilakukan
" apa yang kamu pikirkan ? " tanya Dirga kesal
" berhenti memikirkan hal aneh " sambung Dirga lagi
" tidak memikirkan apapun bos " jawab Marko santai
setelah mendengar perkataan Marko Dirga kembali melihat ke arah Dira dan mendekapnya Dira sungguh tertidur pulas padahal niatnya hanya berpura-pura tapi dia memang lelah dengan semuanya
" Dira aku tau kamu belum sepenuhnya menerimaku akan ku buat kamu jatuh cinta padaku setelah itu aku akan bebas melakukan apa saja yang ku inginkan padamu " ucap Dirga dalam hatinya
Dirga mengeluarkan semiriknya setelah mengatakan itu Dia sudah membayangkan rencananya terhadap Dira dan tidak sabar untuk melakukannya
kabar jika anaknya sudah kembali membuat mama Dirga senang dia langsung keluar menemui nya dan melihat jika putranya sedang membopong Dira
" kamu apakan Dira Dirga " ucap mama Dirga panik
maklum saja mama Dirga mengira Dira pingsan akibat ulahnya jadi dia panik
." mah , beri jalan dulu biar Dirga membawa nya ke kamar " jawab Dirga tenang
mama Dirga hanya bisa menuruti keinginan putranya dia mengikuti dari belakang untuk memastikan bahwa Dira baik baik saja
Dirga meletakkan Dira ke tempat tidurnya dengan perlahan dan menyelimutinya setelah itu dia berbalik menghadap mamanya
" mah kita keluar saja Dira sedang tidur jangan mengganggu nya " ajak Dirga
" kamu tidak bohong kan ? " tanya mama Dirga memastikan
" mah.... Dirga tidak bisa marah padanya apa mama lupa selama ini sikap Dirga padanya " ucap Dirga dengan kesal
" hehehe ....iya mama masih ingat kamu selalu menganggunya " jawab mama Dirga
" itu karena Dirga ingin bersamanya mah "ucap Dirga lagi
" iya....iya ...mama percaya ayo kita keluar jangan menganggu nya istirahat " ajak mama Dirga
ibu dan anak itu akhirnya keluar dari kamar Dira Mereka tidak menyadari jika sejak tadi ada orang yang mendengar perkataan nya dan membuat dia kesal dari tadi
setelah melihat tidak ada siapa-siapa di ruangan itu akhirnya dia keluar dari persembunyiannya dan mendekati Dira dengan perlahan orang itu adalah Gaza stefano
ternyata dia pergi lebih dulu agar lebih cepat sampai ke rumah big bos nya dan dia berbohong jika ada urusan
Gaza naik ke atas ranjang Dira dan mendekapnya dari belakang dengan erat
Dira setengah sadar dia merasakan ada seseorang di sisinya dan ingin berontak tapi dekapannya terasa familiar apalagi aroma wangi tubuh nya
Dira merasa nyaman dia malah berbalik memeluknya dan kembali tidur
" tunggulah sebentar lagi saya sudah menemukan nya setelah saya membuatnya aku pastikan kita akan pergi dari sini " ucap Gaza pelan
Gaza mengecup kening Dira pelan benar dugaan Gaza Dirga menyimpan darah pertama ayah Dira di rumahnya dan sekarang barang itu sudah ada padanya
Gaza sudah gila dia tidak perduli jika Dirga masuk kedalam yang jelas dia sangat merindukan wanitanya dia malah ikut tertidur sambil memeluk Dira dengan erat
Gaza juga tidak perduli dengan smartphone nya yang tertinggal di mobil padahal sejak tadi berbunyi karena Marvin ingin memberi tahu jika teman kecilnya mengajak bertemu untuk makan malam bersama
untuk sekarang keduanya sedang tidur bersama dan tidak memikirkan yang lainnya ingat hanya tidur tidak melakukan apa-apa
__ADS_1