
Mery semangkin kagum melihat Gaza hanya pria itu yang mampu mengimbangi big bosnya terbukti dari yang Dia lihat sekarang
kedua pria itu sama sama kuat sama sama tampan dan berwibawa
mereka juga memiliki aura yang sama kuat dan Mereka juga sama gilanya saking banyaknya kesamaan sampai kedua pria itu juga menyukai wanita yang sama bahkan sama sama mengklaim Dira hanya miliknya
di sela-sela perkelahiannya baik Gaza dan Dirga saling beradu argument seperti sekarang mereka sedang bertatap muka karena saling mencengkeram pergelangan tangan masing-masing
" kau harus mati " ucap Dirga dengan nada tegas tepat di depan wajah Gaza
" kita lihat saja siapa yang akan mati " jawab Gaza tak kalah tegas
perkelahian kembali terjadi mungkin efek terlalu lama tenaga Dirga sedikit menurun dan Gaza tidak menyia - nyiakan kesempatan itu dia memberikan pikulan bertubi-tubi kepada Dirga
hingga Dirga terjatuh ke lantai sambil memegangi dadanya Dia juga memuntahkan darah dari mulutnya akibat pukulan Gaza
semua yang melihatnya menjadi panik terutama Marko dia takut tuanya terluka terlalu parah dengan cepat pemuda itu berlari kearah Gaza karena dia ingin memukul lagi tuanya
" jangan terlalu jauh Gaza " ucap Marko sambil memegangi tangan Gaza yang ingin melayang kan tinjunya lagi
" minggir....!!! ucap Gaza sedikit keras
" ini sudah cukup , hentikan jika kamu tidak ingin hancur " ancam Marko dengan tatapan mata tajamnya
" I Don't care " jawab Gaza
setelah mengatakan itu Gaza mendorong tubuh Marko dengan keras hingga pemuda itu jatuh dan terbentur meja yang ada di sana
sepertinya sekarang Gaza yang mulai hilang kendali dia terus memukuli Dirga dia tidak perduli dengan sekitar nya padahal Dirga sudah tidak berdaya hingga Marvin datang barulah Dia tenang
" Gaza sadarlah...!!!! teriak Marvin
tadi sebelum Gaza masuk kedalam dia memerintahkan adiknya Riky untuk jangan ikut turun tapi segera menghubungi Marvin agar dia cepat datang
dan terbukti Gaza dantang sendirian serta Marvin yang baru masuk setelah Marvin berteriak dia membisikkan sesuatu pada Gaza sehingga membuatnya kembali sadar
entah apa yang di bisikan Marvin yang jelas hanya Gaza yang mendengar nya melihat Gaza sudah sadar baik Marko dan Felix membawa Dirga keluar untuk memberikan pertolongan
sebelum marko pergi dia memberi kan perintah pada sebagian anak buahnya yang masih hidup dan mengancam Gaza juga
" kalian bersihkan tempat ini seperti semula jangan ada noda darah sedikitpun" perintah Marko tegas
" baik tuan Marko " jawab ketua bodyguard nya
" dan untuk mu saya tunggu kamu di markas
Gaza " ucap Marko marah
Gaza tidak perduli dengan perkataan Marko dia sudah siap dengan segala konsekuensinya dia menatap tajam ke arah Dirga yang sedang di bawa keluar dan Gaza melihat Mery ada di sana
Gaza teringat kata-kata yang di bisikan Marvin yaitu Dira membutuhkan dirinya akhirnya pemuda itu langsung menghampiri Mery untuk memastikan semuanya
" dimana Dira ? tanya Gaza dengan nada tegas
Mery kaget dengan perkataan Gaza Karena dia memanggil nyonya muda langsung nama alhasil Dia masih terdiam
Gaza menjadi kesal dia meninggalkan Mery yang masih terdiam dan mencari Dira sendiri Mery yang tersadar langsung menyusul nya
__ADS_1
" Gaza kamu mau apa ? tanya Mery dengan panik
Gaza tak menghiraukan Mery dia terus berjalan dengan tergesa-gesa menuju kamar Dirga tentu saja Mery berusaha untuk mencegahnya
" Gaza berhenti demi kebaikan semuanya " ucap Mery
masih tidak ada respon dari Gaza akhirnya Mery ingin menarik tangan Gaza tapi di tahan Marvin
" Mery lebih baik kita lihat bersama keadaan nona Dira " ucap Marvin tenang
akhirnya Mery hanya bisa mendengar kan perkataan Marvin dan mengikuti Gaza dari belakang
Gaza mengepalkan tangannya melihat kondisi kamar Dirga yang berantakan sudah seperti terkena gempa saja banyak barang-barang yang pecah dan jatuh berserakan
Gaza berlari menghampiri Dira yang tergeletak di atas ranjangnya dia langsung memeluk wanitanya dengan erat amarahnya semangkin membuncah setelah mengetahui kondisi Dira
" maaf...maaf Dira saya baru datang jangan marah padaku " ucap Gaza pelan sambil memeluk Dira
Mery yang melihat kejadian itu bertambah syok seorang Gaza yang sangat kuat bisa terlihat rapuh dan memeluk wanita dengan erat seolah-olah tidak mau ada yang mengambilnya
Gaza langsung membungkus tubuh Dira dengan selimut hanya kepalanya saja yang terlihat dia langsung membawanya keluar membuat Mery kaget
" mau di bawa kemana Dia ? tanya Mery cepat
" minggir " ucap Gaza tegas
" tidak sebelum kamu meletakan nya kembali di sana " jawab tak kalah tegas
" jangan harap " ucap Gaza singkat
lagi pula Gaza sudah tidak mengikuti perintah Dirga lagi sejak dia menjalankan misi terakhirnya yaitu membawa Dira ke padanya sekarang Dirga sendiri yang memberikan peluang untuk nya
melihat situasinya yang semangkin rumit Marvin langsung menjalankan misi nya untuk mempengaruhi Mery agar wanita itu membiarkan Gaza pergi membawa Dira dan usahanya berhasil
sekarang Gaza sudah membawa Dira pergi dia menuju kediamannya yang tersembunyi tidak ada satupun yang mengetahuinya termasuk Marvin
Gaza menghubungi sahabatnya setelah sampai tujuan
" Marvin untuk sekarang kamu yang pegang kendali " perintah Gaza
" tenang saja semua akan berjalan sesuai rencana kita " jawab Marvin yakin
" jika Clara mencari ku kamu cari sendiri
alasannya " perintah Gaza lagi
" kau tenang saja , bagaimana dengan Dira ? apa kamu yakin tidak butuh seseorang untuk membantumu ? tanya Marvin panjang lebar
" aku sudah terbiasa melakukan nya sendiri kamu tenang saja " jawab Gaza yakin
" baiklah kamu harus menjaganya dengan baik " ucap Marvin
" iya , terimakasih untuk semua nya " jawab Gaza
setelah mengatakan itu Gaza langsung mematikan sambungan telepon nya untuk Marvin sendiri dia masih bengong mendengar perkataan Gaza
" apa ? dia mengucapkan terimakasih , sepertinya gunung es itu sudah mulai mencair " ucap Marvin tidak percaya
__ADS_1
Gaza menuju kamarnya dia menghampiri Dira yang masih tak sadarkan diri Gaza harus mengobati Dira agar wanitanya cepat sadar amarahnya semangkin membuncah ketika dia melihat tubuh Dira
banyak sekali bekas luka di tubuh Dira seperti bekas cekikan di leher kedua pergelangan tangannya juga terlihat jelas jika Dira terikat dengan kencang sampai membekas merah
belum lagi tanda kepemilikan yang begitu banyak di tubuh Dira melihat semua itu Gaza mengepalkan tangannya dia ingin sekali membunuh Dirga tapi untuk sekarang Gaza harus menundanya karena dia harus mengobati Dira
untuk Dirga sendiri akibat pukulan Gaza dia harus di rawat selama beberapa hari membuat Marko kesal amarahnya semangkin membuncah ketika dia mendengar jika Gaza membawa wanita tuanya pergi entah kemana
" Marko kita harus bertindak secepatnya Gaza sudah mulai berulah sekarang " ucap Felix kesal
" aku serahkan dia padamu biar saya yang menghadapi tuan Dirga saat dia sadar nanti " jawab Marko tegas
" dengan senang hati , ini kesempatan ku untuk membunuhnya " ucap Felix santai
Marko mengangguk kan kepalanya mendengar perkataan Felix, jika saja tuanya tidak terluka dia sendiri yang akan memberikan pelajaran padanya belum lagi dia harus mencari alasan yang tepat saat menjelaskan masalah ini kepada orang tua Dirga
" pergilah " perintah Marko
Felix langsung pergi meninggalkan Marko dia akan mencari keberadaan Gaza dengan semangat
Felix mengeluarkan semiriknya membayangkan rencananya
" ayo Alex kita pergi , tapi sebelum itu saya ingin menemui nya dulu bawa saya kesana " perintah Felix
" iya " jawab Alex
setelah sampai di tempat yang di tuju Felix langsung turun dan segera masuk kedalam di mana di tempat itu ada sebuah foto yang lumayan besar lama Felix menatapnya
" akhirnya sebentar lagi dendam ku akan terbalas kan kamu senang kan ? tanya Felix pada foto itu
" saya tidak akan pernah melupakan nya Mereka harus merasakan lebih sakit dari ku " ucap Felix lagi
" mereka membuatku kehilangan mu dan juga anak ku jadi mereka pantas mendapatkan pembalasanku " ucap Felix berapi - api
setelah mengatakan itu Felix keluar dia segera masuk kembali ke mobilnya dan Alex tetap setia menemai Felix kemanapun dia pergi
" saya sudah curiga jika ada sesuatu antara Gaza dan Dira " ucap Alex sambil membawa kendaraannya
" begitu juga dengan ku " jawab Felix
" di saat Gaza menyodorkan pistolnya tepat di kepalaku dia langsung terdiam saat mendengar suara Dira " sambungan Felix lagi
" seorang Gaza dia tidak akan ragu untuk membunuh walaupun itu big bos sekalipun terbukti sekarang kan dia begitu brutal memukulinya " ucap Felix lagi
" yah kau benar " jawab Alex
" akhirnya aku mengetahui kelemahan Mereka alex hahaha ..." ucap Felix dengan senang
" saya harus mendapatkan Dira bagaimana pun caranya " ucap Felix dengan yakin
" kita harus menyingkirkan Marvin lebih dulu karena dia lah kuncinya " jawab Alex
" itu mudah Alex kita harus membuat rencana dulu ayo ke markas sekarang " perintah Felix
Alex menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Felix dia langsung membawa mobilnya menuju markas
Felix sudah memikirkan balas dendam nya sejak lama tapi belum menemukan celah sekarang lah saat nya dia melakukan itu dia tidak sabar melihat kehancuran kedua orang yang membuatnya kehilangan dunianya
__ADS_1