Terjebak Cinta Gila

Terjebak Cinta Gila
episode 58 TCG


__ADS_3

" Dirga.....!!!! teriak tuan besar alias ayah Dirga


tadi sebelum marko memberikan smartphone nya kepada Dirga ternyata ayah nya mendengar jika putra nya sedang marah dan sekarang dia yang balik marah


" ada apa....? tanya Dirga dengan nada biasa


" kamu ini anggap kami apa ...? dasar bocah tengil kemana saja kamu selama dua minggu ini kenapa tidak bisa di hubungi ? tanya ayah Dirga panjang lebar


" sibuk pah....perusahaan hampir rugi banyak


jadi Dirga pergi ke Rusia untuk menemui teman Dirga di sana " jawab Dirga


" apa....!!!! teriak ayah Dirga


" papah tenang saja semua sudah bisa di atasi " ucap Dirga dengan yakin


" syukurlah kamu memang anak kebanggaan


kami " jawab ayah Dirga


" makanya jangan protes terus kalo Dirga sedang bermain yang penting perusahaan aman


terkendali " ledek Dirga pada ayahnya


" hey .. anak tengil kalo Masalah itu beda lagi " jawab ayah Dirga sedikit kesal


" Halah bagiku sama saja " ucap Dirga dengan tegas


" Dirga kali ini papah bersungguh-sungguh semalam Antonio menelfon jika dia membatalkan perjodohan ini karena dia kalah taruhan " terang papah Dirga dengan nada tegas


" apa ...!!!! teriak Dirga


" apa maksudnya pah " tanya Dirga lagi


" ini semua salah papah Dirga...maaf papah telat memberitahukan ini kepada kamu " jawab papah Dirga pelan


" pah jangan membuat Dirga marah to the point saja " ucap Dirga kesal


" jadi antonio bertaruh dengan putrinya jika Dira bisa sukses tanpa embel-embel nama Sanders di belakangnya dalam setahun maka perjodohan ini di batalkan dan baik Antonio dan papah setuju karena kami yakin Dira tidak akan bisa gadis itu terbiasa hidup senang " terang ayah Dirga panjang lebar


" pah ....!!!! teriak Dirga


" dia itu Dira pah jangan samakan dengan yang lain terbukti kan sekarang aaahhhhh....!!!! sambung Dirga lagi dengan teriak pula


" Dirga tenang " ucap papah Dirga


" papah ada kabar baik untuk mu...


Dirga selama ini tidak ada yang tau wajahnya dengan susah payah ayah membujuk Antonio untuk memberikan foto Dira agar kamu bisa mengawasi nya dan foto Dira ada di amplop cokelat yang papah kirim apa kamu sudah membukanya ? tanya ayah Dirga


mendengar perkataan ayahnya Dirga langsung mematikan panggilannya dia bergegas membuka laci di mana amplop itu di simpan di sana


dengan perlahan Dirga membukanya entah kenapa Dia berharap wajahnya sesuai dengan feling yang dia rasakan selama ini dengan tangan gemetar Dirga mengambil foto itu


Dirga diam seribu bahasa setelah melihatnya entah apa yang dia rasakan yang jelas rasanya seperti nano nano rame rasanya

__ADS_1


karena dia merasakan senang dan sakit menjadi satu


Dirga tersenyum getir kemudian sesekali membuang nafasnya kesal dan Dirga menggelengkan kepalanya sungguh dirinya di permainkan oleh seorang Dira


" hahahaha.....hahahaha ...." Dirga tertawa terbahak-bahak


marko yang melihat bos nya seperti itu jadi takut karena dia tau di balik tawanya seorang Dirga pasti akan ada kehancuran


benar saja apa yang di pikirkan marko setelah Dirga berhenti tertawa pria itu langsung mengamuk dia menghancurkan apa saja yang ada di depannya baik itu laptop vas bunga hiasan dinding meja kursi apapun yang dia liat pasti di hancurkan


dan Marko hanya bisa melihatnya tidak bisa mencegah bosnya Dirga sedang mode iblis sekarang


marko penasaran apa isi amplop itu yang bisa membuat bosnya jadi iblis seperti ini


" hah ...hah.... Marko jam berapa acara makan malam nya di mulai ? tanya Dirga setelah melampiaskan amarahnya dengan sedikit ngos-ngosan


" jam delapan tuan " jawab marko


" siapa pengisi acaranya " tanya dirga lagi


" seperti biasa tuan dan pengisi acaranya kali ini thomas dan nona Dira " jawab marko yakin


Dirga langsung mengeluarkan semiriknya mendengarkan perkataan Marko


seketika itu juga Dirga merapikan bajunya yang berantakan akibat dirinya sendiri karena mengamuk


" buang semuanya ganti yang baru sebelum saya datang harus sudah rapi...!!!! perintah Dirga


" baik tuan " jawab Marko


setelah sampai Dirga di sambut oleh beberapa pelayan yang melihat tuan muda nya datang


" selamat datang tuan muda " sapa pelayan rumah itu serempak


" minggir...!!! ucap Dirga dengan tegas


mendengar perkataan tuan muda nya yang sedang marah para pelayan yang menyambutnya langsung minggir memberi jalan


dengan tergesa-gesa Dirga menuju kamarnya dan pria itu langsung menguncinya dia langsung membuka berangkas nya yang tersembunyi di balik lukisan


Dirga mengeluarkan seluruh isi berangkas itu yang kita tahu semua nya adalah gambar Dira kecil atau remaja Dirga langsung mengambil korek api yang tersimpan di laci


dengan sekejap api menyambar seluruh kertas yang ada di dalam karena Dirga membakar semua kertas yang bergambar wajah Dira Dan hanya menyisakan foto Dira yang baru


tapi tiba-tiba Dirga panik melihat semua kertas itu hampir habis dan menyisakan beberapa lembar lagi


" oh ....****.... no....no ...no...." ucap Dirga cepat


dengan sigap tangannya mengambil lagi kertas yang belum terbakar untuk menyelamatkan nya dia juga segera menginjak injak api itu agar padam


" huh.....untung saja saya langsung sadar setidaknya masih ada yang bisa di selamatkan " gumam Dirga


entah apa yang ada di benak Dirga tadi dirinya begitu marah sehingga membakar semua gambar Dira tapi Dirga tersadar oleh salah satu gambar yang dia lihat di mana Dira yang sedang tersenyum dan sangat manis


" kau ingin bermain...? Dirga menjeda ucapannya

__ADS_1


" baiklah akan ku tunjukan bagaimana caranya bermain " ucap Dirga lagi


" Dira kau yang memulai permainan ini dan hanya saya yang dapat memutuskan semua permainan nya kau tidak akan bisa keluar dari permainan ini kecuali saya mati Dira " ucap Dirga penuh penekanan


setelah mengatakan itu Dirga meremas kertas yang di pegang nya di mana ada gambar Dira di kertas itu


terdengar suara gedoran pintu dari luar dan itu sangat menggangu pendengaran Dirga membuat pria itu langsung membuka pintu dengan kesal


" tuan muda apa yang terjadi kenapa ada asap di dalam kamar ? tanya kepala pelayan nya


Dirga hanya menggeser badannya tanda menyuruh pelayan itu masuk untuk melihat seketika itu juga kepala pelayanan di buat syok dengan kondisi kamar tuan mudanya


" jangan banyak tanya....bersihkan saja semua ini " perintah Dirga


" baik tuan muda " jawab kepala pelayan itu


" ingat ... sebelum saya keluar dari kamar mandi semua harus beres " perintah Dirga lagi


dan kepala pelayan itu hanya menundukkan badannya sebagai tanda dirinya menyanggupi semua perkataan nya


di tempat Gaza sekarang pemuda itu sedang bersiap juga untuk menjalankan misinya tapi entah kenapa tiba-tiba saja jantung Gaza terasa sakit dan berdebar begitu kencang membuat pemuda itu berhenti sejenak untuk memegangi dadanya


marvin dan Riky melihat tingkah laku Gaza dan mereka saling pandang kemudian mengangguk kan kepala tanda mengerti dengan perlahan marvin mendekati Gaza dan memegang bahunya


" ada apa ? apa kamu sakit ? tanya marvin


Gaza menengok ke sumber suara dan hanya menggeleng kan kepalanya saja


" tapi kamu terlihat gelisah " tanya marvin lagi


mendengar perkataan marvin Gaza berusaha tenang dan kembali seperti semula


" apa kita batalkan saja rencananya lagi pula teman kecilmu masih hidup dia juga belum tentu mau membalasnya " ucap Marvin enteng


perkataan marvin kali ini membuat Gaza emosi terbukti pria itu langsung menarik kerah baju teman nya membuat marvin terseret


" ulangi lagi perkataan itu jangan harap kamu bisa kembali ke sini " ucap Gaza penuh emosi


Riky yang melihat situasinya mulai kacau langsung melerainya


" ka....sudah jangan seperti ini kita adalah keluarga harus bersatu agar kuat " ucap Riky panik


Gaza langsung melepaskan cengkraman nya dan mendorong Marvin membuat pemuda itu sedikit terhuyung ke belakang dan di tangkap Riky


Gaza meninju angin sambil berteriak setelah itu dia meremas rambutnya dan dia berbalik meninggalkan Marvin dan Riky dua melihat kakaknya seperti itu Riky ingin mengejar nya tapi di cegah Marvin


" biarkan saja...." ucap marvin


" yakin ? tanya Riky


" kau tenang saja saya tau siapa Gaza serahkan semuanya pada ku " ucap Marvin yakin


Riky mengangguk kan kepalanya dan marvin pergi meninggalkan Riky sendiri untuk menyusul Gaza sebelum pergi Marvin menepuk pundak Riky agar anak itu tenang dan semua pasti akan baik baik saja


mampukah Marvin menenangkan Gaza yang sedang gelisah entah apa yang membuat temannya seperti itu dan semua terlihat jelas di mata Marvin

__ADS_1


__ADS_2