
ternyata sudah dua hari Dira dan Gaza menghilang dan tidak ada yang tau keberadaannya begitu juga dengan Marvin dia benar-benar tidak tau di mana kedua sejoli itu pergi
terakhir Mereka berkomunikasi saat Gaza menyuruh nya memegang kendali hingga saat ini belum ada kabar dari Gaza ataupun Dira mereka seperti di telan bumi
untuk Dirga sendiri dia sudah sadar serta kondisinya kembali seperti semula sekarang dia sudah kembali bekerja di perusahaan nya dan Dia sedang berdiskusi dengan Marko
" apa kamu sudah menemukan nya ? tanya Dirga tenang
" belum tuan " jawab Marko
" sebarkan perintah ku untuk menghentikan pencariannya " ucap Dirga yakin
" kenapa ? tanya Marko penasaran
" saya lebih tau Gaza kalian tidak akan bisa menemukannya tunggu saja dia kembali " jawab Dirga enteng
" tapi dia sudah melewati batas " ucap Marko dengan nada tegas
Dirga mengeluarkan semiriknya mendengar perkataan Marko lalu dia berdiri serta berjalan perlahan dan melihat pemandangan yang ada di bawah nya
Marko diam saja melihat itu dia masih sabar menunggu apa perintah selanjutnya
" percayalah dia pasti kembali , karena ingin membunuh ku jika aku di posisinya juga akan seperti itu " sambung Dirga lagi
" brengsek...!!! umpat Marko
" hey ... tenang lah saya punya rencana lain saya yakin Gaza akan mundur dengan sendirinya , dan Dira hanya akan bergantung padaku " ucap Dirga yakin
" baik tuan saya akan melakukan semua perintahnya " jawab Marko
" pergilah saya ingin sendiri siapapun yang mengganggu potong gajinya lima puluh persen selama tiga bulan " perintah Dirga tegas
" saya undur diri tuan " ucap Marko sambil menundukkan kepalanya
Dirga hanya memberikan kode lewat tangannya agar Marko keluar dan dia kembali duduk di meja kerjanya Dirga melihat figura Dira yang ada di sana
dan mengambil nya
" dimana pun kamu berada pada akhirnya kamu akan kembali lagi kepadaku Dira " ucap Dirga yakin
" aku memberikan kamu waktu untuk menenangkan diri hingga waktunya tiba jangan harap kamu bisa lepas dari ku "
" semenjak malam itu kamu membuatku semakin gila Dira pada akhirnya hanya kamu yang bisa membuat saya dan Gaza benar-benar saling membunuh "
setelah mengatakan itu Dirga memejamkan matanya tangannya terkepal erat mengingat semua itu dia tidak habis pikir ternyata dirinya masih kalah oleh Gaza
" hahaha....saya memelihara anjing yang sangat cerdas tapi dia ingin melawan , sekarang saatnya dia harus tau siapa tuanya " ucap Dirga penuh penekanan
Gaza berada di tempat yang cukup terpencil penduduk sekitar tidak mengetahui siapa sebenarnya Gaza karena kehidupan di desa itu kebanyakan seorang nelayan
jadi Mereka setiap pagi pergi ke laut untuk mencari ikan dan tidak akan pulang jika belum mendapatkan ikan penduduk sekitar juga tidak suka mencampuri urusan orang lain yang Mereka tau Gaza adalah seorang yang dermawan
karena setiap kali Gaza datang dia akan memberikan bantuannya baik itu materi atau pun tenaganya Gaza tidak pernah ragu untuk menolong penduduk sekitar apalagi jika ada perahu nelayan yang rusak
Gaza akan ikut membantu untuk di memperbaiki itulah mengapa penduduk di sana sangat senang dengan kedatangan Gaza
tapi sekarang sejak Gaza datang pemuda itu belum juga keluar karena Dira masih belum sadar juga padahal Gaza sudah berusaha untuk membuat Dira sadar tapi wanita itu tidak juga bangun
karena dia mengalami trauma jadi tubuhnya memproteksi diri sendiri agar dia terlelap sekarang alam bawah sadarnya sedang bergejolak untuk membuatnya bangun
__ADS_1
" kau datang ? tanya anak remaja itu pada Dira
Dira bingung karena dia merasa pernah bertemu sebelumnya
" kamu..." ucap Dira menggantung
" saya selalu menunggumu , kamu pernah bilang jika kamu adalah rumah ku apa kamu ingat ? tanya remaja itu lagi
tiba-tiba Dira teringat dengan masa lalu nya di mana dia berusia 10 tahun bertemu seorang anak remaja yang sedang duduk sendiri tidak ada yang mau menemani nya
Dira senang menganggu nya padahal itu semua agar remaja itu melihatnya awal bertemu Dira tidak berhasil tapi lama-lama akhirnya remaja itu mau berbicara dengan nya
dan sekarang Mereka jadi akrab terkadang remaja itu sengaja menunggu Dira datang dan berbincang-bincang bersama seperti sekarang ini Mereka sedang bersama di danau
" kenapa kamu suka bunga matahari " tanya remaja itu
" bunga matahari melambangkan loyalitas atau kesetiaan karena tumbuhan ini selalu mengikuti arah matahari " jawab Dira lugas
" benarkah ? tanya anak remaja itu
" ibu ku yang bilang dan aku percaya padanya " jawab Dira santai
" kesetiaan , apa masih ada di jaman sekarang
ini ? tanya remaja itu lagi
" ada contohnya ayahku dia sangat menyayangi kami terutama ibuku dia selalu bilang ibu matahari dan ayah bunga matahari karena ayah selalu mengikuti semua keinginan kami " jawab Dira apa adanya
" benarkah begitu ? remaja itu masih saja penasaran dengan perkataan Dira
" hhhmmmm " jawab Dira sambil mengangguk kan kepalanya
" terimakasih " jawab teman Dira
" kamu sendiri kenapa menyukai kura - kura ? tanya Dira
" Karena dia selalu membawa rumah nya jadi tidak perlu takut kehujanan atau kepanasan dia juga tidak khawatir terusir dari rumahnya karena sudah bersatu dengan tubuhnya " jawab teman Dira panjang lebar
mendengar jawaban yang seperti itu Dira merasa bersalah dengan pertanyaannya
" mulai sekarang kamu anggap saja aku rumah mu jadi tidak perlu takut lagi jika sendirian " ucap Dira tenang
teman Dira hanya mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Dira dan tersenyum
Dira yang melihatnya jadi senang karena untuk pertama kalinya dia melihat temannya tersenyum
" bolehkah kamu menjadi Matahari ku ? tanya remaja itu
Dira menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat remaja itu senang
" baiklah karena kamu suka kura - kura aku akan memanggilmu raphael " ucap Dira spontan
" kenapa ? tanya remaja itu penasaran
" karena dia salah satu tokoh favorit ku di film ninja turtles " jawab Dira apa adanya
" apakah dia kuat ? tanya teman Dira penuh semangat
" dia agresif dan pemberani , dia juga tidak gentar sedikitpun saat melawan musuh-musuhnya yang terpenting dia tidak mau di kekang oleh aturan yang di anggap nya salah seperti kamu " terang Dira panjang lebar
__ADS_1
" baiklah kau boleh memanggilku Raphael walaupun namaku bukan itu tapi aku juga akan memanggilmu my sunshine " ucap teman Dira semangat
" oh iya saya belum tau nama mu selama ini maaf " ucap Dira tak enak
" tidak papa panggil saja Raphael itu
juga bagus "
mereka tertawa bersama hingga tidak sadar jika matahari mulai terbenam membuat Dira harus segera pergi tapi sebelum Dira pergi Dira mendengar kata-kata yang menurutnya konyol
" saya berjanji akan mengajakmu keliling dunia setelah sukses nanti " ucap teman Dira yakin
Dira hanya tersenyum mendengarnya karena dia tidak tau harus menjawab apa dirinya masih kecil saat itu tidak memperdulikan ucapan temannya
kembali ke masa sekarang di mana Dira sedang berbicara lagi dengan anak remaja yang tadi mengajak nya bicara
" Raphael... ? ucap Dira penuh tanda tanya
" kamu sudah mengingatnya ? tanya Raphael
" kamu masih di sini menunggu ku " ucap Dira tidak percaya
" aku akan selalu menunggumu sadarlah " ucap Raphael
setelah mendengar perkataan Raphael Dira langsung membuka matanya dia merasa seperti ada yang menariknya agar segera sadar
" hah ..hah..." ucap Dira ngos-ngosan
" aku ingat sekarang dia Raphael orang yang ku lupakan akibat tragedi itu Raphael " ucap Dira pelan
setelah mengatakan itu Dira menangis sesenggukan ingatannya kembali dia merasa bersalah terhadap Raphael karena melupakan nya dan janjinya kepada Raphael
pantas saja selama ini dia tidak jelas melihat wajah orang yang selalu ada di mimpinya ternyata sebagian ingatannya selama ini hilang
" maaf...maaf Raphael bagaimana kabarmu sekarang " ucap Dira lagi
Dira masih menangis apalagi dia mengingat kejadian malam itu bersama Dirga membuatnya semangkin terisak
Gaza yang mendengar ada suara dari dalam kamarnya langsung berlari menghampiri nya dan melihat jika Dira sedang menangis sambil meringkuk dengan cepat Gaza memeluk Dira dari belakang
Dira yang mengira orang yang memeluk nya adalah Dirga langsung memberontak dia memberikan perlawanannya membuat Gaza kaget
" tenang lah...hey ini saya maaf ...maaf my sunshine " ucap Gaza menenangkan Dira
Dira tau siapa pemilik suara itu tapi yang membuat nya berhenti adalah panggilan Gaza untuk nya karena mengingatkan pada seseorang
Dira berbalik dan melihat Gaza di depannya tapi Dira hanya diam saja melihatnya membuat Gaza langsung memeluk lagi wanitanya
" bicaralah jangan diam saja bila perlu pukul aku sepuasnya " ucap Gaza sambil memeluk Dira
Dira yang mendengar perkataan Gaza malah menangis histeris di pelukan nya
" hik...hik ..hik ...aaahhhhh " teriak Dira sambil memukuli dada Gaza
Gaza diam saja menerima pukulan Dira malah dia semangkin memeluknya erat karena pukulan Dira tidak sakit tapi hatinya yang sakit melihatnya seperti itu
sebenarnya Gaza sangat marah sampai ingin menyeret Dirga biar Dira saja yang menghukum nya tapi dia berusaha terlihat tenang dia harus memulihkan mental Dira dulu
mampukah Gaza melakukan nya
__ADS_1