
tak terasa sudah seminggu Gaza dan Dira berada di pulau itu Mereka benar-benar terbebas dari masalah untuk sekarang Dira sungguh menikmati kehidupannya saat ini
meskipun setiap malam Dira terus mengigau membuat Gaza harus extra menjaganya seperti menemani Dira tidur setiap malamnya hanya tidur tidak ada yang lain
dan sekarang Dira mengigau lagi kali ini cukup lama Gaza menenangkan Dira padahal dia sudah membangunkan Dira dengan menepuk-nepuk pipinya
" aaahhhh.... place stop....stooppp...!!!! teriak Dira
" ja...ngannnn lagi ku mohon janga....an " ucap Dira terbata di sertai keringat dinginnya bercucuran
" Dira sadarlah... my sunshine bangun " ucap Gaza panik
di alam bawah sadarnya dia kembali mengingat kejadian saat Dirga memaksanya dan terus mengajak nya bermain padahal Dira sudah berkali-kali bilang stop
tapi Dirga tidak memperdulikan perkataan nya dia terus mengajak Dira bermain hingga wanita itu tidak sanggup lagi dan akhirnya pingsan
" sa...sakit..." ucap Dira lagi dengan pelan
Gaza sangat marah serta emosinya membuncah setelah mengetahui kejadian malam itu di mana Dira terus memohon agar berhenti karena kesakitan
" sayang sadarlah jangan seperti ini ku
mohon " ucap Gaza dengan sedikit bergetar
air matanya menetes begitu saja tanpa Gaza sadari untuk pertama kalinya dalam hidup Gaza merasakan air matanya sendiri walaupun kehidupannya yang dulu juga keras tapi dia tidak pernah menangis
setelah air mata Gaza mengenai pipi Dira akhirnya wanitanya sadar juga membuat Gaza langsung menghapus air matanya
" hah...hah... " ucap Dira ngos-ngosan
Gaza langsung memeluk wanitanya dengan erat dan di balas oleh Dira tapi Gaza mendengar suara tangisan Dira
" hik...hik...sampai kapan saya seperti ini " ucap Dira pelan
mendengar Dira berbicara seperti itu Gaza memberanikan diri untuk mencarikan solusinya
" apa kamu ingin melupakannya ? tanya Gaza tenang
Dira hanya mengangguk kan kepalanya di dalam dekapan Gaza
" ijinkan saya menghapusnya apa kamu mau ? tanya Gaza lagi
" bagaimana cara nya " jawab Dira pelan
" lihat mataku ! perintah Gaza tegas
Dira langsung menatap mata Gaza mendengar perintah nya
" kamu percaya padaku kan ? tanya Gaza untuk memastikan
" iya " jawab Dira
" dengarkan aku , apapun yang terjadi kamu tidak boleh menutup mata cukup liat aku aja
mengerti " ucap Gaza tegas
" iya " jawab Dira yakin
setelah mendengar perkataan Dira Gaza langsung membelai rambut Dira dengan lembut dan turun ke pipi Dira
untuk Dira sendiri dia masih menatapnya Karena mendengarkan perkataan Gaza tidak boleh menutup mata
dengan perlahan Gaza mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Dira dengan lembut terus turun ke lehernya pada awalnya semua berjalan dengan baik hingga Gaza menidurkan Dira ke ranjang semuanya berubah
Dira mulai gelisah terbukti dengan Dira mengepalkan tangannya dan keringat nya mulai bercucuran membuat Gaza harus berhenti dengan aksinya
" buka matamu Dira " perintah Gaza
__ADS_1
" apa..." ucap Dira panik
" lihat aku , di depan mu adalah aku Gaza bukan yang lain jadi kamu harus tenang "
" maaf " ucap Dira sambil memalingkan wajahnya ke samping
" sepertinya lain kali saja Kita melakukan lagi " ucap Gaza pelan
setelah mengatakan itu Gaza langsung beranjak dari tempat tidur nya dan pergi meninggalkan Dira sendiri yang masih terlentang di atas ranjang melihat semua itu Dira kembali menangis lagi
untuk Gaza sendiri dia tidak ingin melukai Dira sebenarnya hasrat Gaza sudah bangun tapi melihatnya seperti itu membuat Gaza harus menahan hasratnya
dia tidak ingin memaksakan kehendaknya jika seperti itu dirinya sama saja dengan Dirga jadi dia harus pergi dari sana untuk menidurkan adiknya nya lagi
Matahari pagi sudah masuk ke dalam kamar Dira kini saatnya dia harus bersiap menyiapkan makanan semenjak di pulau Dira lebih sering memasak sekalian memperdalam ketrampilan masakannya
Dira meraba - raba tempat tidur nya yang di samping biasanya di saan ada Gaza yang masih tertidur tapi kali ini dia tidak menemukan nya
" di mana Dia " ucap Dira pelan
Dira keluar kamarnya dan melihat jika Gaza sedang mengutak-atik komputer nya membuatnya merasa lega dengan perlahan Dira mendekati nya
" sedang melihat apa ? tanya Dira
Gaza mendengar suara Dira dia langsung menyuruh nya mendekat
" kemarilah " perintah Gaza sambil menepuk-nepuk pahanya
Dira tau maksud dari perkataan Gaza dengan perlahan dia menghampiri nya dan duduk di pangkuan Gaza pemuda itu langsung mendekapnya dari belakang
" kamu suka tidak ? tanya Gaza sambil menyenderkan kepalanya di bahu Dira
" kamu mau membelinya ? tanya Dira kembali
" pilihlah mana yang kamu suka " perintah Gaza lagi
" kenapa ? tanya Gaza penasaran
Dira langsung melingkarkan tangannya ke leher Gaza melihat pria nya kebingungan
" yang ku inginkan hanya kamu " jawab Dira santai
" jangan memancingku " ucap Gaza penuh penekanan
Dira tersenyum mendengar perkataan Gaza dia malah mendorong dada Gaza supaya menyender ke belakang
" kamu akan menyesalinya nanti " ucap Gaza lagi
" benarkah ? tanya Dira meledek
setelah mengatakan itu Dira mencium bibir Gaza dengan lembut tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini Gaza langsung membalasnya dengan semangat
ciuman itu semangkin panas dan Dira merasakan jika tepat di bawah yang ia duduki sudah mulai mengeras dengan cepat dia berdiri dan berlari meninggalkan Gaza yang sudah kalang kabut di buatnya
" Dira....!!! teriak Gaza cepat
" maaf saya lupa belum menyiapkan makanan untuk kita makan " ucap Dira sambil berlari
" aaahhhh ...dia sengaja melakukannya untuk menghukum ku awas kamu jika sudah bisa melakukan itu jangan harap masih bisa berlari itu janjiku " ucap Gaza kesal
setelah mengatakan itu Gaza langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi padahal dirinya sudah mandi tapi karena ulah Dira dia harus mandi lagi
sebenarnya jika hanya melakukan ciuman bibir saja Dira sudah bisa Mereka sering melakukannya seperti sekarang ini
bahkan saat Dira memasak tiba - tiba Gaza menciumnya dari belakang membuat Dira harus berhenti dulu tapi di saat sudah mulai jauh Dira akan langsung panik keringat nya mulai bercucuran
dan Gaza harus menghentikan aksinya sebelum lebih jauh lagi tapi Gaza senang melakukannya walaupun dirinya harus bolak balik mandi lagi karena bisa lebih dekat dengan Dira
__ADS_1
sekarang di tempat Dirga pria itu sedang melakukan makan malamnya bersama dengan para pengusaha serta rekan kerjanya seperti biasa akan banyak wanita di sekeliling Mereka
tapi kali ini Dirga tidak membawa wanita manapun bahkan di meja yang mereka duduki hanya ada empat orang itu semua karena keinginan Dirga tapi di sekitarnya masih banyak orang-orang yang masih membutuhkan hiburan
" selamat atas kerjasamanya tuan Dirga saya sudah tidak sabar menunggu peluncuran produk
barunya " ucap tuan Burhan salah satu dari mereka
" kira - kira siapa artis yang pantas untuk menjadi modelnya ? tanya tuan Bram
" sebenarnya saya sudah mempunyai kandidatnya tapi tidak tau apa tuan Dirga menyetujuinya " tanya tuan Diego Smith
mendengar perkataan tuan Diego Dirga mengeluarkan semiriknya
" apa saya mengenal nya ? tanya Dirga tegas
" iya tuan Dirga mengenal nya dan saya pastikan anda akan setuju dengan ku " jawab tuan Diego yakin
" wow... tuan Diego sudah melangkahi kita lebih dulu " ucap tuan Bram dengan nada mengejek
" baiklah kalian boleh mengirimkan data para model pilihan kalian lalu serahkan pada Marko biarkan dia yang menyeleksinya " ucap Dirga tenang
" terimakasih tuan Dirga dengan begini kita bersaing secara adil " ucap tuan Bram pada akhirnya
ke empat pengusaha itu kini sepakat akan mengirimkan modelnya masing-masing karena ini kesempatan yang bagus jika orang nya terpilih apalagi kalau Dirga menyukai nya bisa menjadi ladang emas baginya
" tuan Dirga sudah lama saya melihat anda selalu sendiri apa perlu ku perkenalkan dengan seseorang untuk menemani malam ini " tanya Burhan
" tidak perlu saya sudah punya seseorang yang membuat ku tidak bisa melihat yang lain lagi " ucap Dirga yakin
" beruntung sekali wanita itu bisa menaklukan seorang tuan Dirga " ucap tuan Diego
" sebenarnya saya yang beruntung bisa mendapatkan nya " jawab Dirga santai
" sepertinya sebentar lagi kita akan mendapatkan berita bahagia " ucap tuan Diego lagi
mendengar percakapan kedua orang itu membuat Burhan dan Bram jadi kesal Karena hancur sudah rencananya menjadikan Dirga ladang emasnya
di saat Mereka sedang berbincang-bincang datanglah anak angkat tuan Diego smith Clara
" ayah saya datang " ucap Clara
tuan Diego smith kaget dengan kedatangan clara membuatnya bertanya tanya
" Clara kenapa kamu kesini ? tanya tuan Diego
" ayah Clara sedang kesal karena Marvin kekeh bilang tidak tau di mana keberadaannya , Gaza menghilang seperti di telan bumi membuat ku marah " ucap Clara manja
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Clara ternyata ada yang mencari keberadaan Gaza selain dirinya bahkan poin utamanya dia seorang wanita
" saya tidak menyangka jika tuan Diego mempunyai putri yang sangat cantik " ucap Bram spontan
" maaf waktu itu saya tidak bisa datang di acaranya tuan Diego karena acaranya bentrok dengan jadwal saya waktu itu " sambung Bram lagi
" tidak apa-apa tuan Bram " jawab tuan Diego singkat
" owh iya perkenalkan tuan Dirga ini adalah putri ku Clara " ucap tuan Diego sopan
" maaf Saya juga waktu itu tidak bisa datang " ucap Dirga basa basi
" tidak papa tuan Dirga saya harusnya berterima kasih karena sudah di wakilkan dengan kedatangan tuan Marko " jawab tuan Diego panjang lebar
Clara sedikit takut melihat Dirga karena pria itu melihatnya dengan aura mengintimidasi serta tatapan matanya yang tajam
Dirga harus mencari informasi tentang Clara karena dia penasaran ada hubungan apa dengan Gaza dia berharap melalui dia dirinya bisa menemukan keberadaan Dira
karena Dirga merindukan wanitanya Dira sungguh membuat nya gila belum lagi ocehan mamanya yang terus-menerus menanyakan keberadaan Dira berhasil kah rencananya kita lihat saja
__ADS_1