
hari ini papa Dira akan di pindahkan ke kediamannya karena sesuai prosedur rumah sakit membolehkan keluarga membawa pasien ke rumahnya dengan catatan pasien dengan kondisi memungkinkan serta harus ada dokter yang menanganinya serta sering di periksa keadaannya
berhubung tuan antonie masih dalam kondisi koma jadi semua ruangannya harus steril dan juga masih menggunakan berbagai alat medis itu semua harus Dira beli karena ingin merawatnya di rumah
Arya dan Bima selalu berada di samping Dira mereka juga membantu pengamanan jalannya kepindahan papa Dira agar aman sampai tujuan
kini malam makin larut tapi pemandangan langitnya begitu indah karena di penuhi bintang yang berkelip siapa pun pasti tidak akan menyia-nyiakan melihat pemandangan malam itu
termasuk Dira gadis itu sedang duduk di taman bunganya sambil pikirannya masih mengingat perkataan dokter siang itu jika papa nya belum bisa di bawa pulang karena kondisinya belum memungkinkan
dokter itu juga menerangkan papanya bisa di bawa pulang dua hari lagi tapi dengan kegigihannya Dira mampu menyakinkan dokter itu agar bisa di rawat di kediamannya saja
dan usaha Dira berhasil terbukti gadis itu sudah ada di taman bunganya sekarang Dira yang masih melamun di kagetkan dengan kedatangan Arya
" nona Dira angin malam tidak baik untuk kesehatan lebih baik kita masuk ke dalam " ucap arya
" huh..." Dira menghela nafasnya sejenak
" duduklah kita bicara " perintah Dira
Arya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Dira sudah pasti pemuda itu menolaknya karena menghormati wanita ketuanya menurut Arya tentunya
" tidak perlu lebih baik seperti ini saja nona " jawab Arya
" kenapa ? apakah saya bau " ucap Dira sambil mencium badannya sendiri
Arya tersenyum melihat tingkah laku Dira yang seperti itu pantas saja ketuanya menyukai gadis itu karena Dira terlihat lucu dan masih polos
akhirnya Arya menuruti perintah Dira duduk di sampingnya walaupun masih berjarak
" nona tudak bau , hanya saja saya merasa tidak pantas duduk di samping nona Dira " jawab Arya
" kata siapa tidak pantas ? semua manusia itu sama di mata Tuhan nya kecuali iman dan takwa nya " ucap Dira panjang lebar
" iya nona Dira benar " jawab Arya pelan
sungguh Arya bertambah kagum pada Dira menurut nya jika Dira sombong pun layak karena gadis itu cantik kaya lagi tapi Dira tidak begitu dan Arya sangat mendukung jika dia menjadi wanita ketuanya
" Arya sejak kapan kamu mengikuti kutub utara ? tanya Dira penasaran
Arya sempat bingung dengan perkataan Dira tapi pemuda itu sadar juga dengan perkataan gadis itu yg di maksud Dira adalah ketuanya karena hanya dia yang memanggilnya kutub utara
" sejak pertama kali bertemu " jawab Arya enteng
" iisshhh ...kau ini pertama kali nya ketemu itu kapan ? tanya Dira kesal sambil memukul lengan Arya
__ADS_1
mendapatkan perlakuan seperti itu sudah pasti Arya kaget dan merasakan sakit akibat pukulan Dira
" kurang lebih sudah lima tahun nona " jawab Arya sambil mengusap lengan nya yang terasa sakit
" lama juga yah " ucap Dira lagi
Arya hanya mengangguk kqn kepalanya mendengar perkataan Dira
" ayo nona kita masuk udara nya sudah mulai dingin " ajak Arya
" menyebalkan " ucap Dira kesal
setelah mengatakan itu Dira berdiri dan menghentakan kakinya karena kesal dia meninggalkan Arya sendiri di sana karena Dira masuk ke dalam pemuda itu hanya geleng-geleng kepala nya melihat tingkah Dira
di tempat lain mery sudah sampai di tempat felix dan dia langsung menemuinya mery tidak perduli jika nanti felix marah karena kedatangannya
mery langsung masuk ke kamar felix dan melihat pemuda itu sedang berdiri di depan cermin yang sedang melihat badannya yang di penuhi bekas luka akibat ulah Dirga
" wow ... " ucap Mery spontan
felix kesal dengan kedatangan Mery dia langsung mengambil baju dan memakainya dengan cepat
" pengganggu " ucap felix kesal
" aku kira kamu hanya omong kosong datang ke sini ? tanya felix
setelah mengatakan itu felix duduk di kursi yang sudah ada di kamarnya dia juga menuangkan wishky ke dalam gelasnya dan meminumnya
" tentu saja saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan big bos padaku " jawab Mery
" yakin sekali kamu " ucap felix dengan nada mengejek dan meminum lagi wishky nya
" jangan mengejek " ucap Mery kesal
" eh... mending dengan ku saja aku jamin kamu puasss hahaha..." jawab felix dengan tertawa
" sialan " umpat Mery sambil melemparkan bantal yang ada di sebelahnya
" dari pada mengejek ku terus lebih baik pikirkan rencana kita nanti agar berjalan sukses " sambung Mery lagi
" kalo itu tenang saja semua sudah ada di sini " jawab felix sambil jari telunjuknya mengarah ke otaknya
mendengar perkataan felix kini giliran Mery yang mengejeknya
" yakin sekali " ucap mery dengan nada mengejek
__ADS_1
" yakinlah tinggal bagaimana nanti si muka es itu mau mengikuti perintah dari ku saja " jawab felix
" kalo itu jangan harap lebih baik kita bikin rencana lain saja " ucap Mery yakin
" kalo begitu kita harus siap menerima hukuman dari big bos " jawab felix enteng
" felix ....!!!! teriak Mery dengan keras
" jangan bercanda ini misi hidup dan mati kita...!!! teriak Mery lagi
" kamu pikir aku bercanda hah...!!!! felix ikut berteriak
setelah mengatakan itu felix ingin pergi meninggalkan Mery tapi wanita itu langsung mencegahnya
" please felix kali ini saja bekerjasama lah dengannya " mohon Mery
" sampai mati pun aku tidak mau...!!! jawab felix dengan teriak
" Felix....!!!! teriak Mery dengan marah
" minggir Mery " ucap felix dengan nada tegas
" jika aku memberikan apa yang kamu inginkan apa kamu akan bekerja sama dengannya ? tanya Mery
Felix mengepalkan tangannya mendengar perkataan Mery
dan dia semangkin membenci Gaza
" jangan bermain-main dengan perkataan mu " jawab felix
" aku tidak bermain-main Felix " ucap Mery
" hahaha ...begitu cintanya kamu ke padanya sampai seperti ini " felix menjeda ucapannya
" lupakan....aku tidak mau " jawab Felix
setelah mengatakan itu felix ingin pergi tapi Mery menarik tangan nya dan mencium bibir felix dengan cepat
Mery sengaja melakukannya untuk membuktikan jika ucapannya tidak main-main Felix kaget dengan tindakan yang dilakukan Mery tapi dia juga seorang pemain mendapatkan rangsangan yang di lakukan Mery sudah pasti Felix menikmati nya
ciuman yang mereka lakukan semangkin kasar karena mereka di liputi gairah yang membara terbukti felix yang awalnya menolak kini malah membopong Mery membawanya ke tempat tidur
dan terjadilah apa yang harusnya terjadi entah berapa lama mereka melakukan olahraga malam nya yang jelas Felix tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emasnya tidur bersama Mery
mery tidak perduli malam ini bermain dengan felix itu semua agar Gaza dan felix bisa bekerja sama dengan baik kali ini dan Mery ingin felix yang mengalah dengan Gaza
__ADS_1