
medapati informasi dari Marko yang begitu mendadak dan sangat penting membuat Dirga mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi Karena harus mengejar waktu
Dirga langsung memarkirkan mobilnya begitu saja dan memasuki rumahnya dengan tergesa-gesa sedangkan Marko masih mengendarai mobilnya yang tertinggal di belakang akibat tuanya terlalu ngebut mengendarai mobil
Dirga mengeluarkan kunci kamarnya dan masuk kedalam dia melihat Dira sedang berdiri sambil melihat keluar melalui jendela dan rambutnya berterbangan karena angin yang berhembus kencang di wajahnya
Dirga yang melihatnya seakan terhipnotis oleh pesona Dira dia masih terdiam hingga pandangan nya teralihkan oleh sebuah tanda kepemilikan yang ada di leher Dira membuat darah nya mendidih dengan langkah cepat dia menghampiri Dira
" apa ini ? tanya Dirga dengan nada marah sambil tangannya menunjuk tanda yang ada di leher Dira
setelah mengatakan itu Dirga mencengkeram tangan Dira dengan kuat membuat gadis itu kesakitan
" apa yang kamu katakan " ucap Dira sambil menggerakkan tangan nya agar terlepas dari cengkeraman Dirga
" siapa yang memberikan tanda ini jawab...!!!
teriak Dirga marah
Dira kaget mendengar perkataan Dirga gadis itu melupakan sesuatu yang sangat penting yaitu tanda kepemilikan yang di berikan oleh Gaza
" bodoh sekali kamu Dira kenapa melupakan hal sepenting itu , ini semua gara gara rambutku terkena angin " ucap Dira dalam hatinya
" jangan diam saja Dira " ucap Dirga dengan nada kencang
Dira menjadi gugup dia tidak mungkin mengaku jika Gaza yang memberinya mau tidak mau gadis itu harus memberikan alasan yang lain
" ini aku tidak tahu " jawab Dira gugup
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Dira yang tidak masuk akal dia tau betul tanda yang ada di leher Dira karena dirinya yang seorang playboy
" kamu pikir saya percaya " ucap Dirga dengan nada tegas
" saya sudah lupa bagaimana tanda ini ada " jawab Dira pelan
" saya akan membantu mu mengingat jika kamu lupa " jawab Dirga tenang
tentu saja Dira kaget mendengar perkataan Dirga dia tau betul apa maksud dari ucapannya
" apa , tidak perlu " jawab Dira tenang
" tapi aku mau dan ingin melihat tanda siapa yang paling bagus " jawab Dirga santai
mendengar perkataan Dirga gadis langsung menarik tangannya agar terlepas dari cengkeraman Dirga melihat semua itu Dirga tersenyum jahat
__ADS_1
" bagaimana apa kamu sudah ingat " tanya Dirga dengan sorot mata tajam
otak Dira buntu sedangkan dia harus mencari cara agar Dirga tidak marah padanya haruskah dirinya mendengar kan saran dari Marvin sepertinya hanya cara itu satu satunya
dengan cepat Dira mengecup bibir Dirga membuat pria itu bengong karena kaget dengan tindakan yang dilakukan oleh Dira padanya
ternyata saran dari Marvin berhasil dirinya bisa membuat Dirga lengah terbukti cengkeraman tangannya mulai kendur tanpa menunggu lama Dira langsung pergi dari sana
Dirga menyadari kepergian Dira pria itu langsung menarik tangan Dira dan menciumnya kembali membuat Dira kaget
sekarang Dira terjebak dengan rencananya sendiri dia tidak bisa mundur lagi sekarang karena sudah memulai dia juga yang harus mengakhiri
" kamu pikir bisa lepas dari ku begitu saja " ucap Dirga setelah selesai mencium Dira
" apa mau mu ? tanya Dira dengan kesal
" menurut lah dengan begitu saya akan pertimbangkan hukumannya " jawab Dirga tegas
" menurut seperti apa ? tanya Dira sambil menatap mata Dirga
Dirga terhipnotis oleh tatapan mata Dira yang cantik pria itu malah mengusap bibir Dira lembut sekarang wajahnya semangkin dekat dengan wajah Dira
" yang pertama membalas ciumanku " ucap Dirga di telinga Dira
gadis itu kaget dengan perkataan Dirga dia langsung menoleh ke samping untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah mendengar tapi Dirga mengambil kesempatan dengan mencium bibir Dira kembali
Dira kembali mengingat perkataan Marvin yang menyuruhnya menjadi wanita penggoda dan bersikap manja dengan begitu Dirga akan bosan dan membiarkan Dira pergi seperti yang sudah-sudah
tangan Dira meremas bajunya mengingat semua saran Marvin akhirnya dia hanya bisa mengikuti rencana yang telah di buat Marvin terbukti dengan Dira membalas ciuman Dirga
bak kejatuhan durian runtuh Dirga sangat senang mengetahui Dira akhirnya membalas ciuman nya pemuda itu sungguh tidak bisa mengontrol dirinya ciuman yang awalnya lembut kini berubah menggebu
" Dir...ga stop " ucap Dira terputus
Dirga tidak memperdulikan perkataan Dira yang menyuruhnya berhenti pria itu malah semangkin gila karena ingin membuka baju Dira membuat gadis itu kelabakan
" jangan seperti ini " ucap Dira sambil mendorong tubuh Dirga dan itu berhasil setidaknya untuk sekarang
" aku tidak perduli kamu sudah membangunkan nya " ucap Dirga dengan nafas memburu
" apa maksudmu ? tanya Dira gugup
" aku ingin kamu sekarang " ucap Dirga tegas
__ADS_1
mendengar perkataan Dirga gadis itu langsung mundur dengan cepat karena dia tidak mau memberikan nya jika ciuman Dira masih bisa mentolerir tapi tidak dengan bermain dengannya
" aku rasa itu belum waktunya " ucap Dira tegang
" sekarang atau nanti sama saja kita akan menikah pada akhirnya " jawab Dirga to the point
mendengar itu Dira bertambah takut apalagi sekarang Dirga semangkin dekat dengan nya sedangkan posisi Dira tidak menguntungkan baginya karena Dira sudah tidak bisa menghindar lagi melihat ada tembok di belakangnya
Dirga langsung mengangkat Dira dan menaruhnya di pundak membuat Dira semangkin berontak tanpa menunggu lama Dirga melemparkan Dira ke tempat tidurnya membuat gadis itu terlentang
Dira langsung bangkit dan pergi dari sana tapi Dirga menarik tangannya hingga Dira terjatuh kembali Dira sungguh kewalahan menghadapi nya karena Dirga sedang mode iblis membuat tenaganya berlipat-lipat membuat Dira tidak bisa bergerak
" Dirga jangan seperti ini " ucap Dira dengan sedikit keras
mendapat penolakan dari Dira membuat pria itu semangkin yakin jika tadi Dira hanya
bersandiwara membuat dirinya marah apalagi dia melihat kembali tanda kepemilikan yang ada di leher Dira
dengan gerakan cepat Dirga juga memberikan tanda kepemilikannya berdekatan dengan yang sudah ada membuat Dira kaget
" aaahhhh " teriak Dira sambil mencengkram lengan Dirga
Dirga semangkin bersemangat mendengar teriakkan Dira terbukti dirinya tidak hanya sekali memberikan tanda itu tapi ada lebih dari tiga membuat Dira semangkin gelisah
tapi sayang sekali Dirga harus menghentikan kesenangannya karena mendengar gedoran pintu dari luar apalagi dirinya sangat tau betul suara siapa itu yang membuatnya mau tidak mau harus menghentikan kesenangannya
" saya menepati janji untuk membuat tanda ini dan melihat karya siapa yang bagus ternyata miliku pemenangnya " ucap Dirga dengan santainya
setelah mengatakan itu Dirga langsung beranjak dari kasur dan pergi meninggalkan Dira karena dirinya harus menemui seseorang di luar untuk Dira sendiri gadis itu masih syok dengan semua kejadian tadi
" bisakah saya bertahan dengan situasi ini , papa apa yang harus Dira lakukan " gumam Dira
tak terasa Dira mengeluarkan air matanya lagi mengingat kejadian yang menimpa nya barusan ingin sekali dia menendang masa depan Dirga tapi bagaimana nanti dengan nyawa papa nya
untuk sekarang Dira hanya bisa menuruti perintah Dirga
" kamu kuat Dira kamu harus kuat demi papa " ucap Dira pelan
Dira langsung mengusap air matanya mengingat kondisi papa antonie yang terkena racun karena hanya Dirga yang punya penawarnya
di saat Dira masih berada di kasur sambil memikirkan rencana ke depan gadis itu dikagetkan oleh suara yang memanggilnya dengan nada kaget dan cemas
" Dira " ucap orang itu panik
__ADS_1
Dira langsung melihat siapa yang memanggilnya dia masih bingung dengan orang itu Dira juga bertambah kaget melihat Dirga yang kesal tapi tidak berdaya melawan nya
siapa kah orang itu maukah dia membantu Dira agar terbebas dari jeratan Dirga