
Dira sudah sampai bandara di daerahnya berada bandara itu tidak terlalu besar karena tempat Dira jauh dari kota besar semua karena papa antonie tidak ingin di ketahui keberadaannya oleh seseorang
gadis itu berjalan dengan tergesa-gesa Karena ingin secepatnya bertemu dunianya membuat arya dan bima pontang panting mengikuti langkah Dira hingga kedua pemuda itu merasa lega karena Dira berhenti juga
ternyata gadis itu melihat temannya yang sudah menunggu itulah sebabnya Dira berhenti
" sisil....!!! teriak Dira
sisil yang melihat Dira sudah sampai langsung berlari menghampirinya kedua gadis itu saling berpelukan menahan tangisnya
" kamu harus kuat Dira " ucap sisil
Dira mengangguk mendengar perkataan sisil dia juga melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya
" apa kamu sudah menemuinya ? tanya Dira
" belum , saya menunggumu " jawab sisil
" ayo kita harus ke rumah sakit sekarang " ajak Dira
sisil mengangguk kan kepalanya tapi pandangan gadis itu teralihkan oleh dua pemuda di belakang Dira
" eih ...siapa Mereka ? tanya sisil
" dia bodyguard ku " jawab Dira
" oho...sejak kapan ? tanya sisil lagi penasaran
" panjang ceritanya, ayo kita pergi dulu nanti ku ceritakan di mobil " jawab Dira cepat
Dira langsung menarik tangan sisil agar pergi dari sana dan sisil masih sempat-sempatnya bermain mata dengan kedua bodyguard Dira
maklum saja pekerjaan boleh bodyguard tapi tampang konglomerat itulah yang terlihat pada Arya dan Bima karena tampang mereka juga lumayan tampan itu semua karena tuntutan pekerjaan nya untuk kamuflase seperti ketuanya
Dira dan sisil akhirnya sampai juga di rumah sakit di mana papa antonie di rawat dan selama perjalanan Dira menceritakan semua kejadian yang di alaminya sewaktu mengisi acara bersama Thomas
sisil menjadi marah mendengar penjelasan Dira dan dia mengijinkan Dira membawa bodyguard kemana pun gadis itu pergi
sekarang kedua gadis itu sudah berada di ruangan di mana papa antonie berada
" paman Peter bagaimana keadaan papa ? tanya Dira
" belum ada perubahan nona " jawab paman peter
paman peter adalah pelayan keluarga Dira yang dapat di percaya
" kenapa papa bisa seperti ini paman apa yang terjadi ? tanya Dira lagi
" kejadiannya begitu cepat nona " ucap paman peter
" saat itu tuan terburu-buru karena ada panggilan penting dari perusahaan sehingga tidak mau memakai supir karena ingin mengejar waktu " paman peter menjeda ucapannya
__ADS_1
" kami semua tidak tau apa yang terjadi saat itu hingga paman menerima panggilan jika tuan mengalami kecelakaan dan mobil yang di tumpangi tuan jatuh ke jurang " sambung paman peter
Dira sungguh syok mendengar perkataan paman peter gadis itu menutupi wajahnya yang mengeluarkan airmata dan sisil menepuk-nepuk pundak Dira untuk memberikan ketenangan
" sekarang masalahnya perusahaan tuan sedang kacau karena keadaan tuan Antonie nona " ucap paman Peter lagi
" mau tidak mau nona harus mengurus
perusahaan " sambung paman peter lagi
" itu tidak mungkin paman " jawab Dira cepat
" kenapa nona ? tanya paman Peter
" saya sudah tanda tangan kontrak selama dua tahun dengan agensi musik " jawab Dira
" nona bisa membatalkan nya dengan membayar penalti " ucap paman peter
Dira menggeleng kan kepalanya tanda tidak setuju
" sebenarnya Dira belum siap paman peter " jawab Dira dengan suara pelan
mendengar perkataan Dira baik paman peter dan sisil hanya bisa menghela nafasnya
" bagaimana jika sisil saja yang menggantikan Dira paman " ucap Dira
sisil kaget dengan perkataan Dira gadis itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat
" kali ini saja sampai saya siap aku mohon sil kamu satu satunya orang yang dapat ku percaya dan hanya kamu yang bisa percayalah " rayu Dira
" kamu sudah ku anggap saudara perempuan ku selama ini papa juga menganggap kamu putri nya please " ucap Dira
Dira tidak menyerah untuk merayu sisil agar menggantikan dirinya menjalankan perusahaan papa antonie
" tapi Dira saya khawatir dengan kamu jika saya membantumu " jawab sisil
" siapa nanti yang akan menjaga kamu dari orang-orang licik di ibu kota " sambung sisil lagi
" kamu tenang saja sekarang kan saya punya bodyguard yang mengikuti ku kemana pun aku pergi dan mereka dapat di percaya " jawab Dira dengan yakin
akhirnya baik sisil dan paman peter hanya bisa mengikuti keinginan Dira mau bagaimana lagi tidak ada yang bisa merubah sifat keras kepala Dira dan mulai besok sisil akan mengurus perusahaan papa antonie
sekarang di tempat yang tak jauh dari keberadaan Dira felix sedang kesal karena mendapat kabar dirinya harus bekerjasama dengan Gaza apalagi misi kali ini tidak boleh gagal karena hukumannya Sangat berat
" aaahhhh.....sialan kenapa harus dengannya " teriak felix
" kendalikan emosi anda tuan felix " ucap alex
" kenapa big bos tidak mempercayai ku alex padahal saya sudah memberikan apa yang
dia mau " jawab felix dengan kesal
__ADS_1
" justru ini kesempatan tuan untuk mengalahkan Gaza " ucap alex dengan yakin
" bagaimana caranya ? tanya felix penasaran
alex membisikan sesuatu di telinga tuanya untuk menjalankan rencananya pria itu yakin usahanya akan berhasil kali ini dan felix tersenyum mendengar rencana alex
" hahaha ...aku tidak sabar melihatnya alex " ucap felix senang
" Gaza bersiaplah kali ini aku akan membuatmu kalah dan mendapatkan hukuman dari big bos " ucap felix lagi
Dirga masih di kediamannya pria itu sedang menikmati waktunya saat ini dengan cara berendam air hangat di pemandian nya sendiri
biasanya pria itu di temani dengan wanitanya dan melakukan olah raga di dalam air bersama tapi kali ini dia sedang tidak mood untuk melakukan itu sejak malam itu
di mana dirinya melihat Dira mengenakan gaun malam pemberiannya dan mencium bibir Dira di malam itu membuat Dirga selalu terbayang dengan Dira
seperti sekarang dia masih terdiam sambil memejamkan matanya sambil berendam
" haruskah saya mendengar kan Mery " gumam Dirga
" tidak ...tidak...saya tidak boleh lunak dengannya sebelum dia mendapatkan hukuman ku " ucap Dirga lagi
" dia sendiri yang menginginkan ini jadi saya hanya mengikutinya saja " Dirga mengeluarkan semiriknya setelah mengatakan itu
" tuan ada panggilan dari kanada " ucap Marko yang tiba-tiba datang membuat Dirga kaget
Dirga mengambil telepon yang di pegang marko dengan kesal dan Marko hanya diam saja melihat tuanya seperti itu
" ada apa...? tanya Dirga to the point
" apa yang kamu lakukan pada antonie ? tanya papa Dirga
" kenapa papa yakin sekali jika Dirga yang melakukannya " jawab Dirga
" karena kamu anak papa " ucap papa Dirga lagi
Dirga berdecak mendengar perkataan papanya
" bukan Dirga pah " jawab Dirga dengan enteng
" memang bukan kamu tapi anak buah mu Dirga " ucap papa Dirga dengan marah
" papah cerewet sekali tenang saja itu tidak akan lama setelah rencana Dirga berhasil semua akan kembali seperti semula " ucap Dirga dengan panjang lebar
" sebelum papah pulang semua harus selesai Dirga papah tidak mau mendengar bantahan " perintah papah Dirga dengan nada tegas
" iya ...iya ...dengan syarat mamah tidak boleh tau semua ini " jawab Dirga
" sepakat " ucap papah Dirga
akhirnya ayah dan anak itu mengakhiri pembicaraan nya
__ADS_1
Dirga sudah tidak mood lagi untuk berendam lebih lama pria itu akhirnya berdiri dan pergi dari sana
Dirga akan pergi menemui Gaza untuk melihat racun pesanan nya apakah sudah jadi apa belum karena dia harus cepat bergerak sebelum orang tuanya pulang