
Gaza bingung terhadap dirinya kenapa bisa sangat marah melihat penampilan Dira dia tidak rela orang lain melihatnya walaupun orang itu Marvin dan Riky dan pria itu tidak menyadari jika cengkraman nya begitu kuat membuat Dira kesakitan
sampai di dalam kamar Gaza langsung melempar Dira ke ranjang membuat gadis itu terpental dan jatuh terlentang Dira sungguh kaget dengan perlakuan Gaza
" kamu sudah gila....!!! teriak Dira dengan marah
gadis itu langsung bangun dan memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit dan Gaza hanya diam saja melihatnya
pria itu mulai melepas bajunya hingga terlihat badan Gaza yang atletis
melihat semua itu Dira langsung cemas dengan perlahan gadis itu menggeser badannya ke belakang
" kamu mau apa ? tanya Dira gugup
Gaza tidak menjawabnya dia malah berjalan mendekati Dira sambil mengeluarkan semiriknya membuat gadis itu takut
" I hate you....!!! teriak Dira lagi
setelah mengatakan itu Dira bangun ingin pergi dari sana tapi Gaza malah menggendongnya di pundak membuat Dira tidak bisa bergerak tanpa menunggu lama Gaza melemparkan Dira lagi ke ranjangnya
dengan emosi Gaza langsung mencium bibir Dira membuat gadis itu kaget dengan sekuat tenaga Dira berusaha berontak tapi Gaza tidak perduli dia terus menciumnya
entah berapa lama Gaza melakukan itu dia tidak mau berhenti sampai Dira menggigit bibirnya barulah Gaza berhenti karena kaget
gadis itu juga langsung memukul pipi Gaza dengan kencang hingga kepala Gaza menoleh ke samping akibat tamparan yang di lakukan Dira
pria itu baru sadar dengan semua tindakannya setelah perlakuan Dira tadi dia masih terdiam bukan karena sakit di pukul tapi lebih ke arah menyesal dengan sikapnya tadi
untuk menghilangkan rasa gugupnya pria itu berusaha setenang mungkin dan berbicara dengan sorot mata tajam
" ini kan mau mu ? tanya Gaza
Dira bingung dengan pertanyaannya gadis itu masih terdiam dengan mata kebingungan
" menggoda pria dengan penampilan seperti ini " sambung Gaza lagi
Dira kaget dengan perkataan Gaza dia baru menyadari jika dirinya tidak berganti pakaian alias belum sempat menggantinya
Dira langsung mendorong tubuh Gaza agar pria itu tidak mengungkungnya terus
dan usahanya berhasil dengan cepat Dira mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya amarah yang tadi memuncak seketika sirna mengetahui apa sebabnya Gaza seperti tadi
" semua ini karena ulah kamu memberikan waktu lima menit " jawab Dira dengan kesal
" ganti pakaiannya membuat mataku sakit saja " ucap Gaza dengan tegas
setelah mengatakan itu Gaza langsung berdiri dia mengambil baju nya yang tergeletak di lantai dan memakainya kembali tanpa rasa bersalah dia keluar dari kamarnya
Dira yang mendengar perkataan Gaza sungguh kesal di buatnya apalagi mengingat kejadian tadi di mana Gaza memaksa mencium bibir nya
" I hate you....aaaahhhhhh.....!!!! teriak Dira dengan kencang
gadis itu melemparkan semua bantal yang ada di kasurnya tak lama gadis itu mengeluarkan airmata nya yah Dira menangis bagaimana pun dia seorang wanita yang butuh perlindungan
" ayah... I miss you so much " gumam Dira
Dira tidak menyangka jika hari ini adalah hari yang sial baginya karena dua kali dia di cium paksa oleh kedua pria yang tidak ingin dia temui Dirga dan Gaza
__ADS_1
padahal bagi wanita di luaran sana ke dua pria itu adalah incarannya karena memiliki wajah yang tampan dan pesona yang luar biasa tapi bagi Dira kedua pria itu hanya pria gila yang harus di hindari
di tempat Dirga sekarang pria itu juga sudah mulai sadar dari pengaruh obat tidurnya dengan perlahan Gaza mengerjapkan matanya dan akhirnya dia membuka mata dengan lebar
dirinya kaget menyadari sudah ada di kamar nya Dirga langsung bangun karena dia mengingat kejadian semalam di mana Marko yang membuatnya seperti ini
" Marko....!!! teriak Dirga
pria itu langsung keluar dengan di penuhi amarah yang membludak dia mencari keberadaan Marko di seluruh tempatnya hingga dia menemukan orang yang di tuju
Marko yang sedang berbicara dengan beberapa anak buahnya melihat tuanya datang dengan emosi menyuruh anak buahnya pergi dan Marko hanya bisa diam di tempatnya Karena pemuda itu sudah siap dengan hukuman yang akan di terimanya
benar saja Dirga langsung memukuli nya tanpa ampun dan Marko diam saja
hingga Dirga kelelahan barulah dia berhenti
" itu akibatnya melanggar perintah ku " ucap Dirga setelah selesai memukuli Marko
" iya tuan " jawab Marko tenang
wajah marko babak belur di buatnya entah apa yang di lakukan Dirga dulu sehingga membuat Marko sangat setia padanya bahkan rela menjadi pelampiasan amarahnya
" sudah ada kabar ? tanya Dirga lagi
" belum tuan " jawab Marko
" bodoh ...!!!! kalian semua bodoh kenapa bisa tidak ketahuan jejaknya...!!! ucap Dirga dengan marah
" tuan tidak perlu khawatir saya punya rencana agar nona Dira keluar dari persembunyiannya " jawab Marko yakin
" bagaimana ? tanya dirga to the point
" kau tau " tanya Dirga
" maaf kan atas kelancangan saya tuan " marko menjeda perkataan nya
" semenjak tuan membuka amplop yang dari kanada tuan berubah begitu menginginkan nona Dira " Marko menjeda lagi ucapannya
" padahal sebelumnya tuan tidak seperti itu
membuat saya penasaran dengan nona Dira hingga saya membukanya dan saya jadi tau mengapa tuan seperti ini karena nona Dira fajira adalah nona Dira Sanders calon istri tuan " jawab Marko panjang lebar
" kau benar " jawab Dirga singkat
" dengan cara apa felix mendapatkan darah nya " tanya Dirga lagi
" di rumah sakit tuan " jawab Marko
" rumah sakit....? tanya Dirga ragu
" hhmmmm se...sebenarnya felix mem...membuat orang itu koma " jawab Marko dengan gugup
sungguh marko khawatir jika tuanya marah lagi mendengar berita itu sehingga dirinya menjawab pertanyaan Dirga dengan terbata-bata bagaimana pun dia adalah ayah dari wanitanya
" hahahaha ....bagus.. .bagus sekali " ucap Dirga
ternyata Dirga begitu puas mendengar keterangan dari Marko
__ADS_1
" tuan tidak marah ? tanya marko memastikan
" itu hukumannya karena berani membatalkan perjodohan ku dan itu belum seberapa marko ayo kita harus pergi menemui seseorang " ajak Dirga
mereka akhirnya pergi Dirga sungguh senang mendapatkan informasi yang memuaskan baginya dan dia sudah tidak sabar untuk menggunakan darah ayah entahlah apa yang akan di lakukan nya dengan darah itu
Dira masih menangis gadis itu menutupi tubuhnya dengan selimut dia tidak perduli jika Gaza akan melempar nya keluar atau lebih para lagi dia hanya ingin keluar dari tempat ini secepatnya
terdengar suara pintu terbuka tapi gadis itu diam saja tak perduli siapa yang masuk ternyata para pelayan Gaza yang datang dia kaget dengan suasana kamar yang berantakan akibat ulah Dira
" nona bangunlah tuan sudah pergi jadi jangan khawatir " tanya kepala pelayan itu
mengetahui Gaza sudah pergi Dira langsung membuka selimutnya dan melihat siapa yang berbicara dengannya ternyata seorang pria dewasa karena dia seperti ayah Dira bisa jadi seumuran
" apa boleh saya keluar dari sini ? tanya Dira
" tentu boleh nona silahkan bersihkan diri anda dulu karena kamar ini akan di rapihkan " jawab kepala pelayan itu
" tapi....saya tidak bawa baju ganti " ucap Dira pelan
pelayan itu tersenyum mendengar perkataan Dira pantas saja tuanya membawa gadis itu ke rumahnya bahakan mereka tidur di kamar yang sama
gadis itu sangat cantik dan manis serta terlihat masih polos
" nona tidak perlu khawatir sebelum tuan Gaza pergi dia memberikan ini katanya untuk nona " jawab kepala pelayan itu
" terimakasih" jawab Dira
gadis itu langsung berlari ke kamar mandi dengan selimut yang masih menutupi tubuh nya dan itu terlihat lucu membuat kepala pelayan itu tersenyum karena tingkah Dira
sekarang Gaza dan marvin serta Riky dalam perjalanan menemuinya tuan Diego Smith untuk meminta maaf karena semalam mereka tidak datang di acara makan malam itu
di sini Riky sudah tidak ke sekolah lagi karena pemuda itu tinggal menunggu pengumuman jika dirinya sudah lulus sekolah dan sekarang Riky akan mendaftar jadi mahasiswa
jadi Riky membantu kakak nya menjalankan rencana yang sudah di perhitungkan jauh jauh hari
dari tadi Gaza masih terdiam dia memegangi bibirnya terus karena mengingat kejadian tadi di mana dirinya memaksa mencium bibir Dira dan berakibat mendapat tamparan yang cukup keras dari gadis itu
" kenapa melihat ku terus...? tanya Gaza dengan tegas
" tidak papa hanya ingin memastikan saja apa kita harus menemuinya " jawab marvin dengan gugup
Gaza sadar jika dari tadi kedua orang terdekatnya selalu memperhatikan dirinya dari kaca spion mobil itulah mengapa dia langsung bertanya
" kita harus menunjukan keseriusan agar mereka percaya " jawab Gaza
" baiklah kau selalu benar " ucap Marvin asal
" aku memang selalu benar " jawab Gaza sambil menendang jok mobil yang di duduki Marvin
" ka... bagaimana keadaan Dira ? sambung Riky
Gaza mengeluarkan tatapan mata tajamnya mendengar Riky menyebut nama Dira dia tidak suka adiknya selalu bertanya tentang Dira dan itu di sadari Marvin dengan cepat marvin langsung menjawab pertanyaan Riky
" kau tenang saja dia sehat jadi kita fokus ke tuan Diego saja Ok " jawab Marvin
Riky mengangguk kan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Marvin dan percaya jika Dira sehat alias baik baik saja sebenarnya Riky ingin berbicara banyak dengan Dira karena pertemuan mereka singkat malam itu
__ADS_1
tapi melihat situasinya tidak memungkinkan dia hanya berharap semoga keinginannya terpenuhi