
hari yang di tunggu akhirnya tiba di mana Dira dan para finalis pemenang lomba menyanyi akan berangkat ke Jepang dari semalam Dira dan sisil sibuk mempersiapkan apa saja yang akan di bawa
setelah prosedur semua persyaratan selsai akhirnya mereka dapat di ijinkan untuk pergi ke Jepang dan itu sungguh membuatnya senang tak terkecuali
yang berangkat semua ada dua puluh orang beserta kru dan tim panitia dan masih banyak yang tidak ikut karena Dirga hanya mengajak dua puluh orang saja yaitu para finalis dua belas orang dan yang delapan itu bagi tim produksi
dan untuk sisil karena yang mengajak Dira maka gadis itu yang membayarnya tentu saja itu masalah mudah melihat Dira yang sebenarnya anak orang kaya pasti itu tidak seberapa
Dirga sendiri berangkat dengan Marko menggunakan pesawat pribadi nya dan mereka akan pergi lusa karena Dirga harus mengurusi masalah perusahaan dan juga Jasmine
" Dira ....!!! buruan ini sudah jam berapa ayo nanti kita tertinggal "
sisil berteriak memanggil Dira karena sejak tadi teman nya masih saja sibuk dengan penampilan nya dia masih bingung harus di apakan rambutnya yang panjang
" udah kelamaan begitu saja saya tidak mau nanti kena omel sama mereka gara gara kamu "
sisil menyambung lagi perkataan nya melihat dira masih bingung sisil langsung menarik tangan Dira agar mengikutinya ke luar dari tempat itu
" tunggu....saya ambil topi dulu mau
pake itu aja lah " jawab Dira
gadis itu langsung melepaskan genggaman tangan sisil dan mengambil topinya dan Dira hanya menggerai rambutnya saja
mereka sampai di bandara benar juga kata sisil mereka hampir terlambat dengan tergesa sisil berjalan dan masih memegang tangan Dira agar tidak tertinggal lagi seperti waktu itu
seperti biasa gadis itu melihat sekeliling dan ada yang menarik perhatian nya dia sempat berhenti sejenak dan sisil menyadari itu dia langsung menarik Dira agar melanjutkan perjalanan nya
penampilan Dira saat di bandara yang sempat berhenti sejenak ya
mereka berdua akhirnya bergabung dengan yang lain dan segera menuju ke pesawat yang akan mereka tumpangi
sementara itu di tempat Gaza berada pria itu sedang berdiskusi dengan Marvin untuk membahas misi kali ini
" apa kamu yakin akan mengambil nya ? tanya Marvin
mendengar perkataan partner nya Gaza hanya mengangguk kan kepala
" kamu harus berhati hati kali ini saya tidak bisa menemani kamu karena saya sudah janji dengan boy akan ke Korea nanti saya usahakan supaya bisa menyusul ke Jepang "
__ADS_1
sambung Marvin lagi pria itu sungguh khawatir kali ini karena misi yang akan di hadapi Gaza sangat berbahaya dia harus membunuh ketua gangster seperti Yakuza yang ada di sana
" tenang saja kau tau kan siapa saya "
jawab Gaza
mendengar jawaban teman nya Marvin hanya berdecak sebelum melanjutkan perkataan nya
" kau ini tetap saja harus berjaga jaga ingat sepandai pandainya tupai meloncat pasti akan jatuh kamu memang kuat dan cerdas tapi suatu saat nanti pasti akan ada masanya di mana kamu akan jatuh jadi tetap hati hati "
" kau cerewet sekali akan ku pastikan itu tidak akan terjadi dengan ku " jawab Gaza kesal
" terserah kau saja ingat kali ini saya tidak bisa ikut jadi kamu tetap harus.....hey....!!!! mau kemana saya belum selesai....!!!!
Marvin berteriak karena dirinya belum selesai berbicara tapi Gaza sudah pergi meninggalkan nya sendiri itu karena Gaza merasakan telinganya sakit akibat ocehan Marvin alhasil pria itu hanya bisa pergi di sana
setelah Berjam jam berada di pesawat akhirnya Dira dan yang lain sampai juga di Jepang tempat yang mereka tuju pertama kali sudah pasti hotel tempat mereka menginap
semua sudah di sediakan oleh Dirga lebih tepatnya Marko sih karena pria itu yang memilih semua tempat wisata dan hotel yang akan mereka tempati karena Dirga tidak mau pusing dia hanya membayar saja semua biaya pengeluaran nya
semua mendapatkan kamar sesuai dengan kartu yang mereka bawa dan jaraknya tidak terlalu jauh semua sudah masuk ke kamar masing masing hanya Dira yang masih mencari karena dia belum menemukan nya
" dimana sih mereka dari tadi hanya bilang lurus ini sudah jauh tapi belum ketemu juga "
" halo .." jawab Dira
" Dira apa kamu sudah menemukan kamar nya ? tanya sisil dengan nada khawatir
" hah " Dira menghela nafasnya sebelum melanjutkan kalimat nya
" entahlah sisil dari tadi saya sudah berjalan tapi belum ketemu juga sepertinya saya nyasar "
" apa....!!!! ko bisa kamu ada di mana sekarang ? kenapa bisa terpisah sih kita kan berangkatnya barengan tadi "
" saya juga tidak tau tadi waktu di kasih kartu hotel kita di minta sebut nama kan pas petugas hotel mendengar nama saya mereka hanya menyuruh ku untuk mengikutinya dan sekarang saya tidak tau ada di mana ?
jelas Dira panjang lebar benar juga perkataan nya karena sisil juga seperti itu di tanya dulu siapa nama nya
" ah....sisisl sepertinya ada petugas hotel yang datang sudah dulu ya saya mau bertanya pada nya nanti saya kabari lagi "
" eh....tunggu....halo...."
__ADS_1
sisil masih ingin bicara sebenarnya tapi Dira sudah memutus sambungan telepon nya sekarang dia hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi sesuatu pada teman nya
" maaf Nona atas keteledoran karyawan kami sehingga membuat Nona lelah karena mencari kamarnya "
petugas itu membungkukkan badan nya tanda meminta maaf dengan tulus
" iya tapi lain kali jangan di ulangi lagi "
jawab Dira
akhirnya gadis itu sampai juga di kamarnya dan tempat itu sangat luas dan tempatnya sungguh indah karena berhadapan langsung dengan pemandangan gunung yang ada di sana dan matahari juga terlihat dengan jelas
" silahkan beristirahat nona sekali lagi kami minta maaf "
" iya....tunggu " jawab Dira
gadis itu menghentikan orang itu karena ingin memberikan tips untuk nya karena sudah membawakan barang barang nya walau pun sedikit tapi Dira tulus memberi
" ini ambillah...."
" terimakasih Nona " jawab petugas hotel
Dira mengamati kamar nya sungguh dia di buat kagum dengan penempatan kamar ini tapi dia tidak bodoh karena gadis itu yakin ini pasti campur tangan pria yang paling di bencinya
" hah....apa sebenarnya yang dia mau dasar bodoh dari dulu tidak pernah berubah membuatku kesal saja "
Dira merebahkan tubuh nya di ranjang yang besar pikiran nya melayang jauh saat dirinya masih di Eropa tentu saja memikirkan masa lalunya
saat dirinya masih berusia dua belas tahun satu tahun lebih muda dari Dirga waktu itu Dira selalu di ajak mama nya untuk ikut mengunjungi rumah teman nya
di sana dia pertama kali bertemu dengan Dirga sebenarnya di awal mereka bertemu sikap Dira biasa saja pada Dirga
dia tidak membencinya yang membuat Dira tak suka karena gadis itu tak sengaja memergoki Dirga sedang berbicara pada teman nya
kebetulan mereka satu sekolah dan Dira adalah gadis pintar yang selalu juara dan sulit di dekati sedangkan Dirga dari remaja sudah terkenal play boy hingga sekarang
dan yang membuat nya kesal karena Dirga ingin mendekatinya sebagai taruhan saja jika dirinya akan membuat Dira menuruti semua ucapan nya termasuk mengerjakan tugas sekolah jika Dirga berhasil maka Jenifer mau berkencan dengan nya
saat itu Jenifer adalah primadona sekolah walaupun mereka masih anak beranjak remaja tapi pergaulan di eropa sungguh bebas
detik itu juga Dira sungguh marah dan dendam sekali dengan Dirga apa salahnya sehingga jadi bahan taruhan yang tak jelas dan pada hari itu juga setiap Dirga berbicara atau mengajak berinteraksi dengan nya Dira akan memasang wajah ketus dan selalu menolak Dirga
__ADS_1
semua usaha Dirga tidak ada yang berhasil dan selama itu pula Dirga baru sadar jika dirinya sungguh tertarik dengan Dira dia sudah lupa dengan taruhan nya
hingga Dira harus pergi meninggalkan Eropa semua karena kesalahan nya jika saja Dira tidak memaksa untuk menemui teman yang selalu menanti kedatangan nya dia tidak kecelakaan dan mengakibatkan kematian untuk mama dira