
ke empat pria itu masih bingung dengan tingkah ketuanya apalagi setelah melihat reaksinya terhadap wanita yang mereka bawa
" ke...ketua apa ada yang sa....salah " tanya Bima gugup
mendengar perkataan anak asuhnya ketua itu memperlihatkan semiriknya dan membuat ke empat pemuda itu semangkin gelisah serta dengan perlahan orang yang mereka sebut ketua menghampirinya dan tanpa berkata-kata langsung melayangkan pukulan nya pada mereka dengan cukup keras
dan ke empat pria itu hanya biasa pasrah walaupun di pukuli bertubi-tubi oleh ketuanya hingga sebuah suara menghentikan aksinya
" Gaza..... hentikan...." teriak orang yang baru masuk
ternyata orang yang yang mereka sebut ketua adalah Gaza Stefano dan orang yang menghentikan aksinya adalah Marvin
" biarkan mereka menerima hukuman dari ku Marvin hah ...hah..." ucap Gaza dia berhenti sejenak untuk mengambil nafasnya
" iya saya tau tapi jangan terlalu keras pada
mereka " jawab Marvin
mendengar perkataan sahabatnya Gaza akhirnya bisa tenang dan pria itu duduk di tempat yang memang miliknya serta mulai mengintrogasi mereka
" kalian tau apa kesalahan kalian ? tanya Gaza
dan ke empat pria tadi hanya menggeleng karena tidak tau apa salahnya melihat tingkah anak didiknya seperti itu membuat Gaza menghela nafasnya
" hah...." Gaza menjeda ucapan nya sebentar
" kalian berempat melawan seorang wanita saja kewalahan kalian tidak pantas menjadi anak didik ku benar benar lemah " ucap Gaza dengan tegas
mendengar perkataan ketuanya mereka langsung sujud dan meminta maaf padanya
" maaf kan kami ketua wanita itu memang tangguh tapi pada akhirnya kami bisa melumpuhkan nya " jawab Rudi tegas
mendengar perkataan Rudi Gaza mengepal kan tangan nya ada rasa kesal di dalam hatinya tapi pria itu masih gengsi mengakuinya
" dengan cara apa kalian melumpuhkan nya ? tanya Gaza
" eeemmmm ...sebenarnya jika wanita itu tidak merasakan ada yang aneh pada tubuhnya kami belum yakin bisa melumpuhkan nya hehehe ...." jawab Bima apa adanya
dari ke empat pria itu hanya Bima yang berani menjawab apa adanya di sertai nada bercanda Karan Bima memang konyol orang nya
" apa ...!!! teriak Gaza panik
mereka semua yang ada di sana jadi terkejut dengan ucapan Gaza yang terlihat panik hingga akhirnya pria itu langsung tersadar dan kembali menampilkan wajah datarnya
" ekhem....maksudku apa nya yang aneh " jawab Gaza tegas
" dia seperti keracunan ketua Karena selalu memegang kepalanya " jawab Arya
Marvin yang melihat interaksi Gaza dan anak buahnya jadi curiga sebenarnya siapa wanita yang mereka maksud sehingga membuat seorang Gaza Stefano bertingkah aneh
" mulai sekarang kalian harus berlatih lebih keras lagi agar tidak lemah dan di mulai sekarang juga " perintah Gaza pada ke empat pria itu
__ADS_1
" baik ketua " jawab mereka serempak
Gaza memang tidak suka di panggil tuan dia lebih senang di panggil ketua oleh anak buahnya itulah mengapa mereka selalu memanggil nya ketua
" Maxim Rudi kau cepat temui tuan Dirga dia membutuhkan bantuan mu " perintah Gaza
" siap laksanakan " ucap Rudi dan Maxim
kedua pria itu pergi meninggalkan tempat itu untuk menemui big bosnya yaitu dirgantara putra
sebenarnya ke empat pemuda itu malas jika harus bekerja dengan Dirga Karena terlalu arogan
walaupun Gaza terkenal sadis tapi jika dengan orang orang nya Gaza masih bisa lunak apalagi jika di anggap saudara seperti Marvin dia akan melindunginya sebisa mungkin
" dan kau Arya dan Bima kalian mulai pelatihan lagi dari sekarang pertama yang kalian lakukan adalah berikan tangan mu pada Marvin agar dia memukulnya " perintah Gaza lagi
" apa...!!!! jawab Arya dan Bima serempak
" kenapa ? mau di tambah lagi ? tanya Gaza
" ti...tidak ketua cuma itu hukuman atau pelatihan " tanya Bima lagi
Arya yang mendengar Bima seperti ingin protes jadi was was melihat raut wajah ketuanya mulai suram seperti tidak suka dengan perkataan Bima langsung mengikut lengan Bima dan menyela nya
" siap ketua laksanakan....!!!! ucap Arya dengan sedikit teriak
Arya langsung menyeret Bima keluar dari sana agar pemuda itu tidak banyak omong lagi dan membuat hukuman nya bertambah berat saja
sekarang di ruangan itu hanya ada Dira dan Gaza pemuda itu mendekati Dira lagi , yang terlihat sedang tertidur perlahan tangan Gaza memeriksa badan Dira untuk memastikan baik baik saja
pertama Tama Gaza membuka mata Dira untuk melihat kornea matanya dan terlihat masih normal
dia juga menyentuh kening Dira untuk mengetahui suhu badan nya
Gaza juga memeriksa tangan Dira dan memeriksa denyut nadinya
ternyata dugaan anak buahnya benar ada yang tidak beres dengan tubuhnya tapi yang jadi aneh kenapa Dira bisa lengah
untung saja Gaza tau masalah racun Karena dirinya memang serba bisa pantas saja menjadi pembunuh profesional
" dasar bodoh " gumam Gaza
setelah memeriksa Dira Gaza pergi meninggalkan tempat itu dia harus membuat obat untuk Dira agar bangun nanti badan Dira bugar lagi
sampai di tempat yang berisi obat obatan Gaza langsung tersadar dengan tindakan nya dia geleng geleng kepala sendiri dan tersenyum persis seperti orang gila
" untuk apa saya ke sini kenapa juga saya khawatir dengan nya biarkan saja dia menderita itung itung hukuman nya " ucap Gaza
pria itu berbalik ingin pergi dari tempat itu tapi ada perasaan yang aneh alam bawah sadarnya menginginkan Gaza harus menolong nya dan pria itu masih bingung dengan perasaan nya
sekarang haruskah dirinya menolong nya atau membiarkan saja
__ADS_1
" hah...." Gaza menghela nafasnya
" baiklah anggap saja balas budi saya tidak suka hutang Budi " ucap Gaza yakin
akhirnya Gaza kembali masuk ke ruangan itu dan meracik ramuan untuk Dira minum nanti setelah bangun
sementara itu Marvin yang sedang memukuli telapak tangan Bima dan Arya juga sebenarnya merasa aneh dengan Gaza tapi pemuda itu hanya bisa menuruti perintah Gaza saja
" ahh ..tangan ku sakit sekali kita ini seperti di hukum tau bukan pelatihan mana ada pelatihan seperti ini " tanya Bima dengan nada pelan
" sudahlah kita memang salah dan kita lemah masa kita mengeroyok wanita " jawab Arya
" tapi saya masih penasaran dengan ketua sejak kapan dia ikut campur urusan kita biasanya juga cuek cuek saja malah dia senang jika kita sedang bermain dengan korban nya " tanya Bima lagi
" kamu benar ada yang aneh dengan ketua dia seperti marah Karena wanitanya di sentuh " ucap Arya
mendengar ucapan teman nya Bima langsung memukul kepala teman nya
" dasar bodoh...ketua tidak suka wanita " terang Bima
" aaahhhh sakit dodol yah siapa tau kan dia insaf jadi suka wanita seperti kita " jawab Arya lagi
mereka berdua masih saja berdebat hingga Marvin yang melihatnya mulai jengah juga
" kalian ini tidak punya kerjaan apa ? kalo begitu saya tambah lagi pelatihan nya biar kalian semangkin kuat " tanya Marvin
" jangan....!!!! jawab Bima dan Arya kompak
akhirnya hukuman berkedok pelatihan selesai juga dan mereka pergi ke tempat masing masing begitu juga dengan Marvin tapi saat dirinya melewati tempat obat dia melihat Gaza sedang sibuk membuat ramuan dan Marvin menghampirinya
Gaza terlalu fokus membuat ramuan sampai sampai Gaza tidak menyadari kehadiran Marvin
" apa yang kamu buat ? tanya Marvin
Gaza hanya menengok saja siapa yang datang kemudian pemuda itu melanjutkan lagi pekerjaan nya
" heh...wanita itu apa dia cantik " goda Marvin
dan Gaza tidak memperdulikan ucapan Marvin pria itu masih saja sibuk membuat ramuan nya sehingga Marvin jadi penasaran di buatnya
" kalo begitu saya ingin masuk siapa tau dia sudah sadar dan mengira saya penolong nya " ucap Marvin lagi
mendengar ucapan Marvin Gaza sedikit kesal entahlah dirinya juga bingung ini mungkin efek jiwa jomblo nya sehingga tidak menyadari dia sedang kasmaran
" Marvin....kau mau warna merah atau biru dengan senang hati saya akan menuangkan nya di kulitmu sebagai kelinci percobaan " ucap Gaza dengan nada tegas
" hehehe ...selow broh just kiding " ucap Marvin
setelah mengatakan itu Marvin langsung lari meninggalkan Gaza yang sedang membuat ramuan sungguh Marvin tidak mau menjadi kelinci percobaan Gaza karena sudah trauma di buatnya
sekarang ramuan yang Gaza buat sudah jadi pria itu bersiap menemui Dira sesuai prediksinya Dira sebentar lagi akan sadar dan Gaza ingin melihat reaksi gadis itu setelah melihatnya apakah menjadi takut atau sebalik nya
__ADS_1