
Marvin panik saat Gaza menerima pukulan dari Dirga dia ingin sekali membantu Gaza berdiri tapi di cegah Marko serta tangannya juga di cengkeram olehnya
Gaza hanya diam saja mendapat pukulan dari big bos nya malah terlihat sangat tenang
dengan perlahan Gaza mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya
" hentikan bos " ucap Marvin panik
" bos saya bisa jelaskan semuanya " ucap Marvin lagi masih dengan nada panik
Marvin tidak percaya dengan semua ini padahal tadi baik baik saja tapi kenapa sekarang suasana nya berubah tegang karena dia menyinggung masalah Dira
tapi kenapa Gaza yang jadi sasarannya bukan dirinya itu yang ada di pikiran Marvin saat ini tapi Dirga tidak perduli dengan perkataan Marvin terbukti dirinya malah menyuruh Gaza lagi dengan sorot mata tajam
" bangun " ucap Dirga tegas
Gaza langsung berdiri tegak setelah mendengar perintah Dirga tak lama kemudian dirinya mendapat tendangan yang begitu keras di perutnya dari Dirga sampai menabrak meja hingga hancur
baik Marvin dan Dira yang melihatnya menjadi syok mereka sangat khawatir dengan keadaan Gaza yang tidak melawannya
" itu hukuman karena kamu tidak mendengarkan perkataan ku " ucap Dirga sedikit keras
Dirga kembali menendang dada Gaza setelah pemuda itu kembali bangun hingga Gaza mengeluarkan darah dari mulutnya membuat Marvin panik begitu juga dengan Dira yang hanya melihatnya dari jauh
Dira sungguh kesal Karena tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan hanya bisa menontonnya saja Dira Mulai takut jika Dirga mengetahui hubungan nya dengan Gaza
" itu hukuman mu sebagai pengganti Marvin yang berani menyebut nama wanitaku " ucap Dirga penuh amarah
Marvin yang mendengar perkataan Dirga sungguh kaget ternyata Gaza menerima hukuman karena dirinya dan Marvin merasa sangat bersalah pada sahabat nya
" saya terima hukum ini sesuai janjiku dulu " jawab Gaza tenang
Marvin bertambah syok mendengar perkataan Gaza ternyata dia membuat perjanjian dengan Dirga jika orang nya melakukan kesalahan maka Gaza lah yang menerima hukumannya
setelah mengatakan itu Gaza berdiri dan merapikan bajunya yang berantakan dia juga mengeluarkan kata-kata yang membuat nya terlihat keren
" apa masih ada lagi ? tanya Gaza dengan nada menantang
Dirga tersenyum puas mendengar perkataan Gaza yang menerima hukumannya dengan perlahan dia menghampiri nya serta mengulurkan tangannya dan Gaza menyambut nya
pada akhirnya Gaza dan Dirga malah berpelukan pemandangan ini membuat Marvin menjadi lega begitu juga dengan Dira yang melihatnya dari jendela
" kamu semangkin kuat " puji Dirga pada Gaza
" tenaga mu juga semangkin besar " puji Gaza balik
kedua pria itu akhirnya masuk kedalam sungguh pemandangan aneh bagi yang melihatnya karena tadi mereka seperti sedang bertengkar hebat tapi sekarang terlihat akrab seperti tidak terjadi apa-apa
Marko kesal melihat semua itu karena baginya hukuman ini masih kurang
Gaza harus mendapatkan yang lebih berat dari ini seperti hukuman yang pernah di terima Felix yang jari tangannya di potong oleh Dirga
bisa juga lebih berat lagi seperti menyiksa Gaza selama berhari-hari tapi semua hanya khayalan Marko saja Marvin yang melihat ekspresi kecewa dari Marko langsung meledeknya
__ADS_1
" sepertinya kamu harus siapkan mental karena akan sering di kecewakan " ledek Marvin sambil menepuk pundak Marko
Marko bertambah kesal Mendengar ledekan Marvin terbukti dengan dirinya langsung mengusap baju nya yang tadi di sentuh Marvin
" santai tangan ku bersih begitu juga dengan hati ku jadi jangan khawatir " ucap Marvin dengan nada menggoda
setelah mengatakan itu Marvin langsung pergi menyusul sahabatnya serta big bosnya yang sudah lebih dulu pergi dari sana
untuk Dira sendiri dia juga lega sekaligus tidak percaya dengan yang dia lihat ternyata Gaza dan Dirga terlihat sangat dekat satu sama lain dan mereka sama-sama gila
" sedekat apa mereka " gumam Dira
Dira masih bingung dengan apa yang di lihatnya mengenai kejadian tadi karena tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya Dira kembali duduk di ranjangnya sambil memikirkan sesuatu
" apa yang harus saya lakukan sekarang " ucap Dira pelan
Dira kesal karena otaknya buntu untuk saat ini akhirnya gadis itu merebahkan tubuhnya sambil memandangi langit kamar lama kelamaan dirinya merasa ngantuk dan tertidur lagi mungkin juga efek obat tidurnya masih bereaksi
baik Gaza dan Marvin sekarang sudah ada di dalam untuk mendengarkan perkataan Dirga selanjutnya
" Saya tidak menerima alasan bodoh " ucap Dirga tenang
Gaza tau apa maksud dari ucapan Dirga dan dia mengeluarkan senyum jahat nya alias semiriknya
" Marvin pergilah lebih dulu " ucap Gaza tenang
" baik lah " jawab Marvin
pemuda itu hanya bisa menuruti perintah sahabatnya karena tidak bisa berbuat apa-apa
kini di ruangan itu tinggal Gaza dan Dirga sekarang suasana menjadi hening baik Gaza ataupun Dirga tetap diam hingga salah satu dari mereka membuka suaranya
" sekarang katakan ? perintah Dirga tegas
" aku ingin mengujinya " jawab Gaza tenang
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Gaza kemudian dia melontarkan pertanyaan lagi
" bagaimana hasilnya ? tanya Dirga
padahal dalam hatinya sudah waspada mendengar jawaban yang akan di ucapkan Gaza takut jika seperti yang sudah-sudah seperti yang lain selalu gagal
mendengar perkataan Dirga Gaza mengingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Dira gadis itu sungguh tidak terpengaruh oleh dirinya ataupun Dirga dan itu membuat seorang Gaza tertarik
" aku tidak tahu " jawab Gaza tenang
" apa maksudmu " tanya Dirga penasaran
Gaza menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Dirga membuat big bos nya kesal hingga dia di kagetkan oleh jawaban Gaza
" dia berbeda " jawab Gaza singkat
Gaza tersenyum puas mendengar jawaban Gaza sungguh ada rasa bangga dengan Dira yang tidak terpengaruh oleh dirinya ataupun Gaza
__ADS_1
" itulah mengapa saya begitu
menginginkan nya " ucap Dirga cepat
Gaza yang mendengar perkataan Dirga hanya bisa bersikap biasa saja padahal dirinya sedang menahan amarahnya
" apa kamu akan melepaskan dia setelah mendapatkan keturunan darinya seperti katamu dulu ? tanya Gaza tenang
" melepaskan , sampai matipun saya tidak akan melepaskan nya " jawab Dirga penuh penekanan
" kenapa , bukankah kamu hanya menginginkan anak dari nya ? tanya Gaza tegas
" itu dulu " Dirga menjadi ucapan nya sejenak sebelum melanjutkan perkataan nya lagi
" saya pernah bilang jika saya mulai ragu " ucap Dirga lagi.
" jadi apa mau mu sebenarnya ? tanya Gaza penasaran
" menjadikan dia milik ku selamanya tapi tidak satu satu nya kamu tau kan saya tidak bisa bermain hanya dengan satu wanita bagiku membosankan " jawab Dirga yakin
sebenarnya Gaza marah mendengar perkataan Dirga karena menganggap sepele tentang Dira
pemuda itu sungguh ingin membawa Dira pergi bersamanya secepat mungkin
" jangan bertanya lagi ayo kita pergi ke tempat biasa untuk merayakan hasil kerja kalian semua " ajak Dirga
Gaza hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Dirga kemudian Mereka pergi dari sana
seperti janji yang di katakan oleh Dirga mereka berkumpul di club milik Dirga Gaza melihat semua sudah datang dia juga melihat Marvin yang sedang asik berbincang dengan beberapa wanita
Gaza hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang seperti itu bagi Gaza Marvin hanya bisa membual saja terbukti sampai sekarang dia belum pernah berkencan dengan wanita itulah mengapa dirinya tidak percaya dengan Marvin
terbukti tanpa bantuan nya Gaza bisa menaklukkan hati Dira bahkan dirinya menjadi orang pertama yang mendapatkan sesuatu yang paling berharga darinya memikirkan semua itu Gaza jadi merindukan wanitanya
" sedang apa kamu sekarang " gumam Gaza
" Gaza " ucap seseorang di balik punggungnya
Gaza menoleh ke sumber suara dan kembali memalingkan wajahnya mengetahui siapa yang memanggilnya ternyata dia adalah Mery
" ekspresi macam apa ini selalu seperti itu " kesal Mery
Mery langsung duduk di samping Gaza dia tidak perduli jika nanti pria di depannya marah karena Mery sudah bertekad untuk mengejar Gaza hingga dapat
" apa mau mu ? tanya Gaza to the points
" iiisssshhhhh hanya mimum bersama juga tidak bisa " jawab Mery kesal
Dirga tersenyum melihat interaksi antara Gaza dan Mery dia berfikir rencana wanita itu sudah berhasil untuk menaklukkan hati Gaza
Gaza sendiri hanya diam saja mendengar ocehan Mery dia juga membiarkan wanita itu duduk di sampingnya karena tidak ingin berdebat
pandangan Gaza teralihkan oleh kedatangan Marko yang berbisik pada big bosnya dan Dirga segera pergi dari sana membuat Gaza curiga jika ini mengenai wanitanya
__ADS_1
Gaza menoleh ke arah Marvin dia juga memberikan kode padanya dan di angguki oleh Marvin pemuda itu segera pergi dari sana untuk menjalankan misi nya
Gaza sudah tidak sabar menunggu kabar dari nya dia juga melihat Mery yang mulai setengah sadar pemuda itu mengeluarkan semirik nya dengan perlahan Gaza pergi dari sana untuk menyusul Marvin