
sungguh Dira tidak tau apa yang salah pada dirinya seingat gadis itu dia sudah berjaga-jaga tidak memakan dan meminum sembarang yang masuk ke mulutnya tapi masih bisa terjebak dengan perangkap Dirga
ternyata pergantian baju Dira sudah di atur oleh Dirga serta hilang nya baju Dira dan gadis itu masuk ke dalam juga sudah di rencanakan karena melalui aromaterapi yang Dira hirup itu awal mulanya petaka yang Dira alami saat ini
itu bukan aromaterapi biasa melainkan sudah tercampur obat di tambah Dira juga berendam dan mandi sebenarnya aromaterapi itu untuk menghipnotis Dira dan racun dingin nya menempel melalui kulit di saat Dira berendam tadi karena racun itu tercampur dengan air
itulah mengapa Dira bisa keracunan tanpa harus melalui makanan atau minuman karena bekerja langsung menempel ke permukanan kulit sedangkan untuk Dirga pria itu sudah meminum penawarannya alhasil tidak berefek pada dirinya di saat menghirup aromaterapi itu
Dirga masih mencium Dira dengan paksa apalagi sekarang dia mengetahui tubuh Dira sudah tidak berontak lagi membuat pria itu senang karena bisa melancarkan rencananya
sekarang Dirga memberikan ciuman yang lembut agar Dira bisa mengikutinya dan keinginannya tercapai terjadilah ciuman yang panjang hingga gadis itu kehabisan nafasnya
sungguh Dirga juga terbuai dengan tindakannya niat awalnya tidak seperti ini hingga pria itu juga tersadar dan menyudahi perbuatannya dia melihat Dira seperti sesak nafas dan mengeluarkan semiriknya
" hah...hah....kau apakan aku ? tanya Dira dengan ngos-ngosan
gadis itu juga memegangi dadanya karena terasa sesak Dira juga merasakan keinginan
" itu hukumannya karena kamu berani mempermainkan saya Dira " jawab Dirga
" apa...mak..sud...mu " tanya Dira dengan terbata
dengan perlahan Dirga mendekati gadis itu dan dia berbicara sambil berbisik
" ketahuilah Dira di dalam tubuh mu ada racun dingin dan hanya aku yang bisa menyembuhkan nya " ucap Dirga
" kau jangan berbohong " tanya Dira
mendengar perkataan Dira sungguh Dirga senang di tambah dia melihat tampang Dira yang bingung
" hahaha....apa kau merasakan sesak nafas dan sekarang kau merasakan hawa yang begitu
dingin? tanya Dirga
Dira diam saja mendengar perkataan Dirga Karena semua yang dia katakan benar adanya membuat gadis itu gelisah
" ayo Dira memohonlah padaku untuk melanjutkan permainan tadi hanya dengan itu kau bisa terbebas dari racunnya " sambung Dirga lagi
Dirga adalah seorang pemain yang handal dirinya tidak mau bermain jika wanitanya terpaksa itu akan mencoreng harga dirinya dan semua wanita yang bertemu dengannya akan suka rela melakukan permainan itu
tapi tidak dengan Dira gadis itu sungguh susah di taklukan akhirnya Dirga hanya bisa menggunakan cara licik agar Dira memohon padanya
" sampai mati pun aku tidak mau " jawab Dira dengan tegas
Dirga sangat marah mendengar perkataan Dira dia mengepalkan tangannya dan bersiap memukul apapun yang ada di depannya tapi melihat Dira yang mulai terjatuh dan duduk di lantai karena lemas seketika dia mengeluarkan semiriknya
__ADS_1
" baiklah jika itu maumu tapi karena aku baik maka aku akan memberikan waktu setengah jam untuk kamu berfikir " ucap Dirga yakin
pria itu perlahan mendekati Dira dia juga berjongkok untuk melihat wajah Dira lebih dekat lagi
" honey...jangan terburu-buru pikirkanlah ayah mu di sana...jika dia mengetahui putrinya tiada apa kamu tega melihatnya " ucap Dirga lagi
Dira kaget mendengar perkataan Dirga dia baru menyadari jika masih ada dunianya dan gadis itu tidak sanggup melihat dunianya hancur Dira bertambah cemas memikirkannya
" honey hanya kamu yang berhak untuk melahirkan anak-anak ku " Dirga menjeda ucapannya
" saya akan keluar karena ada pertemuan penting selama setengah jam
saya ingin kamu sudah bersiap setelah saya masuk kembali " sambung Dirga
setelah mengatakan itu Dirga berdiri dan pergi meninggalkan Dira sendiri yang sedang berperang melawan perasaan nya
sebenarnya Dirga sengaja melakukan itu agar Dira merasakan rasa sakit dari racun dingin yang dia berikan bagi Dirga itu semua hukuman untuk Dira pria itu yakin waktu setengah jam nya cukup untuk membuat Dira menderita
" dia sungguh pria gila aku tidak percaya dengannya pasti ada cara yang lain " gumam Dira
setelah mengatakan itu dengan perlahan Dira berdiri dengan sekuat tenaga menuju pintu keluar sungguh Dira sudah merasakan kedinginan di lihat dari badan nya yang menggigil
" huh ...dingin sekali....aku harus kuat " ucap Dira
gadis itu melihat selimut yang tergeletak di kursi dengan perlahan dia mengambil untuk menutupi tubuhnya agar tidak terlalu dingin
Dira sungguh berharap semua nya akan baik baik saja di saat gadis itu akan memejamkan matanya entah kenapa dirinya seperti melihat sosok ayahnya yang datang untuk menyelamatkan diri nya
" Dira....!!! panggil orang itu
" ayah...." ucap Dira dan dia tersenyum melihat siapa yang datang
Dira sungguh senang ayahnya datang untuk menolong dan membawanya pergi dari tempat itu apalagi ayahnya langsung memeluk tubuhnya membuat Dira merasa sedikit hangat
" Gaza....apa yang terjadi dengannya " tanya marvin
ternyata orang yang di lihat Dira bukan ayahnya tetapi Gaza dan yang Dira lihat hanya ilusi nya saja karena gadis itu merindukan ayahnya tanpa menunggu lama Dira langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang Gaza
" ayah ...dingin....ayah... ayo pulang " ucap Dira sambil tangannya memeluk tubuh Gaza dengan erat
Gaza diam saja mendapati Dira seperti itu entahlah jantungnya berdetak kencang dia juga merasa marah melihat Dira seperti ini pikiran Gaza masih melayang hingga suara Marvin menyadarkan nya
" Gaza....apa yang terjadi " tanya marvin lagi
" dia terkena racun dingin " jawab Gaza tenang
__ADS_1
" apa ...!!! bagaimana bisa ? tanya marvin heran
" jangan banyak tanya saya akan membawanya dan kamu urus CCTV agar mereka tidak tau kepergian kami " perintah Gaza
" baik cepat kamu pergi " ucap marvin
akhirnya Gaza membawa Dira pergi dengan diam diam dan tidak ada yang menyadarinya Karena ulah marvin yang menyabotase komputer
sebenarnya Gaza tadi sedang menjalankan rencananya malam ini tapi dia di buat kesal karena adiknya datang terlambat membuat rencana nya berantakan
ingin sekali Gaza memukul Riky tapi setelah pemuda itu memberikan keterangan nya jika dia bertemu dengan idolanya dan membuat dirinya lupa waktu dia juga menunjukkan foto bersama Dira di taman
Gaza yang mengetahui ada Dira juga di sini langsung pergi meninggalkan Riky yang masih bercerita mengenai pertemuan nya dengan Dira
dan setelah pemuda itu sadar ternyata kakak nya sudah pergi Riky hanya bisa menghela nafasnya mengetahui semua itu dan rencana yang mereka susun berantakan akibat ulah Gaza sendiri
sedangkan untuk marvin yang melihat Gaza pergi dengan terburu-buru dia mengikuti sahabatnya dari belakang itulah mengapa Gaza datang menolong Dira bersama marvin
entah dorongan dari mana yang membuat seorang Gaza langsung mencari Dira
sejak tadi dirinya gelisah tapi tidak di hiraukan setelah mengetahui adanya Dira di tempat yang sama dengan dirinya di tambah big bos nya yang mengincar gadis itu juga membuat Gaza yakin harus mencari Dira
Gaza juga bingung dengan Dirga kenapa bos nya begitu terobsesi dengan Dira padahal sebelumnya Dirga tidak seperti ini siapa gadis itu sebenarnya sehingga membuat big bosnya seperti itu
begitu juga dengan dirinya kenapa dia ingin sekali dekat dengan gadis itu dan tidak rela jika bos nya berhasil mendapatkan nya karena mengetahui sepak terjang Dirga terhadap para wanita
sekarang Gaza sudah berada di dalam mobilnya bersama Dira dan Riky adiknya
karena yang mengemudikan mobil itu Riky untuk Gaza sendiri dia duduk di jok belakang dengan Dira sambil mendekap tubuh Dira yang masih terasa dingin
" ka...ada apa dengan nya ? tanya Riky penasaran
" jangan banyak bicara kemudikan saja mobil ini dengan cepat " perintah Gaza
" kita kemana ka ? tanya Riky lagi
" ke rumah " jawab Gaza singkat
Riky tidak sadar jika kakak nya sedang panas dingin menahan gairahnya akibat ulah Dira
karena gadis itu masih menganggap Gaza ayahnya dan Dira memeluknya dengan erat
gadis itu mencari hawa panas pada tubuh Gaza alhasil Dira selalu menenggelamkan kepalanya di dada pria itu belum lagi terkadang gadis itu menghirup wangi di leher Gaza membuat pria itu tidak bisa berkutik karena ini pertama kali baginya berdekatan dengan seorang wanita
" Dira hidupmu hanya miliku ingat itu " gumam Gaza
__ADS_1
Gaza sengaja berbicara pelan agar tidak terdengar oleh Riky entah apa yang akan di lakuakan Dira nanti setelah gadis itu sadar karena Dira seperti keluar dari kandang buaya tapi masuk ke kandang singa
karena kedua pria itu sungguh sama sama gila dan berbahaya bagi musuhnya