Terjebak Cinta Gila

Terjebak Cinta Gila
episode 73 TCG


__ADS_3

sekarang baik kelompok Gaza dan felix sudah berkumpul untuk membahas rencana yang akan mereka lakukan malam nanti seperti biasa Gaza hanya duduk terdiam mendengarkan marvin dan felix bicara


" tugas ku hanya menjebol pertahanan mereka jika sudah terbuka kamu yang akan masuk ke dalam " ucap Marvin


" tidak masalah " jawab Felix


" siapa yang akan membawa wanitanya bos ? tanya alex


" serahkan padaku karena tuan Dirga memberikan perintah hanya aku yang boleh memegang nya " jawab Mery


" wow ...ada apa dengan bos kita " ucap felix meledek


" entahlah dia hanya bilang jika wanitanya istimewa tidak boleh ada yang menyentuhnya selain aku " jawab Mery


" aku semangkin penasaran dengan rupanya " ucap Felix penasaran


" yang jelas dia wanita " sambung marvin


perkataan marvin membuat yang mendengar nya tertawa termasuk Gaza dia tersenyum tipis membuat Mery yang melihatnya kaget karena baru pertama kali dan membuat Gaza semangkin tampan dengan senyumnya itu


" dan yang pasti kamu tidak bisa menyentuhnya " sambung Gaza sambil meledek felix


" sialan kamu... kita lihat saja nanti " ucap alex kesal


" sudah ...sudah.... kenapa jadi saling ejek sih ingat misi kita " Mery menjeda ucapannya


" jika semuanya berjalan lancar imbalannya tidak main-main " sambung Mery lagi


mereka semua terdiam mendengar perkataan Mery Karena ada benarnya imbalan yang di berikan Dirga sungguh besar apalagi Gaza dia akan terbebas dari belenggu yang di lakukan Dirga dengan alasan balas budi


Gaza berdiri dari duduknya dan keluar meninggalkan semua orang yang ada di sana membuat felix kesal karena selalu seperti itu pergi seenaknya sendiri


melihat ketuanya pergi maxim dan Rudy juga ikut pergi mereka mengikuti Gaza dari belakang untuk keluar dari sana sedangkan Marvin jangan di tanya dia masih duduk manis sambil menikmati cemilannya


" kamu tidak pergi ? tanya felix pada Marvin


" kamu mengusir ku ? marvin malah balik tanya


" junjungan mu kan keluar " sambung alex dengan nada meledek


" berisik. memangnya saya kamu seperti anjing yang mengikuti tuanya " jawab marvin tak kalah meledek


ucapan Marvin membuat Alex kesal dan ingin memukul nya


" bangsat...!!! teriak alex sambil menarik kerah baju marvin dan tangan nya terkepal bersiap melayangkan tinjunya


suasana semangkin panas sekarang benar yang di ucapkan Dirga mereka akan bertengkar jika di satukan dalam misi dan sekarang tugas Mery untuk mencegahnya


" stop....!!! teriak Mery


suasana yang tadinya panas karena mereka bersiap untuk berkelahi harus terhenti dan sekarang jauh lebih baik dengan instruksi dari Mery


" jika kalian ingin berkelahi lakuakan nanti setelah misi ini selesai silahkan kalian bertarung sampai mati " ucap Mery kesal


setelah mengatakan itu Mery pergi meninggalkan mereka yang masih terdiam dan alex melepaskan Marvin dengan kesal


sedangkan marvin langsung merapihkan bajunya yang kusut akibat tarikan dari Alex


" awas kamu " ancam alex


" aku tunggu " jawab marvin sambil mengeluarkan semiriknya


" ayo Alex " ajak Felix


Alex mengikuti perintah Felix pergi meninggalkan marvin sendiri dan Marvin kembali duduk lalu mengeluarkan semiriknya dia langsung mengambil smartphone nya dan menghubungi seseorang


terdengar sambungan telepon dari seberang sana dan terdengar jawaban

__ADS_1


" bagaimana ? tanya nya


" misi berhasil " jawab Marvin


setelah mengatakan itu Marvin mematikan sambungan teleponnya dan orang di seberang sana tersenyum puas


" lihat ketua kita tersenyum pasti dia mendapat kabar yang menyenangkan " tanya Rudy


ternyata orang yang di hubungi marvin adalah Gaza dan semua yang terjadi di dalam adalah rencana Mereka untuk memprovokasi felix


sekarang mereka sudah mendapatkan lampu hijau untuk berduel sampai mati maka baik di kubu Gaza atau di kubu felix mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu


Mery menghampiri Gaza yang masih berdiri di depan dan masih menggunakan baju yang sama yaitu hitam warna kesukaan nya


" Gaza..." panggil Mery


yang di panggil hanya diam saja dengan tatapan matanya yang tajam



seperti ini tatapan mata tajam Gaza jika tidak menyukai orang yang ada di depannya


" bisakah kamu tidak melihatku seperti itu ? pinta Mery


" tidak bisa " jawab Gaza to the points


" huh..." Mery menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataan nya


" baiklah suka suka kamu saja " jawab Mery


" ada apa ? tanya Gaza akhirnya


" temani aku " ucapan Mery terpotong karena Gaza langsung menjawabnya


" tidak bisa " jawab Gaza tegas


" tidak bisa " jawab Gaza lagi


" aahhhh ...kamu menyebalkan " ucap Mery marah


akhirnya wanita itu pergi meninggalkan Gaza tapi sebelum pergi Mery mendorong tubuh Gaza dengan keras hingga pemuda itu hampir terjatuh dan membuatnya marah


" kamu yang meyebalkan...!!! teriak Gaza


" sialan....dasar wanita menyusahkan saja " ucap Gaza lagi dengan kesal


Maxim dan Rudy yang selalu mengikuti Gaza biasanya hanya terdiam melihat ketuanya seperti itu tapi kali ini berbeda keduanya malah memancing emosi ketuan nya dengan ikut berbicara


" betul ketua wanita itu sungguh makhluk yang menyusahkan saja " jawab maxim


" berarti nona Dira juga termasuk diakan wanita ? tanya Rudy


mendengar perkataan Rudy Gaza memberikan tatapan mata tajamnya membuat Rudy ciut nyalinya


" kenapa kalian masih di sini ? tanya Gaza


" ini kami akan masuk ketua " jawab Rudy cepat


setelah mengatakan itu Rudy menarik tangan sepupunya agar segera pergi dari sini Gaza tersenyum tipis melihat tingkah anak didiknya


dia kembali mengingat perkataan Rudy jika Dira juga sama meyebalkan dan merepotkan tapi anehnya Gaza menyukai semua itu


sungguh cinta memang gila bisa merubah seorang Gaza menjadi lemah tidak seperti dulu


" haruskah aku menghubungi nya " gumam Gaza


Gaza mengambil smartphone nya tapi pria itu tidak jadi malah memasukan kembali smartphone nya kedalam saku celana

__ADS_1


" nanti saja setelah semuanya selesai " gumam Gaza lagi


di tempat lain Dira sedang berada di ruangan papanya dia sedang melihat para dokter memeriksa keadaan papa antonie


" bagaimana ? tanya Dira penasaran


" selamat nona kondisi tuan sudah mulai membaik kami perkirakan tuan akan segera sadar " jawab dokter


" syukurlah...." ucap Dira sambil tersenyum


mata Dira tak sengaja melihat jari tangan papa nya bergerak membuat gadis itu kaget dan senang


" dokter ... saya melihat jari tangannya bergerak " ucap Dira antusias


" itu tandanya tuan merespon semua ucapan kita nona , sering seringlah mengajaknya bicara itu akan membantunya cepat pulih " terang dokter panjang lebar


" iya dokter " jawab Dira


setelah mengatakan itu Dira langsung mendekati papa nya dan duduk di kursi yang sudah di sediakan


" pah...jika bertemu mama tolong bilang jangan sekarang karena papa masih ingin bermain dengan Dira yah..." ucap Dira


" Dira masih butuh papah " ucap Dira lagi


Dira memeluk tubuh papanya dengan pelan agar papa nya merasa nyaman


" nona tuan pasti sadar karena tuan antonie pria yang kuat " ucap kepala pelayan nya


" terimakasih atas semuanya paman tanpa dukungannya Dira tidak bisa seperti sekarang " ucap Dira dengan tulus


" sama sama nona " jawab kepala pelayanannya


malam pun tiba waktu yang di janjikan Gaza untuk menerobos masuk pun akan di lakukan semua orang yang terlibat sedang bersiap-siap sesuai perjanjian nya


mereka membawa tiga mobil untuk berjaga-jaga dan sedang menuju ke rumah targetnya perjalanan mereka lumayan jauh dan melelahkan tapi tidak membuatnya patah semangat


akhirnya mereka sampai juga dan berhenti di sebuah ladang kosong tapi tak jauh dari tempat itu ada bangunan yang lumayan megah dan menurut felix itu adalah kediamannya calon mertua big bosnya


"apa kamu yakin ini tempatnya " tanya Mery pada felix


" kalian meragukan ku " jawab felix dengan kesal


" tidak hanya saja rumah seperti apa yang akan kita datangi kenapa terasa aneh bangunannya " jawab Mery


" kan big bos sudah bilang mereka itu bukan orang biasa " jawab felix lagi


" mau siapa mereka itu bukan urusan ku sekarang aku hanya ingin cepat melakukan


misi ini " sambung Gaza dengan nada tegas


setelah mengatakan itu dia pergi untuk mengamati sekitar rumah itu sesuai perjanjian marvin akan meretas sistem keamanan rumah itu dan Gaza yang masuk menyelinap kedalam untuk mencari di mana korbannya di sembunyikan


" ayo Marvin tunjukan kualitas mu " perintah Mery


marvin langsung mengeluarkan komputer nya mendengar perkataan Mery jari jari tangannya dengan lincah memencet tombol dengan mudah hingga


" done...." ucap Marvin tersenyum puas


Gaza yang mendengar perkataan Marvin langsung bersiap


" are you ready...? tanya Marvin pada Gaza


dan Gaza hanya menganggukkan kepalanya saja


" oke ..lest go....!!!! teriak Marvin semangat


Gaza langsung melompati pagar rumah yang terlihat tinggi melihat kemampuannya dengan mudah Gaza melakukan itu dan pemuda itu kini sudah ada di dalam

__ADS_1


sekarang mereka semua hanya menunggu aba-aba darinya barulah secara serentak akan masuk kedalam sedang kan untuk Dira gadis itu masih tertidur pulas dia tidak akan menyangka jika malam ini akan menjadi mimpi buruknya


__ADS_2