
Dira mulai merasakan kesadarannya terbukti dari kelopak matanya yang mulai bergerak-gerak entah kenapa dia tidak bisa bangun badannya seperti terikat padahal tidak ada yang mengikatnya
" ada apa dengan ku ? tanya Dira dalam hatinya
" saya tidak bisa menggerakkan tubuhku " sambungnya
saat Dira berusaha untuk bangun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki masuk tidak hanya satu tapi ada beberapa membuat Dira kembali berpura-pura tidur
" inikah nyonya muda kita ? tanya salah satu dari mereka
" jangan banyak tanya cepat lakukan tugas kalian sesuai perintah big bos " jawab salah satu dari mereka
mendengar suara barusan membuat Dira teringat seseorang Karena suaranya sangat familiar
" baik nona Mery " jawab mereka serentak
" ayo kita buat big bos puas dengan kerja keras kita karena malam ini akan menjadi malam yang panjang dan pertama untuk nya " ajak Mery
" biar saya yang membuka bajunya " ucap salah satu dari mereka
ternyata yang masuk ke dalam adalah Mery dan dua asisten nya tentu saja Mereka semua wanita dan sudah pasti atas instruksi dari Dirga pantas saja Dira merasa familiar karena Mery pernah beradu skill dengannya
dia sengaja memanggil Mery untuk mendandani Dira sesexy mungkin karena dia ingin malam ini semua rencananya berjalan lancar
untuk Dira sendiri dia panik mendengar jika salah satu dari mereka akan membuaka bajunya
" apa membuka bajuku ? ucap Dira dalam hatinya
" sasi kau ini ceroboh sekali buka bajunya di kamar mandi saja sekalian kita mandikan nyonya muda " ucap Mery tegas
" maaf nona mery saya sudah tidak sabar soalnya hehehe ..." jawab sasi
" sasi kamu papah sebelah kanan dan kamu lala sebelah kiri ayo cepat sebelum dia sadar " perintah Mery
" semenyeramkan apa jika dia sadar Mery ? tanya lala
" percayalah kalian tidak akan bisa mengatasinya dia bukan lawan kita " jawab Mery
mendengar perkataan Mery kedua asistennya bergegas membawa tubuh Dira ke dalam kamar mandi dan Mery menyiapkan air serta memasukkan beberapa racikan ke dalam bak mandi
" pantas saja big bos terobsesi dengannya karena dia berbeda dengan wanita yang kita temui " ucap sasi
mereka masih berbincang sambil tangannya bekerja Dira sungguh kaget mendengar perkataan mereka sebenarnya dia ingin sekali memukul mereka tapi ada yang salah dengan tubuhnya karena dia sungguh tidak bisa bergerak
Dira hanya bisa pasrah sambil mendengarkan mereka yang sedang mengatai dirinya dan Dirga
" ayo jika sudah selesai cepat masukan ke sini dan rendam dia kita juga harus membuat tubuhnya meresap ramuan yang sudah big bos siapkan jangan membuatnya marah " perintah Mery
mendengar perkataan mery kedua asistennya langsung membawa Dira ke dalam bak mandi dan merendam tubuhnya
" ramuan apa yang ada di dalam air ini kenapa tubuh ku terasa melayang " ucap Dira masih di dalam hatinya
" lihatlah nyonya muda seperti bidadari yang sedang mandi kulitnya halus sekali wajahnya juga sangat cantik dan manis saya saja yang wanita terpesona dengannya " ucap lala
" kamu ingin kepala mu terlepas dari tubuhmu " ucap sisi meledek
Mery hanya diam saja mendengar kedua asistennya berbicara
dia tidak heran kenapa Dirga begitu menginginkannya Dira sangat berbeda jika hanya cantik semua wanita yang di kencani Dirga tidak kalah cantik dengan Dira tapi sikap dan sifatnya sangat jauh dengan Dira
mereka sudah memandikan Dira kini saatnya mendandani penampilan Dira dengan sangat sexy Mery menyiapkan baju malam yang begitu menggoda karena memperlihatkan lekuk tubuh Dira
" nyonya muda terlihat manis sekali jadi pengin memakannya " ucap sasi menggoda
" hihihi ...iya kamu benar ini pertama kalinya saya melihat big bos begitu mengistimewakan nya " sambung lala
__ADS_1
" semua wanita big bos juga di istimewa kan ingat big bos selalu yang pertama dia hanya ingin jadi yang pertama begitu juga dengan nyonya muda kita " ucap sasi
" jadi benar adanya jika selama ini semua wanita yang bersama big bos itu masih perawan dan big bos selalu yang pertama terus jika sudah bosan big bos akan melepasnya " ucap Lala penasaran
" itu bukan rumors Lala tapi fakta " jawab Mery
" bagaimana jika big bos tau jika dia bukan yang pertama ? tanya Lala lagi
" kau ini sudah berapa lama ikut tuan kenapa masih tidak tau , sudah pasti di buangnya lah " jawab sisi enteng
" hehehe ... saya kan tidak mengurusi asmara nya tugas ku hanya melayani para tamu membuatnya puas dengan ku itu saja , ini pertama kalinya buat ku tau " ucap Lala dengan kesal
" kau benar Lala bagaimana jika nyonya muda kita ternyata pernah melakukannya dengan pria lain ?" tanya sasi penasaran
" apa big bos akan melepaskan nya " sambung Lala
" kalo itu saya juga tidak tau " jawab sasi
" sudahlah jangan banyak omong cepat kerjakan pekerjaannya biar cepat selesai " ucap Mery tegas
" baik nona Mery " jawab mereka serempak
setelah mengatakan itu mereka mulai mengerjakan tugasnya masing-masing sebanarnya Mery juga penasaran dengan perkataan asistennya karena dia juga pernah mengatakan itu dan Dirga hanya diam saja
Dirga masih menyakini jika Dira masih suci tapi melihat watak tuanya Mery tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti jika itu terjadi mendengar Dira punya pria idaman lain saja dia sudah ingin membunuh nya
padahal waktu itu hanya angan angan Mery saja yang jelas pasti akan sangat genting
untuk Dira sendiri dia sempat kaget mengetahui fakta jika Dirga hanya mau jadi yang pertama
" apakah ini kesempatan ku untuk mengatakan kebenarannya agar pria gila itu membuang ku " ucap Dira dalam hatinya
Dira sudah tidak mendengar lagi kegiatan di dalam kamarnya sesuai dengan dugaannya mereka semua sudah keluar dengan tenaga seadanya Dira berusaha bangun serta ingin melihat dirinya seperti apa
" ayo Dira kamu pasti bisa , seperti nya saya harus menggerakkan jari tangan ku dulu " ucap Dira menyemangati diri sendiri
sementara itu di tempat Gaza sekarang pria itu sedang bersiap untuk makan malam tak lupa dia mengajak Marvin dan Riky karena dia harus menyamar sebagai bodyguard nya Riky
ternyata acara makan malam itu di di hadiri oleh banyak orang karena orang tua Clara yang mengadakan acaranya untuk memperkenalkan putrinya yang telah kembali dari luar negeri
" apa kamu yakin tidak akan memberi tahukan yang sebenarnya pada Clara jika kamu bukan bodyguard ku ? tanya marvin
" belum saatnya " jawab Gaza
" bolehkah saya bertanya ? tanya Marvin
" CK..." Gaza berdecak kesal
" katakan " sambung nya
" apa kamu yakin dia orang yang selama ini kamu cari , karena hati kecilku sebenarnya masih ragu " ucap Marvin tenang
Gaza diam saja mendengar perkataan Marvin dia juga berfikir yang sama sebenarnya dengan Marvin
" entahlah , tapi semuanya menjurus kepada dia bahkan kalung matahari ku juga ada padanya " ucap Gaza tenang
" apa perlu saya menyelidiki lagi " jawab Marvin
" sudahlah lagi pula itu sudah tidak penting lagi siapa Dia karena bagiku Dira yang paling utama sekarang " jawab Gaza yakin
" jika itu maumu , apa boleh buat " ucap Marvin
percakapan Mereka terhenti saat melihat Riky datang dengan menggunakan setelah jaz yang membuatnya terlihat gagah
" wow ...tuan muda kita ternyata sudah besar , dia juga terlihat gagah dan berwibawa tapi sayang takut wanita " ledek Marvin
__ADS_1
" aku tidak takut hanya menjaga jarak saja " ucap Riky kesal
" bagiku itu sama saja " jawab Marvin cepat
melihat Marvin dan Riky masih berdebat Gaza hanya menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka membuat kedua pemuda itu kalang kabut
" hey Gaza tunggu aku.....!!!!! jangan pergi duluan....!!!! teriak Marvin
" ka tunggu....!!! teriak Riky
kedua pemuda itu akhirnya berlari menyusul Gaza keluar sebenarnya Gaza malas pergi ke acara seperti itu tapi demi teman kecilnya dia harus pergi apalagi dia juga harus memastikan sesuatu agar tidak menyesal kelak
akhirnya setelah beberapa kali Dira berusaha gadis itu bisa menggerakkan tubuhnya serta membuka matanya lebar-lebar
" hah.... hah...." ucap Dira ngos-ngosan
" akhirnya , tubuhku kembali merespon
gerakan ku " ucap Dira lagi
Dira segera bangun serta mendudukkan tubuhnya dia berusaha menurunkan kakinya dan melangkah perlahan-lahan sungguh Dira berjalan seperti bayi yang baru belajar jalan karena dia tertatih-tatih
Dira menuju meja rias yang ada di kamarnya dan melihat diri nya yang begitu menggoda membuat dia jadi kesal
" iissshhhh pakean apa ini membuat ku
kedinginan " ucap Dira kesal
" owh my good riasannya seperti mau karnaval saja ini bukan diriku " ucap Dira lagi
Dira ingin menghapusnya tapi setelah di pikir pikir ini bisa membuat Dirga ilfil jika melihatnya alhasil dia tidak jadi menghapus riasannya
saat Dira sedang memikirkan sesuatu agar malam ini gagal dia dikagetkan dengan kaca jendela yang terbuka sendiri akibat terkena angin kencang membuat Dira mau tidak mau harus bangun dan menutup kembali
" baju sialan membuatku kedinginan saja " Dira menjeda ucapannya
Dira menengok ke kanan dan ke kiri suasananya begitu sepi padahal rumah itu banyak penjaganya tapi entah kenapa malam ini terasa sepi
angin bertiup lagi ke dalam dan mengenai wajah Dira dan menghempaskan beberapa rambutnya membuat Dira kedinginan
" hhhmmm dingin sekali seperti nya akan hujan malam ini " ucap Dira lagi
Dira ingin menutup kembali kaca jendela itu tapi dia dikagetkan oleh tangan yang melingkari pinggangnya membuat Dira diam mematung apalagi saat mendengar suaranya
" kamu sexy sekali aku suka " bisik nya
Dirga senang sekali dengan pekerjaan anak buahnya karena membuat Dira jadi seperti ini terutama pada Mery yang menyiapkan gaun malam yang transparan
setelah Dirga mengatakan itu dia langsung menciumi rambut Dira yang tergerai panjang dan wangi dia juga mulai mencumbu Dira
entah apa yang dirasakan Dira dia ingin sekali memberontak tapi tumbuhnya merespon semua yang Dirga lakukan seperti ada yang salah
" Dirga...." ucap Dira dengan lembut
" yah panggil namaku seperti itu aku suka sekali suaramu sangat merdu " ucap Dirga tenang
" ssss ...stophhh " ucap Dira dengan terbata-bata
Dirga tidak perduli dengan perkataan Dira dia masih mencumbu Dira dan memberikan rangsangan nya dia yakin ramuannya sudah mulai bereaksi sekarang pasti Dira sedang berperang dengan alam bawah sadarnya
" dir....ga aahhhh...." ucap Dira dengan nada menggemaskan
" aku tidak akan berhenti kamu yang memulainya " ucap Dirga tegas
setelah mengatakan itu Dirga membopong Dira membawanya ke tempat tidur Dira sungguh kaget dengan perbuatan Dirga tapi itu membuatnya sadar kembali dan dia mulai panik
__ADS_1
bisakah Dira keluar dari masalahnya mampukah dia lolos kembali dari rencana Dirga melihat sekarang Gaza juga sedang ada acaranya sendiri