
malam ini suasana pesta yang di hadiri Gaza Marvin serta Riky sangat meriah banyak sekali yang datang dari kalangan pengusaha serta artis juga ada untuk mengisi acara di tempat itu
Gaza dari tadi hanya diam saja mengamati orang orang di sekitarnya dia merasa ada yang kurang dengan para tamu undangan
Gaza juga melihat Marvin yang sedang berbincang-bincang dengan tamu yang lain
pandangan nya teralihkan dengan kedatangan orang yang Gaza kenal dan membuatnya penasaran dia segera menghubungi Marvin untuk memastikan semuanya
Marvin yang sedang berbicara di kagetkan dengan suara smartphone nya yang berbunyi dan tertulis nama Gaza di sana membuat dirinya harus menyingkir
" maaf saya harus menerima panggilan ini
sebentar " ucap Marvin di sela obrolannya
" silahkan pa Marvin " jawab salah satu dari mereka
Marvin langsung menerima panggilan telepon nya sambil mencari keberadaan Gaza
" ada apa ? tanya Marvin tenang
" pergilah dari sana lihat arah jam 9 di sana ada Marko serta Felix " perintah Gaza
mendengar perkataan Gaza Marvin langsung pergi dengan tergesa-gesa membuat Gaza kesal
" biasa saja jalannya jangan terlihat mencurigakan langsung saja belok kanan di sana ada Riky , perintahkan dia untuk bergabung dengan kelompok Marko " ucap Gaza tegas
Marvin langsung menjalankan instruksi dari Gaza dia segera membisikan sesuatu pada Riky setelah dekat dan pemuda itu langsung mengangguk kan kepalanya tanda setuju
setelah menyelesaikan misinya Marvin menghubungi Gaza kembali
" kamu di mana ? tanya Marvin
" naiklah ke lantai tiga saya ada di arah jam dua " ucap Gaza tenang
" baiklah tunggu aku " jawab Marvin
Marvin langsung menuju ke arah yang di sebutkan Gaza tadi dan dia melihat sahabatnya sedang duduk di pojokan sambil pandangan menatap tajam ke bawah lebih tepatnya ke arah Marko dan Felix
" kenapa dia ada di sini ? ucap Gaza kesal
" bukan kah ayah Clara bekerjasama juga dengan big bos jadi wajarlah Marko ke sini " jawab Marvin enteng
" bukan itu tapi Dia " ucap Gaza sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah Marko setelah itu baru Felix
" ah aku baru sadar iya juga yah kenapa harus Felix kemana big bos ? tanya Marvin penasaran
setelah mengatakan itu pandangan Marvin teralihkan oleh sikap Gaza karena dia memegangi dadanya seperti kesakitan
" ada apa ? tanya Marvin
" entahlah malam ini jantung ku sakit sekali seperti ada yang menusuk-nusuk saya jadi tidak tenang " jawab Gaza pelan
" jangan bilang kamu merasa bersalah karena akan berdua dengan Clara nanti " ledek Marvin
" kamu ingin tau rasanya bibir di jahit Marvin ? tanya Gaza penuh penekanan
" kamu ini selalu begitu , sekali kali bercanda kenapa inget yah bercanda bukan bercinta " ledek Marvin lagi
Gaza ingin memukul Marvin kembali tapi di urungkan karena acara puncak akan di mulai dia melihat Clara sudah mulai masuk bersama orangtuanya
" betapa beruntungnya kamu di kelilingi wanita cantik " ledek Marvin lagi
Gaza hanya diam saja mendengar perkataan Marvin melihat Clara memasuki acaranya Gaza jadi teringat dengan wanitanya Dira Sanders gadis manis yang memporak porandakan bentengnya mengenai wanita
dia jadi tersenyum mengingat nya apalagi saat malam panas nya dengan Dira entah mengapa Gaza selalu terbayang-bayang dengan semua itu tapi tiba-tiba dadanya terasa sakit lagi membuat Marvin panik
__ADS_1
" masih sakit ? tanya Marvin
" tenang saja saya bisa menahannya " jawab Gaza enteng
" baiklah " ucap Marvin
Gaza dan Marvin mengamati siapa saja orang yang bertemu dengan orang tua Clara dan tiba saatnya mereka bertemu Marko dan Felix
clara tampak anggun dan cantik terbukti semua mata tertuju padanya tapi tidak untuk Gaza pria itu terlihat biasa saja mungkin itu efek dia lebih dulu bertemu Dira jadi dia tidak tertarik dengan Clara
" lihatlah teman kecilmu begitu cantik semua mata tertuju padanya ini " ucap Marvin antusias
" jadi ? tanya Gaza menggantung
" cobalah dengannya biar Dira berikan padaku saja saya ikhlas " ucap Marvin spontan
mendengar perkataan Marvin Gaza langsung mengeluarkan tatapan mematikan yang membuat Marvin ciut nyalinya
" hehehe....kali saja kamu mau seperti big bos " ucap Marvin dengan salah tingkah
" sekali lagi bicara omong kosong saya sungguh menjahit mulut mu " ucap Gaza tegas
Marvin langsung menggelengkan kepalanya serta tangannya memberikan kode untuk mengunci mulutnya
" ya ampun dia benar benar sudah bucin " ucap Marvin pelan
setelah mengatakan itu Marvin bergidik ngeri mengetahui sahabat nya bisa sebucin itu entah apa yang akan di lakukan jika Dira sungguh meninggalkannya
Gaza melihat Clara membisikkan sesuatu pada ayahnya dan dia pergi dari sana sesuai dengan instingnya clara pasti akan mencarinya dan Gaza memberikan instruksi untuk Marvin
" Marvin temui Clara katakan padanya saya ada di di atas roftop " perintah Gaza
Marvin mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Gaza dia langsung pergi untuk menemui Clara dan Gaza pergi menuju roftop
" tunggulah sebentar lagi my sunshine " ucap Gaza pelan
" kenapa malam ini jantung ku terasa sakit sekali ada apa dengan ku terakhir kali saya merasakan ini saat Dira..." tiba-tiba saja Gaza teringat dengan peristiwa yang menimpa Dira waktu itu
saat Dira terkena racun dingin oleh Dirga membuat kondisinya lemah dan kritis mengingat semua itu Gaza langsung panik dia ingin pergi tapi Clara sudah datang menemuinya
" kau mau kemana saya baru datang ? tanya Clara
Gaza diam saja mendengar perkataan Clara Marvin yang baru datang berdecak kesal karena sikap sahabatnya
" CK...kau ini begitu dingin sekali , kamu lihat sendiri Clara teman mu sudah berubah " ucap Marvin
Clara langsung memeluk Gaza mendengar perkataan Marvin dan membuat Gaza tidak bisa berbuat apa-apa
" Saya yakin dia tidak bisa berubah di depanku iya kan Gaza ? tanya Clara
mendengar Clara memanggilnya Gaza membuat pemuda itu bertambah yakin jika ada yang di sembunyikan darinya jadi Gaza harus mengikutinya
" iya " ucap Gaza tenang
Clara senang mendengar perkataan Gaza dia langsung melepaskan pelukannya dan berkata pada Marvin
" kamu dengar itu Marvin " ledek Clara
" huh ..." marvin menghela nafasnya mendengar semua itu
Gaza tidak jadi pergi dan kembali berbicara dengan Clara sejak tadi wanita tidak berhenti membuat Gaza tersenyum tapi tidak berhasil Gaza terap diam tapi Clara tidak menyerah Untung saja ada Marvin membuat suasana menjadi cair
sejak tadi smartphone Gaza yang di atas meja berbunyi tapi pemuda itu tidak menghiraukan membuat Clara kesal apalagi setelah dia melihat nama wanita yang tertera di sana membuatnya bertambah kesal
" menggangu sekali " ucap Clara kesal
__ADS_1
" ada apa ? tanya Marvin
" biarkan saja " jawab Gaza enteng
" sini biar ku matikan " ucap Clara
Clara ingin mengambil smartphone Gaza tapi dengan cepat pemuda itu langsung mengambilnya membuat Clara marah
" siapa wanita itu kenapa kamu takut sekali saya mengetahuinya " ucap Clara marah
" bukan siapa-siapa " jawab Gaza masih dengan nada tenang
" kalo begitu biar saya yang menjawabnya " pinta Clara lagi
" tidak perlu " jawab Gaza singkat
Clara ingin protes tapi dia harus mengurungkan niatnya karena melihat Riky datang dengan tergesa-gesa gadis itu masih berfikir jika Gaza bekerja untuk nya
" maaf tuan Riky jangan memarahinya ini semua karena saya " ucap Clara dengan lembut
Riky tidak memperdulikan perkataan Clara dia malah langsung bicara dengan Gaza
" Gaza ayo ikut denganku " ucap Riky tegas
melihat Riky bersikap seperti itu Gaza langsung mengikuti nya dan Clara berusaha menghalang-halangi
" tuan Riky ada apa jika boleh tau mungkin saya bisa membantu " tanya Clara lagi
" dengan kamu menyingkir itu sudah
membantu ku " jawab Riky tegas
melihat situasinya sudah kacau Marvin langsung mencegah clara agar tidak bertindak terlalu jauh
" nona Clara biarkan mereka pergi jika seperti itu pasti ada sesuatu yang genting " ucap Marvin menenangkan Clara
Clara akhirnya menyingkir mendengar perkataan Marvin sebenarnya Marvin sudah kesal dengan Clara apalagi Riky sejak pertama dia tidak mau menerimanya itulah mengapa dia bersikap dingin padanya
Gaza dan Riky segera pergi dari sana dengan cepat setelah sampai di dalam mobil Gaza langsung memerintahkan Riky agar melaporkan apa yang terjadi
" katakan " perintah Gaza dengan nada tegas
" big bos memang sengaja tidak datang malam ini dia menyuruh Marko dan Felix untuk menggantikan nya " Riky menjeda ucapannya sejenak
" teruskan " perintah Gaza
" dari yang saya tangkap dari percakapan mereka malam ini big bos akan mendapatkan apa yang di inginkan nya makanya dia lebih memilih tidak datang " jawab Riky ragu
" tapi sepertinya masalah terjadi karena Marko dan Felix bergegas pergi setelah mendapat kabar jika big bos hilang kendali lagi tapi sepertinya kali ini berbeda dia tidak bisa berhenti padahal sudah memakan banyak korban " ucap Riky panjang lebar
" apa ...!!!! teriak Gaza
" sialan....!!!! brengsek....!!!! teriak Gaza dengan keras
setelah mengatakan itu Gaza langsung menancapkan pedal gasnya dengan kencang dia teringat jika keinginan terbesar big bosnya adalah Dira apa mungkin malam ini dia melakukan itu
dan penyebab Dirga hilang kendali ada hubungannya dengan dirinya mengingat semua itu Gaza semangkin melajukan mobilnya dengan cepat
" Dira....maaf....sungguh aku minta maaf....tunggu aku plis kamu harus baik baik saja " ucap Gaza dalam hatinya
ini pertama kalinya Gaza bicara maaf walaupun tidak di depan orangnya darah Gaza mendidih jika membayangkan nya dia tidak akan mengalah lagi kali ini Gaza sudah tidak bisa bersandiwara dia ingin membunuh orang sekarang
Riky yang melihat perubahan sikap kakaknya menjadi takut dia yang masih bingung merasa bersalah Karena ucapannya
sungguh malam ini akan menjadi awal perubahan untuk Dira di mana dia akan terjebak dengan cinta gilanya kedua pemuda yang sangat ditakuti entah siapa yang akan tertawa di akhir
__ADS_1